Latest Post



Dirut Bank Nagari Gusti Candra ketika menerima penghargaan dari INFOBANK-MRI 

Padang (Rangkiangnagari) - Bank Nagari kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih tiga penghargaan bergengsi pada ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026 yang digelar di Jakarta.

Dalam ajang yang menjadi salah satu tolok ukur kualitas layanan perbankan nasional tersebut, Bank Nagari berhasil meraih penghargaan The Best Region Bank in Excellence ATM, The 2nd Best Region Bank in Excellence Teller, dan The 2nd Best Region Bank in Excellence Chatbot.

Raihan tersebut menjadi bukti konsistensi Bank Nagari dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, baik melalui layanan tatap muka di kantor cabang maupun melalui penguatan layanan digital.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh insan Bank Nagari dalam menjaga kualitas layanan di setiap titik interaksi dengan nasabah.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh insan Bank Nagari untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim yang terus berkomitmen menjaga kualitas layanan, baik melalui layanan tatap muka maupun penguatan layanan digital,” ujar Gusti dalam siaran pers, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, kualitas layanan merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan sekaligus hubungan jangka panjang dengan nasabah.

“Bank Nagari meyakini bahwa pelayanan prima yang konsisten merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu menghadirkan pengalaman layanan yang semakin unggul,” katanya

Keberhasilan pada kategori Excellence ATM menunjukkan megahnya Bank Nagari dalam menghadirkan layanan transaksi yang mudah diakses, aman, dan nyaman. Sementara penghargaan pada kategori Excellence Teller mencerminkan profesionalisme layanan petugas di kantor cabang dalam memberikan pengalaman terbaik kepada nasabah. Penghargaan Excellence Chatbot menjadi pengakuan atas inovasi Bank Nagari dalam memperkuat layanan digital yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ajang INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation merupakan penghargaan tahunan yang diberikan berdasarkan hasil riset independen terhadap kualitas layanan perbankan di Indonesia. Penilaian dilakukan melalui metode Mystery Shopping dan evaluasi terhadap berbagai kanal layanan, mulai dari kantor cabang, ATM, hingga layanan digital.

Pemberian penghargaan tersebut semakin mempertegas posisi Bank Nagari sebagai bank pembangunan daerah yang terus bertumbuh dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan nasabah.

Ke depan, Bank Nagari menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang modern, inovatif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan.(rel.01).




Solsel (Rangkiangnagari) - Guna merealisasikan pendidikan gratis untuk seluruh jenjang pendidikan menengah atas di Kabupaten Solok Selatan, Pemerintah Kabupaten langsung menyambangi Kementerian Agama. Targetnya adalah mewujudkan kolaborasi dalam menghadirkan pendidikan guna mempersiapkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan berkarakter dalam menghadapi masa depan bangsa. 

Kunjungan ini langsung dilakukan Bupati Solok Selatan bersama jajaran terkait, Kemenag Solok Selatan dan Kanwil Sumatera Barat. Diterima oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Prof. Dr. H. Suyitno. 

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan setelah memberikan seragam untuk seluruh jenjang pendidikan, termasuk yang berada di bawah kewanangan Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten ingin memperluas akses pendidikan hingga sekolah gratis.

Kami berpandangan bahwa upaya memajukan pendidikan tidak boleh berhenti pada bantuan seragam saja. Kami ingin menghadirkan kebijakan yang lebih progresif, yaitu menggratiskan biaya pendidikan hingga tingkat SLTA, termasuk Madrasah Aliyah,” kata Khairunas dalam pertemuan singkat di Jakarta, Senin (29/6 ).  

 

Dengan jumlah peserta didik rata-rata 700 orang per tahunnya dari dua Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang ada di Solok Selatan, setidaknya dibutuhkan  dana Rp 900 juta setiap tahun untuk memberikan fasilitas sekolah gratis pada jenjang pendidikan ini. 

