Latest Post

Solsel (RangkiangNagari) - Ketua PKK Solok Selatan yang mana sekaligus selaku Ketua TP Posyandu dan Dekranasda Ny. Hj. Erniati Khairunas yang hadir bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Solok Selatan Diary Haes, SE serta pengurus TP-PKK, TP Posyandu dan Dekranasda Solok Selatan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum TP-PKK Pusat Ibu Tri Tito Karnavian. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tujuan dari kegiatan ini.


"Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan pembagian peran masing-masing lembaga. Sinergi bukan berarti menyamakan tugas dan fungsi masing-masing lembaga justru sebaliknya. Yaitu untuk memperkuat pembagian peran dan tugas lembaga itu sendiri
Kegiatan inipun merupakan kesempatan berbagi pengalaman Ketua TP-PKK, TP Posyandu dan Dekranasda se-Indonesia Bagian Barat yang memiliki berbagai karakteristik yang beragam," jelasnya.

Dikesempatan sebelumya, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemdagri DR. Ir. Restuardy Daud, M.Sc., CGRE selaku Ketua Panitia mengatakan TP-PKK, TP Posyandu dan Dekranasda ini merupakan 3 komponen sosial yang tertata dan mempunyai peran yang jelas
Tujuannya adalah menyamakan pemahaman hubungan kerja dan sinkronisasi kebijakan dan kelembagaan antara pusat dan daerah," jelasnya.


Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan 4 materi yaitu :
1.    Arah Kebijakan Pembangunan Nasional dalam Penguatan Kelembagaan Dekranasda, PKK dan Posyadu bersama Teni Widuriyanti selaku Sekretaris Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris UtamaBappenas
2.    Transformasi Tata Kelola Gerakan PKK dan Posyandu (Memperkuat Kelembagaan, Kepemimpinan, dan Akuntabilitas TP-PKK dan TP-Posyandu di Daerah) bersama Dr. Drs. La Ode Ahmad P Bolombo, AP., M. Si selaku Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri
3.    Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Perencanaan Program dan Kegiatan yang Mendukung Pelaksanaan Kegiatan Dekranasda, PKK dan Posyandu bersama DR. Ir. Restuardy Daud, M.SC.,CGRE selaku Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri
4.    Strategi Penganggaran Daerah dalam Mendukung Pelaksanaan Kegiatan Dekranasda, TP-PKK dan TP Posyandu bersama DR. Drs. Agus Fatoni, M.SI selaku Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kemendagri.

Kegiatan inipun ditutup dengan penyusunan rencana kerja tindak lanjut Dekranasda, PKK dan Posyandu yang menjadi acuan seluruh provinsi dan Kab/Kota dalam penyusunan program kerja tahun 2027.




Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memastikan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 dilakukan secara terukur, efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi dalam jawaban terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas Nota Pengantar Rancangan APBD Kabupaten Solok Selatan Tahun Anggaran 2027 dalam sidang paripurna di Kantor DPRD, Kamis (17/9).


"Keterbatasan kemampuan fiskal tidak boleh mengurangi orientasi APBD terhadap pelayanan dan kebutuhan masyarakat. Setiap alokasi belanja akan diarahkan berdasarkan program prioritas, kemampuan keuangan daerah, serta indikator kinerja yang terukur," kata Yulian dalam jawaban yang disampaikan.
Menurutnya, belanja daerah akan diprioritaskan pada program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya program strategis, pelayanan publik, pendidikan, peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, serta sarana dan prasarana umum.

Selain itu, pemerintah kabupaten akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran guna memastikan setiap program berjalan sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.

“Pemerintah kabupaten akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan memastikan setiap program dilaksanakan sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah demi terwujudnya pembangunan Kabupaten Solok Selatan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” katanya
Meski begitu, saat ini pemerintah mengakui bahwa masih terbatasnya informasi mengenai rincian alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Untuk sementara, pemerintah daerah menggunakan alokasi transfer Tahun Anggaran 2026 sebagai asumsi dalam penyusunan RAPBD 2027. Namun, angka tersebut masih akan disesuaikan dengan kebijakan dan alokasi TKD Tahun Anggaran 2027 yang ditetapkan pemerintah pusat.


Hal serupa juga berlaku terhadap pemenuhan persentase mandatory spending, khususnya alokasi belanja pegawai dan belanja infrastruktur sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

“Untuk pemenuhan persentase alokasi belanja mandatory seperti belanja pegawai dan belanja infrastruktur sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat,” terangnya
Pemerintah daerah menyebut, berdasarkan hasil RDP Kemendagri dengan Komisi II DPR RI yang menjadi rujukan dalam jawaban tersebut, persentase mandatory spending akan diatur dalam Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027.

Karena itu, Pemkab Solok Selatan akan melakukan penyesuaian setelah kebijakan dan alokasi dari pemerintah pusat tersedia. Langkah tersebut dilakukan agar struktur APBD tetap sehat, kredibel, responsif dan mampu mendukung pencapaian target pembangunan.


Solsel (Rangkiangnagari) – Pemerintah Kabupaten tengah mempersiapkan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XLII Tingkat Kabupaten Solok Selatan. Direncanakan akan dihelat pada awal November 2026 di Kecamatan Sangir Jujuan.

Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi mengatakan pelaksanaan MTQ menjadi bagian dari pembinaan generasi Qurani Solok Selatan. Ini sejalan dengan program unggulan yang digalakkan pemerintah, Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz.

"Anak-anak kita tidak hanya dibina, tetapi juga perlu diuji dan diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Salah satunya melalui berbagai perlombaan dan kegiatan MTQ," kata Yulian dalam Rapat Persiapan MTQ Nasional di kantornya, Senin (21/9).
Pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten ini, lanjutnya, juga menjadi bagian dari evaluasi sekaligus proses menjaring qori dan qoriah terbaik yang nantinya dapat mewakili Solok Selatan pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat.


Yulian yang juga merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten berharap agar MTQ kali ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pembinaan Al-Qur’an di daerah
"Kita selalu mengikuti MTQ tingkat Sumatera Barat, karena itu, melalui MTQ ini kita berharap lahir qori dan qoriah terbaik dari Solok Selatan yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah," imbuhnya.

MTQN tahun ini direncanakan berlangsung selama empat hari dengan mempertandingkan 14 kategori cabang lomba.

Kepala Kantor Kemenag Solok Selatan Fitriyoni, menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga bagian dari upaya pembinaan generasi Qur’ani di daerah
Rapat dipimpin langsung Sekretaris Daerah, Dr. H. Syamsurizaldi, diikuti jajaran Kemenag Solok Selatan, Camat, dan OPD terkait


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.