Latest Post

 

IKWI Pusat laksanakan peringatan Hari literasi di Gedung PWI Pusat Jakarta 


JAKARTA. Rangkiang Nagari : Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) terus mendorong penguatan kapasitas kepemimpinan dan organisasi melalui Hari Literasi IKWI 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Leadership Berintegritas, Bersinergi, dan Adaptif” ini, digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting, Selasa (8/9/2026), dan diikuti sekitar 150 peserta IKWI dari seluruh Indonesia.

Kegiatan diawali dengan pengantar Hari Literasi dan Penguatan Organisasi IKWI, yang dipandu Moderator Rahmayulis, Sekretaris Jenderal IKWI. Sesi utama menghadirkan Jiean Ajiyanpi Novalia, sebagai pemateri yang mengupas pentingnya kepemimpinan berintegritas, mampu membangun sinergi, serta adaptif menghadapi perubahan.

Dalam paparannya, Jiean menekankan bahwa literasi kepemimpinan IKWI tidak boleh berhenti pada pemahaman, tetapi harus bermuara pada gerakan organisasi yang aktif, mandiri, bersinergi, dan memberikan dampak.

Ia menyampaikan empat langkah utama untuk mengubah pemahaman menjadi gerakan. Yaitu memahami aturan dan peran kepemimpinan, mengubah kebutuhan menjadi program, membangun tata kelola dan sinergi, serta membuktikan hasil melalui rencana kerja 90 hari.

“Dari memahami AD/ART hingga menggerakkan pengurus, membangun sinergi dan menghasilkan dampak,” menjadi salah satu penekanan dalam materi yang dipaparkan oleh Ketua Bidang Organisasi, Komunikasi dan Informasi IKWI Pusat ini.

Menurut Jiean, AD/ART harus menjadi kompas kepemimpinan, bukan sekadar dokumen administratif. Pemahaman terhadap AD/ART perlu diterjemahkan menjadi prioritas di daerah, dijalankan, dan kemudian diukur hasilnya.

Ketua IKWI, ujarnya, bukan sekadar pengurus, melainkan penggerak organisasi. Ketua yang kuat bukanlah ketua yang mengerjakan semuanya sendiri, tetapi pemimpin yang mampu membuat pengurus memahami perannya, melibatkan anggota, serta memastikan setiap program memberikan manfaat.

“Ketua IKWI yang kuat, membuat orang lain mampu bergerak, visioner, menggerakkan, melayani, bersinergi, dan memberdayakan,” ungkap Jiean yang pernah menjadi Ketua IKWI Provinsi Jawa Barat ini.

Ia juga menekankan lima karakter penting yang perlu menjadi kebiasaan kerja seorang pemimpin, yakni integritas, loyalitas, adaptif, sinergi, serta kepedulian.

Dalam menyusun program, pengurus daerah diberikan ruang untuk berkreasi sesuai kebutuhan masing-masing. Namun, kreativitas tersebut tetap harus berada dalam kerangka AD/ART dan kebutuhan organisasi, antara lain dalam bidang komunikasi dan informasi, kaderisasi, literasi digital, serta administrasi.

Sepuluh Pesan Penting

Dari materi yang disampaikan Jiean, terdapat 10 pesan yang diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan oleh para peserta. Pertama, AD/ART merupakan kompas organisasi, bukan beban administrasi. Kedua, ketua tidak harus menjadi orang yang paling sibuk, tetapi harus mampu menggerakkan pengurus. Ketiga, program tidak harus banyak, tetapi harus relevan dan bermanfaat.

Keempat, setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga program dapat disesuaikan. Kelima, kolaborasi merupakan kekuatan organisasi. Keenam, administrasi yang baik membangun kepercayaan.

Ketujuh, anggota merupakan sumber kekuatan organisasi. Kedelapan, kaderisasi harus dimulai sejak sekarang. Kesembilan, evaluasi dilakukan untuk menemukan perbaikan, bukan mencari kesalahan. Kesepuluh, ukuran keberhasilan organisasi adalah semakin aktif, mandiri, bersinergi, dan bermanfaat.

Pesan tersebut kemudian dirangkum dalam komitmen kepemimpinan IKWI: memahami, menggerakkan, bersinergi, memberdayakan, dan menyiapkan penerus.

