Articles by "Pariaman"

Tampilkan postingan dengan label Pariaman. Tampilkan semua postingan

Kota Pariaman (Rangkiangnagari) - Air yang selama ini tampak sederhana di kawasan Masjid Raya Cubadak Mentawai, Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat bisa berubah menjadi denyut perekonomian masyarakat. Potensi itu mulai dibidik melalui rencana optimalisasi sumber air untuk mendukung pengembangan kolam ikan di lingkungan masjid.

Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., turun langsung meninjau kondisi lokasi sebagai bagian dari upaya melihat potensi tersebut secara nyata.

Yang menarik, gagasan ini tidak berhenti pada urusan membuat kolam ikan. Ada pesan lebih besar yang terbuka untuk keumatan. Aset kecil di sekitar masjid jangan dibiarkan menjadi potensi yang tidur.

Sumber air tersedia, lahan ada, dan kolam dapat dikembangkan. Tantangannya kini adalah bagaimana seluruh potensi itu dikelola secara profesional, berkelanjutan, transparan, dan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Masjid pun didorong tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga ruang pemberdayaan. Muhajir melihat pengembangan kolam ikan dapat menjadi kegiatan produktif yang menghubungkan fungsi sosial, ekonomi, dan pendidikan.

Hasil budidaya nantinya berpotensi mendukung kebutuhan masyarakat maupun kegiatan masjid. Sedangkan proses pengelolaannya dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda.

Namun, sumber air bukan sekedar soal mengalirkan air ke kolam. Juga pastikan ketersediaan dan keinginannya harus diperhitungkan sejak awal.

Di sisi lain, terkait kondisi lingkungan, kebutuhan udara, sistem pengaliran, jenis ikan, pakan dan pemeliharaan. Hingga pelaksanaan pemanfaatan hasil panen, harus dirancang agar program tidak berhenti sebagai proyek pada saat itu.

Peninjauan lapangan menjadi penting untuk memetakan kebutuhan dan tantangan teknis secara langsung. Muhajir menegaskan bahwa potensi yang ada di sekitar masjid harus mampu memberikan kebermanfaatan.

“Kita ingin aset dan potensi yang ada di sekitar masjid bisa memberikan manfaat. Masjid tentu fungsi utamanya adalah tempat ibadah. Di sisi lain masjid juga bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Gagasan tersebut sekaligus membuka peluang agar pemuda terlibat dalam pemeliharaan, pencatatan, pemasaran hingga pengembangan usaha berbasis budidaya ikan.

Jika dikelola secara serius, kolam sederhana itu dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat memelihara ikan.

Ia bisa menjadi ruang edukasi lingkungan bagi anak-anak, laboratorium kewirausahaan bagi pemuda, sekaligus kegiatan produktif bagi pengurus dan masyarakat. Dari satu sumber air, manfaatnya dapat mengalir ke banyak arah. Yakni ekonomi, pendidikan, sosial, dan penguatan aktivitas masjid.

Kegiatan ini bukanlah kolam besar-kecilnya, melainkan keberanian mengubah potensi menjadi manfaat. Udara yang mengalir di kawasan Masjid Raya Cubadak Mentawai sedang diarahkan untuk menghidupkan sesuatu yang lebih besar.

Kemandirian masyarakat menggerakan ekonomi. Jadi ketika sumber daya dikelola dengan amanah dan profesional, yang mengalir bukan hanya udara. Namun ada peluang, harapan, dan kebermanfaatan bagi umat.

Walikota Pariaman Yota Balad Serahkan Bantuan Seragam Sekolah Gratis kepada pelajar SMPN 7 Kota Pariaman

Pariaman (Rangkiangnagari) - Sebanyak 47 siswa SMPN 7 Kota Pariaman menerima seragam sekolah gratis putih biru berlokasi di SMPN 7 Kota Pariaman, Senin (14/9/2026).

Penyerahan seragam sekolah gratis dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher serta Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Yalviendri. 

"Bantuan ini merupakan langkah nyata Pemko Pariaman yang dibantu Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Nagari. Total CSR Bank Nagari untuk siswa SMP sebanyak 423 orang dan siswa SD sebanyak 425 orang", kata Walikota Pariaman. 

Dalam sambutannya, Yota Balad mengatakan bahwa hari ini ( Senin,14/9) kita menyerahkan seragam sekolah gratis kepada 47 pelajar di SMPN 7 Kota Pariaman. 

"Seragam sekolah gratis ini akan dibagikan kepada 423 siswa SMPN se-Kota Pariaman. Sebelumnya, kita telah memberikan seragam sekolah gratis bagi siswa kelas satu SD melalui program unggulan kami Yota Balad-Mulyadi. Sedangkan bagi pelajar SMP,  Pemko Pariaman mengusahakan agar pelajar SMPN di Kota Pariaman yang berada pada desil 1 dan 2 menerima seragam sekolah gratis mulai dari baju, celana/rok, topi dan dan dasi", ujarnya.

Yota Balad menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian Pemko Pariaman untuk anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu  sehingga bisa meringankan beban masyarakat khususnya ekonomi lemah.

"Bantuan ini merupakan langkah nyata Pemko Pariaman yang dibantu Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Nagari. Total CSR Bank Nagari untuk siswa SMP sebanyak 423 orang dan siswa SD sebanyak 425 orang", jelasnya.

Ia juga memotivasi seluruh siswa SMPN 7 Kota Pariaman saat menyerahkan seragam sekolah tersebut.“Rajin belajar, percaya diri dan tetap semangat belajar untuk wujudkan cita-citanya,", tutupnya.(rel).


Pertemuan Tim penyusunan buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi dengan Kalaksa BPBD Padang Pariaman Emri Nurman S.STP. MSi

Pariaman (Rangkiangnagari) - Tim penyusunan buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi Sumatera terus melakukan pendalaman terhadap potensi kearifan lokal yang bisa memberikan sumbangan terhadap penanggulangan bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat. 

Tim dipimpin Prof Hakam. PhD, didampingi Prof Fauzan, PhD dengan anggota Prof Bambang Istijono, Dr Rina Yuliet. Dr Basril Basyar,  Drs Rinaldi Eka Putra  MSi dan empat orang mahasiswa Masgister Manajemen Bencana  ( MMB).

Kunjungan Tim diawali berdiskusi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Bertemu dengan Kalaksa BPBD Ermi Nurman. S.STP. Tim berdiskusi guna menggali kearifan lokal yang dimiliki dan masih hidup ditengah masyarakat kaitan dengan penanggulangan bencana.

