Desember 2025

 






Gusti Candra Dirut Bank Nagari ketika menerima penghargaan dari Infobank 

Padang, Rangkiang Nagari  (Des) - Prestasi membanggakan kembali diraih Bank Nagari. Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, dinobatkan sebagai salah satu TOP 100 CEO 2025 pada ajang Infobank TOP 100 CEO and The Future Leaders Forum and Appreciation 2025 yang diselenggarakan oleh Infobank Media Group di Shangri-La Hotel, Jakarta.

Penghargaan ini diberikan kepada para pemimpin perusahaan yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan visioner, berhasil mendorong kinerja perusahaan, serta mampu membawa institusi menuju transformasi dan inovasi keberlanjutan.

Penilaian dilakukan melalui sejumlah indikator strategis, termasuk pencapaian kinerja, kualitas manajerial, kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan industri, dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Infobank Media Group menyampaikan bahwa penghargaan TOP 100 CEO diberikan kepada figur-figur yang mampu memberikan dampak signifikan bagi organisasi yang dipimpinnya, termasuk dalam hal tata kelola perusahaan, transformasi digital, pengembangan SDM, serta penciptaan nilai bagi masyarakat luas.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan ini.

"Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bank Nagari. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi, meningkatkan layanan perbankan digital, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan ekonomi Sumatera Barat," ujar Gusti Candra.

Di bawah kepemimpinannya, Bank Nagari terus mencatat berbagai pencapaian strategis, mulai dari penguatan layanan digital, peningkatan kualitas layanan, hingga pengembangan ekosistem UMKM dan ekonomi daerah. Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa Bank Nagari semakin siap bersaing di industri perbankan nasional.

Bank Nagari menyampaikan terima kasih kepada seluruh nasabah, mitra, regulator, dan pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan selama ini. Bank Nagari akan terus melangkah maju dengan semangat inovasi, integritas, dan pelayanan terbaik demi kemajuan ekonomi masyarakat Sumatera Barat.(*).



 

Selesai penandatanganan Perjanjian pembiayaan sindikasi proyek Sitinjau Lauik.  Terlihat Gubernur Sumbar H.Mahyeldi dan Dirut Bank Nagari Gusti Candra dan lainnya.

Jakarta, Rangkiang Nagari  (Des) - Bank Nagari menegaskan posisinya sebagai motor pembangunan daerah dengan berpartisipasi aktif dalam pembiayaan Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Fly over Panorama I (Sitinjau Lauik 1). 

Proyek strategis senilai Rp 2,8 triliun ini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai langkah meningkatkan konektivitas, keselamatan, serta daya saing ekonomi wilayah. Flyover ini juga disebut sebagai salah satu inisiatif Sumatera Barat dalam satu dekade terakhir.

Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Kredit Sindikasi berlangsung pada Kamis (11/ 12) di Mangkuluhur ARTOTEL Suites,Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, serta didukung dan disaksikan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. 

Skema pembiayaan proyek dilakukan melalui kredit sindikasi yang melibatkan enam lembaga keuangan nasional, yaitu BNI, BRI, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), BTN, Bank Nagari, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Dari total fasilitas kredit sebesar Rp 2,2 triliun, Bank Nagari mengambil porsi pembiayaan senilai Rp 209 miliar atau 9,5 persen.

Porsi tersebut terbagi menjadi Rp 100 miliar melalui skema Pembiayaan Konvensional dan Rp 109 miliar melalui skema Pembiayaan Syariah. Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra mengatakan, kontribusi signifikan Bank Nagari ini menjadi bukti bahwa bank daerah mampu memainkan peran penting dalam pembiayaan proyek infrastruktur berskala besar. 

Ia menambahkan, proyek ini diyakini akan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya dalam meningkatkan mobilitas dan produktivitas ekonomi. Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik 1) dirancang menjadi proyek keberlanjutan yang akan menjadi ikon baru Sumbar, melanjutkan kesuksesan monumental Proyek Kelok 9. 