“Saya tidak harus melakukan semuanya. Saya harus membuat ibu-ibu bergerak bersama,” menjadi salah satu pesan kunci yang disampaikan Jiean dalam sesi tersebut.

Mulai dari diri sendiri

Sementara itu Ketua Umum IKWI Indah Kirana, mengatakan budaya literasi juga harus dibangun mulai dari keluarga dan lingkungan masyarakat. Keluarga merupakan sekolah pertama bagi lahirnya pemimpin masa depan. Dari keluarga, anak-anak belajar mengenai kejujuran, tanggung jawab, menghargai perbedaan, serta menggunakan informasi dan teknologi secara bijaksana.

“Kepemimpinan sesungguhnya tidak selalu dimulai dari ruang rapat, jabatan, atau organisasi. Kepemimpinan dimulai dari diri sendiri dan dari rumah kita masing-masing,” katanya.

Indah menekankan bahwa integritas, loyalitas, sinergi, dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting bagi pemimpin di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.

Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, menurut Indah, membuat pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan memimpin. Seorang pemimpin juga harus memiliki nilai-nilai yang kuat.

Indah menjelaskan, integritas merupakan fondasi utama kepemimpinan. Tanpa integritas, kepemimpinan akan kehilangan kepercayaan. Pemimpin berintegritas harus mampu menjaga kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, serta komitmen dalam setiap tindakan.

Ia juga mengaitkan literasi dengan kepemimpinan di era digital. Literasi, kata Indah, tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, menyaringnya, menggunakannya secara bijaksana, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

“Jangan sampai kita menjadi pemimpin yang cepat bereaksi tetapi lambat memahami. Jangan sampai kita mudah percaya pada suatu informasi, tetapi malas melakukan verifikasi,” tegasnya.

Indah berharap Hari Literasi IKWI 2026 tidak berhenti sebagai forum untuk mendengarkan paparan, tetapi menjadi ruang untuk berpikir, berdialog, berbagi pengalaman, sekaligus melakukan refleksi bagi seluruh anggota IKWI.

Ia optimistis, apabila nilai integritas, loyalitas, sinergi, dan kemampuan beradaptasi terus ditumbuhkan, IKWI akan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi anggota, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta aktif menyampaikan pertanyaan, baik secara langsung maupun melalui kolom chat Zoom.

Kegiatan kemudian ditutup dengan komitmen bersama Ketua IKWI se-Indonesia, pembacaan Deklarasi/Komitmen Literasi Kepemimpinan IKWI oleh Ketua Umum PP IKWI. Hari Literasi IKWI 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pengurus pusat dan daerah sekaligus meneguhkan arah organisasi: aktif, mandiri, bersinergi, dan memberikan manfaat.

Semangat tersebut dirangkum dalam satu pesan sederhana: IKWI yang kuat tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh seluruh keluarga besar IKWI yang mau bergerak, berjuang, dan menjaga organisasi bersama. (*)

 

Jenderal TNI ( Purn) Djamari Chaniago didampingi Mendagri Tito Karnavian dan Menteri kehutanan Raja Joli Antoni

Jakarta,  Rakyat Sumbar Minggu  - Pemerintah menghentikan sementara praktik pembakaran lahan dengan metode kearifan lokal di daerah. Pemerintah pusat minta pemerintah daerah menyetop ketentuan yang memberikan ruang bagi pembakaran lahan untuk kepentingan lokal tersebut.

"Ada yang diistilahkan sebagai kearifan lokal. Bahwa ada boleh melakukan pembakaran itu untuk warga-warga setempat, untuk kepentingan-kepentingan lokal dengan luasan daerah dua hektare. Itu pun sudah kita komunikasikan dan kita hentikan," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, dalam pertemuan dengan para pemegang Hak Guna Usaha (HGU) di Jakarta, dilansir Antara, Senin (7/9/2026).

Djamari menyebut penghentian praktik itu berlaku di seluruh pemerintah daerah sebagai langkah pencegahan selama kondisi risiko karhutla masih tinggi. Menurutnya, pemerintah akan mengevaluasi dan mengatur kembali ketentuan tersebut setelah kondisi memungkinkan.