Selesai pertemuan Tim dengan Kalaksa BPBD Padang Pariaman Emri Nurman S.STP foto bersama di depan kantor.

Masyarakat Pariaman terkenal memiliki hubungan kekerabatan yang kuat dengan berbagai komponen dan tingkatan sosial kemasyarakatan.  Disini juga banyak tokoh-tokoh adat dan ulama serta cerdik pandai yang punya ilmu tentang alam.

Mereka memiliki memori kolektif kuat dalam menyikapi berbagai persoalan termasuk bencana alam. Kearifan lokal seperti ini,  bisa menjadi sumbangan yang berharga bagi penanggulangan bencana, baik pada masa pra atau mitigasi maupun ketika tanggap darurat dan pemulihan.

Tokoh panutan memiliki pengindraan yang kuat dalam hal mitigasi bencana. Mereka bisa menangkap tanda-tanda alam sebagai alarm akan terjadi bencana.

Potensi tokoh adat dan agama seperti ini ternyata belum dikekola secara maksimal, sehingga belum dapat berkontribusi dalam penanggulangan bencana.

Belum lagi kearifan lokal, rasa kepedulian yang tinggi ketika melihat dunsanak atau masyarakat ditimpa bencana. Gerakan bantuan dari perantauan di berbagai daerah dan luar negeri segera datang.

Memori kolektif kebersamaan dalam bentuk " badoncek" hanya dimiliki masyarakat Pariaman. Ketika anggota masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan kehidupan, maka anggota masyarakat lain akan "badoncek". Artinya membantu bersama-sama.

Kearifan lokal seperti ini terpelihara sampai saat ini.  Ketika bencana alam menerjang dan diantara mereka ditimpa musibah, maka yang lain ikut membantu. Begitupun dengan musibah bencana alam.

Memori kolektif seperti ini mesti diaktualkan terus. Dia akan menjadi kekayaan yang tidak bernilai dalam tatanan kehidupan masyarakat.  Kalaksa BPBD Padang Pariaman Emri Nurman S.STP, MSi mengucapkan terima kasih atas sharing yang disampaikan secara bersama-sama itu. Kelaksa berjanji akan mendalami hal itu.

Prodi Magister Manajemen Bencana ( MMB) dan PSB ( Pusat Studi Bencana) Universitas Andalas mendapat tugas dari BNPB untuk menyusun buku Pembelajaran (Leason Learning) atas Bencana Hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera. 

Penulisan hal-hal khusus dalam bencana Sumbar sedang dalam tahap akhir. Buku ini diharapkan selesai menjelang Desember 2026.(01).



Budi R Setiawan Kepala Cabang Bank Nagari Pariaman menyerahkan bantuan korban kebakaran Jawi- Jawi Pariaman melalui Wako Yota Balad 

Pariaman (Rangkiangnagari) - Wali Kota Pariaman, Yota Balad menerima bantuan dari Bank Nagari yang dikhususkan bagi para korban musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Jawi – Jawi I, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman beberapa waktu lalu. Bantuan diserahkan oleh Kepala Cabang Bank Nagari Cabang Pariaman, Budi R Setiawan di Ruang Kerja Walikota Pariaman, Jum'at (12/6).

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan penghargaan tinggi atas respon Bank Nagari. Beliau berjanji akan segera menyalurkannya kepada korban untuk meringankan beban pasca-kebakaran.

“Alhamdulillah kita hari ini mendapatkan bantuan dari Bank Nagari untuk para korban kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Pariaman. Bantuan ini merupakan bentuk nyata dari sinergi dan kolaborasi yang kuat antara sektor perbankan daerah dengan pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana di Kota Pariaman. Kita menyadari bahwa musibah kebakaran ini telah memberikan dampak ekonomi dan psikologis yang berat bagi para korban. Oleh karena itu, kehadiran Bank Nagari melalui program tanggung jawab sosialnya sangat berarti dalam meringankan beban mereka yang sedang mengantuk,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Wako dan Wawako Pariaman saat mendapatkan kabar terjadi kebakaran di Kelurahan Jawi – Jawi I, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman beberapa waktu lalu yang menghanguskan sejumlah rumah, langsung memberikan bantuan kepada korban kebakaran. Pemerintah Kota Pariaman akan terus hadir dan berupaya membantu kebutuhan warga terdampak selama tanggap darurat.

“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para penerima untuk kebutuhan pascabencana. Semoga kepedulian yang ditunjukkan oleh Bank Nagari ini menjadi amal jariyah dan memberikan keberkahan bagi institusi, serta menjadi motivasi bagi pihak lain untuk juga bergerak dalam aksi kemanusiaan serupa. Mari kita terus perkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial, agar warga kita yang tertimpa musibah dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupannya dengan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Nagari Cabang Pariaman, Budi R Setiawan mengatakan bahwa bantuan ini bentuk kepedulian Bank Nagari Pariaman pada program “Bank Nagari Peduli” Tanggap Darurat Bencana 2026.

“Kami dari pihak Bank Nagari menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Kota Pariaman beberapa waktu lalu. Sebagai wujud nyata kepedulian kami terhadap lingkungan sosial di wilayah operasional kami, Bank Nagari melalui program 'Bank Nagari Peduli' hadir untuk memberikan dukungan bagi para korban. Hari ini, kami menyerahkan bantuan sebesar Rp5.000.000 (Lima Juta Rupiah) kepada para korban terdampak. Kami menyadari bahwa nominal ini mungkin tidak dapat mengubah kerugian yang, namun kami berharap ini dapat meringankan beban ekonomi warga untuk kebutuhan mendesak pascabencana,” ujarnya.

Bank Nagari bukan sekedar mitra finansial bagi masyarakat, tetapi juga bagian dari keluarga besar masyarakat Kota Pariaman. Bank Nagari berkomitmen untuk terus hadir dalam situasi sulit, sesuai dengan semangat kepedulian yang diusung. 

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi para korban agar dapat segera bangkit serta menata kembali kehidupannya dengan lebih baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pariaman yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan ini sehingga dapat tepat sasaran kepada pihak-pihak yang membutuhkan,” tutupnya.

Pariaman (Rangkiangnagari) - 17 wartawan ikuti konferensi VII PWI Pariaman.

Sebanyak 17 anggota PWI Pariaman, mulai dari tingkat muda,madia dan utama mengikuti konferensi ke VII PWI.

Konferensi ke VII PWI ini diadakan di balai kota Pariaman, Sumatera barat.

Yang mencalonkan diri untuk ketua di konferensi VII PWI ini ada tiga orang yaitu: Idham Fadli. Damanhuri dan ikhlas darma murya.

