LifeStyle
[Lifestyle][column2][#000000]
Kabupaten Solok (Rangkingnagari) - Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, secara resmi membuka kegiatan Alek Buru Babi yang dilaksanakan di Nagari Kuncia, Kabupaten Solok, Minggu (11/10)
Kegiatan Alek Buru Babi merupakan salah satu tradisi yang masih terjaga di tengah masyarakat Minangkabau. Selain menjadi bagian dari kearifan lokal, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Kehadiran Bupati Solok dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian tradisi dan budaya lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Solok.
Kegiatan ini juga diikuti oleh Anggota DPRD Kabupaten Solok, Boy Falma, Anggota DPRD Kota Solok Ardi Alhakim sekaligus Pengurus PORBI.
Melalui kegiatan Alek Buru Babi ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong terus terpelihara, sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Solok terus mendorong pelestarian adat dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembayaran retribusi selancar secara host to host antara Bank Nagari dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai di Selasar Kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (14/10).
Kegiatan itu dihadiri Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, Direktur Operasional Bank Nagari Zilfa Efrizon, Kepala Bank Nagari Cabang Mentawai David, beserta jajaran.
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Kepulauan Mentawai dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah melalui tema “Mentawai Surf and Soul”.
Promosi ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya peselancar yang menjadikan Mentawai sebagai salah satu destinasi wisata selancar.
Melalui digitalisasi retribusi, pemerintah daerah berharap pengelolaan kunjungan wisatawan dan penerimaan dari sektor pariwisata dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Pada kesempatan itu, Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon, mengatakan kerja sama tersebut tidak sekadar mengubah metode pembayaran retribusi dari manual menjadi digital. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari transformasi pengelolaan destinasi wisata menuju ekosistem pariwisata yang modern dan terintegrasi.
Menurutnya, penerapan sistem elektronik atau e-retribusi selancar diharapkan dapat meningkatkan akurasi data pengunjung, mempermudah transaksi, serta mendukung transparansi pengelolaan penerimaan daerah.
Zilfa menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kepulauan Mentawai beserta jajaran pemerintah daerah atas kepercayaan dan sinergi yang terus dibangun bersama Bank Nagari.
Ia menegaskan, Bank Nagari berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat digitalisasi transaksi serta memperluas penggunaan pembayaran nontunai di berbagai sektor ekonomi.
"Kami ingin kehadiran Bank Nagari tidak hanya terlihat pada kantor-kantor cabang dan layanan perbankan, tetapi benar-benar hadir di tengah aktivitas ekonomi masyarakat—di pasar, UMKM, pusat perdagangan, layanan pemerintah, hingga destinasi pariwisata," ujarnya.
Untuk mendukung pengembangan ekonomi di Kepulauan Mentawai, Bank Nagari memiliki jaringan layanan yang terdiri atas Kantor Cabang Mentawai di Tuapejat serta kantor cabang pembantu di Siberut, Sikakap, dan Sikabaluan.
Pembiayaan berbagai kebutuhan masyarakat sesuai kebijakan dan alokasi anggaran pemerintah daerah, termasuk peningkatan fasilitas pariwisata, kesehatan, dan pendidikan.
Rinto mengungkapkan, penerimaan retribusi selancar pada 2024, ketika pemungutan masih dilakukan secara manual, tercatat sekitar Rp9 miliar. Sementara itu, pada 2026, penerimaan retribusi selancar dilaporkan mencapai Rp13,4 miliar setelah penerapan digitalisasi.
Rinto berharap penerapan sistem pembayaran digital dapat semakin mengoptimalkan penerimaan daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap pengelolaan retribusi.
Melalui kolaborasi dengan Bank Nagari, Pemkab Kepulauan Mentawai berupaya membangun tata kelola pariwisata yang lebih transparan dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. (*)*