Kelok 9 sebelumnya terbukti memberikan efek ekonomi berantai berupa peningkatan arus logistik, pertumbuhan perdagangan, peningkatan kunjungan wisata, serta percepatan distribusi barang dan jasa. Dengan kondisi Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki tingkat elevasi ekstrem, rawan kecelakaan, dan sering terjadi longsor, pembangunan flyover ini merupakan solusi jangka panjang bagi jalur alternatif yang lebih aman, stabil, dan efisien bagi mobilitas masyarakat serta angkutan logistik.

Dampaknya diyakini bukan hanya pada sektor transportasi, tetapi juga terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi regional. Gusti menegaskan bahwa keterlibatan Bank Nagari dalam proyek strategis ini merupakan wujud komitmen nyata terhadap pembangunan ekonomi Sumatera Barat.

 "Keterlibatan Bank Nagari dalam proyek Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik 1) merupakan langkah strategis kami untuk memperkuat fondasi konektivitas dan daya saing ekonomi Sumatera Barat," ujarnya. "Kami memandang proyek ini bukan hanya sebagai infrastruktur fisik, tetapi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi jangka panjang, sebagaimana Kelok 9 yang telah membuktikan dampak transformasinya terhadap ekonomi daerah. 

Bank Nagari akan selalu berada di garis depan untuk mendukung pembangunan Sumatera Barat," tambah Gusti. Senada dengan itu, Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, menjelaskan dukungan Bank Nagari melalui skema konvensional dan syariah menunjukkan kesiapan lembaga keuangan daerah tersebut dalam menyediakan pembiayaan komprehensif bagi proyek strategis pemerintah. 

"Kontribusi kami dalam skema konvensional dan syariah mencerminkan kemampuan Bank Nagari dalam menyediakan pembiayaan berkelanjutan sesuai kebutuhan proyek. Kami memastikan bahwa dukungan ini selaras dengan visi pembangunan ekonomi Sumbar yang inklusif, kompetitif, dan berorientasi jangka panjang. 

Keterlibatan ini adalah bukti bahwa bank daerah mampu berperan besar dalam proyek infrastruktur skala nasional," jelasnya. Partisipasi Bank Nagari dalam proyek Flyover Panorama I menjadi sebuah penegasan bahwa Bank Nagari bukan hanya institusi keuangan daerah, tetapi juga mitra strategis pemerintah serta penggerak ekonomi regional melalui pembiayaan infrastruktur vital. 

Bank Nagari juga berkomitmen untuk terus memperkuat peranannya dalam proyek-proyek strategis lainnya yang mendukung peningkatan konektivitas, pertumbuhan investasi, dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat. 

Dengan terlibatnya Bank Nagari dalam pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik 1), Sumatera Barat kembali menegaskan langkahnya menuju pembangunan infra struktur berkelanjutan yang berdampak luas bagi masyarakat, ekonomi, dan masa depan daerah. (*).


 



 

Tim Bank Nagari yang siap menembus daerah bencana mengantarkan bantuan

Padang, Rangkiang Nagari (Des) - Bank Nagari menyampaikan duka cita mendalam atas musibah galodo, banjir dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera Barat. Musibah ini berdampak signifikan terhadap masyarakat, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi. Sebagai Bank Kebanggaan Urang Awak, Bank Nagari bergerak cepat berada di garis terdepan memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat.

Sejak awal kejadian, Bank Nagari melalui Tim Reaksi Cepat Bank Nagari Tanggap Bencana (TRC BNTB) Kantor Pusat dan Kantor Cabang langsung turun ke lapangan mengirimkan bantuan. Bantuan disalurkan ke berbagai titik bencana, baik kepada pemerintah daerah maupun posko-posko pengungsian.

Pada hari Rabu, 26 November 2025, TRC BNTB Kota Padang telah melakukan penyaluran bantuan ke dua lokasi terdampak yaitu Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, dan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, yang dilepas langsung oleh Direktur Operasional Bank Nagari, Bapak Zilfa Efrizon, menuju Posko Tanggap Darurat Bencana dan bantuan tersebut diterima langsung oleh Walikota Padang, Bapak Fadly Amran.