Pada kesempatan ini juga dihadiri oleh ketua PWI Sumbar Widia Navis, sekretaris....bidang keorganisasian…

Pada pemilihan ini, berlangsung dengan satu kali putaran, yang dimenangi oleh Idham Fadli dengan perolehan suara 10 suara, sedangkan ikhlas darma murya mendapatkan suara 4 suara dan Damanhuri 2 suara.

Pada konferensi ke VII PWI Pariaman ini untuk masa bakti 2026-2029, dinakhodai oleh Idham Fadli.

Idham Fadli yang terpilih "saya sangat berterimakasih kepada semua rekan se profesi atas kerjasamanya, yang sudah memberikan amanah untuk memimpin PWI Pariaman kedepannya.

Dan insyaallah kita akan bersama-sama membangun kembali PWI Pariaman ini, bak pepatah"sakali aia gadang, sakali tapian barubah" (dengan kepengurusan yang baru, kita ciptakan suasana baru-red) jelas Idham Fadli.

Diposisi yang sama ketua PWI Sumbar Widia Navis "Saya sangat apresiasi kebersamaan PWI Pariaman dalam menjalankan tugas, terutama tentang pelaksanaan konferensi ke VII PWI Pariaman yang baru dilaksanakan.

Mulai dari pelaksanaan pemilihan sampai hasil dari pelaksanaan pemilihan selalu dalam kondisi an, nyaman dan terkendali.

Kepada ketua yang baru terpilih agar bisa berbaur dengan anggota yang lainnya, yang bisa juga menata dan mencerahkan suasana di lingkungan PWI Pariaman yang lebih baik dari sebelumnya.

Mari manfaatkan kesempatan yang ada pada pemerintahan setempat, untuk mencapai kemajuan di organisasi yang bersifat publik ini, harapan ketua PWI Sumbar.(kk)

Pariaman (Rangkiangnagari) - Seluruh fraksi di DPRD Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan pandangan umum terhadap Nota Penjelasan atas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD-P) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna yang digelar di ruang sidang utama DPRD Padang Pariaman jalan M. Syafei Kota Pariaman, pada Rabu (27/8/2025).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, bersama Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis, Sekretaris DPRD Armen Rangkuti, unsur Forkopimda, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah.

Dalam paripurna tersebut, masing-masing Fraksi secara bergiliran menyampaikan kritik, saran, pendapat, dan masukan terkait penggunaan anggaran pada Perubahan APBD 2025. Penyampaian dimulai dari Fraksi PAN, kemudian Fraksi Gerindra, PKB, Nasdem, Partai Golkar, Demokrat, PKS, dan ditutup oleh Fraksi PPP.

Wakil Bupati Rahmat Hidayat usai paripurna, menyampaikan apresiasi atas seluruh pandangan yang disampaikan delapan Fraksi DPRD.

“Atas pandangan dan masukan dari masing-masing Fraksi, kami menyambut baik dan sangat menghargainya. Semua Fraksi telah sepakat, agar RAPBD-P 2025 ini dilanjutkan pembahasannya pada sidang berikutnya. Nanti, Pemerintah Daerah akan memberikan penjelasan resmi, melalui agenda jawaban Bupati atas pandangan umum Fraksi,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam pandangan umum yang disampaikan, sejumlah Fraksi menekankan pentingnya:

Melakukan penghematan pada belanja langsung maupun tidak langsung, kecuali yang bersifat mendesak dan urgen.

Tetap memprioritaskan pelayanan dasar masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah, sekaligus menjaga ketentuan agar penyusunan APBD sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, beberapa Fraksi juga memberikan apresiasi terhadap capaian Pemerintah Daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama ini. (Kk) 

 

Penyerahan deviden Bank Nagari yang diwakili Kacab Pariaman  Budi R Setiawan kepada Walikota Pariaman Yota Balad didampingi Wakil Walikota Mulyadi

Pariaman,  Rangkiang Nagari  ( Agustus) - Sebanyak Rp 11.365.010.955 atau setara 11,3 miliar rupiah dibagikan Bank Nagari kepada Pemerintah Kota Pariaman sebagai deviden tahun buku 2024. Penyerahan resmi dilakukan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), di halaman Balaikota Pariaman.

Pimpinan Bank Nagari Cabang Pariaman, Budi R Setiawan, menyerahkan langsung deviden tersebut kepada Wali Kota Pariaman Yota Balad, didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi serta unsur Forkopimda Kota Pariaman. 

Momen tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bidang pendidikan senilai Rp 110 juta.

Dana CSR diberikan Bank Nagari untuk mendukung sektor pendidikan di Kota Pariaman, dan akan disalurkan melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora). Program ini rutin digulirkan setiap tahun sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

“Alhamdullilah, di moment peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 80 ini, Pemerintah Kota Pariaman telah menerima Deviden dari Bank Nagari sebesar 11,3 Milyar lebih, dan hal ini sangat membantu kita ditengah keterbatasan anggaran atau efesiensi yang ada saat ini,” ujar Yota Balad.

Lulusan STPDN ini berharap, Deviden ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan Pemerintah Kota Pariaman, serta dirinya juga menyerukan kepada masyarakat untuk turut membesarkan Bank Nagari, Bank lokal daerah kebaggaan Sumatera Barat, sehingga dapat lebih besar lagi, ucapnya.


“Saya berharap ke depan, Bank Nagari lebih maju lagi dan selalu menunjukkan kontribusinya terhadap daerah dan kemajuan di sektor perekonomian, baik di tingkat Sumatera Barat umumnya dan Kota Pariaman khususnya,” tuturnya.

Selain menerima Deviden, Yota Balad menambahkan bahwa Pemko Pariaman juga menerima CSR untuk Pendidikan, yang tentunya sangat bermanfaat untuk mendukung berbagai program Pendidikan yang digagas pada visi dan misi kami sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman, tutupnya.

Sementara itu, Pimpinan Bank Nagari Cabang Pariaman, Budi R Setiawan, menyebutkan untuk Tahun 2025 ini, Bank Nagari cabang pariaman menyerahkan dana deviden tahun buku 2024 atas laba penyertaan modal kepada Pemerintah Kota Pariaman sebesar Rp. 11.365.010.955, ulasnya.

“Selain memberikan Deviden, Bank Nagari juga memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) Pendidikan untuk Kota Pariaman, dimana untuk Tahun 2025 ini, angkanya sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp. 110 Juta rupiah, yang rutin kita berikan dan kita serahkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) untuk penyaluranya,” tukasnya mengakhiri. (*)

Pariaman (Rangkiangnagari) - Nama Kapolres Kota Pariaman, AKBP Andreanaldo Ademi S.H., S.I.K saat ini santer jadi sorotan jurnalis di wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, lantaran terang-terangan menghina profesi wartawan.

