Latest Post


Dony Oskaria Kepala Badan Pengaturan BUMN

Jakarta (Rangkiangnagari) - PT PLN (Persero) akan memangkas puluhan entitas usaha dalam grup perusahaan dalam dua tahun ke depan. Targetnya, tersisa sekitar 23 entitas usaha dalam grup PLN pada tahun 2028.

Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pemangkasan entitas usaha PLN menjadi upaya perampingan jumlah perusahaan pelat merah. Langkah ini menjadi salah satu fokus utama dalam memperkuat kinerja perusahaan melalui program percepatan  streamlining  PLN Group melalui konsolidasi, divestasi, rekonstruksi portofolio bisnis, serta penyederhanaan struktur usaha.

“Percepatan transformasi nasional dan penguatan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi,” ujar Dony, mengutip keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).

Hingga tahun 2028, PLN menargetkan jumlah entitas usaha dapat dirampingkan dari 44 entitas menjadi 23 entitas. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi.

Dony menyampaikan, selain transformasi korporasi, PLN juga melaporkan perkembangan implementasi RUPTL 2025–2034 yang menunjukkan kemajuan positif. Dari total proyek yang direncanakan, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap eksekusi.

“Capaian tersebut mencerminkan komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional. Mulai dari pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat,” tutur Chief Operating Officer (COO) Danantara ini.

Dony juga menyoroti langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan pasca-gangguan yang terjadi di Sumatera. PLN terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem guna meningkatkan pasokan listrik.

Sejumlah strategi proyek tengah disiapkan, termasuk penguatan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatera, pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai wilayah guna memperkuat ketahanan sistem dan meminimalkan risiko gangguan di masa mendatang.

“Melalui transformasi korporasi nasional yang berkelanjutan, percepatan implementasi RUPTL, dan penguatan sistem kelistrikan, PLN diharapkan semakin siap menjalankannya sebagai penyedia energi listrik nasional yang andal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan agenda transisi energi Indonesia,” tandas Dony.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengungkap penataan badan usaha milik negara (BUMN). Sebanyak 180 perusahaan negara telah ditata, mulai dari merger, konsolidasi, hingga pembubaran.

Langkah ini dilakukan bersama Danantara Asset Management (DAM). Hal tersebut juga sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi dan transformasi perusahaan pelat merah.

"Hingga saat ini, sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah ditata melalui berbagai skema. Mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran," ujar Dony, mengutip keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Dia mengatakan, penataan tersebut menjadi bagian dari transformasi menyeluruh untuk menyederhanakan struktur korporasi, mengurangi tumpang tindih bisnis, serta memastikan setiap entitas memiliki peran yang jelas dalam menciptakan nilai ekonomi dan mendukung penguatan daya saing nasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara ini juga menegaskan percepatan transformasi BUMN harus dilakukan melalui penataan fundamental yang terukur, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.

“Streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan masyarakat,” ujar Dony.

BP BUMN dan Danantara membahas percepatan penyelesaian struktur perusahaan yang masih belum optimal, termasuk penguatan tata kelola, penajaman arah bisnis, dan optimalisasi aset. Selain itu, dilakukan penataan terhadap struktur perusahaan yang dinilai masih tumpang tindih agar dapat bergerak lebih lincah, profesional, dan kompetitif dalam menghadapi dinamika pasar.(Lip.6).


Padang Aro (Rangkiangnagari) - Berbagai inovasi yang dilakukan TP-PKK Nagari Sungai Kunyit Barat Kecamtan Sangir Balai Janggo mengantarkannya menjadi perwakilan Kabupaten Solok Selatan ke tingkat Provinsi Sumatera Barat. Inovasi yang dilakukan ini bertujuan untuk mendorong perekonomian keluarga hingga pembangunan sumber daya manusia.

Dalam paparan yang disampaikan Ketua TP-PKK Nagari Sungai Kunyit Barat Ny. Metalia Silfiana Dasral, inovasi yang dijalankan oleh empat kelompok kerja (Pokja) di tingkat nagari dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan keluarga serta pengembangan kegiatan sosial dan lingkungan. 

“Seperti misalnya kami memiliki program Saripah atau Sampah Jadi Berkah. Ini merupakan program untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik, dimana pelatihan ini kami lakukan bersama Pemerintah Nagari melalui pelatihan dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat,” kata Metalia mengunjungi Tim Penilai Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Nagari Sungai Kunyit Barat, Kamis (4/6/2026).

Kemudian, program Saruna atau Satu Rumah Satu Nangka menjadi upaya meningkatkan ketahanan pangan, ekonomi kelurga dan penghijauan lingkungan.

