Latest Post

Pasaman (Rangkiangnagari)Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman (Pemkab) Pasaman agar semua anak Pasaman berhak mendapat pendidikan yang layak.

Hal tersebut ia sampaikan sebagai penegasan sekaitan dengan pelaksanaan SPMB 2026/2027 berjalan sesuai prinsip BerAKHLAK, Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan, dan tanpa Diskriminasi. 

Ditegaskan Bupati Welly tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada jual beli kursi, tegas Bupati membuka kegiatan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus Deklarasi SPMB Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan, dan Tanpa Diskriminasi, Lubuk Sikaping, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan Sosialisasi dan Deklarasi ini selaras dengan wujud nyata 10 (Sepuluh) Program Unggulan Pasaman Bangkit, khususnya Program Pasaman Cerdas yang menjamin akses pendidikan berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Pasaman.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, dalam Berbagainya menegaskan pentingnya keutuhan dalam proses penerimaan siswa baru. Ia menyampaikan bahwa tidak boleh ada perlakuan tidak adil yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

“Saya tegaskan, tidak boleh ada diskriminasi dalam penerimaan murid baru. Semua anak di Kabupaten Pasaman harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang layak, tanpa menyampaikan,” ujar Welly Suhery.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa sistem yang bersih dan transparan akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan di daerah.

“Jika sistem ini kita jalankan dengan jujur ​​dan terbuka, maka ke depan kita akan menciptakan generasi yang lebih baik. Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah,” tambahnya.

Komitmen ini sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Pasaman, yakni pendidikan gratis serta pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa. Program tersebut diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan angka partisipasi sekolah.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap seluruh pihak, mulai dari penyelenggara pendidikan hingga masyarakat, dapat bersama-sama mengawal pelaksanaan SPMB agar berjalan sesuai aturan dan menjunjung tinggi sebagai keadilan.

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kab. Pasaman ini dihadiri oleh Forkopimda, Kapolres Pasaman, Kajari Pasaman, Kepala Dinas Pendidikan, Camat, Wali Nagari Kepala Sekolah SD/SMP se-Kab. Pasaman, serta _stakeholder_ pendidikan.

Bupati Welly juga menyampaikan bahwa sekolah di Kabupaten Pasaman diharapkan menjadi contoh untuk uji coba aplikasi SPMB Online. Menurutnya, langkah ini penting untuk membangun sistem penerimaan siswa yang lebih terstruktur, tertib, serta bebas dari praktik kolusi dan nepotisme.

“Kita ingin proses penerimaan siswa baru berjalan adil dan profesional. Aplikasi ini menjadi alat bantu agar semua dapat berjalan transparan,” Tegas Bupati Welly

Bupati Welly juga berdialog langsung dengan para kepala sekolah mengenai implementasi program pendidikan unggulan daerah, yakni "Pasaman Cerdas". Bupati Welly menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan di lapangan agar tujuan program dapat tercapai secara nyata.

“Saya minta seluruh kepala sekolah benar-benar menjalankan program unggulan Pasaman Bangkit dalam bidang pendidikan yakni Pasaman Cerdas. Bupati menegaskan, jangan hanya di atas kertas, tapi diterapkan dengan sungguh-sungguh,” Pesan Bupati Welly.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Muslim, menyampaikan kegiatan Sosialisasi dan Deklarasi ini dalam rangka mendorong Transparansi Penerimaan Murid Baru Melalui SPMB Online. 

Dikatakan Muslim, sosialisasi ini mengangkat dua tema utama, yaitu sistem penerimaan murid baru dan uji coba aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online yang menjadi bagian dari langkah strategi Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik di bidang pendidikan, khususnya dalam proses penerimaan siswa baru. Ujarnya.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terkait mekanisme dan ketentuan dalam proses penerimaan murid baru, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan transparan, objektif, dan akuntabel.

Acara sosialisasi dan deklarasi SPMB objrktif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan tanpa diskriminasi ini dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama oleh Bupati Pasaman Welly Suhery, Ketua DPRD Pasaman dan unsur Forkopimda Kabupaten Pasaman (tio).

Jakarta (Rangkiangnagari) - Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, tampil sebagai mentor dalam seminar rancangan Proyek Pelatihan Perubahan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Gedung Graha Wisesa, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta, Senin (4/4/2026).

Sekda Rida menjadi mentor untuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Delni Putra dan Kepala Dinas Pendidikan, Nalfira, yang masing-masing mencetak gagasan transformatif di hadapan para penguji.

Rida menekankan kedua proyek perubahan yang digagas ini selaras dengan semangat Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta dalam mewujudkan pemerintahan yang kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita sangat berharap implementasi kedua proyek perubahan ini bermanfaat bagi masyarakat Kota Payakumbuh” ujar Rida.