Terang para kuli pena itu gerah. Pasalnya, pernyataan serampangan Andreanaldo Ademi sebagai Kapolres Kota Pariaman kepada salah seorang jurnalis media online Lintas Media, yang telah menghina profesi wartawan dengan sebutan "wartawan bodrek", tidak mencerminkan attitude sebagai pejabat publik dan pimpinan kepolisian di daerah.

Penghinaan yang dilakukan Andreanaldo kepada wartawan itu disebutkan dalam percakapan WhatsApp. Ketika itu, wartawati Rita Arlen dari media Lintas Media, mencoba mengkonfirmasi Kapolres Kota Pariaman terkait perkembangan kasus dugaan intimidasi dan ancaman yang menjerat salah satu anggotanya.

Rita yang menghubungi Andreanaldo melalui pesan WhatsApp pada Rabu (13/8/25) mengirimkan tautan link berita di salah satu media online, berniat untuk melakukan konfirmasi ihwal bungkamnya kapolres dalam pemberitaan tersebut.

Alih-alih mendapatkan jawaban dari Kapolres Kota Pariaman, tanpa basa-basi Andreanaldo Ademi seketika menghina profesi wartawan dengan ucapan "wartawan bodrek".

"Berarti wartawan bodrek ang mah. Ndak monitor perkembangan. (Berarti wartawan bodrek Anda. Tidak monitor perkembangan)," tohok Andreanaldo menghina profesi wartawan dalam percakapan via pesan WhatsApp dengan Rita Arlen. 

Padahal ketika itu Rita hanya mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut untuk kebutuhan pemberitaan di medianya sebagai informasi awal terkait perkembangan kasus anak buah Andreanaldo.

"Sesuai dengan etika jurnalistik, sebelum melakukan konfirmasi saya meminta izin ke Kapolres Andreanaldo pada Rabu (13/8) siang, untuk meneruskan berita yang sudah dimuat salah satu media online, tujuannya untuk konfirmasi lebih lanjut sebelum tayang di media saya. Namun sebelum saya menyatakan ingin mengkonfirmasi, Andreanaldo malah membalas chatingan saya dengan perkataan penghinaan, sehingga saya urung untuk melanjutkan upaya konfirmasi," terang Rita Arlen di Lubuk Alung, Sabtu (16/8/2025).

Senada dengan Rita Arlen, pimpinan media online Reportase Investigasi, Kabar Daerah dan Klik-Kaba, Ikhlas Darma Murya, S.Kom yang mendapat informasi perihal penghinaan profesi wartawan, mencoba menelusurinya.

Sebagai Plt Sekretaris PWI Sumbar, Ikhlas yang familiar dengan nama pena IDM ini, menanggapi dugaan penghinaan profesinya sebagai wartawan dengan melakukan konfirmasi kepada Kapolres Kota Pariaman Andreanaldo Ademi, Sabtu (16/8/25) siang.

Benar saja, arogansi kapolres yang satu ini dinilai labil dan di luar nalar. Di akhir wawancaranya dengan Andreanaldo, IDM malah mendapat indikasi ancaman dari Andreanaldo. Dirinya diancam akan disomasi oleh Kapolres Kota Pariaman tanpa diketahui penyebabnya.

"Ini BB sudah cukup untuk besok akan saya layangkan surat somasi ke redaksi anda. Berita investigasi harus langsung wawancara atau melalui surat. Namun hanya copy paste, dan menempel foto lama," tulis Andreanaldo mengakhiri percakapan dengan mengirimkan tautan berita dari media investigasimabes.com yang mewartakan sikap bungkam kapolres terhadap kasus yang mendera anak buahnya akibat intimidasi dan ancaman.

Sebelumnya IDM menghubungi Kapolres Andreanaldo via pesan singkat WhatsApp karena merasa terhina akibat profesinya direndahkan. Ia meminta agar Kapolres Andreanaldo memberikan konfirmasi atas ucapan yang dilontarkan kepada Rita Arlen karena menghina profesi wartawan.

Setelah menyapa lantas meminta izin konfirmasi lewat pesan WhatsApp, IDM pun memperkenalkan dirinya dengan menunjukan identitas kewartawanan serta sertifikasi yang ia punya kepada Andreanaldo.

Andreanaldo, bukannya menjelaskan alasannya, ujung-ujung malah mengajak IDM berdebat panjang lebar terkait pengetahuannya yang dangkal tentang kode etik jurnalistik (KEJ) dan dunia kewartawanan."(Kk) 

PARIAMAN (RangkiangNagari) - Festival Budaya Tabuik di Pariaman sampai pula dipuncaknya. Ribuan masyarakat dari berbaga daerah dan, bahkan juga dari negeri jiran tampak hadir di 'Kota Sala Lawuak' untuk menyaksikan prosesi pembuangan replika Tabuik ke laut pada saat matahari terbenam, Minggu (6/7).

Ribuan pengunjung sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Mereka hadir untuk menyaksikan prosesi pembuatan Tabuik di rumah Tabuik Subarang, Samping Kantor Balai Kota dan rumah Tabuik Pasa di Karan Aua. Mereka juga tampak berbondong-bondong mengiringi rangkaian replika Tabuik yang telah dibuat dibawa ke Simpang Tabuik, Kampuang Cino.
Seperti telah sering dipublikasikan, festival budaya Tabuik adalah sebuah tradisi memperingati hari Asyura (10 Muharam) dan mengenang wafatnya Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW pada pereang Karbala.

Festival Budaya 'Tabuik Piaman' sudah mendtradisi sejak lama. Rutin digelar setiap tahun. Ritual Tabuik berlangsung selama sepulu hari. Mulai dari tanggal 1 Muharram dan, pada 10 Muharram replika Tabuik yang menggambarkan Mesjid dan Burak tersebut dibuat ke laut. Dibuat pada saat matahari akan terbenam.

 

#Rn

PARIAMAN (Rangkiangnagari) - Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dibulan suci Ramadhan, Bupati Padang Pariaman H. John Kenedy Aziz Bersama Komandan Kodim (Dandim) 0308/Pariaman, Letkol Czi Nur Rahmat Khaeroni menggelar acara Buka Puasa Bersama dan memberikan santunan ke Anak Yatim Piatu dari Panti Asuhan Mukaramah, di Pendopo Bupati Padang Pariaman, Kamis (27/03/2025).

Acara inii juga dihadiri oleh tokoh masyarakat kelurahan Karan Aur dan sekitarnya. 

