Latest Post

Pasaman (Rangkiangnagari)Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Sumatera Barat, Rimelfi melantik kepengurusan DPD dan DPC Kabupaten Pasaman periode 2024 - 2029.

Acara yang dipusatkan di GOR Tuanku Rao Lubuk Sikaping, Senin (15/6) dihadiri langsung oleh pengurus DPP dan DPW AGPAII, Bupati Pasaman, Welly Suhery, Ketua DPRD Pasaman, Nelfri Asfandi, Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Prof. Dr. Hananik, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman, Asisten I Setda Pasaman, Ketua DPW AGPAII Sumatera Barat Rimelfi, Ketua DPD AGPAII Pasaman Irwan, serta ratusan guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam pelantikan tersebut, Irwan terpilih menjadi Ketua DPD AGPAII Pasaman. Denni Mardhatillah sebagai Sekretaris dan Ahmad Toga sebagai Bendahara. 

Dalam sambutannya, Ketua DPW AGPAII Sumbar, Rimelfi mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak terhadap keberadaan AGPAII di Kabupaten Pasaman. 

“AGPAII adalah organisasi solid dengan kepengurusan lengkap, mulai dari legalitas Kemenkumham hingga AD/ART. Oleh karena itu, AGPAII bisa menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah,” ungkapnya. 

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa AGPAII Pasaman harus menjadi wadah penguatan profesionalisme guru PAI sekaligus mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam.

Sementara itu, Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

“Guru PAI merupakan garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter kepada generasi muda. Melalui peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran, kita berharap lahir generasi emas yang mampu membawa Pasaman semakin maju dan berdaya saing,” ujar Welly.

Ketua DPD AGPAII Pasaman, Irwan, menegaskan komitmennya untuk menjadikan AGPAII sebagai organisasi yang aktif dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan, seminar, dan pengembangan profesi berkelanjutan.

Menurutnya, tema seminar yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, di mana guru dituntut menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran, makna, dan rasa sayang dalam proses belajar mengajar.

Pelantikan dan seminar berlangsung khidmat serta penuh antusiasme. Momentum tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antar guru PAI dalam mendukung terwujudnya visi Pasaman Bangkit melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berkarakter. (Tio).

PASAMAN, HALUAN (Rangkaiangnagari) - Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Pasaman periode 2024-2029 resmi dilantik di GOR Tuanku Rao Lubuk Sikaping, Senin (15/6). 

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berkarakter.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) AGPAII Sumatera Barat, Rimelfi. Kegiatan itu dirangkaikan dengan seminar pendidikan yang diikuti ratusan guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Pasaman.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pasaman Welly Suhery, Ketua DPRD Pasaman Nelfri Asfandi, Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Prof. Dr. Hananik, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman, Asisten I Setda Pasaman, jajaran pengurus DPW dan DPP AGPAII, serta para kepala sekolah dan tenaga pendidik.

Dalam pelantikan tersebut, Irwan dipercaya menakhodai DPD AGPAII Pasaman sebagai ketua untuk masa bakti 2024-2029. Ia didampingi Denni Mardhatillah sebagai sekretaris dan Ahmad Toga sebagai bendahara.

Ketua DPW AGPAII Sumatera Barat, Rimelfi, mengatakan keberadaan AGPAII tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga menjadi wadah strategi dalam meningkatkan kualitas guru Pendidikan Agama Islam.

Menurutnya, AGPAII memiliki landasan organisasi yang kuat dan legalitas yang lengkap sehingga mampu menjadi mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang baru dilantik harus mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan guru di lapangan, mulai dari peningkatan kompetensi, penguatan karakter, hingga pengembangan profesionalisme berkelanjutan.

“AGPAII harus menjadi rumah besar bagi guru PAI untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas diri. Organisasi ini juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di daerah,” ujar Rimelfi.

Sementara itu, Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan AGPAII yang baru. Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra pemerintah dalam mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia.

Menurut Welly, guru Pendidikan Agama Islam memegang peranan penting dalam membangun karakter peserta didik di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari keberhasilan membentuk generasi yang memiliki moral, etika, serta nilai-nilai keagamaan yang kuat.

“Guru PAI memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter generasi muda. Peran ini sangat penting dalam mewujudkan generasi emas Pasaman di masa depan,” katanya.

Ketua DPD AGPAII Pasaman, Irwan, dalam segala hal menyampaikan komitmennya untuk menjadikan organisasi tersebut lebih aktif dan produktif melalui berbagai program pengembangan kompetensi guru.

Ia menyebutkan, AGPAII Pasaman akan fokus menyelenggarakan pelatihan, seminar, diskusi ilmiah, serta kegiatan peningkatan kapasitas lainnya guna menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Menurut Irwan, guru saat ini dituntut mampu menghadirkan proses pembelajaran yang bermakna, humanis, dan mampu membangun kesadaran peserta didiknya agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas sekaligus berkarakter. Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergi antar guru PAI menjadi hal yang sangat penting.

Pelantikan dan seminar yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan lancar dan penuh antusiasme. Melalui kepengurusan baru AGPAII Pasaman, diharapkan lahir berbagai inovasi pendidikan yang mampu mendukung terwujudnya visi Pasaman Bangkit melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berdaya saing.

