LifeStyle
[Lifestyle][column2][#000000]
Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Sekretaris Pemerintah Daerah Kabupaten Solok, Medison melantik dua Pejabat Jabatan Tinggi Pratama (JPT) dan Pejabat Fungsional di Aula Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Kamis (02/04).
Dua pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Muhammad Djoni, S.STP, M.Si sebagai Kepala Dinas Perhubungan dan Romi Hendrawan, S.Sos, M.Si sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok.
Selain itu, sebanyak 11 pejabat fungsional juga ikut dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. Di antaranya Muhammad Farhan sebagai Penguji Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan, Pratama Ramadhan sebagai Pengawas Koperasi Ahli Pratama di Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, serta Yossi Gustria sebagai Apoteker Ahli Pratama di Puskesmas Talang.
Selanjutnya, Riri Enggraini dilantik sebagai Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Pratama pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Solok, Adzany Jagat Raya sebagai Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintahan Daerah (P2UPD) Pratama pada Inspektorat Daerah, serta sejumlah tenaga pendidik yakni Erlin Devi, Desmi Warnies, Rizikni Maifitmi, Rangga Sudarma, Maita Levi Kurnia, dan Nova Vitria yang mengangkat guru ahli pratama di berbagai SD negeri di Kabupaten Solo.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam tiga aspek utama, yakni manajerial, keterampilan, dan sosial budaya.
Ia menyampaikan bahwa kemampuan manajerial menjadi tuntutan utama bagi ASN, baik pejabat struktural maupun fungsional, dalam mengelola sumber daya yang ada di lingkungan kerja masing-masing.
Selain itu, Medison juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi di era digital. Menurutnya, ASN yang tidak menguasai teknologi akan tertinggal, mengingat sistem pemerintahan saat ini telah berbasis digital dan aplikasi.
Tak kalah penting, kemampuan komunikasi juga menjadi perhatian. ASN dituntut mampu menyampaikan program dan kebijakan pemerintah secara efektif kepada masyarakat.
“Setiap pejabat adalah komunikator.Semakin tinggi jabatannya, maka semakin besar kebutuhan kemampuan komunikasi dan sosial budaya,” ujar Medison.
Pelantikan tersebut juga disertakan oleh Ketua Pansel, Drs. Bustamar, MM, Asisten III, Evanasri, staf ahli bupati, Irwan Efendi, Kepala BKPSDM Jufrisal, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.(Lz)
Pasaman (Rangkiangnagari) - Perhatian Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian di Pasaman tak luput serius dari upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat, setiap program dan kegiatan yang disusun dan akan dilaksanalan dipastikan selaras dengan visi-misi dan program unggulan yang telah dicanangkan.
Berbagai upayapun terus dilakukan, mulai dari pengawasan, evaluasi bahkan monitoring berkala dilakukan guna memastikan pelaksanaan kegiatan dan program selaras dengan yang telah dicanangkan.
“Kita pastikan semua program unggulan terlaksana secara maksimal dan bisa dirasakan oleh masyarakat Pasaman.” Ungkap Welly Suhery, Bupati Pasaman menanggapi dilaksanakannya rapat evaluasi dan pembahasan pelaksanaan program unggulannya. Rabu (1/4) di Balerong Pusako Anak Nagari, Lubuksikaping, Pasaman.
Bupati Welly Suhery menyampaikan bahwa sebelumnya seluruh kepala OPD telah melaksanakan program unggulan yang diampu oleh OPD yang di pimpinya. Lalu pada proses yang berjalan ini menjelang satu tahun kepimimpinannya berjalan Ia memastikan sekaligus mengetahui sudah berapa banyak program dan kegiatan yang terealisasi serta dapat dirasakan dan dimanfaatkan masyarakat.
"Ya! Sudah berjalan, menjelang tahun ini saya ingin memastikan seberapa persen realisasinya dan kebermanfaatannya bagi masyarakat.' Tukuk Welly Suhery.
Rapat evaluasi yang dihadiri Sekretaris Daerah, Para asisten dan kepala OPD itu secara detail memaparkan bentuk dan kemajuan program unggulan yang ada di OPD masing-masing. Dalam pembahasan itu juga mengenai permasalahan bedah dan langkah perbaikan untuk masa yang akan datang.
Sebelas program yang dimaksud adalah, bajak gratis dan tata kelola pupuk bersubsidi, pusat kreatifitas anak nagari, 1.000 lapagan kerja, pendidikan dan seragam gratis, rumah layak huni, gerakan nagari bangkit berbasis ABS-SBK, ASN Bangkit, Internet Gratis 3T, nagari tangguh ibencana, berobat dan ambulan gratis dan pelayanan kesehatan.
Rapat evaluasi yang dilaksanakan maraton dari pagi sampai malam itu Berjalan banyak karena semangat yang dibangun saat itu adalah bagaimana progres proggul ini sudah terlaksana dengan baik. (Tio)