Bupati JKA menyampaikan Apresiasi kepada Dandim 0308, Pariaman beserta jajaran yang telah berkenan menyantuni dan berbagi dengan anak anak yatim piatu dari panti asuhan Mukaramah. 

"Ini menunjukan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dibulan suci Ramadhan" sebutnya

Sementara itu Dandim 0308/Pariaman menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergisitas antara TNI dan Pemerintah Daerah Kab. Padang Pariaman.

Letkol Czi Nur Rahmat Khaeroni juga menjelaskan terkait keresahan yang hadir di tengah masyarakat yaitu terhadap UU TNI yang telah disahkan, Dandim 0308/Pariaman menyampaikan dan menegaskan bahwa tidak ada upaya dari TNI untuk mendominasi pemerintahan, karena TNI sebagai alat negara akan selalu siap mendukung dan membantu program Pemerintah, TNI selalu siap membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi sulit seperti membantu melindungi & menyelamatkan warga negara serta kepentingan nasional di luar negeri, membantu pemberantasan narkoba, pertahanan siber dan bencana alam. 

“Sebagai aparat TNI, Kami harus selalu siap membantu masyarakat yang terdampak bencana Kita tetap harus memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Semoga di bulan suci ini, kita semua diberikan kesehatan, umur panjang, dan keberkahan,” ujarnya.

Selain berbuka puasa bersama, acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu Panti Asuhan Yayasan Mukaramah, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan TNI kepada mereka yang membutuhkan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin meningkat, serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat"(KK)

PARIAMAN (RangkiangNagari) - Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali dimulai, setelah dihentikan beberapa pekan, karena tempat makanan atau omprengan tidak memenuhi persyaratan.

Demikian dikatakan Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman, Riky Falentino, di SDN 08 Kampung Jawa II, Kamis (30/1).

Disebutkan Riky, sistem pengantarannya oleh penyedia makanan bervariasi. Pengantaran tahap pertama pagi hari untuk SD Kelas 1 sampai 3, kemudian pengantaran siang untuk SD Kelas 4 sampai 6, dilanjutkan SMP dan SMA.

Selanjutnya, pihak penyedia sudah menggunakan ompreng stainless dan foodgrade berupa kotak plastik.
"Untuk itu, mohon kerja sama pihak sekolah nantinya ompreng dikembalikan sesuai dengan jumlah pengantaran awal," ingatnya.
Untuk pengambilan ompreng di TK dan SD akan di jemput kembali pada pukul 13.00 WIB. Untuk pengembilan ompreng di SMP dan SMA akan dijemput pukul 14.00 WIB.

Untuk pengantaran MBG di drop menggunakan box container, diharapkan pengantarkan dan pengambilan pada tempat yang sama sehingga memudahkan untuk distribusi nantinya.

Diungkapkannya, omprengan yang disediakan, berbahan stenlis 1562 buah

Food grade 1914 buah. Jumlah ini telah memadai dari jumlah TK, SD, SMP dan SMA yang ditentukan sebagai pilot projek. 


#Rn

Kota Pariaman (Rangkiangnagari) – Pemondokan pesantren lansia Al iqra, pertama di kota pariaman. Ketua umum pesantren lansia Al iqra, H. Ali Basyir ,” walaupun pesantren lansia ini baru berdiri dua bulan, namun kegiatannya langsung berjalan sebagaimana yang kami rencanakan.

Pemondokan lansia ini beda dengan panti jompo, kalau panti jompo dibuat untuk menampung orang orang lanjut usia dirawat sampai akhir usianya, namun pemondokan yang kami buat ini adalah menampung orang orang yang lanjut usia untuk di inapkan yang bersifat sementara atau hitung hari. Untuk kelompok pertama, kami menerima 10 orang lansia, yang di inapkan selama empat puluh hari, dengan fasilitas dan makan gratis.

Tapi, bagi lansia yang ingin melanjutkan kegiatan inapnya melebihi dari empat puluh hari juga bisa, namun mengenai pembiayaan makan minum di tanggung sendiri, sedangkan biaya inap di gratiskan. Jelas ketua umum.

Selama di pemondokan, para lansia hanya beraktifitas menjalankan kegiatan ibadah saja, seperti sholat berjamaah disetiap waktu sholat, berjamaah ini diadakan di surau yang sudah ada dalam lingkungan pondok, dan juga ditambah wirid/mendengarkan ceramah dari guru guru agama yang sengaja kami persiapkan.

Tercipta dan berjalanannya kegiatan sosial pondok lansia yang bertempat di desa cubadak air utara kecamatan pariaman utara kota pariaman sumatera barat ini, berkat campur tangan semua pihak, yang utama semua pengurus yang tergabung dalam pemondokan lansia Al Iqra ini. saya juga berharap dan berdoa kepada allah semoga kegiatan kita ini dijadikan sebagai ladang amal jariah nantinya, dan ketua umum juga berharap bagi siapa saja yang ingin berinfak ke pondok ini, baik itu sebagai donatur tetap atau donatur tidak tetap, pondok lansia Al Iqra sangat mengharapkan uluran tangannya, tambah H. Ali Basyar.

Diposisi yang sama koordinator sumatera barat pesantren pemondokan lansia Al Iqra H. Martias Mahyudin,” dengan adanya seorang pemikir terhadap nasib orang orang lansia seperti pak Haji Ali Basyir ini, sehingga kami kami ini juga merasa terpanggil untuk memperkuat tujuan baik dari beliau.

Apalagi pemondokan yang di buat beliau ini sangat jauh beda dengan rumah rumah panti jompo yang ada, disini para lansia di inapkan dengan batas waktu dan di beri ilmu tentang ajaran agama islam yang lebih mendalam, para lansia yang ikut nginap di pondok ini bukan karena keluarga mereka tidak mampu untuk merawak orang tuanya di rumah masing masing, tetapi memang keinginan para lansia dan seizin anak anak mereka agar orang tunya bisa menambah dan mematangkan ilmu ajaran agama Islam. dan yang membuat para lansia lebih merasa aman dan nyaman nginap di pondok Al Iqra ini adalah semua fasilitas dan makan minum di gratiskan, jelas pak H. Martias Mahyuddin.

koordinator pelaksana harian Rahmi Yelita,” saya juga sangat senang dan berterimakasih kepada pak H. Ali Basyir karena sudah mengamanahkan untuk bisa menjadi pengurus di pondok lansia Al Iqra ini,.

