Latest Post

PASAMAN (Rangkiangnagari) - Memperingati Hari Tani Nasional ke-66 yang jatuh pada Kamis, 24 September 2026, Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Nelfri Asfandi, S.Pt., M.Pt. menyampaikan ucapan dan apresiasi kepada para petani yang menjadi bagian penting dalam menopang kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan melalui publikasi peringatan Hari Tani Nasional dengan tema semangat dan penghargaan terhadap masyarakat petani.

Dalam pesan yang dipublikasikan, Nelfri Asfandi menekankan bahwa petani bukanlah pekerjaan yang rendah. Petani memiliki peran penting dalam menyediakan pangan sekaligus menopang kehidupan masyarakat.

“Petani bukan pekerjaan rendahan, petani adalah penopang kehidupan. Bangga jadi anak petani!”

Peringatan Hari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September, bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960. Pemerintah mencatat tanggal tersebut sebagai momentum untuk mengingat pentingnya peran petani dan persoalan agraria di Indonesia. 

Petani dan Ketahanan Pangan

Momentum Hari Tani Nasional juga menjadi pengingat bahwa keberadaan petani berkaitan erat dengan kebutuhan pangan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian terhadap sektor pertanian tidak hanya mencakup produksi, tetapi juga kehidupan masyarakat di pedesaan.

Di Kabupaten Pasaman, isu pembangunan dan kepentingan masyarakat juga menjadi bagian dari pembahasan DPRD. Pada bulan September 2026, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman menyepakati APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 serta Propemperda 2027.

Dalam kesempatan tersebut, Nelfri Asfandi menyampaikan bahwa anggaran daerah perlu dimanfaatkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Nelfri Asfandi juga tercatat memimpin sejumlah kegiatan DPRD sepanjang tahun 2026, termasuk agenda yang berkaitan dengan komunikasi pemerintah daerah dan masyarakat. �

Informasi Padang

Peringatan Hari Tani Nasional ke-66 pada tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin menghargai profesi petani serta memperkuat perhatian terhadap kerinduan sektor pertanian dan kehidupan masyarakat pedesaan.

Selamat Hari Tani Nasional ke-66. Petani kuat, pangan kuat, Indonesia sejahtera.

Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mulai mematangkan persiapan Retret dan Pembekalan Wali Nagari Terpilih yang akan dilaksanakan pada Januari 2027. Kegiatan ini dipersiapkan sebagai wadah pembekalan bagi para wali nagari yang terpilih melalui Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak pada 7 Oktober 2026.

Persiapan retret dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten I Setdakab Solok Selatan, H. Efi Yandri. Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyusun konsep kegiatan, materi pembelajaran, serta menentukan narasumber yang akan memberikan pembekalan kepada para wali nagari terpilih
Retret direncanakan berlangsung selama lima hari pada minggu kedua Januari 2027. Konsep kegiatan akan memadukan pembelajaran di dalam ruangan dengan kegiatan lapangan, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab pemerintahan nagari, tetapi juga dibentuk dari sisi kedisiplinan, kekompakan dan kepemimpinan.


Selama tiga hari pertama, para peserta akan mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan di hotel. Materi yang disiapkan mencakup wawasan kebangsaan, pemerintahan nagari, serta pengelolaan keuangan, yang dinilai menjadi pengetahuan fundamental bagi wali nagari dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di wilayahnya.

Sementara itu, dua hari berikutnya akan dilaksanakan di Visitor Centre dengan konsep kegiatan lapangan. Rangkaian kegiatan direncanakan meliputi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan outbound, yang diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama serta kemampuan mengambil keputusan dalam sebuah tim.
Asisten I H. Efi Yandri menyampaikan bahwa retret dan pembekalan tersebut bertujuan membekali wali nagari terpilih agar mampu menjalankan tugas secara optimal, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan nagari, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan hingga pemberdayaan masyarakat


Solsel (RangkiangNagari) - Ketua PKK Solok Selatan yang mana sekaligus selaku Ketua TP Posyandu dan Dekranasda Ny. Hj. Erniati Khairunas yang hadir bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Solok Selatan Diary Haes, SE serta pengurus TP-PKK, TP Posyandu dan Dekranasda Solok Selatan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum TP-PKK Pusat Ibu Tri Tito Karnavian. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tujuan dari kegiatan ini.


"Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan pembagian peran masing-masing lembaga. Sinergi bukan berarti menyamakan tugas dan fungsi masing-masing lembaga justru sebaliknya. Yaitu untuk memperkuat pembagian peran dan tugas lembaga itu sendiri
Kegiatan inipun merupakan kesempatan berbagi pengalaman Ketua TP-PKK, TP Posyandu dan Dekranasda se-Indonesia Bagian Barat yang memiliki berbagai karakteristik yang beragam," jelasnya.

Dikesempatan sebelumya, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemdagri DR. Ir. Restuardy Daud, M.Sc., CGRE selaku Ketua Panitia mengatakan TP-PKK, TP Posyandu dan Dekranasda ini merupakan 3 komponen sosial yang tertata dan mempunyai peran yang jelas
Tujuannya adalah menyamakan pemahaman hubungan kerja dan sinkronisasi kebijakan dan kelembagaan antara pusat dan daerah," jelasnya.


Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan 4 materi yaitu :
1.    Arah Kebijakan Pembangunan Nasional dalam Penguatan Kelembagaan Dekranasda, PKK dan Posyadu bersama Teni Widuriyanti selaku Sekretaris Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris UtamaBappenas
2.    Transformasi Tata Kelola Gerakan PKK dan Posyandu (Memperkuat Kelembagaan, Kepemimpinan, dan Akuntabilitas TP-PKK dan TP-Posyandu di Daerah) bersama Dr. Drs. La Ode Ahmad P Bolombo, AP., M. Si selaku Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri
3.    Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Perencanaan Program dan Kegiatan yang Mendukung Pelaksanaan Kegiatan Dekranasda, PKK dan Posyandu bersama DR. Ir. Restuardy Daud, M.SC.,CGRE selaku Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri
4.    Strategi Penganggaran Daerah dalam Mendukung Pelaksanaan Kegiatan Dekranasda, TP-PKK dan TP Posyandu bersama DR. Drs. Agus Fatoni, M.SI selaku Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kemendagri.

Kegiatan inipun ditutup dengan penyusunan rencana kerja tindak lanjut Dekranasda, PKK dan Posyandu yang menjadi acuan seluruh provinsi dan Kab/Kota dalam penyusunan program kerja tahun 2027.




Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.