Latest Post


Selesai sosialisasi dan promosi tim Pascasarjana Unand foto bersama dengan peserta 


Padang, Juni, Rangkiang Nagari - Para calon mahasiswa S.2 dan S.3 Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas saat ini tidak perlu takut akan momok,  lamanya studi di perguruan tinggi.

Sekarang sudah ada program Rekognisi Pembelajaran Lampau ( RPL) dimana pekerjaan dan keahlian yang telah dijalankan seorang calon mahasiswa ASN dapat diakui sebagai hasil studi mata kuliah. Rekognisi ini cocok bagi ASN Tanah Datar.

Dr Sri Setiawati Sekretaris Prodi S.3 Studi Pembangunan sedang menjelaskan program studinya 

Program ini bisa mengurangi masa studi dari satu setengah tahun menjadi satu tahun, kata Wakil Direktur II Pascasarjana Unand Prof Dr Ir. Reflinaldon MSi pada acara sosialisasi dan promosi Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas di aula kantor Bupati Tanah Datar Batusangkar, Rabu, (10/6).

Wadir II, didampingi Kaprodi Profesi Insinyur Dr Ir. Oknovia Susanti IPU ASEAN Eng,  Kaprodi IPKP Dr Sri Wahyuni, SPt, MSi, Sekretaris Prodi S3 Studi Pembangunan Dr Sri Setiawati dan Dosen Pascasarjana Dr Ir. Basril Basyar MM.

Menurut Prof Reflinaldon, berbagai kemudahan dalam menjalan studi S2 dan S.3 di Universitas Andalas sudah tersedia. Calon mahasiswadari ASN diberi kesempatan memanfaatkan kemudahan ini. Tetapi, kata Prof ini bahwa kemudahan yang diberikan tetap memperhatikan mutu dan kualitas para alumni atau mahasiswa terdidik.

Bagi para calon mahasiswa yang berminat, Pascasarjana Unand siap memfasilitasi keinginan ini. Bila ada yang masih ragu dipersilahkan menghubungi petugas yang sudah ditunjuk sekolah Pascasarjana,  katanya.

Rekognisi Pembelajaran Lampau  ( RPL) adalah salah prestasi dan kemudahan istimewa yang diraih Pascasarjana Universitas Andalas.  Predikat unggul yang diperoleh dari pemerintah melalui Badan Akreditasi Nasional telah menghantarkan Sekolah Pascasarjana ini mendapatkan fasilitas Rekoqnisi.

Dr Sri Wahyuni SPt, MSi Kaprodi IPKP 

Tidak semua Universitas yang dibolehkan melaksanakan RPL. Hanya yang berpredikat unggul dan memiliki prestasi yang baik secara akademik.  Unand adalah salah satunya, kata Prof Don putra Lintau Tanah Datar.

Di sekolah Pascasarjana saat ini terdapat satu program doktor,  tujuh program magister dan satu profesi insinyur. Program profesi insinyur adalah salah satu program studi yang sangat diminati para calon.

Tugasnya cukup mengikuti pendidikan satu semester dan melaksanakan tugas dan merekognisi keahlian yang dilaksanakan selama ini. Bila mampu menyelesaikan tugas tersebut langsung mengikuti ujian dan memperoleh gelar sebagai insinyur ( Ir).

Ketua Prodi Profesi Insinyur, Dr Ir. Oknovia Susanti, IPU ASEAN Eng menyampaikan bahwa mahasiswa program Insinyur berdatangan dari berbagai daerah, Sumbar, Riau, Bengkulu dan Sumsel. Setiap semester sekitar  50 orang mahasiswa menyelesaikan program profesi ini, kata Oknovia.

Dalam acara sosialisasi ini juga menyampaikan promosi ketua Prodi Ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Dr Sri Wahyuni SPt. MSi. Program ini juga menyelenggarakan program rekognisi. Kebanyakan mahasiswa berasal dari para penyuluh pertanian dan birokrasi di berbagai kantor pemerintah.

Selain itu juga hadir menyampaikan sosialisasi dan promosi Kaprodi Program Doktor Studi Pembangunan diwakili Sekretaris Dr Sri Setiawati. Pelaksanaan Program sosialisasi ini dihadiri Bupati Tanah diwakili Asisten Administrasi Dedi Triwedono dan Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kabupaten Tanah Datar  Drs. Yusrizal, M.M. (*)


Padang Aro (Rangkiangnagari) - Untuk menciptakan keadilan Pendidikan di Kabupaten Solok Selatan, pemerintah kabupaten berencana memberikan sekolah gratis untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Ini merupakan kelanjutan fasilitas biaya sekolah gratis hingga tingkat SMA dan SMK yang telah dilakukan mulai tahun 2026 ini.

Rencana ini disampaikan langsung oleh Bupati Solok Selatan H. Khairunas dalam audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat di Padang. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat Mustafa dan Kepala Kantor Kemenag Solok Selatan Fitriyoni.

“Kami melakukan audiensi bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat untuk membahas berbagai peluang kolaborasi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Solok Selatan, termasuk program wacana sekolah gratis yang diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat,” kata Khairunas dalam keterangannya setelah audiensi tersebut, Rabu (10/6/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari program unggulan pemerintah kabupaten untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan terjangkau bagi seluruh anak-anak Solok Selatan.

