Latest Post

 

Pelaksanaan literasi membangun kesiapan finansial menuju ibadah haji di Semen Padang 

Padang,  Rangkiang Nagari  - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Nagari melalui Unit Usaha Syariah (UUS) dan PT Semen Padang menggelar Safari Haji BPKH bertajuk “Membangun Kesiapan Finansial Menuju Ibadah Haji” di Gedung Serbaguna PT Semen Padang, Kamis (17/9).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan edukasi haji, terutama mengenai pentingnya mempersiapkan ibadah haji sejak dini melalui perencanaan finansial yang matang. Safari Haji diikuti sekitar 200 pegawai Semen Padang Group dan dihadiri jajaran BPKH, Bank Nagari, PT Semen Padang, serta Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat.


Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander, Direktur Keuangan PT Bank Nagari Roni Edrian, Kepala Unit Komunikasi PT Semen Padang Idris, S.Sos., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat M. Rifki, Kepala Bidang Pelayanan Haji Yudi Hidayat, serta Deputi Bidang Penghimpunan BPKH Juni Supriyanto.


Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai ekosistem penyelenggaraan ibadah haji, mekanisme pendaftaran, pengelolaan dana haji oleh BPKH, nilai manfaat selama masa tunggu, serta pentingnya kesiapan finansial dalam merencanakan perjalanan ke Tanah Suci.


Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan, persiapan haji membutuhkan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi spiritual maupun finansial. Karena itu, masyarakat perlu mulai merencanakan ibadah haji sejak dini agar memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kebutuhan keberangkatan.


“Ibadah haji adalah perjalanan yang membutuhkan kesiapan menyeluruh, baik secara spiritual maupun finansial. Karena itu, kami mengajak masyarakat, termasuk para pegawai Semen Padang Group, untuk mulai merencanakan ibadah haji sejak dini,” ujar Harry.


Menurutnya, menabung secara terencana, memahami mekanisme pendaftaran, serta mengetahui pengelolaan dana haji merupakan bagian penting dari persiapan menuju Baitullah.


Harry menjelaskan, dana setoran jemaah yang dikelola BPKH ditempatkan dan diinvestasikan sesuai prinsip syariah untuk menghasilkan nilai manfaat selama masa tunggu. Nilai manfaat tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji sekaligus meningkatkan keterjangkauan biaya haji.


Untuk memperkuat transparansi, BPKH juga menyediakan layanan digital melalui BPKH Apps. Aplikasi tersebut antara lain menyediakan informasi saldo virtual account, pertumbuhan nilai manfaat, laporan kinerja pengelolaan dana haji, estimasi keberangkatan, hingga riwayat distribusi nilai manfaat.


Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Nagari Roni Edrian mengatakan Bank Nagari melalui UUS terus memperkuat peran dalam memberikan akses layanan dan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat yang memiliki niat menunaikan ibadah haji.


“Persiapan menuju ibadah haji merupakan proses yang perlu dilakukan secara terencana. Kami ingin hadir tidak hanya ketika masyarakat melakukan setoran atau pendaftaran haji, tetapi sejak tahap awal ketika niat tersebut mulai diwujudkan melalui perencanaan keuangan,” kata Roni.


Ia berharap sinergi Bank Nagari dengan BPKH dan PT Semen Padang dapat mendorong semakin banyak pegawai serta keluarga besar Semen Padang Group memiliki kesiapan finansial untuk menunaikan ibadah haji.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat M. Rifki menambahkan bahwa persiapan haji perlu dilakukan secara menyeluruh baik fisik,  finansial dan spiritual. (**).

Solok Selatan (RangkiangNagari) - Menindaklanjuti maraknya informasi viral terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Polsek KPGD Polres Solok Selatan bergerak cepat dengan mendatangi lokasi yang dilaporkan masyarakat, Sabtu (19/09/2026).

Dipimpin langsung Kapolsek KPGD, Iptu Firman Qadri, S.H., bersama personel, tim menyusuri medan yang cukup ekstrem menuju lokasi yang berada di Ngalau Randah, Jorong Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan KPGD, Kabupaten Solok Selatan.

Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, S.H., S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP M. Yogie Biantoro, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut.

"Benar, telah dilakukan penindakan terhadap dugaan PETI di wilayah hukum Polsek KPGD, tepatnya di Jorong Sapan Salak. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya yang saat ini sedang gencar kami laksanakan dalam merespons informasi dan laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas PETI," ujar Kasat Reskrim.