Selanjutnya, pada tanggal 29 November 2025, Komisaris Utama, Bapak Andri Yulika, dan Direktur Utama, Bapak Gusti Candra, beserta Pemimpin Divisi dan rombongan TRC BNTB menyerahkan bantuan ke Kabupaten Agam yang diterima langsung oleh Bupati Agam, Bapak Benni Warlis. Keesokan harinya, Direktur Operasional, Bapak Zilfa Efrizon, didampingi Pemimpin Divisi dan TRC BNTB, menyalurkan bantuan di Kabupaten Tanah Datar yang diterima oleh Bupati Tanah Datar, Bapak Eka Putra.

Upaya serupa juga dilakukan oleh TRC BNTB di seluruh Kantor Cabang, yang bergerak cepat menjangkau wilayah terdampak lainnya seperti Kab. Pasaman Barat, Kab. Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kab. Tanah Datar, Kota Solok, Kab. Pesisir Selatan, Kota Padang Panjang, Kab. Agam, Kab. Solok, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang dan kabupaten/kota lainnya.

Bantuan yang disalurkan mencakup paket sembako, genset, pakaian layak pakai, perlengkapan darurat, air minum, kebutuhan bayi, hingga kebutuhan harian lainnya. Seluruh bantuan dikirim melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, BPBD, dan tim SAR agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan.

Selain itu, Bank Nagari juga memberikan bantuan 1.000 bungkus nasi kepada mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang terdampak bencana, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan aktivitas mahasiswa dan memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan kebutuhan dasar di masa darurat.

Kehadiran jajaran manajemen Bank Nagari di lokasi bencana menunjukkan komitmen kuat perusahaan untuk hadir bersama masyarakat.

“Bank Nagari tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Sumatera Barat. Dalam situasi bencana seperti ini, kami berkewajiban bergerak cepat membantu meringankan beban saudara-saudara kita," ujar Direktur Utama Bank Nagari, Bapak Gusti Candra.

Sebagai bentuk pemberdayaan dan pelibatan masyarakat luas, Bank Nagari juga membuka rekening donasi resmi untuk memfasilitasi kontribusi publik:

Nomor Rekening: 2100.0210.71717-1

Atas Nama: Peduli Sumbar

Dana yang terhimpun melalui rekening ini akan disalurkan sepenuhnya kepada korban bencana melalui mekanisme yang akuntabel dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah, memastikan bantuan tepat guna dan bermanfaat optimal.

Bank Nagari berharap aksi nyata ini dapat mempercepat pemulihan dan menjadi kekuatan bagi masyarakat Sumatera Barat untuk bangkit kembali.(*).



Bukittinggi (Rangkiangnagari) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Sumatera Barat, dari Fraksi NasDem, Asril, SE, menyerahkan aspirasi masyarakat melalui APBD Kota Bukittinggi, di Kelurahan Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Bukittinggi, Selasa (9/12/25). 

Aspirasi masyarakat yang diserahkan itu,  meliputi Gudang Pakan dan Tempat Istirahat, Perbaikan Kolam, Pakan Ikan dan Bibit Ikan. Menurut Asril, dana aspirasi masyarakat ini diajukan tahun 2024, saat ia menjabat  sebagai anggota DPRD Kota Bukittinggi. Kemudian, dana aspirasi masyarakat tersebut direalisasikan tahun 2025.  

“Kita ingin kawasan ini bisa menjadi  Pilot Project  pengembangan budidaya ikan air tawar. Selain itu,  Fraksi NasDem DPRD Bukittinggi dan anggota DPRD Sumbar, akan keroyokan untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar ini. Saat ini, kami menyerahkan sebanyak 12 ribu bibit ikan,”kata Asril, Selasa (9/12/25).