"Di seluruh pemda, hentikan. Semua berhenti dan kami akan coba perbaiki semuanya itu. Kelak mungkin kita atur kembali masalah-masalah itu. Tapi hal ini berhenti," ujar dia.

Djamari juga mengingatkan para pemegang HGU ikut mencegah terjadinya kebakaran di wilayah yang menjadi tanggung jawab mereka.

Pemerintah melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga dalam penanganan karhutla, termasuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kehutanan, Kepolisian, dan Kejaksaan.

Selain itu, dia menegaskan pemerintah memperketat penegakan aturan untuk mencegah peningkatan karhutla seiring kondisi El Nino yang masih berlangsung.

Menurut Djamari, pemerintah tidak ingin kondisi karhutla yang saat ini masih relatif terkendali membuat seluruh pihak lengah, mengingat Indonesia belum mencapai puncak El Nino.

"Yang melatarbelakangi kita berhadapan dengan para pengusaha ini adalah yang pertama bahwa ini kita belum sampai ke puncaknya El Nino," ucap Djamari.

Dia mengatakan kondisi karhutla di sejumlah wilayah mulai menunjukkan peningkatan. Meskipun masih dapat dikendalikan, kondisi tersebut perlu segera ditangani untuk mencegah kebakaran meluas ketika El Nino mencapai puncaknya.

"Hal ini tidak berarti bahwa tingkat semacam itu memberikan kesempatan atau memberikan ruang kita untuk berleha-leha, kami segera menanganinya dengan cepat," ujarnya.

Djamari menegaskan pemerintah akan memperkuat penegakan hukum terhadap tindakan yang memicu kebakaran, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.

"Kami juga berusaha untuk menegakkan aturan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ucapnya.

Ia mengatakan sejumlah pelanggaran yang ditemukan di lapangan telah masuk proses hukum. Langkah tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran.

"Beberapa dari yang kita lihat itu dan pelanggar-pelanggar pun sudah mulai diproses, diproses hukum berjalan," ujar Djamari.(ant.01).


PADANG (RangkiangNagari) - Penerbangan rute Jakarta dari dan ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kembali dibuka Selasa (8/9/2026). Operasional bandara itu kembali dimulai karena telah dibukanya lagi dua bandara tujuan di Jakarta.
Kementerian Perhubungan RI telah membuka kembali operasional Bandara Internasional Soekarno Hatta pada pukul 00.30 WIB dan Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 00.40 WIB. Otomatis, rute penerbangan di BIM dari dan ke kedua bandara itu juga kembali dibuka.

Seperti diketahui aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau telah berdampak pada penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma Jakarta. Kondisi itu jiga menyebabkan penerbangan di BIM ikut dibatalkan. Tercatat sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026) ada 56 penerbangan datang dan berangkat ke Jakarta dibatalkan di Bandara Kebanggaan Urang Minangkabau itu. Dari 56 penerbangan terdapat 7.736 penumpang rute Jakarta yang dibatalkan keberangkatan dan kedatangannya ke BIM.
General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono menegaskan, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait memastikan pelayanan dan operasional seluruh rute penerbangan yang kini telah berangsur normal. Tentunya dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan bagi para pengguna jasa.

Kembali normalnya konektivitas penerbangan rute Jakarta di Bandara Internasional Minangkabau pada Selasa (8/9) pagi ini telah beroperasi penerbangan keberangkatan pertama menuju Jakarta yaitu Lion Air JT 353 rute Padang (PDG)–Jakarta (CGK) dengan jadwal keberangkatan pukul 06.05 WIB dan penerbangan kedatangan pertama dari Jakarta yaitu Super Air Jet IU 908 rute Jakarta (CGK)–Padang (PDG) dengan jadwal kedatangan pukul 08.15 WIB.
Bagi masyarakat yang akan berpergian melalui Bandara Internasional Minangkabau, Dony kembali mengimbau untuk memastikan status dan jadwal penerbangan terkini dengan menghubungi kanal resmi atau Contact Center Maskapai Penerbangan dan/atau menghubungi Contact Center Injourney Airports 172 untuk informasi kebandarudaraan.
"Manajemen PT. Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau senantiasa bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara guna memberikan pelayanan sepenuh hati bagi seluruh pengguna jasa bandara," tegasnya.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.