RSUD Tuanku Imam Bonjol Buka Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Calon Jamaah Haji
Pasaman (Rangkiangnagari) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuanku Imam Bonjol membuka pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji sebagai bagian dari rangkaian persiapan untuk memastikan kesiapan dan istithaah kesehatan jamaah sebelum melaksanakan ibadah haji.
Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan selama tiga hari di Aula Pertemuan RSUD Tuanku Imam Bonjol, mulai Senin (14/09/2026), dengan jumlah peserta sekitar 40 calon jamaah haji setiap harinya.
Pemeriksaan kesehatan calon jamaah dilakukan secara komprehensif, diawali dengan pemeriksaan kesehatan umum dan dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium berupa darah dan urin, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan jantung melalui elektrokardiografi (EKG), pemeriksaan radiologi berupa rontgen thoraks, serta pemeriksaan oleh dokter spesialis sesuai indikasi dan kondisi kesehatan calon jamaah.
Untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi calon jamaah haji, RSUD Tuanku Imam Bonjol menerapkan sistem pemeriksaan dengan tujuan di Aula Pertemuan RSUD. Melalui konsep ini, calon jamaah dapat menjalani pemeriksaan laboratorium, EKG, serta pemeriksaan dokter spesialis di satu lokasi tanpa harus berpindah-pindah ruangan. Calon jamaah hanya perlu menuju ruang radiologi untuk menjalani pemeriksaan rontgen thoraks.
Sistem elang tersebut diharapkan membuat proses pemeriksaan menjadi lebih efektif, tertib, nyaman, dan ramah bagi calon jamaah haji, khususnya bagi pelayanan jamaah lanjut usia maupun jamaah yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Rangkaian pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan calon jamaah secara menyeluruh, termasuk mendeteksi penyakit atau faktor risiko yang dapat mempengaruhi kemampuan jamaah dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
Pemeriksaan dokter spesialis menjadi bagian penting dalam penilaian kesehatan, terutama bagi calon jamaah yang memiliki penyakit atau kondisi tertentu yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk menentukan tindak medis, pengendalian penyakit, maupun rekomendasi kesehatan yang diperlukan sebelum keberangkatan.
Pelaksanaan pelayanan serta pemberitahuan langsung oleh Direktur RSUD Tuanku Imam Bonjol, dr. Hamdi, Sp.A. Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan tertib, sesuai standar pelayanan, serta memberikan pelayanan yang optimal kepada calon jamaah haji.
“Istithah kesehatan bukan hanya dinyatakan sehat. Yang kita anggap adalah jamaah mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, penyakit yang dimiliki dapat dikendalikan, dan memiliki kesiapan fisik untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji,” ujar dr. Hamdi.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan merupakan kesempatan bagi calon jamaah untuk mempersiapkan diri secara lebih baik. Apabila ditemukan penyakit atau faktor risiko, jamaah masih memiliki waktu untuk mendapatkan penanganan dan melakukan pengendalian kondisi kesehatan sebelum keberangkatan.
Selain pemeriksaan medis, calon jamaah juga perlu mempersiapkan kebugaran fisik, menjaga pola hidup sehat, mengendalikan penyakit kronis, serta mengikuti edukasi kesehatan haji sebagai bagian dari upaya mencapai kesiapan kesehatan secara optimal.
Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh dan tindak lanjut yang tepat, calon jamaah diharapkan dapat berangkat dalam kondisi kesehatan yang lebih siap sehingga mampu menjalankan rangkaian ibadah haji secara optimal.
RSUD Tuanku Imam Bonjol berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kesehatan haji melalui pelayanan yang komprehensif, berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada keselamatan serta kesiapan kesehatan jamaah.






