Latest Post

Padang Aro (Rangkiangnagari) - Dari dapur sederhana hingga mendatangkan penghasilan tambahan untuk keluarga, Dasawisma Mawar IV Jorong Sinar Paninjauan Nagari Sungai Kunyit Barat

Sangir Balai Janggo membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari unit terkecil masyarakat.

Setelah mengambil posisi pertama Dasawisma Berprestasi tingkat Kabupaten Solok Selatan, kini dasawisma ini menerima kunjungan dari Tim Penilai Lomba Koordinator Dasawisma Berprestasi Tingkat Sumatera Barat. Dasawisma ini pun bersaing dengan daerah lain untuk memperebutkan posisi pertama tingkat provinsi. 

Kunjungan ini dipimpin oleh Staf Ahli TP-PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Detta Vasco saat berkunjung ke Dasawisma Mawar IV pada Kamis (30/4/2026) siang.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi, menyampaikan bahwa Dasawisma merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat dari tingkat paling dasar. 

“Dari dasawisma, kita bisa melihat bagaimana kualitas hidup masyarakat dibangun dari tingkat paling dasar. Kami berharap program ini benar-benar dilaksanakan secara optimal oleh semua pihak,” ujar Yulian Efi.

Kegiatan visitasi ini merupakan bagian dari proses penilaian lomba dasawisma tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran tim penilai disambut hangat oleh masyarakat sekitar yang menunjukkan kekompakan serta partisipasi aktif dalam mendukung program pemberdayaan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Solok Selatan Ny. Erniati Khairunas, menyampaikan harapan agar proses penilaian berjalan obyektif dan memberikan hasil terbaik bagi daerah. 

Erniati mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terhadap program penguatan dasawisma di seluruh wilayah.

Saat ini terdapat 2.689 kelompok dasawisma yang tersebar di 227 jorong, dan 368 kelompok berada di Kecamatan Sangir Balai Janggo.

“Kami berharap Dasawisma Mawar IV ini dapat menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ungkap Erniati.

Lebih lanjut, Erniati mengungkapkan inovasi TP-PKK Solok Selatan terkait Dasawisma, yaitu aplikasi SIMSALABIM (Sistem Informasi Dasawisma Langsung Bermanfaat Inovatif Mandiri) akan menjadi bagian dari “Satu Data Solok Selatan.

“Aplikasi ini tidak hanya berisikan data warga kelompok Dasawisma sesuai format buku wajib dasawisma, tetapi juga akan memberikan informasi tentang berbagai bantuan masyarakat yang telah diterima bahkan melalui kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik, informasi Desil Rumah Tangga sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN),” terangnya. 

Sementara itu, Ketua Rombongan Tim Penilai Dasawisma Provinsi Sumatera Barat, Dianita Maulin Vasco, menyampaikan penghargaan atas masyarakat hangat serta kekompakan berbagai warga dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami sangat terkesan dengan perayaan hangat masyarakat di sini. Selain itu, rendang yang disajikan juga sangat enak,” ujarnya.

Ia menambahkan, penilaian dasawisma memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya standar hidup sehat serta peningkatan kesejahteraan keluarga di masyarakat tengah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kelompok dasawisma di Kabupaten Solok Selatan semakin termotivasi untuk meningkatkan peran aktif dalam pembangunan berbasis keluarga. (Dt)

Padang Aro (Rangkiangnagari) - Sebanyak 45 orang jamaah haji asal Kabupaten Solok Selatan dilepas oleh Pemerintah Kabupaten. Jamaah asal Solok Selatan masuk dalam kloter sembilan yang akan berangkat dari embarkasi Padang bersama dengan calon jamaah dari dua daerah lainnya.

Seluruh jamaah ini terdiri dari 42 orang jamaah reguler dan tiga orang petugas haji dari daerah. Rencananya seluruh jamaah akan diberangkatkan dari Solok Selatan ke embarkasi Padang pada Sabtu (2/5/2026) dan berangkat baitullah pada Minggu (3/5/2026).

Bupati Solok Selatan H. Khairunas menyampaikan selamat menuaikan ibadah kepada seluruh jamaah yang akan berangkat, termasuk petugas haji yang akan berangkat tahun ini.

"Selamat menunaikan rukun islam yang kelima kepada seluruh jamaah. Banyak-banyaklah berdoa dan memohon kepada Allah selama di Tanah Haram. Kami titip doa semoga Kabupaten Solok Selatan semakin baik dan doakan juga masyarakat yang sudah mendaftar bisa segera dipanggil pada ibadah haji selanjutnya," kata Khairunas saat Pelepasan Jamaah Haji di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (30/4/2026).