Menurutnya, penyerahan bibit ikan ini didorong adanya tiga aliran sungai di Bukitttinggi. Aliran sungai ini bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar. 

“Ini juga sebagai bentuk tanggungjawab kami kepada masyarakat. Semoga, bibit ikan dan pakan ikan dapat menguntungkan dan memberi nilai ekonomis kepada masyarakat,”ujarnya. 

Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem  Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Candra IB, menyebut, penyerahan bibit ikan dan pakan ikan atau bidang perikanan ini merupakan pengalaman pertama bagi dirinya.

“Kami belum pernah memberikan dana aspirasi khususnya di bidang perikanan. Hal ini bisa menjadi  pengalaman baru. Kami akan coba di dapil kami Kecamatan Guguakpanjang. Diharapkan, penyerahan  bibit ikan dan palkan ikan ini, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,”kata  Candra.

Candra menambahkan, DPD NasDem Bukittinggi, akan memantau  dana aspirasi dari Anggota DPRD Sumbar, Asril SE ini. 

“Kami dari DPD NasDem Bukittinggi, akan memantau. Awalnya membeli bibit dan mudah-mudahan bisa berkembang dan menguntungkan ke masyarakat. Kami akan arahkan ke kelompok tani termasuk perikanan di wilayah Kecamatan Guguakpanjang. Ini bisa menjadi Agriculltur pariwisata. Kita akan tiru cara pengelolaan bibit ikan ini,”sebut Candra.

Candra, menyebutkan, sektor pertanian selalu diberikan dana aspirasi di Kecamatan Guguakpanjang, terutama di  Kelurahan Bukik Apik Puhun. “Untuk itu, kami  butuh bimbingan masyarakat terutama cara pengelolaan bibit ikan ini,”tukas Candra.

Sekaitan itu, Anggota Fraksi NasDem DPRD Bukittinggi, Neni Anita, menyambut positif penyerahan dana Aspirasi Masyarakat dari Asril tersebut. Menurutnya, penyerahan dana aspirasi di sektor perikanan ini, dapat menjadi percontohan dan motivasi bagi anggota Fraksi NasDem DPRD Bukittinggi.  

Penyaluran dana aspirasi masyarakat dari Anggota DPRD Sumbar Asril, ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi, Hendry, ME, dan seluruh stakeholder terkait. 

“Kita  juga  mengapresiasi penyerahan dana aspirasi masyarakat di bidang perikanan ini. Terima kasih kepada Bapak Asril atas penyerahan bibit ikan dan pakan ikan ini,”kata Hendry. (rul) 

Bukittinggi (Rangkiangnagari) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Provinsi Sumatera Barat, Asril, SE, serahterimakan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Prapanen kepada 36 Kelompok Tani (Keltan) di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Rabu (10/12/25). 

Alsintan yang merupakan pemanfaatan aspirasi APBD Provinsi Sumatera Barat tahun anggaran 2025 itu, menurut Asril,  dengan diterimanya Alsintan oleh masing Kelompok Tani (Keltan) di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, itu mampu meningkatkan hasil produksi komoditas dan efektivitas sektor pertanian.

Serahterima dan Bimbingan Teknis pemanfaatan Alsintan Prapanen tahun Anggaran 2025 dari Anggota DPRD Sumbar, Asril, SE, itu dilaksanakan di Balai Mekanisasi Sarana Prasarana Pertanian di Gedung UPTD Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat.

Setidaknya, terdapat 36 Keltan di Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Agam, menerima Alsintan dari Aspirasi APBD Provinsi Sumatera Barat, yang diperjuangkan politisi Partai Nasdem itu.

Alsintan itu terinci atas 45 unit mesin pemotong rumput, traktor roda dua 6,5 diesel sebanyak 5 unit, Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO) sebanyak 5 unit, dan Capung Metal Pertanian sebanyak 1 unit.