Dengan keseharian saya menyiapkan makanan dan minuman untuk para lansia yang menginap di pondok lansia ini, dan bukan itu saja, karena di pondok lansia Al Iqra ini sudah ada suraunya maka saya juga mengajar anak mengaji di surau Al Iqra yang berada dalam lingkungan pondok.

Harapan saya semoga kegiatan sosial keagamaan ini berjalan dengan baik dan berlanjut hendaknya, harapan ita. (Kk)

Pariaman (RangkiangNagari) - Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk peserta didik di Kota Pariaman terpaksa dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penghentian MBG ini , untuk peserta didik mulai TK sampai SMA dimulai Senin ini.

Demikian dikatakan Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman, Riky Falentino ketika dihubungi, Minggu (12/1).

"Mulai senin besok, MBG untuk peserta didik dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan, " ucapnya.
Riky Falantino menjelaskan penghentian pemberian MBG kepada peserta didik, karena tempat makanan yang disediakan belum memadai menurut ketentuan. Mestinya, tempat makanan itu berasal dari stainless bukan kotak.
Dari hasil uji coba yang dilakukan, mulai Senin lalu, penyedia MBG ini memberikan makanan tersebut dalam kotak. Karena berbahan kotak tentu menimbulkan sampah. Dari 3.500 peserta didik yang mendapatkan MBG ini, berarti sebanyak itu pula kotak yang berasal dari kertas dan sejenisnya yang menimbulkan sampah.

"Atas dasar itu, pihak Badan Gizi Nasional menginginkan MBG di berikan bukan dalam bentuk kotak, tapi bahan yang berasal dari stainless dan bisa dikumpulkan kembali sertu digunakan untuk selanjutnya, " terang Sekdis Kominfo Kota Pariaman ini.

 

#Rn

PARIAMAN (RangkiangNagari) – Hoyak Tabuik Piaman, sebuah kegiatan budaya dan wisata tahunan di Kota Pariaman, Sumatera Barat, telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024.

Keputusan ini diumumkan setelah Kota Pariaman berhasil lolos seleksi bersama dengan enam kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat yang masuk dalam 110 kegiatan KEN.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menyatakan bahwa daerah yang termasuk dalam KEN akan mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), khususnya dalam hal anggaran. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan kemungkinan besar akan dihadiri oleh Presiden RI dan Menteri Parekraf.
Proses pendaftaran kegiatan wisata dalam KEN melibatkan beberapa tahapan, termasuk melengkapi data, narasi, dan dokumen terkait proses Tabuik dari awal hingga dampak ekonomi bagi masyarakat dan pengunjung. Kota Pariaman berhasil masuk dalam 10 besar penilaian tingkat provinsi dan dilanjutkan dengan pemaparan di hadapan kurator tingkat nasional.

Ferialdi berharap bahwa keikutsertaan Hoyak Tabuik Piaman dalam kegiatan pariwisata nasional dapat meningkatkan promosi wisata daerah dan berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat. Sebelumnya, Pemerintah Kota Pariaman mencatat kunjungan wisatawan ke objek wisata di daerah tersebut sepanjang tahun 2023 mencapai dua juta orang, dengan kunjungan terbanyak terjadi selama pelaksanaan Pesona Hoyak Tabuik yang menyedot sekitar 400 ribu wisatawan.

 

#Rn

PARIAMAN (RangkiangNagari) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) telah menguliahkan 322 warganya dari keluarga miskin di daerah itu melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) guna meningkatkan pendidikan dan ekonomi warga setempat.

“Dari 322 orang itu, bahkan sudah ada yang bekerja dan sudah bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarganya,” kata Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Rabu (9/8).

Sedangkan peserta Saga Saja yang masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan Pemkot Pariaman juga sudah memperlihatkan keseriusan dalam belajar yang dibuktikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif rata-rata 3,8.
Ia mengatakan, dengan pemuda tersebut mendapatkan pekerjaan dan gaji yang layak maka mereka dapat meningkatkan perekonomian keluarga sehingga keluarganya keluar dari kategori ekonomi miskin.

“Anak-anak tersebut kita kuliahkan di perguruan tinggi terbaik di Indonesia, nantinya mereka memiliki keahlian dan ijazah yang bisa dipakai untuk mendapatkan pekerjaan dan gaji yang layak sehingga bisa membawa keluarganya keluar dari kemiskinan,” katanya.

Menurutnya dengan banyak warga Pariaman memiliki pendidikan tinggi maka pembangunan daerah dan peningkatan ekonomi akan semakin mudah dan lancar.
“Ketika banyak masyarakat Kota Pariaman terdidik maka akan memudahkan kita membangun kota ini dan menyusun perencanaan daerah,” ujarnya.

Ia menyampaikan salah satu program unggulan Pemkot Pariaman di bidang pendidikan tersebut telah diluncurkan semenjak 2018. Untuk menyukseskan program tersebut Pemkot Pariaman telah banyak menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Adapun perguruan tinggi tersebut yaitu diantaranya Universitas Indonesia (UI), Telkom University, Universitas Gadjah Mada (UGM) Politeknik Negeri Padang, Batam Tourism Polytechnic, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Politeknik ATI Padang, hingga Politeknik Pelayaran Sumbar.
Genius mengungkapkan untuk membiayai pemuda tersebut kuliah di perguruan tinggi Pemkot Pariaman bekerja sama dengan Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Pariaman dan juga dana CSR dari Bank Nagari Cabang Pariaman.

Pada Selasa (8/8) Pemkot Pariaman telah melepas keberangkatan 21 peserta Saga Saja ke tiga perguruan tinggi di Indonesia yaitu mahasiswa UI, UGM, dan Telkom University.

 

#Rn

PARIAMAN (RangkiangNagari) – Pantai Gandoriah bagaikan lautan manusia. Pasalnya, dua Tabuik beratraksi menjelang di buang ke laut dalam event Pesta Budaya Hoyak Tabuik Piaman tahun 2023, Minggu (30/7).

Event tahunan ini, sudah menjadi kalender Pariwisata di Pemko Pariaman. Begitupun, Pesta Budaya Hoyak Tabuik ini merupakan magnet bagi Kota Pariaman mendatangkan orang dari berbagai Daerah untuk menyaksikannya.
Bahkan moment ini juga di tunggu-tunggu oleh para Perantau untuk Pulang Kampung Basamo.

Pada Pesta Budaya Hoyak Tabuik Piaman tahun 2023, lebih seru dan asyik di bandingkan tahun kemaren.

Hal ini didukung dengan cuaca yang bagus, termasuk pengaturan orang yang masuk ke Pantai Gandoriah dan keluar termasuk lancar.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan Pesta Budaya Tabuik ini sudah menjadi budaya di Kota Pariaman.
Dimana setiap tahun selalu di gelar. Di Pesta Budaya tabuik ini, khususnya para parantau pulang basamo ke kampung, menyaksikan event ini.