PENILAIAN TP PKK PROVINSI SUMBAR Tim Penilai TP-PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Dianita Maulin Vasko, Bupati Pasaman Welly Suhery, Ketua TP PKK Pasaman Lusi Welly, Ketua GOW Pasaman didampingi Asisten III Pemerintahan dan Kesra Asrial Arfandi Hasan, dan Jajaran Kepala OPD, Camat dan Wali Nagari dan Tokoh Masyarakat Simpang Alahan Mati pada penilaian Gerakan PKK Tk. Provinsi Sumatera Barat, Senin (15/6/2026)

Pasaman (Rangkiangnagari)Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai kedatangan Tim Penilai Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, Senin (15/6/2026). 

Teriakan dan menyanyikan lagu "BDM" Bu Deta Manis yang dibawakan anak-anak sekolah menjadi Beragam keunikan dan mengundang perhatian saat rombongan tim penilai tiba di lokasi.

Nagari Alahan Mati dipercaya mewakili Kabupaten Pasaman dalam Penilaian Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. 

Kegiatan ini merupakan verifikasi lapangan terhadap pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang mencakup aspek kelembagaan dan tertib administrasi, Pokja I Paaredi, Pokja II Gelari Pelangi, Pokja III Aku Hatinya PKK, serta Pokja IV PHBS Plus.

Penilaian dilakukan langsung oleh Staf Ahli TP-PKK Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko, bersama rombongan. Kehadiran tim disambut Bupati Pasaman Welly Suhery, Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman Lusi Welly, Ketua GOW Pasaman, Asisten III Asrial Arfandi Hasan, para kepala OPD, camat, wali nagari, kader PKK, serta berbagai unsur masyarakat.

Selain Berbagai lagu "BDM", rangkaian acara diawali dengan pertunjukan silek tradisi, Tari Pasambahan, dan penampilan berbagai inovasi unggulan yang menjadi kebanggaan Nagari Alahan Mati.

Dalam perayaannya, Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan semangat masyarakat Nagari Alahan Mati dalam menghadapi penilaian tingkat provinsi tersebut.

“Saya bangga melihat sinergi yang terjalin antara pemerintah nagari, kader PKK, dan masyarakat. Kebersamaan seperti ini merupakan modal penting dalam meraih prestasi sekaligus memperkuat pembangunan di tingkat nagari,” ujar Bupati Welly.

Bupati Welly menegaskan, penilaian ini tidak boleh dimaknai sebatas perlombaan semata, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat implementasi program PKK secara berkelanjutan hingga ke tingkat dasawisma.

Menurutnya, Gerakan PKK memiliki peran strategis dalam mendukung visi Kabupaten Pasaman, yakni Terwujudnya Pasaman Bangkit Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Pasaman.

“Pencapaian visi daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Gerakan PKK yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat melalui pendekatan keluarga,” tegasnya.

Bupati Welly juga menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan daerah dan bangsa. Melalui implementasi 10 Program Pokok PKK, berbagai aspek kehidupan masyarakat dapat disentuh secara langsung, mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga pelestarian lingkungan hidup.

Ia menambahkan, Gerakan PKK turut berkontribusi dalam mendukung program nasional, khususnya penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan angka stunting, pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, serta penguatan ketahanan pangan keluarga.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman, Lusi Welly, menyampaikan bahwa Nagari Alahan Mati ditetapkan sebagai nagari berprestasi tingkat kabupaten dan dipercaya menjadi wakil Pasaman pada ajang tingkat provinsi tahun ini.

Menurutnya, nagari tersebut memiliki berbagai keunggulan, antara lain program ketahanan pangan, layanan perpustakaan dengan sistem peminjaman buku bergulir, layanan administrasi berbasis digital, pengelolaan BUMNag yang produktif, serta pengembangan usaha kerajinan masyarakat.

“Selain inovasi yang terus berkembang, aktivitas PKK di nagari ini juga berjalan sangat aktif dengan dukungan penuh masyarakat. Hal ini menjadi salah satu kekuatan utama yang kami tampilkan dalam penilaian tingkat provinsi,” ujar Lusi.

Ia berharap kegiatan penilaian ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kabupaten Pasaman.

Di sisi lain, Ketua Tim Penilai TP-PKK Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko, mengaku terkesan dengan perayaan meriah yang diberikan masyarakat Pasaman. Ia bahkan sempat berseloroh mengenai lagu "BBM" yang dinyanyikan anak-anak sekolah dan kader PKK. Candaan tersebut langsung disambut tawa para hadirin yang memenuhi lokasi kegiatan.

Selain melakukan penilaian, Dianita juga mengajak para kader PKK berinteraksi melalui kuis seputar 10 Program Pokok PKK. Suasana semakin cair ketika ia melontarkan sejumlah pertanyaan ringan yang berhasil menjawab peserta dengan penuh antusias.

Penilaian berlangsung semarak dan melibatkan jajaran TP-PKK Kabupaten Pasaman, Ketua GOW, kepala OPD, camat, wali nagari, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terlaksananya program PKK melalui penguatan kapasitas kader, sinergi lintas sektor, pemberdayaan ekonomi keluarga, pengembangan UMKM, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan menuju terwujudnya keluarga yang sejahtera.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.