Latest Post

Pasar Gadang (Rangkiangnagari) - Guna meningkatkan proses implementasi Kurikulum Merdeka, SDN 04 Pasar Gadang  menggelar Panen Karya P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) di halaman sekolah setempat, beberapa waktu lalu. Acara dihadiri pengawas sekolah, komite sekolah, lurah, RT, kepala sekolah, para guru serta walimurid. 

Kegiatan Panen Karya P5 berlangsung meriah dengan berbagai penampilan dari peserta didik seperti fashion show, pantomim, tahfiz, menari dan menyanyi. Kemudian ada pameran hasil karya peserta didik yang dibuat dari daur ulang barang bekas. Selain itu setiap kelas juga buka stan untuk menampilkan hasil karya sekaligus menyajikan beraneka ragam makanan tradisional seperti telur asin dan onde-onde.

Kepala sekolah Misfiyeni, SPd., MM mengatakan kegiatan ini penting dalam proses implementasi Kurikulum Merdeka. Selain itu acara ini juga merupakan salah satu hal yang membanggakan bagi siswa-siswi dalam meningkatkan pembelajaran yang berorientasi kepada projek.

"Panen karya ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan dan semangat berinovasi siswa-siswi, dimana siswa mendapat bekal untuk berwirausaha. Kemudian siswa juga diajarkan untuk dapat lebih mencintai lingkungan dengan mendaur ulang barang bekas menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali," terangnya.

Selanjutnya acara ini, sebutnya, juga sebagai momen silaturahmi diantara guru-guru dengan walimurid dan dengan seluruh keluarga besar SDN 04 Pasar Gadang.

Dikatakan kepala sekolah dengan kegiatan ini siswa mendapat banyak pengetahuan, pengalaman dan keterampilan dari lingkungan sekolah yang diwujudkan dalam produk yang sesuai dengan karakter dan potensi diri.

Kepala sekolah juga berterima kasih kepada seluruh keluarga besar SDN 04 Pasar Gadang yang telah mensukseskan acara Panen Karya ini. Dia berharap kegiatan ini dapat menciptakan iklim kolaboratif antara guru-guru, komite, walimurid, peserta didik dan juga masyarakat dilingkungan sekolah. (Sil)

Padang (Rangkiangnagari) - Setelah empat bulan lamanya Gusti Chandra ditetapkan sebagai  Pj Dirut Bank Nagari, akhirnya ditetapkan juga sebagai Direktur utama yang definitif.

Pemegang saham Bank Nagari akhirnya menunjuk dan menetapkan Gusti Candra sebagai Direktur Utama Bank Nagari periode 2024-2028, dalam RUPS LB, yang berlangsung di salah satu hotel di Padang,  Selasa (25/6/2024),

Gusti  Chandra sudah mengemban amanah sebagai Pjs Direktur Utama sejak Februari 2024 lalu. Pada periode kepengurusan sebelumnya, pria kelahiran Lintau, Tanah Datar pada 7 Agustus 1972 itu mengemban jabatan Direktur Kredit dan Syariah.

Gusti Candra menjalani pendidikan formal di Fakultas Pertanian Universitas Andalas (1997), dan Magister Manajemen di Universitas Andalas (2009).

Dia memulai karirnya di Bank Nagari pada tahun 1997 dan telah memegang beberapa posisi seperti Wakil Pemimpin Bagian Sentra Kredit Mikro dan Kecil (2006), dan Pemimpin Bagian Kredit Pertanian (2008).

Kemudian, Pemimpin Grup Analis Kredit (2010), Pemimpin Grup Pengembangan Kredit (2010), Wakil Pemimpin Divisi Kredit dan Mikro Banking (2016), Pemimpin Divisi Kredit Komersial (2018), dan Pemimpin Divisi Perencanaan (2020).

Kini ia dipercaya mengemban amanah yang lebih besar sebagai pimpinan dan penanggungjawab tertinggi perbankan dengan aset lebih dari Rp32 triliun itu.

Selain Gusti, RUPS LB Bank Nagari juga menetapkan Roni Edrian sebagai Direktur Keuangan, sebelumnya ia menjabat sebagai Pemimpin Cabang Utama Padang.

Berikut adalah Direktur Kepatuhan,  dipercayakan kepada Sukardi. Sebelumnya menjabat sebagai kepala divisi Audit 

Pria bersahaja ini  Lahir di Kampung Pauh,  7 Agustus 1972. Pendidikan formal Sarjana Peternakan di Universitas Andalas (1996). 