Nangka hasil panen ini kemudian diolah dan dijadikan produk UP2K yang dapat mendorong perekonomian keluarga.

Pada bidang pembangunan sumber daya manusia, program seperti Gerakan Nagari Perangi Narkoba (GENPAR), IREMA atau Ikatan Remaja Masjid, dan Genma Seni Nagari menjadikan generasi muda di Sungai Kunyit Barat untuk aktif daripada melakukan kegiatan yang menyimpang dan melanggar hukum.

PKK Nagari ini juga mendorong seluruh generasi mudanya untuk terus menuntut ilmu melalui program SURAT BASAH alias Sukun Barat Wajib Sekolah dan Berijazah. Kemudian juga mendorong literasi, bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok Selatan. Inovasi ini telah diterapkan oleh Dasawisma melalui inovasi Rumah Baca. Selain menggunakan buku juga menggunakan aplikasi E-Solok Selatan dimana seluruh kategori buku sudah ada di aplikasi tersebut.

Digitalisasi juga tak luput dari seluruh kegiatan. Beberapa program digitalisasi yang dilakukan mulai dari SIMSALABIM yang merupakan Inovasi unggulan PKK Kabupaten Solok Selatan sebagai sistem satu data Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.

Seluruh Dasawisma se-Solok Selatan telah diinput di aplikasi Simsalabim begitu juga dengan 33 Dasawisma di Nagari Sungai Kunyit Barat telah terinput 100%.

Kemudian juga ada PKK Go Digital, yakni mendigitalisasi seluruh kegiatan pelatihan dan program kerja PKK secara online baik berupa publikasi di media sosial, web, daftar hadir online dan tentunya melalui SIDABA yang sudah diaplikasikan oleh Dasawisma, dengan memasang Barcode SIDABA di setiap rumah. 

“Dalam menjalankan kegiatan PKK ini kami didukung penuh oleh Pemerintah Nagari Sungai Kunyit, mulai dari dukungan regulasi dalam menerbitkan Keputusan Pembentukan Dasawisma hingga dukungan anggaran PKK dengan memasukan program kerja PKK ke dalam APB Pemerintah Nagari Sungai Kunyit Barat. Kami juga bersinergi dengan Perusahaan swasta yang terdapat di nagari,” tutupnya. (Dt)

Padang Aro (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyambut baik berbagai kegiatan PKK yang dilaksanakan hingga tingkat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Pasalnya, tak hanya ikut berkontribusi dalam menyukseskan program pemerintah, juga menjadi ujung tombak dalam pemberdayaan keluarga dan masyarkat.

Hal ini disampaikan Bupati Solok Selatan H. Khairunas dalam perayaannya saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Nagari Sungai Kunyit Barat, Kamis (4/6/2026).

“PKK menjadi ujung tombak pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Sehingga penilaian ini bukan hanya sebagai ajang perlombaan namun juga menjadi sarana evaluasi, pelatihan, dan motivasi agar terlaksananya program pokok PKK semakin berkualitas dan inovatif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Solok Selatan,” kata Khairunas siang ini.

Menurutnya, dengan terpilihnya TP-PKK Nagari Sungai Kunyit Barat ke ajang provinsi, menjadi bukti komitmen dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat. Sebab, program PKK tidak hanya mencakup semangat bela negara, namun juga mengasah keterampilan, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan hidup.

“Melalui momentum penilaian ini mari kita jadikan PKK sebagai gerakan bersama yang mampu menjawab tantangan pembangunan, mulai dari sumber daya manusia, ketahanan pangan keluarga, dan kesehatan masyarakat dan lainnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Selatan Ny. Erniati Khairunas menyebut bahwa Nagari Sungai Kunyit Barat tahun ini menjadi yang terbaik dari hasil monitoring dan evaluasi rutin Gerakan PKK yang dilakukan setiap tahun.

Terlebih lagi pada bulan lalu, nagari ini juga mewakili Kabupaten Solok Selatan dalam lomba Dasawisma Berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat berkat program pemberdayaan ekonomi keluarganya.

“Mudah-mudahan Nagari Sungai Kunyit Barat ini mendapat hasil maksimal sesuai dengan usaha yang telah dikerahkan supertim dan gotong royong,” kata Erniati.

Dalam Waktu yang sama, Tim Juri dari PKK Provinsi Sumatera Barat Daslinar menyebut bahwa sinergi yang terbangun antara Kader PKK dengan perangkat daerah sangat menentukan keberhasilan terlaksananya kegiatan PKK yang pada dasarnya adalah dari oleh dan untuk masyarakat.

“Dampak kegiatan PKK ini jika berhasil akan dirasakan juga akan ada dalam keluarga sendiri,” tutupnya. (Dt)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.