Rencana sekolah gratis ini direncanakan menggunakan skema cost sharing 50:50 atau 60:40 antara pemerintah kabupaten dan Kementerian Agama. Skema ini juga digunakan untuk pembiayaan SMA dan SMK bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Meski begitu, Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan Hamudis mengatakan bahwa rencana ini masih memerlukan proses pembahasan lebih lanjut.

“Rencananya pembahasan ini akan dibawa ke tingkat Kementerian Agama dan juga DPR terkait dengan penyediaan anggarannya,” terang Hamudis. 

Perlu diketahui, saat ini terdapat dua MAN di Solok Selatan, yakni MAN 1 yang berlokasi di Kecamatan Sungai Pagu dan MAN di Kecamatan Sangir.

Sekolah kedua ini memiliki jumlah siswa 714 orang, rinciannya 443 orang siswa MAN 1 dan 271 orang siswa MAN 2. Saat ini sekolah kedua mengenakan SPP sebesar Rp 75 ribu di MAN 1 dan Rp 65 ribu di MAN 2. Selain itu juga memungut uang pembangunan untuk siswanya dengan nilai berkisar Rp 300 ribu-Rp 700 ribu per tahun. (Dt)

PADANG (RangkiangNagari) - Rintik hujan yang mengguyur kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Rabu (10/6/2026) malam menjadi saksi kepulangan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 06 Debarkasi Padang.

Pesawat Garuda Indonesia boeing 777 dengan nomor penerbangan GA3806 yang membawa ratusan jemaah dari Tanah Suci mendarat dengan selamat di landasan BIM pukul 02.39 WIB. Pesawat bertolak dari Bandara Jeddah kemarin sore.

Meski cuaca kurang bersahabat, suasana haru dan syukur tetap terasa. Satu per satu jemaah turun dari pesawat menuju garbarata. Sebagian tampak tersenyum lega setelah menempuh perjalanan panjang, sementara jemaah lanjut usia mendapat pendampingan khusus dari petugas yang telah bersiaga sejak sebelum pesawat mendarat.

Kedatangan jemaah disambut Bupati Agam Beni Warlis, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Sumbar, Amrizal, serta jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, serta jajaran Kakan Kemenhaj Agam.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, Amrizal, mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah kembali ke Tanah Air setelah menunaikan rangkaian ibadah haji.
“Alhamdulillah jemaah Kloter 06 telah tiba kembali di Tanah Air dalam keadaan selamat. Kami bersyukur proses kedatangan berjalan lancar dan jemaah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam kondisi sehat,” ujar Amrizal.

Berdasarkan data PPIH Debarkasi Padang, Kloter 06 membawa 391 orang yang terdiri dari 308 jemaah asal Kabupaten Agam, 77 jemaah asal Kota Padang Panjang, empat petugas kloter, dan dua Petugas Haji Daerah (PHD).

Kloter ini juga tercatat memiliki 117 jemaah lanjut usia berusia 65 tahun ke atas, sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih selama perjalanan pulang ke Tanah Air.
Di balik lancarnya kepulangan Kloter 06, terdapat dua jemaah yang belum dapat kembali bersama rombongan karena alasan kesehatan. Keduanya harus menjalani perawatan di Arab Saudi setelah mengalami gangguan kesehatan menjelang keberangkatan.

Ketua Kloter 06, Editiawarman, mengatakan kedua jemaah tersebut sebelumnya berada dalam kondisi baik saat meninggalkan hotel menuju Bandara Jeddah. Namun setelah tiba di bandara, kondisi kesehatan mereka menurun sehingga harus dirujuk ke fasilitas kesehatan dan tidak mendapatkan surat keterangan laik terbang.
“Secara umum proses pemulangan berjalan lancar. Namun kami juga menyayangkan ada dua jemaah yang belum bisa pulang bersama kloter karena harus menjalani perawatan. Kita doakan semoga keduanya segera pulih dan dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat,” kata Editiawarman.

Dua jemaah yang menunda kepulangan tersebut adalah Syafruddin Sutan Badarun (62 tahun) dan Emma Yuliati (57 tahun), keduanya berasal dari Kota Padang Panjang.
Meski demikian, Kloter 06 membawa kabar baik karena seluruh jemaah yang berangkat ke Tanah Suci dilaporkan dalam keadaan sehat dan tidak ada jemaah yang wafat selama penyelenggaraan ibadah haji.

Editiawarman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kloter, tenaga kesehatan, serta jajaran PPIH yang telah mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan.
“Alhamdulillah seluruh proses pelayanan berjalan baik. Ini tentu berkat kerja sama semua pihak, mulai dari petugas kloter, tenaga kesehatan, petugas haji daerah, hingga para ketua rombongan dan ketua regu yang selalu mendampingi jemaah,” ujarnya.

Dengan kedatangan Kloter 06, jumlah jemaah dan petugas Embarkasi Padang yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 2.342 orang.

PPIH Debarkasi Padang terus melanjutkan proses pemulangan kloter berikutnya hingga seluruh jemaah kembali ke daerah asal masing-masing.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.