Latest Post

PADANG (RangkiangNagari) – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat pengawasan kualitas BBM sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan produk yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. Sebagai tindak lanjut atas informasi dan masukan yang disampaikan masyarakat terkait Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Sumatera Barat, Pertamina melakukan pengecekan dan pengujian kualitas produk secara menyeluruh untuk memastikan kondisi produk di lapangan.

Sebagai bagian dari tindak lanjut tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan kroscek terhadap penerimaan BBM Bersubsidi jenis JBKP serta hasil pengujian laboratorium terbaru. Berdasarkan hasil sampling dan pengujian awal yang telah dilakukan di SPBU, tidak ditemukan adanya campuran air pada sampel Pertalite yang diperiksa dan nilai density berada sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
Untuk melengkapi proses pemeriksaan, Pertamina juga mengambil sampel produk Pertalite dari beberapa titik SPBU untuk dilakukan pengujian laboratorium oleh Tim Pengendali Kualitas & Kuantitas BBM di Integrated Terminal Teluk Kabung dan juga Lemigas sebagai badan pengujian bahan bakar di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Saat ini, pengambilan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut dilakukan pada enam SPBU di wilayah Kota Padang dan Kabupaten Agam, yaitu:

* SPBU 14.251.519 Sawahan, Kota Padang
* SPBU 14.252.521 Ranah, Kota Padang
* SPBU 14.252.582 Jati, Kota Padang
* SPBU 14.264.566, Kabupaten Agam
* SPBU 13.261.073, Kabupaten Agam
* SPBU 14.261.532, Kabupaten Agam

Pengujian terhadap sampel tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pertamina memastikan kualitas produk pada titik-titik penyaluran dan memperoleh gambaran kondisi produk secara menyeluruh.
Pertamina Patra Niaga menghargai setiap informasi dan masukan yang disampaikan masyarakat. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemantauan dan evaluasi perusahaan untuk memastikan kualitas produk serta pelayanan kepada konsumen tetap terjaga. Pertamina akan terus melakukan pengecekan secara bertahap dan menyampaikan perkembangan hasil pemeriksaan sesuai dengan hasil pengujian di lapangan.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menjaga kualitas BBM mulai dari proses penerimaan, penyimpanan hingga penyaluran kepada masyarakat. Pengawasan kualitas dilakukan secara berkala untuk memastikan produk yang diterima konsumen sesuai dengan spesifikasi dan standar yang ditetapkan.

Apabila masyarakat memiliki pertanyaan maupun keluhan terkait produk dan layanan Pertamina, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk mendapatkan informasi dan tindak lanjut lebih lanjut.

SOLOK (RangkiangNagari) - Tim SAR menemukan jenazah seorang laki-laki yang diduga merupakan korban bencana banjir bandang (galodo) di aliran sungai Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.

Jenazah ditemukan di kawasan aliran sungai di sebelah permukiman Pemda, tepatnya di belakang Kantor PU Komplek Bupati. Penemuan tersebut merupakan hasil pencarian yang dilakukan sejak Rabu (23/9/2026) oleh personel gabungan dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

Dalam pencarian tersebut, Tim K9 Polda Sumbar turut dikerahkan untuk membantu penyisiran lokasi. Tim juga menggunakan Radar Lidik Jiwa sebagai salah satu perangkat pendukung dalam upaya mendeteksi keberadaan korban di lokasi yang terdampak material banjir bandang.

Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini mengatakan, pencarian dilakukan secara intensif hingga akhirnya jenazah berhasil ditemukan pada hari ketiga pencarian.
“Alhamdulillah, hari ini telah ditemukan jenazah berjenis kelamin laki-laki di belakang Kantor PU Komplek Bupati. Pencarian telah dilaksanakan mulai hari Rabu dan pada hari ketiga dibantu oleh Tim K9 Polda Sumbar serta alat Radar Lidik Jiwa hingga jasad tersebut berhasil ditemukan,” ujar AKBP Rini Anggraini.

Usai ditemukan, jenazah kemudian dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi. Tim DVI Polda Sumbar melakukan pemeriksaan untuk memastikan identitas korban sesuai prosedur yang berlaku.

“Untuk saat ini, jasad tersebut sedang dalam proses pemeriksaan oleh DVI Polda Sumbar dengan disaksikan oleh warga masyarakat dan keluarga. Keluarga juga menyampaikan terima kasih atas ditemukannya jenazah yang selama ini dicari,” jelasnya.

AKBP Rini menegaskan bahwa identitas jenazah belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim DVI Polda Sumbar. Kepastian identitas akan disampaikan setelah seluruh proses identifikasi selesai.
Sementara itu, Dirsamapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas mengatakan, pencarian dilakukan dengan mengerahkan personel dan anjing pelacak K9 untuk menyisir sejumlah lokasi yang dinilai memiliki kemungkinan menjadi titik keberadaan korban.

