APRI Kabupaten Pesisir Selatan Gelar Muzakarah
Painan (Rangkiangnagari) – Dalam rangka memperkuat sinergi, meningkatkan kompetensi, serta mempererat ukhuwah antar penghulu, Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Muzakarah Penghulu pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Pandan View Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, H. Yufrizal, S.Ag., M.HI., Plt. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Yossef Yuda, S.HI., M.HI., serta seluruh penghulu yang bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pesisir Selatan.
Muzakarah ini diprakarsai oleh APRI Kabupaten Pesisir Selatan di bawah kepemimpinan Ketua APRI Kabupaten Pesisir Selatan, Nofri Yendra, S.HI., MH. Kegiatan tersebut menjadi forum strategi bagi para penghulu untuk berdiskusi, bermusyawarah, berbagi pengalaman, serta menyamakan persepsi dalam menghadapi dinamika pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua APRI Kabupaten Pesisir Selatan, Nofri Yendra, S.HI., M.HI., menyampaikan bahwa penghulu merupakan garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada bidang pencatatan nikah, bimbingan perkawinan, pembinaan keluarga sakinah, serta pelayanan keagamaan lainnya. Oleh karena itu, melalui muzakarah ini diharapkan lahir berbagai gagasan dan solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang semakin profesional, responsif, dan berintegritas.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, H. Yufrizal, S.Ag., M.HI., dalam arahannya mengajak seluruh penghulu untuk terus menjaga semangat pengabdian serta bekerja dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan integritas.
H. Yufrizal, S.Ag, M.HI, menyampaikan pesan yang sangat inspiratif melalui Filosofi Pensil, sebuah filosofi sederhana namun sarat makna bagi setiap aparatur sipil negara dan pelayan masyarakat.
Menurutnya, pensil tidak akan mampu menghasilkan tulisan yang indah tanpa ada tangan yang mengarahkannya. Begitu pula seorang penghulu, sehebat apa pun kemampuan yang dimiliki, hendaknya selalu menjadikan Allah SWT sebagai penuntun utama serta menjadikan Al-Qur'an, Sunnah Rasulullah SAW, dan peraturan perundang-undangan sebagai pedoman dalam setiap langkah pengabdian.
Selanjutnya H. Yufrizal, S.Ag, M.HI, mengibaratkan bahwa pensil harus diraut agar menjadi tajam. Prosesnya memang terasa berat, namun justru menjadikan pensil mampu menghasilkan tulisan yang lebih baik. Demikian pula seorang penghulu harus siap menghadapi berbagai tantangan, kritik, evaluasi, pendidikan, pelatihan, maupun pelatihan sebagai proses pendewasaan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Jadilah seperti pensil yang terus memberikan manfaat melalui setiap goresannya. Sekalipun suatu saat menjadi pendek karena sering digunakan, nilai manfaatnya justru semakin besar bagi orang lain. Demikian pula seorang penghulu, semakin lama mengabdi niatnya semakin banyak memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara, tuturnya.
Kegiatan muzakarah berlangsung secara interaktif melalui diskusi, penyampaian berbagai isu aktual kepenghuluan, serta penyusunan langkah-langkah strategi untuk meningkatkan pelayanan timbal balik di lingkungan KUA se-Kabupaten Pesisir Selatan.
Melalui kegiatan ini diharapkan semakin terbangun soliditas antar penghulu, meningkatnya kompetensi profesional, serta terwujudnya pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Sejalan dengan semangat reformasi birokrasi Kementerian Agama, APRI Kabupaten Pesisir Selatan berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kepenghuluan yang berkualitas, menjaga marwah institusi, serta mewujudkan keluarga Indonesia yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah (SAMARA) menuju masyarakat yang religius, harmonis, dan abadi.





