Latest Post

PADANG (RangkiangNagari) - Satbrimob Polda Sumbar mengerahkan puluhan personel Search and Rescue (SAR) untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Padang, Senin (3/8). Tim disebar ke sejumlah kawasan terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mempercepat proses evakuasi.

Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 71 personel SAR Satbrimob Polda Sumbar diterjunkan dan dibagi ke dalam lima tim. Mereka difokuskan melakukan evakuasi di empat titik yang terdampak banjir, yakni Kampung Lapau Munggu Guo, Kecamatan Kuranji, Air Pacah, Tunggul Hitam, serta Perumahan Villa Bukit Gading III di kawasan Sungai Sapih.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan pengerahan personel merupakan bentuk respons cepat Polda Sumbar dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir.

"Sejak menerima laporan terjadinya banjir, personel Satbrimob Polda Sumbar langsung bergerak ke lokasi untuk melaksanakan evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, di Kampung Lapau Munggu Guo sebanyak 10 personel diterjunkan, sementara di kawasan Air Pacah sebanyak 28 personel yang dibagi dalam dua tim. Selanjutnya, 18 personel bertugas di Tunggul Hitam dan 15 personel lainnya melakukan evakuasi di Perumahan Villa Bukit Gading III, Sungai Sapih.
Menurut Susmelawati, seluruh personel dibekali perlengkapan SAR yang memadai, mulai dari perahu karet, jaket pelampung, helm keselamatan, tali penyelamatan, alat komunikasi hingga kendaraan operasional. Peralatan tersebut dimanfaatkan untuk menjangkau lokasi yang masih tergenang banjir dan sulit diakses kendaraan biasa.

"Seluruh personel telah dilengkapi peralatan SAR sesuai standar sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan maksimal. Mereka juga terus bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi apabila masih ada warga yang memerlukan bantuan," katanya.

Selain mengevakuasi warga, personel Satbrimob juga membantu kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan perempuan, agar dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Petugas juga memberikan bantuan kepada masyarakat selama proses evakuasi berlangsung.
Susmelawati menambahkan, hingga Senin malam personel Satbrimob Polda Sumbar masih disiagakan di sejumlah titik banjir. Polda Sumbar terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan instansi terkait guna mempercepat penanganan dampak banjir serta memastikan situasi tetap kondusif.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi. Apabila membutuhkan bantuan darurat, segera menghubungi petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin," tutupnya.




PARIK MALINTANG (RangkiangNagari) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Padang Pariaman sejak Senin (3/8) pukul 10.00 WIB hingga malam hari telah memicu sejumlah bencana hidrometeorologi. Tanah longsor, jalan terban, pohon tumbang, hingga kerusakan rumah warga pun terjadi di beberapa wilayah akibat tanah yang jenuh air dan angin kencang.

Berdasarkan data BPBD Padang Pariaman, bencana longsor terjadi di tiga kecamatan dan empat nagari. Di Korong Kampuang Parit, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, material longsor menutup badan jalan sehingga akses menuju Kecamatan VII Koto Padang Sago terputus dan masih membutuhkan alat berat untuk pembersihan.

Longsor juga menutup ruas jalan di Korong Simpang, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak menuju Nagari Limau Puruik. Sementara di Korong Tanjung Balik, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, badan jalan turut tertutup material longsor sehingga menghambat mobilitas masyarakat.

Selain longsor, badan jalan di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aua Malintang Selatan, Kecamatan V Koto Aua Malintang dilaporkan terban sepanjang sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 15 meter. Kerusakan tersebut membuat akses kendaraan bermotor tidak dapat dilalui dan diperlukan pembangunan trase jalan baru.
Cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Tercatat dua rumah mengalami kerusakan di Korong Kabun Campago, Nagari Lurah Ampalu dan di Korong Pasie Laweh, Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.
Sementara di Sungai Paku, Nagari Kuranji Hilia, Kecamatan Sungai Limau, angin kencang menerbangkan atap salah satu rumah warga.

Kepala BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengatakan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi.

"Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan longsor dan daerah aliran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan selama cuaca ekstrem masih berlangsung," ujar Emri.


PADANG (RangkiangNagari) - Seiring meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) sejak Senin (3/8) siang hingga malam hari. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Gubernur mengatakan, berdasarkan informasi tentang perkembangan kondisi cuaca dari BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Sumatera Barat agar meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan diri bertahan atau melintasi kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (3/8/2026).
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat yang bermukim di bantaran sungai, lereng perbukitan, maupun kawasan yang selama ini rawan banjir dan tanah longsor agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila melihat tanda-tanda yang berpotensi menimbulkan bencana.

"Langkah antisipasi sejak dini jauh lebih penting dibandingkan mengambil risiko yang dapat membahayakan jiwa,"tegasnya
Selain mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, Mahyeldi juga telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait agar bersiaga penuh serta bergerak cepat dalam membantu masyarakat yang terdampak.

Instruksi tersebut ditujukan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), Dinas Kesehatan, serta seluruh unsur terkait lainnya untuk memperkuat koordinasi, terus melakukan pemantauan di lapangan, dan memberikan penanganan cepat kepada masyarakat yang terdampak.
“Kita harus bergerak cepat dan saling berkoordinasi agar setiap kejadian dapat segera ditangani. Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus bersiaga untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

Mahyeldi juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan saling peduli, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta warga yang membutuhkan bantuan.
“Mari kita saling menjaga dan saling membantu. Jangan mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Ikuti informasi dan arahan pemerintah melalui kanal-kanal resmi, dan segera hubungi petugas apabila membutuhkan bantuan atau melihat adanya potensi bahaya,” ujar Gubernur.
Pemprov Sumbar terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan langkah-langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu demi melindungi keselamatan masyarakat.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.