Latest Post

 

Gusti Dirga Alfakhri Putra

Penulis : Gusti Dirga Alfakhri Putra - Anggota Bidang II (Edukasi, Literasi Ekonomi dan Keuangan Syari’ah) Basnom HIPMI Syari’ah Sumbar

Ada yang mengganjal dari na­ra­si besar ekonomi syariah Sumbar. Se­bagai provinsi yang men­junjung ti­nggi nilai-nilai Islam melalui fi­losofi ABS-SBK, perja­lanan menuju kon­versi syariah penuh bagi bank pem­ba­ngu­nan daerah di Sumatera Ba­rat ma­sih menghadapi dinamika ter­sendiri yang memerlukan pro­ses panjang. Hal ini menjadi pem­ban­di­­ng yang menarik jika melihat la­ng­kah Bank Riau Kepri Syariah, yang ber­­hasil menyelesaikan proses adap­­tasi dan konversinya dengan langkah-langkah yang relatif senyap namun pasti. Perta­nyaannya bukan lagi konversi atau spin-off. Pertanyaannya ada­lah: di mana letak kepastian itu?

Perjalanan konversi Bank Nagari menuju bank umum syariah penuh memiliki dinamika yang cukup panjang. Sejak disepakati secara aklamasi oleh pemegang saham pada November 2019, rencana yang selaras dengan filosofi ABS-SBK ini sempat menargetkan penyelesaian di akhir 2021. Namun, garis waktu tersebut bergeser karena berbagai faktor situasional, seperti penanganan dampak pandemi, proses legislasi Perda, serta dinamika musyawarah di internal pemegang saham.

Di tengah proses yang masih berjalan, akselerasi yang ditunjukkan oleh BRK Syariah dalam me­nye­lesai­kan konversinya menjadi tolok ukur yang menarik. Hubu­ngan komparatif ini terlihat nyata saat Dewan Komisaris Bank Nagari melakukan kunju­ngan studi banding ke BRK Syariah pada Ja­nuari 2025 untuk mendalami aspek manajemen pasca-konversi, me­nandai bahwa proses pembelajaran antar-daerah masih terus berjalan demi mematangkan persiapan Bank Nagari.

Kedua pilihan ini sejatinya memiliki argumen logis yang sa­ma kuatnya dari sudut pandang eko­nomi. Jalur konversi penuh dipandang sangat konsisten dengan semangat daerah, memberikan layanan syariah yang utuh bagi seluruh lapisan masyarakat. Mo­del yang diterapkan oleh Bank Aceh dan Bank NTB menunjukkan bahwa skema ini dapat berjalan de­ngan baik melalui manajemen tran­sisi yang matang.

Sementara itu, kebijakan spin-off menawarkan fleksibilitas dan ke­hati-hatian (prudence) dalam ja­ngka pen­dek, di mana entitas ba­ru dapat ber­kembang secara bertahap tanpa beban historis da­ri induk konvensionalnya. Namun, risiko skala ekonomi yang ter­­batas perlu diantisipasi agar bank baru tersebut tetap memiliki ­daya saing yang kuat di industri.

Pada akhirnya, perdebatan me­ngenai pilihan model ini diharapkan tidak mengaburkan urgensi dari langkah konkret ke depan. Efektivitas dari sebuah kebijakan baik konversi maupun spin-off sangat bergantung pada komitmen pelaksanaan dan ketepatan waktu dalam eksekusinya.

Ketika proses transisi dan diskusi kebijakan ini berlangsung dalam waktu yang cukup panjang tanpa kepastian linimasa, terdapat beberapa aspek mendasar yang berpotensi terdampak secara signifikan. Pertama, terkait dengan ekspektasi dan kepercayaan publik. Masyarakat serta nasabah yang telah memiliki harapan tinggi terhadap kehadiran Bank Nagari Syariah secara penuh lambat laun dapat mengalami penuru­nan antusiasme, sehingga penge­lolaan harapan publik menjadi sa­ngat krusial agar tidak memenga­ruhi tingkat kepercayaan terhadap komitmen konversi tersebut.

Kedua, penundaan ini turut memengaruhi reputasi kelembagaan para pemangku kebijakan. Berbagai pihak yang menga­wal jalannya proses ini, mulai dari pemerintah daerah selaku pemegang saham utama hingga KDEKS Sumatera Barat nyatanya mengha­dapi tantangan tersendiri dalam menjaga konsistensi narasi di rua­ng publik, mengingat belum tuntasnya proses konversi memberikan tanggung jawab mo­ral yang cu­kup besar bagi kre­di­bili­tas institusional yang terlibat.

Akhirnya, dinamika ini ber­dam­pak pada posisi strategis Sumbar dalam peta ekonomi syariah na­sional. Di tengah pembentukan KDEKS yang telah menjangkau ber­bagai provinsi serta berjalannya agenda Masterplan Eko­nomi Syariah In­do­ne­sia (MEKSI), Sumbar yang memiliki modalitas filosofis dan historis yang sangat kuat semestinya mampu me­mosi­sikan diri sebagai salah satu pe­ng­gerak uta­ma di garda depan, bukan sekadar menjadi peserta di tingkat na­sio­nal.