Lebih lanjut dikatakannya, kehadiran para perantau pada moment Pesta Budaya Hoyak Tabuik ini, membuktikan bahwa partisipasi perantau dalam membangun kampung halaman cukup luar biasa.

”Saya mengucapakan terima kasih khususnya kepada perantau yang telah hadir menyaksikan Pesta Budaya Hoyak Tabuik Piaman Tahun 2023. Hal ini membuktikan partisipasinya dalam membangun kampung halaman yang luar biasa”, ucapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi memberikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia pelaksana Pesta Budaya Hoyak Tabuik Piaman, Pemko Pariaman dan semua pihak yang ikut serta memeriahkan kegiatan ini. Pesta Budaya Hoyak Tabuik merupakan kegiatan yang luar biasa. Kegiatan ini juga bertepatan dengan tahun kunjungan wisata di 19 Kabupaten/Kota di Propinsi Sumbar. “Propinsi Sumbar, satu-satunya di Indonesia dijadikan tahun kunjungan wisata di Indoensia”, tuturnya.

Selain itu,kata Wakil Gubernur bahwa di tahun ini agak berbeda di bandingkan tahun sebelumnya, karena Dinas Pariwisata Propinsi Sumbar menyelenggarakan “ Tabuik Fotografy Camp” di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara. Dimana Tabuik Fotografy Camp ini dikuti sekitar 50 orang peserta yang berasal bukan dari Propinsi Sumbar saja, tapi juga dari Riau, Medan dan Gorontalo.

Melaluhi Tabuik Fotografy Camp ini, para peserta akan mempromosikan destinasi wisata di Kota Pariaman ke dunia luar. “Mereka sudah berada di Kota Pariaman tiga hari jelang puncak Pesta Budaya Hoyak Tabuik hari ini (Minggu),” tukasnya .

Sementara itu, kata Audy bahwa pasca pandemi Covid, sektor pariwisata sudah mengalami peningkatan. Hal ini dilihat dengan jumlah kunjungan wisata. Untuk itu, perlu di jaga keramah tamahan terhadap pengunjung, supaya mereka betah dan senang berlibur di daerah kita.

Dikesempatan ini, Walikota Pariaman Genius Umar didampingi Wakil Walikota, Mardison Mahyuddin, Ketua TP PKK Propinsi Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi, Ketua TP PKK Kota Pariaman, dan lainnya menerima piagam hak kekayaan intelektual dari Kepala Kanwil Hukum dan HAM, Propinsi Sumbar.

Dalam Pesta Budaya ini, hadir Kakanwil Hukum dan HAM Sumbar, Bupati dan Walikota se-Sumbar atau di wakili, Forkompida Kota Pariaman, para perantau yang tergabung dalam PKDP dari sejumlah daerah.

 

#Rn

PARIAMAN (RangkiangNagari) – Jelang H-1 Tabuik di Hoyak, rumah tabuik pasa dan tabuik subarang diserbu pengunjung. Kedatangan mereka adalah untuk melihat proses pembuatan tabuik, sejauh mana pembuatan tabuik tersebut dikerjakan.

Walikota Pariaman, Genius Umar yang didampingi Kepala Bappeda, Hendri dan Perantau Piaman asal Kepulauan Riau, turut berbaur Bersama pengunjung melihat langsung proses pembuatan tabuik sebelum besok akan diarak dan dibuang ke laut.
“Pengunjung bukan hanya datang dari masyarakat Kota Pariaman dan Sumatera Barat saja, akan tetapi juga datang dari warga rantau yang khusus datang ke Kota Pariaman, untuk melihat gelaran Tabuik Piaman, yang telah menjadi event budaya khas Pariaman ini,” ujarnya.

Genius mengatakan bahwa masyarakat yang datang juga dihibur dengan permainan musik gandang tambua dan tasa dari anak-anak tabuik, menambah kemeriahan dan kekhasan dari event budaya tabuik ini, yang sangat menarik bagi yang datang.

“Tabuik merupakan salah satu budaya Kota Pariaman yang selalu kita lestarikan, dan tabuik juga merupakan icon wisata Kota Pariaman yang mendatangkan ribuan pengunjung untuk melihat dan menyaksikannya, dan tahun ini tabuik akan dihoyak Minggu 30 Juli 2023 atau bertepatan dengan  16 Muharam 1445 Hijriyah,” ungkapnya. 


#Rn

Pariaman (RangkiangNagari) – Prosesi Maambiak Batang Pisang merupakan prosesi kedua dalam rangkaian Festival Pesona Hoyak Tabuik Budaya Piaman 2023 yang bertepatan dengan 5 Muharam 1445 H. Sebelumnya, pada 1 Muharram 1445 H, tepatnya tanggal 19 Juli 2023 telah dilakukan prosesi pertama, yakni Maambiak Tanah di aliran sungai.

Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Ferialdi menjelaskan, prosesi Maambiak Batang Pisang untuk Tabuik Subarang dilakukan di Kampuang Kaliang, Kelurahan Lohong. Sedangkan Tabuik Pasa berlokasi di Simpang Alai Gelombang, Kelurahan Alai Galombang, Kecamatan Pariaman Tengah. Untuk prosesi ini dimulai sekira pukul 17.00 sampai selepas Magrib.

Ferialdi menjelaskan, prosesi Maambiak Batang Pisang ini mengandung arti dan makna. Batang pisang itu di pancung, hal ini melambangkan, dimana dulunya saat terjadi perang, cucu Nabi Muhammad SAW, Husen bin Ali di pancung lehernya oleh Raja Yazid Bin Umaiyah dan dibawa ke Padang Kerbala.

“Sebelumnya, menjelang menuju lokasi, pedang yang akan digunakan sebagai alat penebang batang pisang ini diarak keliling dengan iring-iringan tambua tasa oleh kedua anak tabuik didampingi orang tuo tabuik hingga menuju lokasi. Dalam arak-arakan ini, banyak anak-anak yang membawa galah bambu sepanjang 3 sampai 4 meter, yang mana di bagian ujungnya diikatkan bendera warna hitam dan putih serta ada juga lampu sumbu minyak tanah ,” ungkapnya.

