Latest Post

Padang Aro (Rangkiangnagari) - Sebanyak 45 orang jamaah haji asal Kabupaten Solok Selatan dilepas oleh Pemerintah Kabupaten. Jamaah asal Solok Selatan masuk dalam kloter sembilan yang akan berangkat dari embarkasi Padang bersama dengan calon jamaah dari dua daerah lainnya.

Seluruh jamaah ini terdiri dari 42 orang jamaah reguler dan tiga orang petugas haji dari daerah. Rencananya seluruh jamaah akan diberangkatkan dari Solok Selatan ke embarkasi Padang pada Sabtu (2/5/2026) dan berangkat baitullah pada Minggu (3/5/2026).

Bupati Solok Selatan H. Khairunas menyampaikan selamat menuaikan ibadah kepada seluruh jamaah yang akan berangkat, termasuk petugas haji yang akan berangkat tahun ini.

"Selamat menunaikan rukun islam yang kelima kepada seluruh jamaah. Banyak-banyaklah berdoa dan memohon kepada Allah selama di Tanah Haram. Kami titip doa semoga Kabupaten Solok Selatan semakin baik dan doakan juga masyarakat yang sudah mendaftar bisa segera dipanggil pada ibadah haji selanjutnya," kata Khairunas saat Pelepasan Jamaah Haji di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (30/4/2026).

Dirinya juga berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga Kesehatan selama menunaikan rukun haji. Juga kepada para petugas haji agar bisa menjalankannya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Solok Selatan H. Afdal Dinilhaq menyampaikan jamaah haji Solok Selatan yang berasal dari seluruh kecamatan di Solok Selatan.

“Tahun ini menjadi jamaah haji terbanyak asal Solol Selatan. Jamaah tertua berusia 85 tahun dan yang termuda berusia 24 tahun. Terdapat 10 orang jamaah lanjut usia, yang berusia lebih dari 65 tahun pada keberangkatan kali ini.,” jelas Afdal.

Afdal pun berharap pelaksanaan haji ini bisa berjalan lancar dan sukses serta jauh dari kesilapan. Seluruh jamaah juga diharapkan bisa sehat saat berangkat dan kembali lagi ke tanah air. 

PADANG (RangkiangNagari) - Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Muhammad Fautiaz Fauzi, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pendidikan karakter dan pelestarian budaya di tingkat sekolah dasar. Melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), ia merealisasikan bantuan berupa matras untuk 26 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di Kecamatan Koto Tangah.
Penyerahan bantuan yang dilaksanakan pada Rabu (29/4) ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sarana prasarana olahraga bagi siswa di wilayah tersebut.

Muhammad Fautiaz Fauzi menjelaskan bahwa bantuan matras ini memiliki fungsi yang beragam atau multifungsi bagi sekolah. Namun, fokus utama dari pengadaan sarana ini adalah untuk menunjang latihan silat bagi para murid. Menurutnya, keberadaan matras yang memadai sangat krusial sebagai permulaan pilot project di Koto Tangah guna memastikan anak-anak dapat berlatih dengan aman dan nyaman tanpa risiko cedera yang berarti.

Lebih lanjut, politisi muda ini menekankan bahwa olahraga silat bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana pembentukan karakter anak bangsa. Program ini dinilai sangat selaras dengan falsafah Minangkabau yang menjunjung tinggi keseimbangan antara ilmu bela diri dan ilmu agama. Dengan dukungan penuh dari DPRD Kota Padang, khususnya Komisi IV, ia berharap tradisi silat dapat terus dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun kepada generasi mendatang.
Untuk tahap awal ini, sebanyak 26 set matras (terdiri dari 50 lembar) dibagikan kepada 26 sekolah dasar di Koto Tangah. Fautiaz menegaskan bahwa ini barulah permulaan, karena ke depannya ia menargetkan seluruh sekolah dasar di kecamatan tersebut akan mendapatkan fasilitas serupa. Ia ingin memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal dalam mendapatkan dukungan sarana olahraga agar pemanfaatan matras ini bisa dirasakan secara merata oleh seluruh siswa.
Tak hanya sekadar memberikan bantuan sarana, Fautiaz juga telah merancang keberlanjutan program ini melalui penyelenggaraan event atau pertandingan secara berkala. Ia berencana menyuarakan aspirasi ini kepada Wali Kota Padang agar kegiatan olahraga seperti "Fadly Amran Cup" atau turnamen tingkat kota lainnya dapat terlaksana. Dengan adanya kompetisi, motivasi anak-anak untuk berlatih akan semakin tinggi dan bakat-bakat muda akan terus bermunculan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menilai kondisi sarana prasarana di banyak sekolah saat ini masih membutuhkan perhatian, sehingga bantuan matras sangat membantu menghidupkan kembali gairah bersilat di sekolah-sekolah. Selain untuk olahraga, Fauzi menyebut matras ini bisa digunakan secara serbaguna, termasuk sebagai alas untuk melaksanakan salat berjamaah di sekolah.
Fauzi Bahar juga menekankan pentingnya mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan pada gadget. Menurutnya, pendidikan anak harus seimbang antara asah otak (ilmu pengetahuan), asah dada (agama dan mental), serta asah fisik melalui olahraga. Sebagai bentuk dukungan nyata, ia menyatakan kesiapannya untuk menurunkan pelatih-pelatih silat berpengalaman ke sekolah-sekolah guna memastikan pembinaan berjalan dengan standar yang baik.
Harapan besar digantungkan pada bantuan ini agar dapat bertahan dan digunakan dalam jangka panjang, bahkan hingga 5 atau 10 tahun ke depan. Selain untuk silat, matras ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ekstrakurikuler lainnya seperti senam dan seni tari. Dengan fasilitas yang mumpuni, diharapkan lahir generasi muda dari Koto Tangah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap budaya Minangkabau.