Dirinya juga berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga Kesehatan selama menunaikan rukun haji. Juga kepada para petugas haji agar bisa menjalankannya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Solok Selatan H. Afdal Dinilhaq menyampaikan jamaah haji Solok Selatan yang berasal dari seluruh kecamatan di Solok Selatan.

“Tahun ini menjadi jamaah haji terbanyak asal Solol Selatan. Jamaah tertua berusia 85 tahun dan yang termuda berusia 24 tahun. Terdapat 10 orang jamaah lanjut usia, yang berusia lebih dari 65 tahun pada keberangkatan kali ini.,” jelas Afdal.

Afdal pun berharap pelaksanaan haji ini bisa berjalan lancar dan sukses serta jauh dari kesilapan. Seluruh jamaah juga diharapkan bisa sehat saat berangkat dan kembali lagi ke tanah air. 

PADANG (RangkiangNagari) - Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Muhammad Fautiaz Fauzi, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pendidikan karakter dan pelestarian budaya di tingkat sekolah dasar. Melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), ia merealisasikan bantuan berupa matras untuk 26 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di Kecamatan Koto Tangah.
Penyerahan bantuan yang dilaksanakan pada Rabu (29/4) ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sarana prasarana olahraga bagi siswa di wilayah tersebut.

Muhammad Fautiaz Fauzi menjelaskan bahwa bantuan matras ini memiliki fungsi yang beragam atau multifungsi bagi sekolah. Namun, fokus utama dari pengadaan sarana ini adalah untuk menunjang latihan silat bagi para murid. Menurutnya, keberadaan matras yang memadai sangat krusial sebagai permulaan pilot project di Koto Tangah guna memastikan anak-anak dapat berlatih dengan aman dan nyaman tanpa risiko cedera yang berarti.

Lebih lanjut, politisi muda ini menekankan bahwa olahraga silat bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana pembentukan karakter anak bangsa. Program ini dinilai sangat selaras dengan falsafah Minangkabau yang menjunjung tinggi keseimbangan antara ilmu bela diri dan ilmu agama. Dengan dukungan penuh dari DPRD Kota Padang, khususnya Komisi IV, ia berharap tradisi silat dapat terus dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun kepada generasi mendatang.
Untuk tahap awal ini, sebanyak 26 set matras (terdiri dari 50 lembar) dibagikan kepada 26 sekolah dasar di Koto Tangah. Fautiaz menegaskan bahwa ini barulah permulaan, karena ke depannya ia menargetkan seluruh sekolah dasar di kecamatan tersebut akan mendapatkan fasilitas serupa. Ia ingin memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal dalam mendapatkan dukungan sarana olahraga agar pemanfaatan matras ini bisa dirasakan secara merata oleh seluruh siswa.
Tak hanya sekadar memberikan bantuan sarana, Fautiaz juga telah merancang keberlanjutan program ini melalui penyelenggaraan event atau pertandingan secara berkala. Ia berencana menyuarakan aspirasi ini kepada Wali Kota Padang agar kegiatan olahraga seperti "Fadly Amran Cup" atau turnamen tingkat kota lainnya dapat terlaksana. Dengan adanya kompetisi, motivasi anak-anak untuk berlatih akan semakin tinggi dan bakat-bakat muda akan terus bermunculan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menilai kondisi sarana prasarana di banyak sekolah saat ini masih membutuhkan perhatian, sehingga bantuan matras sangat membantu menghidupkan kembali gairah bersilat di sekolah-sekolah. Selain untuk olahraga, Fauzi menyebut matras ini bisa digunakan secara serbaguna, termasuk sebagai alas untuk melaksanakan salat berjamaah di sekolah.
Fauzi Bahar juga menekankan pentingnya mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan pada gadget. Menurutnya, pendidikan anak harus seimbang antara asah otak (ilmu pengetahuan), asah dada (agama dan mental), serta asah fisik melalui olahraga. Sebagai bentuk dukungan nyata, ia menyatakan kesiapannya untuk menurunkan pelatih-pelatih silat berpengalaman ke sekolah-sekolah guna memastikan pembinaan berjalan dengan standar yang baik.
Harapan besar digantungkan pada bantuan ini agar dapat bertahan dan digunakan dalam jangka panjang, bahkan hingga 5 atau 10 tahun ke depan. Selain untuk silat, matras ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ekstrakurikuler lainnya seperti senam dan seni tari. Dengan fasilitas yang mumpuni, diharapkan lahir generasi muda dari Koto Tangah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap budaya Minangkabau.

 

#Rn

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.