Setelah menempuh perjalanan dengan kondisi medan yang cukup menantang, personel akhirnya tiba di lokasi yang dimaksud. Namun, setibanya di lokasi, petugas tidak menemukan adanya aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang sedang berlangsung.

Dari hasil pengecekan, lokasi tersebut diketahui sudah lama ditinggalkan. Meski demikian, personel tetap melakukan tindakan terhadap sejumlah fasilitas yang ditinggalkan, di antaranya pondok, box, dan asbuk, serta memasang garis polisi (police line) sebagai bagian dari langkah penanganan di lokasi.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Solok Selatan dalam menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan masyarakat, khususnya terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal.

"Kami akan selalu merespons setiap laporan masyarakat. Kami berharap masyarakat terus berperan aktif menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya dugaan aktivitas PETI, sehingga dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Solok Selatan menunjukkan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap dugaan aktivitas PETI di wilayah hukumnya, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan.


Payakumbuh (RangkiangNagari) – Suasana haru dan rintik hujan mengiringi kedatangan dan prosesi pelepasan jenazah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Kadisnakerin) Kota Payakumbuh, Yasril, di rumah duka kawasan Koto Nan Gadang, Sabtu (19/9/2026).

Bagi para pelayat dan keluarga, hujan yang turun membasahi bumi Payakumbuh usai dilanda kemarau dan kabut asap beberapa pekan terakhir ini terasa sarat makna, seolah alam semesta turut bersedih melepas kepergian birokrat senior yang wafat pada usia 57 tahun tersebut.

Yasril mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pada Jumat (18/9/2026), setelah menjalani perawatan intensif selama 24 hari akibat penyakit yang dideritanya.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman memimpin langsung prosesi pelepasan jenazah, sekaligus menyampaikan penghormatan dan belasungkawa atas nama pimpinan dan institusi Pemerintah Kota Payakumbuh.

Turut hadir Sekretaris Daerah Rida Ananda, Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah dan sejumlah jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh.

“Atas nama Pemko Payakumbuh, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Elzadaswarman.

Dalam kesempatan tersebut, Wawako juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan rekan sejawat apabila almarhum memiliki kekhilafan selama menjalankan tugas pemerintahan. Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemko Payakumbuh memastikan akan memberikan dukungan penuh untuk menyelesaikan seluruh urusan hak dan administrasi kepegawaian almarhum.

Kepergian Yasril meninggalkan duka mendalam bagi sang istri, Reni Eka Putri, serta dua putrinya, Syifa Hilya Sania dan Sabrina Najwa Akila. Putri sulungnya, Syifa, tidak dapat hadir dalam prosesi pemakaman lantaran tengah menempuh pendidikan di Korea.

Semasa hidupnya, pria kelahiran Bukittinggi, 17 Oktober 1969 ini dikenal berdedikasi dan memiliki rekam jejak pengabdian yang amat panjang. Ia memulai karier sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 1 Maret 1990 dan diangkat sebagai PNS dengan pangkat Juru Muda Tingkat I (I/b) pada 1 Oktober 1991.

Berbekal kualifikasi pendidikan Magister Teknik Sipil, karier struktural Yasril terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Analis Perencana Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum (2009), lalu menduduki sejumlah posisi kepala seksi, hingga dipercaya menjadi Kepala Bidang Cipta Karya (2016), dan Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (2022).

Puncak pengabdiannya di lingkungan Pemko Payakumbuh terjadi saat ia dilantik sebagai Kadisnakerin pada 16 Oktober 2025, jabatan yang ia emban dengan pangkat Pembina Tingkat I (IV/b) hingga akhir hayatnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga almarhum, M. Arif Dt. Bijo Nan Hitam, menyampaikan bahwa keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai ketetapan Yang Maha Kuasa.

Usai dilepas secara resmi, jenazah disalatkan di Masjid Gadang untuk kemudian dimakamkan di pandam pekuburan keluarga di kawasan Ranah.

“Atas nama keluarga, kami memohon maaf atas segala kesalahan almarhum, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah, tokoh adat, rekan kerja, dan seluruh masyarakat yang telah datang memberikan penghormatan terakhir kepada beliau,” pungkasnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.