“Pencarian ini kami lakukan secara maksimal dengan mengerahkan Tim K9 serta berkoordinasi dengan personel Polres Solok, masyarakat dan keluarga korban. Korban akhirnya berhasil ditemukan dan selanjutnya dievakuasi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKBP Andre Anas.
Ia mengatakan, koordinasi antara personel kepolisian, masyarakat dan keluarga korban menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pencarian. Informasi yang diberikan masyarakat dan keluarga turut membantu tim dalam menentukan titik-titik penyisiran di lapangan.

Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, masyarakat dan keluarga korban yang turut mendukung proses pencarian hingga jenazah berhasil ditemukan.
“Polda Sumbar terus memberikan dukungan dalam proses pencarian dan penanganan korban bencana, termasuk dengan mengerahkan personel dan kemampuan khusus Tim K9. Selanjutnya, proses identifikasi dan pemeriksaan dilakukan sesuai ketentuan,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Ia menambahkan, Polda Sumbar bersama jajaran dan seluruh unsur terkait akan terus mendukung setiap tahapan penanganan pascabencana, mulai dari pencarian, evakuasi hingga proses identifikasi korban.

“Polri akan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam setiap tahapan penanganan bencana, dengan mengedepankan keselamatan personel, korban maupun masyarakat serta memastikan seluruh proses berjalan secara humanis dan profesional,” pungkasnya.


AROSUKA (RangkiangNagari) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur yang terdampak bencana sekaligus memastikan proses pemulihan dan perbaikan dapat segera dilakukan.

Dalam kunjungannya, Wapres menekankan agar pemulihan akses utama dan infrastruktur terdampak dipercepat.

Hal ini dinilai penting untuk menjaga mobilitas dan keselamatan masyarakat, sekaligus memastikan distribusi bantuan serta pelayanan pemerintahan dapat kembali berjalan.
“Prioritas sekarang, akses utama harus segera pulih. Kita pastikan jalur yang digunakan masyarakat aman, sehingga mobilitas warga, distribusi bantuan, dan pelayanan pemerintahan bisa kembali berjalan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ungkapnya.

Saat meninjau Jembatan Arosuka yang menjadi salah satu akses penghubung Kota Padang dan Kabupaten Solok, Wapres menginstruksikan agar kebutuhan sarana dan prasarana jembatan, termasuk ruas jalan di sekitarnya yang terdampak banjir, segera ditangani.
“Akses utama jalan dan jembatan harus dipulihkan secepat mungkin. Utamakan juga aspek keselamatan warga yang melintas,” tegasnya.

Dari infrastruktur penghubung antardaerah, peninjauan kemudian dilanjutkan ke fasilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Saat mengunjungi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok yang turut terdampak banjir bandang, Wapres meminta dilakukan pendataan secara menyeluruh terhadap fasilitas pemerintahan yang mengalami kerusakan.

Banjir bandang yang terjadi pada Senin malam (21/9/2026) dilaporkan merusak sedikitnya 12 bangunan perkantoran di wilayah Kabupaten Solok.
Pendataan diperlukan untuk menentukan bentuk penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan tingkat urgensinya.

Wapres juga menegaskan agar kerusakan fasilitas pemerintahan tidak sampai menghambat pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk fasilitas penyelenggaraan pemerintahan yang terdampak, segera didata, mana yang membutuhkan penanganan darurat, mana yang membutuhkan perbaikan permanen. Hal yang paling penting, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai berhenti,” pintanya.

Menurut Wapres, pemulihan pascabencana tidak berhenti setelah air surut. Material banjir berupa lumpur, pasir, batu, kayu hingga longsoran harus segera dibersihkan agar akses masyarakat dapat kembali terbuka.

Pemulihan juga perlu dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi terhadap berbagai sektor terdampak, mulai dari jalan dan jembatan, kawasan permukiman, lahan pertanian, masjid, fasilitas umum hingga kantor pemerintahan.
Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas masyarakat, distribusi bantuan, serta pelayanan publik dapat kembali berjalan secara normal.

Sejalan dengan arahan tersebut, dalam rapat koordinasi penanganan dampak banjir bandang di Posko Utama, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas yang perlu segera ditindaklanjuti pada tahap pemulihan.

Salah satu kebutuhan tersebut adalah pembangunan sabo dam sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana ke depan. Selain itu, pemerintah daerah juga memprioritaskan perbaikan berbagai fasilitas yang terdampak banjir bandang.

“Rencana pembangunan sabo dam ke depan ini penting. Selain itu, perbaikan gedung kantor yang berkaitan dengan pelayanan publik, perbaikan sawah, rumah, dan masjid,” ujarnya.

Percepatan penanganan di berbagai sektor tersebut diharapkan dapat memulihkan akses dan layanan dasar masyarakat, sekaligus mendukung kembalinya aktivitas warga secara bertahap setelah bencana.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.