Latest Post

 

Selesai penutupan Ketua MWA Prof Dr Febrin Anas Ismail dan peserta serta panitia foto bersama 

Limau Manis, Rangkiang Nagari - Seminar Internasional Manajemen Bencana ke-5 (International Conference Disaster Management) 5 th atau disingkat dengan ICDM 5th yang digelar Pascasarjana Unand, Pusat Studi Bencana ( PSB) dan BNPB resmi ditutup Ketua Majelis Wali Amanat ( NWA) Prof Dr Ir. Febrin Anas Ismail, MEng. Rabu ( 30/09).

Conference yang diselenggarakan memperingati bencana alam, gempa bumi dahsyad Sumatera Barat tahun 2009 itu berlangsung sukses dan diikuti lebih dari 100 orang peserta, berasal dari dalam dan luar negeri.

Ketua Majelis Wali Amanat dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia penyelenggara dan unsur pimpinan di Universitas Andalas.

Prof Febrin Anas mengatakan bahwa penyelenggara seminar yang berfokus pada kajian bencana sangat penting artinya bagi daerah ini, Sumatera Barat.

Wilayah Sumatera Barat termasuk daerah yang rawan bencana dan sering disebut sebagai etalase bencana. Daerah Sumbar memiliki gunung api, yang setiap saat dapat terjadi erupsi, gempa tiktonik, banjir,  banjir bandang ( longsor), tsunami dan juga banjir rob di daerah pantai.

Bencana Hidrometeorologi adalah bencana yang sering terjadi seperti yang dialami Sumbar, Sumut dan Aceh akhir Nopember tahun lalu. Oleh sebab itu kajian kebencanaan yang diseminarkan dalam Conference ini akan banyak membantu manajemen  bencana.

Sesuai tema seminar "Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Management " yang mengintegrasikan kemajuan teknologi dan kearifan lokal sangatlah tepat. Setiap daerah punya  lokal Wisdom yang bisa mengendalikan dan mengurangi resiko Bencana.

Direktur Pascasarjana Prof Apt. Dr Henny Lucida dan Wadir 1 Dr Ir Rusfidra, SPt, MSi,  mengawal penyelenggaraan acara dengan sungguh-sungguh. Seminar kali ini menghadirkan berbagai nara sumber dari berbagai negara Keynote Speaker: Prof. Saravanan Subbarayan (National Institute of Technology Tiruchirappalli, India),  Dr. Asitha De Silva (University of Colombo, Sri Lanka), Lucy Dickinson
(Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Australia), Prof. Ahmad Safuan A. Rashid, (Universiti Teknologi, Malaysia) Prof. Marlon de Luna Era
(De La Salle University, Philippines).

Sedangkan dari Indonesia memberikan materi Prof Dr Syamsul Maarif  Dosen Unhan,  Prof Dr. Febrin Anas Ismail. .Eng, Prof. Dr. Eng. Teuku Faisal Fathani, (Head of Meteoroloy, Climatological, and Geophysical Agency (BMKG).

Ketua Panitia Prof Hakam PhD dalam laporan mengucapkan terima atas semua partisipasi yang diberikan selama berlangsung seminar. Tim yang kuat Prof Dr. Fauzan, MEng, Prof Dr Bambang Istijono,  Dr Rina Yuliet, Dr. Basril Basyar  beserta segenap tenaga Riset Asisten  para mahasiswa teknik dan MMB.

Para moderator Prof Dr. Yonariza, Ir Akhmad Suraji, MT, PhD serta para sporting room 1 hingga 4. Semua telah berkontribusi untuk seminar ini, katanya.

Dalam momen seminar, ditanda tangani naskah kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Agam dan Padang Pariaman.  Kedua Bupati Benni Warlis dan John Kenedy Azis menandatangani langsung naskah MOU dan PKS di acara pembukaan.

Conference 5 th ini menghadirkan 116 makalah yang disampaikan masing-masing peserta dalam room khusus.  (*01).





Payakumbuh (RangkiangNagari) – Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan perolehan lebih dari 40 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026. Target ambisius yang dipatok untuk melampaui capaian 32 emas pada edisi 2016 dan 2018 tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda saat memimpin rapat teknis dan audiensi kontingen di Aula Josrizal Zain Balaikota, Senin (28/9/2026).

Mewakili Wali Kota Zulmaeta, Rida menantang jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk meningkatkan grafik prestasi kontingen Payakumbuh pada ajang olahraga multicabang tingkat provinsi tersebut.

"Kalau sebelumnya 32 medali emas, sekarang sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita tantang lebih dari 40 emas. Kalau bisa 50, tentu menjadi capaian yang luar biasa bagi Payakumbuh," kata Sekda Rida Ananda.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemko Payakumbuh di bawah komando Wali Kota Zulmaeta bersama DPRD telah menyiapkan suntikan anggaran lebih dari Rp7 miliar. Tingginya dukungan finansial ini turut berdampak pada peningkatan kuota kontingen, dari rencana awal 350 orang menjadi sekitar 500 orang.

Rida juga meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) untuk memastikan kebutuhan dasar atlet, terutama asupan konsumsi, terpenuhi selama masa pertandingan. Ia mewanti-wanti ketua kontingen agar penggunaan anggaran dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Jangan sampai atlet kekurangan makan dan minum. Ketua cabor harus memastikan semuanya berjalan agar atlet bisa fokus bertanding," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh Yunida Fatwa menjelaskan, Porprov XVI digelar dengan sistem tuan rumah bersama di 12 kabupaten/kota, dengan acara pembukaan dan penutupan dipusatkan di Kota Padang pada 2 Oktober 2026.

