Latest Post

Penyerahan penghargaan kepada Direksi Bank Nagari Zilfa Efrizon 

Jakarta, Rangkiang Nagari - Bank Nagari meraih 12 penghargaan dari empat ajang nasional yang digelar di Jakarta dalam sepekan terakhir. Penghargaan tersebut mencakup bidang pengelolaan sumber daya manusia, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), transformasi digital, hingga layanan keuangan digital.

Capaian itu diraih dalam empat ajang berbeda, yakni Top Human Capital Awards 2026, Indonesia CSR Brilliance Award 2026, Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026, serta Indonesia Best Digital Finance Awards 2026

Pada ajang Top Human Capital Awards 2026 yang berlangsung Kamis (29/10/2026), Bank Nagari membawa pulang tiga penghargaan.

Ketiga penghargaan tersebut yakni Top Human Capital Awards 2026 Stars 5, The Most Committed Human Capital Leader 2026 untuk Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, serta The High Performing Human Capital Director 2026 yang diberikan kepada Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat pengelolaan sumber daya manusia.

Menurutnya, SDM merupakan aset strategis yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam menghadapi persaingan industri perbankan.

“Karena itu, kami terus mendorong pengembangan kompetensi, penguatan kepemimpinan, dan penerapan budaya kerja yang berlandaskan nilai IM STAR,” ujarnya, Minggu (1/11/2026).

Ia berharap penghargaan tersebut semakin memotivasi seluruh insan Bank Nagari untuk bekerja secara profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan industri.

Sementara itu, Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon, mengatakan pengembangan sumber daya manusia harus sejalan dengan kebutuhan dan arah bisnis perusahaan.

“Kami terus memperkuat sistem pengelolaan SDM berbasis digital, pengembangan kompetensi, serta pembelajaran berkelanjutan. Harapannya, setiap pegawai memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan kinerja Bank Nagari,” katanya.

Selanjutnya, Bank Nagari meraih lima penghargaan dalam ajang Indonesia CSR Brilliance Award 2026 di Millenium Hotel Sirih, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Kelima penghargaan itu meliputi The Most Brilliant Philanthropy and Social Impact predikat Platinum, The Most Brilliant ESG-Based CSR Program predikat Gold, serta The Most Brilliant CSR Team Excellence predikat Gold.

Dua penghargaan lainnya diberikan kepada jajaran pimpinan Bank Nagari, yakni The Most Brilliant CEO in CSR Leadership untuk Gusti Candra dan The Most Brilliant Senior Executive in CSR Execution untuk Sekretaris Perusahaan Bank Nagari, Yosviandri Asril.

Gusti Candra mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen menjalankan program CSR yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat serta memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif,” ujarnya.

Menurutnya, program tanggung jawab sosial perusahaan membutuhkan perencanaan, kolaborasi, dan evaluasi berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Pada hari yang sama, Bank Nagari juga memperoleh tiga penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026.

Penghargaan tersebut yakni Best Digital Customer Experience of The Year 2026 – Regional Champion dengan predikat Platinum, Best Overall Digital Transformation Company of The Year 2026 – Regional Champion dengan predikat Gold, serta The Best CIO/CTO in Digital Transformation of The Year 2026 – Regional Champion yang diberikan kepada Zilfa Efrizon.

Gusti Candra mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Bank Nagari untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah.

Menurutnya, transformasi digital merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan daya saing, memperkuat tata kelola, dan menghadirkan layanan yang berkualitas.

Penghargaan berikutnya diraih dalam ajang Indonesia Best Digital Finance Awards 2026 yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Dalam ajang tersebut, Bank Nagari memperoleh penghargaan Best Digital Finance 2026 for Providing Inclusive and Secure Financial Services through Integrated Technology and Digital System.

Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi untuk memperkuat inovasi layanan digital.

“Kami ingin memastikan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, tetapi juga memperluas akses keuangan masyarakat. Kepercayaan nasabah menjadi hal utama yang harus kami jaga dalam setiap pengembangan layanan digital,” katanya.