Rida menegaskan bahwa peningkatan kompetensi manajerial dua Kepala Dinas Pemko Payakumbuh dalam PKN Tingkat II ini bukanlah tujuan akhir. 

Sebaliknya, kompetensi tersebut harus bermuara pada inovasi pelayanan publik yang lebih prima dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di hadapan penguji yang terdiri dari Pelatih Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dikdasmen dan LAN RI, Kepala Dinas Pendidikan Nalfira memperkenalkan konsep Kelas Bernalar, sebuah strategi konkret untuk mendongkrak kemampuan literasi dan numerasi siswa Sekolah Dasar di Kota Payakumbuh. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Delni Putra memaparkan pendekatan inovatif pengelolaan persampahan melalui sirkular ekonomi yang sekaligus mendorong kemandirian lingkungan di tingkat masyarakat.

Menyanggapi kedua paparan tersebut, Sekda Rida menyatakan dukungan penuh terhadap dua proyek perubahan itu.

Menurutnya, peningkatan literasi dan numerasi anak didik SD merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. 

Di sisi lain, strategi pengolahan sampah dari hulu diyakini mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif warga Payakumbuh.

PKN Tingkat II sendiri berlangsung mulai 2 Maret hingga 12 Juli 2026 dan diikuti oleh para Pejabat Tinggi Pratama dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia. 

Pelatihan ini mengusung tema Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Organisasi Publik yang Resilien Melalui Manajemen Risiko dan Inovasi Pelayanan Publik ,sebuah cerminan kebutuhan birokrasi modern yang lincah dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. (Rn)

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Kecamatan Payakumbuh Selatan meluncurkan inovasi “Seribu Asa Bebas Stunting” bersamaan dengan pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Ini langkah kita menjawab isu strategi nasional terkait stunting yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia,” kata Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Asisten I Nofriwandi di kantor Camat Payakumbuh Selatan, Padang Karambia, Payakumbuh, Senin (04/05/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah menempatkan stunting sebagai masalah serius karena tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga menyangkut kualitas gizi, kesehatan, hingga pola pengasuhan yang menentukan masa depan generasi.

“Kita mengapresiasi langkah-langkah konkret Kecamatan Payakumbuh Selatan melalui inovasi 'Seribu Asa Bebas Stunting'. Ini bukan sekedar program, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan kognitif lebih rendah, produktivitas menurun, serta lebih rentan terhadap penyakit di masa depan.

Oleh karena itu, ia mendorong penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Peran ibu sangat penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Pendidikan gizi seimbang, pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, serta pola asuh yang tepat harus terus digencarkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk TP-PKK, Bunda PAUD, dan kader posyandu, dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat.

Pemerintah daerah, kata dia, komitmen penuh mendukung percepatan penurunan stunting melalui sinergi lintas sektor.

“Dengan kolaborasi yang baik, kita yakin Payakumbuh Selatan dapat menjadi contoh kecamatan yang mampu menekan angka stunting secara signifikan,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Payakumbuh Selatan Dewi Mulia menyebut program “Seribu Asa Bebas Stunting” hadir sebagai inovasi berbasis partisipasi masyarakat untuk memperkuat intervensi gizi dan kesehatan anak di wilayahnya.

“Program ini kita rancang sebagai langkah kolaboratif untuk mempercepat penurunan stunting, sekaligus melibatkan masyarakat aktif dalam setiap tahap pelaksanaannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, inovasi tersebut bermula dari program DAHSYAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang sebelumnya digagas bersama DP3AP2KB dan Dinas Kesehatan.

Seiring perkembangan kebijakan, intervensi kini disesuaikan dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran.

“Ke depan, kami fokus pada pemberian susu dan makanan tinggi protein yang dapat membantu memicu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal,” katanya.

Dewi menambahkan, program itu juga dilengkapi kegiatan pemijatan bayi dengan terapis dari Puskesmas Padang Karambia sebagai upaya mendukung tumbuh kembang dan kesehatan fisik anak sejak dini.

“Melalui pendekatan ini, kita ingin intervensi yang diberikan tidak hanya dari sisi gizi, tetapi juga stimulasi tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Payakumbuh Selatan menyatakan komitmen bersama mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM melalui penandatanganan pakta integritas.

“Kami berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” terangnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimca, BNN, Puskesmas Padang Karambia, Ketua KAN, Bundo Kanduang, serta lembaga kemasyarakatan di lingkungan Kecamatan Payakumbuh Selatan.

"Jika hari ini kita abai, maka kita sedang mengganggu masa depan generasi kita. Tapi jika kita bergerak bersama sekarang, kita sedang menyiapkan Payakumbuh yang lebih kuat, lebih cerdas, dan bebas stunting. Ini bukan pilihan, ini keharusan," simpulnya.(Rn)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.