Terkait kelengkapan, ia mengklarifikasi bahwa pengadaan seragam kontingen senilai Rp800 juta tidak dapat dilaksanakan karena sempitnya waktu pengerjaan. Pemko sebelumnya telah menyurati Gubernur Sumatera Barat pada 8 September untuk meminta penundaan jadwal ke bulan November.

"Kalau Porprov tetap dimulai 2 Oktober, pengadaan pakaian kontingen tidak bisa dilaksanakan karena prosesnya membutuhkan waktu sekitar satu bulan," ujarnya.

Mengenai hak finansial atlet, Yunida merinci bahwa uang Training Center (TC) ditetapkan sebesar Rp85 ribu per hari dengan durasi maksimal 20 hari, sedangkan uang harian sebesar Rp200 ribu per hari selama maksimal sembilan hari. Adapun anggaran penginapan dipatok maksimal Rp800 ribu per hari dengan potongan pajak 2 persen.

Pemerintah juga telah mengalokasikan dana segar sebesar Rp2,634 miliar untuk bonus peraih medali, di mana besaran pastinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota. Selain itu, terdapat bonus spontan berupa voucer sebesar Rp1 juta untuk peraih emas dan Rp500 ribu untuk perak yang proses pencairannya akan dilakukan melalui mekanisme transfer.

Menjawab tantangan dari Pemko Payakumbuh, Ketua KONI Kota Payakumbuh Chairul Mufti menyatakan kesiapannya. Pria yang akrab disapa Heru ini menyebut ada sejumlah cabor andalan yang disiapkan untuk mengejar target, sehingga pihaknya optimistis raihan medali dapat menembus angka 40 hingga 50 emas.

"Kami optimistis bisa melampaui 40 sampai 50 medali emas. Beberapa cabang olahraga sudah menunjukkan kesiapan," kata Heru.

Ia turut menegaskan agar seluruh pengurus cabor wajib tertib dalam pertanggungjawaban anggaran, termasuk disiplin menyimpan bukti transaksi dan segera mengembalikan sisa dana.

Saat ini, sejumlah cabor seperti sepak bola telah diberangkatkan lebih dahulu ke lokasi pertandingan, sementara pelepasan resmi kontingen Payakumbuh dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 1 Oktober.

"Setelah Porprov, cabor yang tidak menghasilkan prestasi akan kami evaluasi secara tegas. Ini untuk memastikan pembinaan olahraga Payakumbuh terus bergerak dan target prestasi tercapai," pungkasnya.

Payakumbuh (RangkiangNagari) – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen kepemudaan guna mengentaskan persoalan sosial sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Hal ini tergambar saat Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menerima kunjungan audiensi pengurus Karang Taruna (KT) Kota Payakumbuh di ruang kerjanya, Senin (28/9/2026).

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Karang Taruna Kota Payakumbuh Yonaldi yang akrab disapa Ayong, didampingi Sekretaris Novanto Yudhistira beserta sejumlah jajaran pengurus.

Kunjungan ini menjadi momentum penting sekaligus ajang konsolidasi menjelang berakhirnya masa kepengurusan KT pada 2027 mendatang. Terlebih, audiensi ini merupakan diskusi tatap muka perdana antara pengurus Karang Taruna dengan Zulmaeta sejak ia dilantik sebagai Wali Kota sekitar dua tahun lalu.

Dalam diskusi tersebut, Wali Kota Zulmaeta memberikan dukungan terhadap sejumlah program yang akan dikembangkan Karang Taruna. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah rencana usaha pengolahan sampah yang akan dijalankan secara serentak di delapan kelurahan.

Tidak tanggung-tanggung, Zulmaeta menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan usaha tersebut dengan membeli produk maggot yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik Karang Taruna. Maggot tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai sumber pakan untuk peternakan yang tengah dikembangkan oleh Wali Kota.

Dukungan konkret ini dinilai membuka peluang bagi Karang Taruna untuk tidak sekadar bergerak di ranah sosial kepemudaan, tetapi juga mengelola kegiatan ekonomi produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan, Zulmaeta juga meminta Karang Taruna untuk mengambil peran aktif dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang saat ini tengah digenjot oleh Pemko Payakumbuh.

Wali Kota secara khusus menginstruksikan pengurus Karang Taruna untuk turut mengusulkan dan menghimpun data warga, khususnya anggota atau keluarga binaan Karang Taruna yang membutuhkan bantuan bedah rumah.

Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan yang memiliki akar hingga tingkat kelurahan ini sangat krusial untuk membantu pemerintah memvalidasi data agar intervensi program berjalan lebih presisi dan tepat sasaran.

Ketua Karang Taruna Kota Payakumbuh Yonaldi menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan dukungan dari orang nomor satu di Payakumbuh tersebut. Menurutnya, respons positif dari Wali Kota menjadi angin segar bagi organisasi untuk menyusun program yang lebih nyata.

"Kami sangat apresiasi atas dukungan Wali Kota terhadap kegiatan Karang Taruna. Dengan begini sudah nampak titik terang program yang akan kami gagas untuk akhir masa jabatan di 2027," ungkap Yonaldi.

Ia berharap komunikasi dan kolaborasi lintas sektor antara Karang Taruna dengan Pemko Payakumbuh dapat terus diperkuat. Berbekal jaringan kepengurusan yang luas, Karang Taruna dinilai memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mengidentifikasi sekaligus mengentaskan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

"Karang Taruna bukan hanya organisasi kepemudaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut membantu masyarakat. Karena itu kami berharap dukungan dan kolaborasi ini bisa terus berjalan," pungkasnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.