Pelatih Maroko Akui Keunggulan Kualitas Pemain Prancis
JAKARTA (RangkiangNagari) - Pelatih timnas Maroko Mohamed Ouahbi mengakui keunggulan kualitas pemain-pemain Prancis setelah timnya kalah 0-2 pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Boston Stadium, Amerika Serikat, Jumat.
Meski mampu meredam serangan Prancis di babak pertama, namun gol dari Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele membuat Maroko harus menerima kekalahan mereka.
"Kami harus mengakui bahwa kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Kami sangat kesulitan pada babak pertama, dan penyelamatan penalti Bounou membuat kami tetap bertahan dalam pertandingan. Pada babak kedua kami bertahan lebih baik dan lebih tenang saat menguasai bola. Pada akhirnya, itu ditentukan oleh aksi individu luar biasa dari Mbappe," ujar Ouahbi yang dilansir dari FIFA.
Ouahbi mengaku kecewa dengan hasil tersebut, tetapi menilai timnya telah memberikan kemampuan terbaik di tengah keterbatasan skuad.
Ia menyoroti minimnya opsi pemain di bangku cadangan ketika tim diterpa cedera, absennya sejumlah pemain, serta kelelahan akibat padatnya jadwal pertandingan.
Meski langkah Maroko terhenti di perempat final, Ouahbi optimistis masa depan sepak bola negaranya tetap cerah apabila perkembangan tim terus berlanjut.
Ia menegaskan timnya datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi menjadi juara, tetapi harus menerima kenyataan kalah dari salah satu tim unggulan.
"Tentu kami ingin menang dan sudah melakukan segalanya, tetapi kami menghadapi lawan yang sangat sulit," ucap Ouahbi.
Pelatih berusia 48 tahun itu juga menegaskan bahwa perjuangan Maroko tidak hanya mewakili negaranya, tetapi juga membawa harapan masyarakat Maroko serta banyak pendukung dari Asia dan Afrika.
"Banyak orang melihat diri mereka pada tim ini, dan kami akan terus bekerja untuk memenangkan gelar di masa depan," tutur Ouahbi.