Dengan raihan 12 penghargaan dari empat ajang nasional tersebut, Bank Nagari mencatatkan apresiasi di sejumlah bidang, mulai dari pengembangan SDM, pelaksanaan program sosial, transformasi teknologi, hingga penguatan layanan keuangan digital. (**)


 

                  Prof Dr. Ir Abdul Hakam, MT 


Prof Dr. Ir. Abdul Hakam,  MT adalah salah seorang dosen yang begitu banyak berkiprah di tengah masyarakat. Apalagi ditengah bencana yang datang secara silih berganti di Sumatera Barat.

Keahlian nya dibidang teknik sipil geoteknik, Likuifaksi tanah sangat dibutuhkan,  dikaitkan dengan kondisi struktur tanah yang rawan bencana di Sumatera Barat.

Tidak mengherankan kalau  Abdul Hakam sering diminta bantuan melakukan kajian tentang struktur bangunan, tanah dan fenomenanya. Tidak saja gedung, tetapi juga jembatan dan jalan serta perbukitan dan Lereng.

Pemikirannya telah didesiminasikan ke berbagai instansi,  dinas dan lembaga- lembaga vertikal di Sumatera Barat. Saat ini ia juga melakukan kajian tentang struktur dan analisis terkait likuifaksi tanah.

Hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat telah merasakan "makan tangan" atau kemampuan serta keahlian  Prof Hakam, dibidang geoteknik dan prilaku tanah.

Prof Abdul Hakam dikenal luas di kalangan akademik dan jajaran pemerintahan. Ia asli  putra Padang Panjang tetapi lahir di Malang, 26 Desember 1968. Usia yang masih muda untuk melanjutkan pengabdiannya di berbagai lembaga.

Perjalanan pendidikan  Hakam dimulai ketika menyelesaikan pendidikan S.1 teknil sipil Unand tahun, 1991. Ia melanjutkan  pendidikan  S.2 di ITB  Bandung dan selesai 1994.

Tidak puas dengan strata S.2, ia menambah pendidikan di Australia tepatnya di University of New South Wales, Sydney.  Suatu ketika ia menceritakan, memang tidak mudah menempuh pendidikan di negara lain.
Kebutuhan biaya yang begitu besar, membuat Hakam juga bekerja di tempat lain.

Di Universitas Andalas kiprahnya tidak diragukan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi 1 di Senat Akademik Unand (2021-2026), Ketua Pusat Studi Bencana sampai 2018, tim profesi ahli bangunan gedung di beberapa kabupaten/ kota di Sumatera Barat.

Hakam berpengalaman membantu melahirkan Peraturan Daerah Tentang Pembangunan infrastruktur Berkelanjutan di Provinsi Sumatera Barat.

Keahliannya dibidang Likuifaksi (pencairan tanah) juga ditulis dalam bentuk buku. Selama beberapa tahun terakhir ia menyelesaikan buku dengan judul, "Prosedur Kesiapsiagaan Likuifaksi", "Analisis Praktis Potensi Likuifaksi," "Stabilitas Lereng dan Penstabilan Lereng" dan Rekayasa Pondasi 200 BiG serta beberapa hasil penelitian lain.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) juga melirik Prof Hakam sebagai mitra. Melalui Pusat Studi Bencana Unand menjalin beberapa kerjasama dengan pakar-pakar Bencana Unand yang terhimpun pada Pusat Studi Bencana ( PSB).

Lahirnya Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Bencana ( MMB) yang telah melahirkan beberapa Magister Manajemen Bencana adalah buah dari kerjasama ini.

Begitu pula dengan forum-forum ilmiah internasional.  Tercatat Unand dengan pelaksana SPs Pascasarjana telah menyelenggarakan lima kali seminar internasional dengan enam pembicara dari Asean dan luar Asean.

International Conference Disaster Management- th5 adalah produk dari kerjasama antar negara. Kegiatan ini banyak membantu para dosen dan mahasiswa pada tingkat akhir.

Kiprah Prof Abdul Hakam di kancah internasional cukup cemerlang. Beberapa kali menjadi pembicara di seminar internasional seperti yang diselenggarakan di Bangkok, India, Jepang, Malaysia, Australia serta di beberapa negara rentan bencana lain.