 

Untuk itu Pemerintah Kabupaten mengajak Kementerian Agama berkolaborasi dalam mewujudkan rencana tersebut. Pasalnya, saat ini Solok Sleatan telah memberikan fasilitas pendidikan untuk SMA dan SMK dengan skema cost sharing 50:50 dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Kami memahami bahwa pemerintah pusat memiliki berbagai prioritas dan batasan anggaran. Namun harapan besar kami kiranya dapat ditemukan skema kolaborasi yang memungkinkan program ini berjalan. Apakah dukungan tersebut dapat diberikan secara penuh, atau mungkin melalui pola sharing anggaran,” terang Khairunas.  

Dirinya menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini penting untuk memastikan tidak ada anak-anak madrasah yang terkendala pendidikan karena masalah biaya.

 

Bersamaan dengan itu, Pemerintah Kabupaten juga menyampaikan mengenai percepatan proses penegerian Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Lubuk Malako di Kecamatan Sangir Jujuan.

 

Terakhir dibahas pada tahun 2021 silam, proses tersebut masih belum dapat diselesaikan karena adanya kendala terkait resolusi publikasi dari Kementerian PAN-RB.

 

Untuk itu, Bupati memohon kepada Arahan, dukungan, dan pendampingan dari Kementerian Agama untuk mempercepat agar proses tersebut dapat dirampungkan.

 

"Kami datang dengan semangat kolaborasi, bukan semata-mata mengajukan permohonan bantuan. Kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," tandasnya. (Dt )   

Solsel (Rangkiangnagari) -  Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mulai menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai 1 Juli 2026.   

 

Meski begitu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD)  akan mengikuti kebijakan ini, seluruh OPD bidang pelayanan akan tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. 

Kebijakan WFH ini ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Bupati Solok Selatan nomor 800/68/VI/BKPSDM-2026 Tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026.

Kebijakan ini juga sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/33491SJ tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Daerah tanggal 31 Maret 2026.

 

Dalam edaran tersebut disampaikan empat poin penting dilaksanakannya WFH, yakni transformasi budaya kerja ASN yang efektif dan efisien serta kontinuitas layanan dengan menjamin layanan pemerintahan tetap berjalan tanpa gangguan.

Kemudian efisiensi sumber daya dengan mengurangi konsumsi BBM, listrik, udara, dan biaya operasional  kantor . Terakhir berdasarkan kinerja output dengan mendorong budaya kerja berdasarkan hasil, bukan sekedar aspek kehadiran.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Irwandi Osmaidi mengatakan jadwal WFH setiap OPD ini dibagi dalam empat hari kerja, Selasa hingga Kamis. WFH berdampak terhadap 16 instansi dan pejabat. 

“WFH ini berlaku bagi seluruh ASN di Kabupaten Solok Selatan, namun terdapat beberapa pengirim seperti Kepala OPD, Eselon III, beberapa OPD pelayanan, hingga cleaning service,” kata Irwandi, Selasa (30/6 ). 

Beberapa perangkat daerah yang berdampak seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); Satpol PP dan Pemadam Kebakaran; dan Bidang Perhubungan, Bidang Pengelolaan Limbah B3 Pengedalian Pencemaran dan Petugas Kebersihan pada Dinas Perkim LH dan Perhubungan.

 

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga menjadi OPD yang bertahan selama WFH.

 

Bidang lainnya seperti RSUD Solok Selatan dan RSUD Batang Sangir, serta Puskesmas juga menjadi pengirim dalam pelaksanaan pelayanan WFH ini. Begitu juga dengan guru-guru di berbagai satuan pendidikan. 

 

Selama pelaksanaan WFH, ASN tidak diperkenankan meninggalkan Kabupaten Solok Selatan dan wajib melakukan absensi seperti biasanya di lokasi kediaman masing-masing.Pengisian kinerja harian juga harus dilakukan saat WFH.

Selain itu, meski bekerja dari rumah, ASN harus selalu siap jika dipanggil untuk bekerja di  kantor apabila ada keperluan mendesak. 

 

Irwandi mengatakan, pelaksanaan WFH ini nantinya  akan dievaluasi secara berkala dan akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Ba rat setiap bulannya.  (DT)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.