Ia memulai karirnya di Bank Nagari sejak 1997 dan telah memegang sejumlah posisi seperti,  Wakil Pemimpin Cabang Pariaman (2014), Pemimpin Cabang Tapus (2015), Pemimpin Cabang Simpang Empat (2016) ,Pemimpin Cabang Pekanbaru (2018), Pemimpin Divisi TI (2019), Divisi Kredit dan Mikrobanking (2020)

Berikutnya, Zilfa Efrizon ditetapkan sebagai Direktur Operasional, sebelumnya menjabat sebagai kepala divisi perencanaan strategis dan . Satu posisi lainnya, yaitu Direktur Kredit dan Syariah masih lowong. (bb)







Padang (Rangkiangnagari) - Disaat jajaran Polda Sumbar sibuk mengadakan berbagai kegiatan sosial dan pertandingan olahraga menyambut Hari Bhayangkara, 1 Juli 2024, disaat yang hampir sama jajaran Polda juga dilanda ujian.

Baru-baru ini viral di media sosial Instagram, soal bocah 13 tahun yang tewas diduga disiksa polisi di Kota Padang. 

Peristiwa ini sangat menghebohkan, apalagi terjadi menjelang jajaran Polda Sumbar memperingati hari kelahiran kepolisian RI yang ke-78

Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari media sosial instagram lbh_padang, jasad bocah 13 tahun bernama Afif ditemukan di jembatan Kuranji, pada 9 Juni 2024.

Kemudian, dari pantauan media, akun tersebut mengunggah foto bocah 13 tahun tersebut, dengan tulisan "rest in peace Afif Maulana, meninggal dunia karena disiksa polisi." 

Terlepas apakah berita itu benar atau tidak, yang jelas kabar yang memprihatinkan itu telah menyeruak di jagat raya. Ditengah kemajuan informasi yang dahsyat seperti sekarang informasi-informasi seperti ini begitu cepat menyebar.

Dalam tayangan di Instagram itu ditampilkan slide demi slide.Di slide kedua unggahan akun tersebut, terdapat tulisan, bahwa LBH Padang menduga tewasnya Afif karena disiksa polisi yang sedang patroli. 

Lalu, di slide ketiga, menjelaskan sekitar pukul 11.55 Wib pada 9 Juni 2024, Korban ditemukan meninggal dunia. 

"Kami menduga tewasnya Afif karena disiksa anggota polisi. Hal ini berdasarkan investigasi yang kami lakukan," ujar Direktur LBH Padang Indira Suryani, seperti yang dikutip dari Tempo, Minggu (23/6/2024). 

Apa yang disampaikan LBH itu bisa saja benar. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang hukum, tentu mereka sangat hati - hati dengan efek yang terjadi, bila informasi itu salah. Oleh sebab itu sangat jarang argumen seperti LBH ini ngawur atau salah.

LBH telah melakukan investigasi atas masalah ini.Bahkan, Indira Suryani mengatakan, LBH Padang menginvestigasi dengan cara menanyakan saksi kunci yakni teman korban. 

Selain itu, teman korban ini terakhir kali melihat Afit di Jembatan Kuranji pada 9 Juni 2024. 

"Teman korban berinisial A itu bercerita, jika pada malam kejadian korban berboncengan dengannya di Jembatan Aliran Batang Kuranji," ujarnya. 

Lanjutnya menjelaskan, pada saat yang bersamaan korban AM dan A yang sedang mengendarai motor dihampiri polisi yang sedang melakukan patroli.

"Tiba-tiba kendaraan korban ditendang oleh polisi dan AM terlempar ke pinggir jalan. Ketika itu kata A kepada LBH Padang, jaraknya sekitar 2 meter dari AM," jelasnya. 

Tak hanya itu saja, ia juga katakan, A diamankan oleh polisi ke Polsek Kuranji. A sempat melihat korban AM dikerumuni oleh polisi tetapi kemudian mereka terpisah. 

Di kesempatan yang lain Polda Sumbar membenarkan telah dijatuhi hukuman pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH terhadap tiga anggota polisi di daerah itu.

"Pada sidang pertama ada tiga polisi diputus pemberhentian tidak dengan hormat," kata Kapolda Sumbar Irjen Suharyono kepada wartawan di Padang, Jumat (21/6).

Dia menyebut tidak menutup kemungkinan setelah sidang pertama masih ada PTDH berikutnya terhadap personel Bhayangkara lainnya.

Mungkin di (sidang) berikutnya masih ada lagi yang menyusul tetapi kami tetap menunggu hasil sidang," ucap jenderal bintang dua tersebut.

Tentu ada peristiwa yang mendahului sebelum dijatuhkan sanksi PTDH kepada anggota polri ini. Bisa saja masalah narkoba seperti yang marak saat ini atau bisa saja peristiwa kriminal lain.

Apapun yang terjadi yang jelas kejadian itu menjatuhkan kredibilitas polri, khususnya jajaran Polda Sumbar Dimata masyarakat .Melihat peristiwa demi peristiwa tentu akan menjadi masukan bagi polri untuk lebih selektif dalam menerima anggota baru.

Tentu tim seleksi tidak hanya melihat intelektual dan pisik saja, tetapi yang lebih penting emosional dan spiritual juga baik dan terasah. Tanpa itu polisi akan rawan dengan peristiwa yang tidak terpuji di tengah masyarakat yang global saat ini. Semoga. ***

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.