Dengan kiprah yang begitu besar dan mengharumkan nama institusi di kancah nasional dan internasional, mestinya Hakam tetap dalam genggaman Unand. Secara moralitas,  dedikasi dan integritasnya tidak pernah cacat dan tercela.***




 

Pertemuan Tim bencana Unand dengan jajaran UPTD SDABK wilayah utara di Bukittinggi 

Bukittinggi,  Rangkiang Nagari - Tim Pusat Studi Bencana (PSB) dan Dosen Manajemen Magister Bencana ( MMB) Universitas Andalas melakukan pertemuan dengan pimpinan dan jajaran Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) wilayah utara di Bukittinggi,  Rabu (29/10).

Tim yang dipimpin Prof Hakam, didampingi Prof Fauzan, Prof Bambang Istijono,  Dr Basril Basyar,  Drs Rinaldi  Eka Putra MSi diterima pimpinan dan jajaran UPTD yang saat ini dijabat sementara Jufrinal, ST, MT.

Ia didampingi Syofyan Tanjung ST Kepala seksi Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan serta Edman SP, Kepala Seksi Penggunaan dan Pemanfaatan. 

Sosialisasi Penyusunan dokumen Rencana Kontijensi Bencana Hidrometeorologi di Agam 


Kedatangan Tim PSB dan MMB  yang ditugaskan LPPM Universitas adalah untuk menyiapkan dokumen Rencana Kontijensi Bencana Hidrometeorologi atau banjir bandang di Kabupaten Agam. Tim juga diperkuat oleh 12 orang mahasiswa S.2 MMB.

Dalam diskusi yang berlangsung di ruang pertemuan kantor UPTD Bukittinggi,  Jufrinal menjelaskan segala bentuk bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayahnya, terutama daerah Kabupaten.

Alumni S.2 Fakultas Teknik Universitas Andalas ini menyebut beberapa lokasi yang terparah dilanda bencana hidrometeorologi. Diantaranya daerah Pasie Laweh, Muaro Kandang, DI Sianok, Jorong Galudua Koto Tuo, Lubuk Panji Jorong Pasa Durian, DI Gumarang dan DI Sangkir Garagahan.

Suasana pertemuan di kantor Bupati Agam di Lubuk Basung 

Bencana ini terjadi mulai 22 hingga 28 Nopember 2025. Dampak yang ditimbulkan luar biasa,  areal pertanian masyarakat rusak, Jalan terancam putus, pemukiman terendam air dan arus sungai menghancurkan berbagai infrastruktur. 

Upaya dilakukan mengerahkan seluruh kekuatan alat berat dan peralatan lainnya, dikerahkankan ke lokasi demi menyelamatkan masyarakat, kata Jufrinal. 

Dalam diskusi yang berlangsung hangat pihak UPTD mengeluhkan soal terbatas masa tanggap darurat setelah masa bencana. Waktu 14 hari, ternyata tidak cukup membantu masyarakatyang terpapar.

Sofyan Tanjung Kepala seksi Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan menyebutkan bahwa untuk Rencana aksi penanggulangan setidaknya diperlukan waktu empat hari. Efektif bekerja paling banyak 10 hari. Akibatnya pekerjaan terbengkalai.

Sosialisasi Renkon

Sehari sebelumnya (28/10) dilaksanakan Sosialisasi Penyusunan Rencana Kontijensi Bencana Hidrometeorologi Agam di di kantor Bupati Lubuk Basung. 

Kepala BPBD Agam Rahmad Lasmono AP, S.Sos. M,AP mengundang seluruh unsur terkait dengan kebencanaan. Yang jelas seluruh unsur Muspida, Dan Yonif TP 897/Singgalang, pimpinan OPD terkait  dan media.

Rahmad mengajak seluruh unsur untuk menyampaikan informasi dan dokumen yang dimiliki guna menyempurnakan rencana Kontijensi ini.

Fauzan Azima ST bidang Analis Kebencanaan menjelaskan betapa penting dokumen ini. Agam punya indek resiko bencana kedua tertinggi di Sumbar. Peringkat pertama Pasaman Barat. Oleh sebab penyusunan rencana dokumen ini sangatlah penting, katanya.(*01).


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.