Hasil tebangan ini dibawa ke daraga. Karena lokasi manambang batang pisang berjauhan, dalam perjalanan menuju daraga masing-masing rombongan saling basalisiah (berselisih), dimana lokasi basalisiah ini, terjadi di Simpang Tugu Tabuik Pariaman. Inilah momen yang ditunggu-tunggu, karena ketika kedua anak tabuik bertemu, bunyi tambua tasa saling saut menyaut dan bisa membangkitkan semangat.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan saat momen basalisiah antara Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang ini, dilokasi tersebut telah bersiaga aparat keamanan yang terdiri dari Polisi, TNI, serta petugas Satpol PP dan Damkar. 


#Rn

PARIAMAN (RangkiangNagari) – Wakil Walikota Pariaman sekaligus Ketua Tim Percepatan Penanganan Stuning (TPPS), Mardison Mahyuddin menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pertemuan sekaligus silaturrahmi Ketua Tim Penanganan Stunting Kabupaten/Kota se-Sumatra Barat di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar, Minggu (30/4/2023).

Pertemuan Wakil Wali Kota dan Wakil Bupati se-Sumbar tersebut diinisiasi oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldi untuk membahas isu-isu strategis dalam pencegahan potensi risiko stunting di wilayah masing-masing.
Wawako Mardison mengatakan, Kota Pariaman masuk sepuluh besar daerah di Sumbar yang berhasil menurunkan angka stunting.

“Menurut hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), tercatat angka persentase prevelansi stunting Kota Pariaman terendah di Sumbar yaitu 9,3 persen. Hal itu mengalami penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 18,4 persen,” terangnya.

Mardison mengatakan, Kota Pariaman sangat berkomitmen untuk menurukan angka stunting agar bisa menuju zero growth stunting ke depannya.

“Pencegahan stunting menjadi tugas bersama karena menjadi persoalan serius secara nasional. Bahkan, Presiden menekankan hal ini kepada setiap daerah. Penurunan angka stunting di Kota Pariaman ini tidak terlepas dari penanganan yang sangat signifikan dari OPD, Forkompinda dan masyarakat,” ujarnya.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri tetap dilakukan musyawarah dalam melakukan penekanan dan banyak aksi kelapangan terutama kepada petugas TPPS secara intens menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan dan asupan gizi yang cukup baik bagi ibu hamil maupun balita,” tambah Wawako.

Penyebab stunting, katanya, tidak hanya masalah gizi dan pola makan saja, tapi pola asuh, air bersih, sanitasi, juga penting. Termasuk masalah sosio-kultural, dan ekonomi. Bagi Mardison, zero stunting di Kota Pariaman merupakan keharusan yang mesti dilakukan agar tumbuh generasi muda yang sehat dan SDM yang berkualitas di Kota Pariaman.

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy sangat mengapresiasi keberhasilan Pemko Pariaman yang berhasil menurunkan angka stunting hingga 9,3 persen. Ia menilai, komitmen dan visi Pemko Pariaman juga cukup jelas dalam mendukung penurunan angka stunting ini. Menurut Audy yang juga selaku Ketua TPPS Sumbar tersebut, keberhasilan Kota Pariaman ini harus diapresiasi, mengingat kondisi angka stunting di Sumbar yang sedang meningkat.

Diketahui angka stunting di Sumbar meningkat. Tercatat angka stunting Sumbar pada tahun 2021 sebesar 23,3 persen sudah berada di bawah rata-rata nasional. Namun, pada tahun 2022 mengalami kenaikan 1,9 persen menjadi 25,2 persen, sehingga saat ini berada di atas rata-rata nasional, yaitu 21,6 persen.

Wagub menambahkan, peran pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan pelaksanaan intervensi spesifik terhadap penurunan angka stunting.

Percepatan penurunan angka stunting harus dilakukan secara holistik, integratif, dan berkualitas. Peran aktif pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam memastikan pelaksanaan intervensi spesifik dapat berjalan dengan baik di masing-masing daerahnya.

“Makanya hari ini kita ajak Ketua TPPS di kabupaten/kota untuk berkumpul mencari solusi bagaimana kasus stunting ini angkanya terus menurun,” kata Wagub Audy.

Meski demikian, terlepas dari itu Wagub menyampaikan upaya intervensi wajib pemerintah daerah dalam penurunan stunting. Di antaranya pemberian pil penambah darah terkhusus pada ibu hamil dan peningkatan konsumsi protein hewani pada anak di seluruh Sumbar.

Audy berpesan agar setiap Ketua TPPS di daerahnya masing-masing diminta bekerja maksimal serta selalu berkoordinasi sehingga angka stunting semakin menurun.

 

#Rn

PARIAMAN (RangkiangNagari) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menyediakan dua lokasi Pasar Pabukoan atau lokasi penjualan takjil selama Bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah guna mempermudah warga menemukan minuman dan makanan berbuka puasa.

“Pasar Pabukoan akan dipusatkan di dua lokasi. Pertama, di Parkiran Lapangan Merdeka dan yang kedua di parkiran Pasar Kurai Taji,” kata Asisten I Sekretariat Daerah Kota Pariaman Yaminurizal di Pariaman, Senin (20/3).
Ia mengatakan, kedua lokasi tersebut pada tahun-tahun sebelumnya juga dipilih sebagai lokasi Pasar Pabukoan karena dinilai mudah diakses oleh masyarakat.

Dengan adanya Pasar Pabukoan tersebut, maka tidak saja membantu masyarakat mendapatkan menu berbuka puasa, namun juga menjamin keamanan dan kesehatan dari takjil yang dijual oleh pedagang. Selain itu juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berjualan takjil di dua lokasi tersebut selama bulan Ramadhan.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pariaman Alyendra mengatakan, Pasar Pabukoan tersebut mulai beroperasi pukul 14.00 WIB semenjak awal Ramadhan.

Ia menyebutkan, ada sekitar 20 pedagang yang berjualan di lokasi pasar tersebut yang masing-masingnya dipungut retribusi Rp2 ribu per hari termasuk uang kebersihan. Meskipun dipungut retribusi, namun ia menghimbau pedagang menjaga kebersihan di lokasi pasar guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin membeli takjil di lokasi tersebut.

Banyak jenis takjil yang dijual oleh pedagang di Pasar Pabukoan tersebut mulai dari minuman dan makanan kekinian hingga yang bersifat tradisional dengan harga terjangkau.

Pada tahun-tahun sebelumnya di lokasi Pasar Pabukoan di Pariaman menjual berbagai makanan khas kota tersebut mulai dari sala lauak, lapek goci, palai bada, lamang hingga minuman. Meskipun sudah terdapat dua Pasar Pabukoan namun pada tahun-tahun sebelumnya juga terdapat pedagang yang menjual takjil di sejumlah jalan protokol di daerah itu.

 

#Rn

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.