Latest Post

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Perwakilan Kwaran Pramuka Palembayan Fadli Aswad juga selaku Waka Pusdiklat Kwartir Cabang Kabupaten Agam, menyampaikan turut berduka cita atas bencana yang menimpa masyarakat dan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Rombongan yang berjumlah 15 orang itu dijamu langsung oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu di Posko bencana Arosuka, Kamis (08/10/2026) didampingi Asisten I Drs Zaitul Ikhlas dan Asisten II Jefrizal, SP, MSi serta Kalaksa BPD Kabupaten Solok Khairul.

Delapan belas hari pasca banjir bandang melanda kompleks perkantoran Pemkab Solok, dihantaman arus deras udara yang menghanyutkan bebatuan, tanah dan kayu tak hanya menghancurkan belasan gedung gedung perkantoran, bahkan menghilangkan dua nyawa, luka berat dan ringan serta belasan rumah masyarakat hancur. 

Hal diatas disampaikan Bupati Solok yang tak lagi bisa diungkapkan dengan kata kata. "Sampai hari ini bantuan dari saudara saudara kita terus berdatangan, Solok tak sendiri, " kata Jon Firman Pandu seraya mengucapkan selamat datang kepada semua rombongan.

“Apa yang dirasakan masyarakat Kabupaten Solok, kami juga pernah merasakan peristiwa seperti ini tahun lalu, kami turut berduka atas musibah ini,” jelas Fadli Aswad yang duduk di samping Bupati Solok.

Kunjungan panguyuban Parmuka dari Kabupaten Agam ini menyerahkan langsung bantuan tunai kepada Bupati Solok sebesar Rp 5 Juta rupiah.

"Terimakasih banyak, semoga perjalan rombongan sampai kepangkuan orang orang tercinta selalu dalam lindungan Allah SWT, " tambah Jon Firman Pandu seraya mengakhiri pertemuan singkat tersebut.

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok menerima kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatera Barat, Irman Gusman, SE, MBA, beserta rombongan, di Posko Utama Bencana Banjir Bandang Arosuka, Jumat (9/10/2026). Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Solok.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, Anggota DPD RI Irman Gusman beserta rombongan, Asisten II Jefrizal, S.Pt., MM, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, serta Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Portito, S.Pd.I.

Dalam Sambutannya, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa bencana banjir bandang atau galodo yang melanda kawasan Arosuka telah menimbulkan dampak signifikan terhadap organisasi masyarakat dan kawasan perkantoran. Peristiwa tersebut terjadi setelah wilayah setempat mengalami musim kemarau yang panjang selama hampir tiga bulan, yang kemudian diikuti hujan dengan intensitas tinggi.

Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok bersama pemerintah, pemerintah provinsi, serta berbagai unsur terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan darurat pusat dan pemulihan. Dukungan berupa peralatan berat, ekskavator, truk, serta berbagai kebutuhan operasional menjadi bagian penting dalam mempercepat pembersihan material banjir dan pemulihan kawasan terdampak.

Selama tanggap darurat, pemerintah daerah juga melaksanakan pembersihan lumpur di kawasan organisasi mikro. Hingga laporan disampaikan, sekitar 95 persen rumah warga terdampak dilaporkan telah dibersihkan dari lumpur. Penyaluran bantuan listrik dan kebutuhan dasar masyarakat juga dilakukan untuk mendukung pemulihan aktivitas warga.

Bupati Solok menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kementerian terkait, unsur kebencanaan, relawan, tenaga ahli, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama proses penanganan bencana.

Ia menegaskan bahwa tahapan berikutnya yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah rehabilitasi dan rekonstruksi, meliputi penanganan rumah warga yang rusak, pemulihan kawasan perkantoran, serta pelayanan pengembalian masyarakat agar dapat berjalan secara maksimal. Untuk itu, dukungan dan sinergi berbagai pihak masih sangat diperlukan agar proses pemulihan dapat berlangsung secara terencana dan berkelanjutan.

Sementara itu, Anggota DPD RI Irman Gusman menyampaikan harapan dan kepeduliannya terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana. Ia mengatakan bahwa setelah memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut, ia segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendorong peninjauan lapangan dan melihat kebutuhan penanganan secara langsung.

Irman Gusman menekankan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kerawanan bencana karena kondisi geografisnya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Berbagai peristiwa bencana, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir bandang, menurutnya memerlukan kesiapsiagaan, mitigasi, serta sistem penanganan yang terkoordinasi dengan baik.