 

#Rn

PADANG (RangkiangNagari) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Tim Pembina Samsat memperkuat sinergi pelayanan dengan menghadirkan kebijakan baru yang memudahkan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan meski data KTP tidak sesuai dengan STNK.
Kebijakan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Samsat Sumbar yang digelar di Aula Bapenda Sumbar, Rabu (29/4/2026).

Rakor dipimpin Kepala Bapenda Sumbar, Al Amin, bersama Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq dan Kepala Jasa Raharja Kanwil Sumbar Teguh Afrianto, serta diikuti jajaran Tim Pembina Samsat se-Sumbar.

Dalam arahannya, Al Amin menegaskan penguatan sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita membutuhkan kekompakan dari seluruh unsur Samsat. Dalam filosofi Minangkabau dikenal Tigo Tungku Sajarangan, tiga unsur harus berjalan seiring,” katanya.
Ia menjelaskan, kebijakan kemudahan pembayaran pajak tahunan merupakan solusi konkret atas kendala administratif yang selama ini dihadapi masyarakat

“Kita ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kewajibannya tanpa terhambat kendala administratif, namun tetap dalam koridor aturan,” katanya.

Melalui kebijakan tersebut, wajib pajak tetap dapat melakukan pembayaran dengan membawa identitas terbaru, STNK asli, serta mengisi surat pernyataan kesediaan melakukan balik nama kendaraan.
Menurutnya, langkah ini diharapkan mampu menekan angka tunggakan pajak sekaligus mendorong tertib administrasi kendaraan secara bertahap.

Sementara itu, Dirlantas Polda Sumbar menegaskan inovasi pelayanan harus tetap memperhatikan aspek keamanan dan kepatuhan hukum.
“Kemudahan layanan menjadi prioritas, namun tetap harus memperhatikan aspek safety dan kepatuhan hukum,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Jasa Raharja Sumbar menyampaikan adanya program Gebyar Pajak sebagai stimulus bagi wajib pajak agar lebih disiplin.
“Kami memberikan stimulus berupa undian emas dan helm bagi wajib pajak yang taat,” katanya.
Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara Bapenda Sumbar dan mitra dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat membayar pajak kendaraan.

Penghargaan

Selain itu, Rakor juga memberikan apresiasi kepada sejumlah unit pelayanan Samsat berprestasi, di antaranya Samsat Padang sebagai inovasi terbaik dan Samsat Bukittinggi sebagai kategori tersolid.
Melalui penguatan sinergi dan kebijakan adaptif ini, Pemprov Sumbar optimistis kualitas pelayanan Samsat akan semakin meningkat dan berdampak pada peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Penghargaan Kinerja Samsat Sebagai bagian dari evaluasi, Tim Pembina Samsat juga memberikan apresiasi kepada unit pelayanan berprestasi:

Kategori Samsat Inovasi Terbaik Peringkat

I: Samsat Padang Peringkat
II: Samsat Kota Pariaman Peringkat
III: Samsat Solok

Kategori Samsat Tersolid Peringkat

I: Samsat Bukittinggi Peringkat
II: Samsat Painan Peringkat
III: Samsat Simpang Ampek

Kategori Realisasi Pendapatan Tertinggi Peringkat

I: Samsat Padang Aro Peringkat
II: Samsat Pulau Punjung Peringkat
III: Samsat Lubuk Sikaping

Dengan penguatan sinergi dan lahirnya kebijakan yang lebih adaptif tersebut, Samsat Sumbar diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak di seluruh wilayah.

 

#Rn

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.