Pada akhirnya, baik opsi konversi penuh maupun spin-off da­pat menjadi langkah yang tepat, sejauh pilihan tersebut didasarkan pada pe­nilaian yang jujur dan terbuka atas kesiapan modal, kapasitas SDM, serta konsensus po­litik para pemegang saham. Kondisi yang perlu dihindari adalah membiarkan situasi berjalan tanpa kepastian masa yang jelas, karena wa­cana yang berla­rut-larut berisiko me­ngurangi mo­mentum per­tum­bu­han yang ada. Sumatera Barat telah memili­ki landasan filo­sofis yang kokoh dan rekam jejak sejarah yang kuat di bidang di bidang ekonomi sya­riah. Oleh ka­rena itu, langkah krusial yang di­butuhkan saat ini bukanlah tam­bahan ruang diskusi baru, me­­lainkan sebuah keputusan stra­­te­gis yang diambil secara man­tap dan diikuti oleh eksekusi yang nyata. (*)

 

Polda Sumbar ungkap dugaan tindak pidana perbankan

Padang, Rangkiang Nagari  ( Juli) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat mengungkap dugaan tindak pidana perbankan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit konvensional di PT Bank Nagari Cabang Pembantu Siberut. Dalam kasus yang merugikan keuangan negara tersebut, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa pengungkapan ini berawal dari serangkaian penyelidikan terkait dugaan penyimpangan dalam penyaluran kredit, baik untuk debitur konvensional maupun syariah, selama periode tahun 2022 hingga Mei 2025. “Hasil penyidikan, saat ini telah ditetapkan tiga orang tersangka. Kasus ini melibatkan 125 orang debitur dengan total plafon kredit fantastis, yakni sebesar Rp50,335 milyar,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Kombes Pol Susmelawati menegaskan, modus operandi yang dilakukan para tersangka meliputi manipulasi profil debitur, merekayasa objek usaha yang akan dibiayai beserta agunannya, hingga pemalsuan tanda tangan nasabah pada slip penarikan uang. “Puncaknya, mereka melakukan pencairan dana kredit terhadap 125 debitur tersebut,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Purwanto, menjelaskan bahwa kasus ini terbongkar berawal dari audit internal pihak Bank Nagari yang menemukan adanya fraud (penyimpangan).

Ketiga tersangka tersebut memiliki peran masing-masing, yakni berinisial REP selaku Pimpinan Bank Nagari Cabang Pembantu Siberut, HWH selaku petugas kredit, dan MS yang berperan mencari data debitur.

“Motifnya adalah untuk mengejar target bank agar mencapai prestasi. Dari penyimpangan ini, para tersangka mendapatkan fee. Pimpinan menerima Rp10 hingga Rp20 juta per pencairan, petugas kredit Rp5 juta, dan MS sekitar Rp1,7 juta per debitur,” ungkap Kompol Purwanto.

Kompol Purwanto menambahkan, saat ini total barang bukti yang disita mencapai 132 dokumen, termasuk SK, pejabat bank, dokumen kredit, dan berkas pengajuan debitur.

Untuk tersangka REP dan HWS, yang atas perbuatannya dijerat dengan pasal 49 ayat 1 huruf a dan atau Pasal 63 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023, tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun paling lama 15 tahun, untuk pasal bank konvensional atau syariah.(*01).


JAKARTA (RangkiangNagari) - Timnas sepak bola Prancis dan Inggris bersua dalam pertandingan adu gengsi sekaligus perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu (19/7) pukul 04.00 WIB.

Berdasarkan data dalam laman FIFA, Sabtu, laga perebutan tempat ketiga mempertemukan dua negara raksasa Eropa tersebut setelah sama-sama tersingkir di babak semifinal alias gagal melaju ke babak puncak. Prancis harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2, sedangkan Inggris dihentikan Argentina lewat hasil akhir 1-2.

Kini kedua tim berusaha mengakhiri turnamen dengan medali perunggu, sekaligus menjaga gengsi di panggung sepak bola dunia.

Bagi Prancis, pertandingan ini juga memiliki makna emosional karena menjadi laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional.
Deschamps menegaskan skuadnya tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan penampilan terbaik meski gagal mencapai final.
Bek Ibrahima Konate juga menyatakan para pemain ingin mempersembahkan kemenangan sebagai penghormatan kepada sang pelatih.

Megabintang Kylian Mbappe dipastikan dalam kondisi bugar dan masih berpeluang menambah koleksi golnya dalam persaingan sepatu emas (golden boot) turnamen.

Di kubu Inggris, Harry Kane mengaku kecewa setelah kekalahan dramatis dari Argentina, namun menegaskan timnya akan bangkit dan berusaha mengakhiri turnamen dengan kemenangan.
Manajer Thomas Tuchel diperkirakan melakukan sejumlah rotasi, meski tetap mempertahankan kerangka utama tim.

Secara historis, Prancis memiliki catatan lebih mentereng di Piala Dunia dengan dua gelar juara pada 1998 dan 2018, serta dua kali menjadi finalis lainnya yakni saat 2006 dan 2022. Sementara Inggris baru sekali mengangkat trofi, yakni saat menjadi tuan rumah pada 1966.
Meski demikian, kedua negara sama-sama konsisten menjadi penantang utama dalam beberapa edisi terakhir Piala Dunia.

Pertemuan Prancis dan Inggris selalu berlangsung ketat. Dalam duel terakhir mereka di Piala Dunia 2022, Prancis menang 2-1 pada babak perempat final.
Kedua tim juga dihuni banyak pemain yang tampil di level tertinggi kompetisi Eropa, sehingga diperkirakan kembali menyajikan pertandingan berintensitas tinggi. Les Blues diprediksi sedikit lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad serta motivasi memberikan perpisahan manis kepada Deschamps.
Namun Inggris atau The Three Lions tetap memiliki peluang melalui kreativitas Jude Bellingham dan ketajaman Kane. Pertandingan diperkirakan berlangsung terbuka dengan kedua tim bermain lebih menyerang dibanding laga semifinal.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.