Berdasarkan pengalamannya terlibat dalam penanganan sejumlah bencana di Indonesia, termasuk tsunami Aceh dan berbagai kejadian bencana lainnya, Irman menilai bahwa penanganan bencana perlu didukung koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Kejelasan kewenangan, ketersediaan sumber daya, serta ketepatan penyaluran bantuan menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penanganan di lapangan.

Ia juga mendorong agar bencana yang terjadi di Kabupaten Solok dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi terhadap upaya mitigasi dan penanganan bencana. Masukan dari pemerintah daerah, tenaga ahli, dan berbagai pemangku kepentingan perlu menjadi bahan pembahasan bersama guna memperbaiki sistem kesiapsiagaan serta menguraikan langkah-langkah penanganan yang lebih baik di masa mendatang.

Selain itu, Irman juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap persoalan lingkungan dan perubahan iklim. Menurutnya, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan perlu menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana dan mendukung pembangunan daerah yang lebih tangguh terhadap berbagai ancaman alam.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Solok, perwakilan daerah di tingkat nasional, serta unsur kebencanaan dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap dukungan seluruh pihak dapat terus berlanjut, terutama dalam menyediakan kebutuhan masyarakat terdampak, penanganan rumah rusak, pemulihan infrastruktur, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Melalui sinergi lintas sektor dan langkah pemulihan yang terarah, diharapkan kondisi masyarakat dan infrastruktur di kawasan terdampak banjir bandang Arosuka dapat kembali pulih, sehingga aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintah dapat berjalan normal kembali.

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, menjadi keynote speaker sekaligus membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial yang digelar di Daima Moosa, Rabu (7/10).

Kegiatan tersebut diikuti Direktur KKI Warsi Rainal Daus, SH, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, sejumlah Kepala OPD Kabupaten Solok serta para peserta FGD.

FGD ini menjadi salah satu wadah untuk memperkuat sinergi dan pembahasan terkait pengembangan perhutanan sosial di Kabupaten Solok. KKI Warsi merupakan organisasi yang selama ini menggagas perhutanan sosial sebagai salah satu jalan keluar, khususnya bagi masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan.

Perhutanan sosial dinilai memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan dan mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan sekaligus meningkatkan pemahaman dan pemberdayaan masyarakat terhadap wilayahnya sendiri.

Dalam sambutannya, Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, menyampaikan bahwa potensi kawasan hutan di Kabupaten Solok perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Memanfaatkan hutan ini dengan sebaik-baiknya sehingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat kita di Kabupaten Solok,” ujar Bupati.

Bupati menyebutkan, sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Solok merupakan kawasan hutan. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

“Dengan 60 persen wilayah hutan kita di Kabupaten Solok, ini merupakan salah satu potensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitaran hutan,” katanya.

Menurut Bupati, hasil produksi dari kawasan hutan memiliki nilai yang sangat berharga apabila dikelola dengan baik dan dapat menjadi salah satu sumber peningkatan ekonomi masyarakat.

“Produksi dari hutan ini memiliki nilai yang sangat berharga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” lanjutnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KKI Warsi yang telah melihat serta membuka potensi kawasan hutan untuk dapat dikembangkan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Solok.

“Terima kasih kepada KKI Warsi karena telah melihat dan membuka potensi hutan untuk peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Solok,” ungkapnya.

Di tengah kondisi Kabupaten Solok yang masih berada dalam masa tanggap darurat akibat bencana, Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan agar kondisi daerah segera membaik.

“Dalam masa tanggap darurat kita di Kabupaten Solok ini, kita sama-sama berdoa dan berharap agar Kabupaten Solok segera membaik,” tuturnya.

Bupati menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya melakukan pemulihan, khususnya terhadap kawasan Arosuka yang turut menimbulkan bencana.

“Kita tidak akan meninggalkan Arosuka, tapi kita berusaha agar Arosuka ini bisa cepat pulih,” tegasnya.

Bupati juga menilai KKI Warsi telah memberikan kontribusi luar biasa dalam menarik perhatian dan pengembangan potensi perhutanan sosial di Kabupaten Solok.

“Lentera KKI Warsi memiliki kontribusi yang luar biasa,” tutupnya.

Kegiatan FGD kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan diskusi bersama para peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat percepatan perhutanan sosial serta mendorong pemanfaatan kawasan potensi hutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Solok.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.