Anggota Komisi 2 DPRD Provinsi Sumatera Barat, Asril, kepada wartawan, mengatakan, Alsintan yang diserahterimakan ini akan membantu para petani  dalam pengolahan lahan pertaniannya sehingga lebih efektif dan efisien.

Ditegaskan, alat dan mesin pertanian ini seharusnya dioperasikan secara maksimal dan optimal agar menjaga umur serta ketahanan sarana prasarana pertanian itu tetap baik.

"Kita ingin, Alsintan ini harus selalu digunakan, jangan terlalu banyak istirahat.  Jika, ketersediaan lahan pertanian dari kelompok tani  kurang untuk pemanfaatan  alsintan itu maka  masyarakat lain di luar Kelompok Tani  dapat memanfaatkannya, caranya adalah dengan meminjam alsintan tersebut," tegasnya. 

Ia menyarankan, agar masing-masing Kelompok Tani memungut biaya (iuran) untuk perawatan alsintan, agar ketika terdapat kerusakan pada alsintan tersebut  maka tidak meminta lagi biayanya kepada pemerintah.

Asril menyebut, pihaknya akan tetap memfasilitasi masyarakat yang tergabung di Kelompok Tani untuk memiliki Alat dan Mesin Pertanian lain sesuai kebutuhan.

“Nanti kita melakukan kajian  terhadap mesin-mesin dan alat pertanian apa saja yang dibutuhkan oleh para petani.  Jadi, manfaatkanlah alat dan mesin pertanian ini  walaupun tidak bergabung di kelompok tani, kita akan melanjutkan dengan hadirnya alsintan lanjutan,”sebutnya

Dikatakan, pihaknya juga optimis  bencana hidrometeorologi yang berdampak terhadap lahan pertanian di sejumlah wilayah di Sumatera Barat  mendapatkan solusi  dengan keberadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut.

Di lain sisi, saat ini keberadaan  Bahan Bakar Minyak (BBM)  mendapatkan sorotan  publik dikarenakan ikut dipengaruhi mobilisasi  hingga ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), antrian pun tidak dapat dielakan. 

Hal demikian menjadi kajian bagi Asril, bersama stakeholder agar di keseharian pelayanan prioritas dapat diberikan kepada  masyarakat sebagai petani untuk mendapatkan pasokan BBM  sebagai sumber energi pengoprasian alat dan mesin pertanian.

“iya, ini menjadi kajian bersama kita dengan stakeholder agar petani mendapatkan pelayanan prioritas untuk membeli BBM di SPBU,” tuturnya. (rul) 

Bukittinggi (Rangkiangnagari) - Ranah Minang Entertainment (RME) Bukittinggi-Agam, menghimpun dana untuk korban bencana alam, galodo dan banjir bandang di Sumatra Barat,  

khususnya Kabupaten Agam.

"Kami dari RME, yang tidak hanya bergerak dalam bidang seni saja, tapi juga bergerak dalam bidang sosial kepeduliaan kemanusiaan. Apapun yang terjadi terkait dengan kemanusiaan, apakah itu bencana alam maupun bencana-bencana lainnya. Kami siap selalu membantu warga masyarakat tentunya dengan kemampuan yang ada pada kami dan kawan-kawan"kata Ketua RME Ikri Yusyandra.

Seperti hal yang kami lakukan, katanya, kini membantu korban terdampak galodo dan banjir bandang, dengan melakukan penggalangan dana kemanusiaan bencana alam galodo dan banjir bandang Sumatera Barat bertajuk “RME Solidaritas Tanpa Pamrih”. Penggalangan dana kemanusiaan ini  dilakukan sejak Minggu (7/12/25) di jalan raya dekat batas Kota Bukittinggi, tepatnya di daerah Jambu Air, Agam.

Ikri Yusyandra, menyebut, penggalangan dana kemanusiaan sejak hari Minggu kemarin itu, Alhamdulillah terkumpul uang sebanyak 3 juta rupiah, pakaian layak pakai dan sembako, ini kami akan lakukan sampai 12 hari ke depan. 

Setelah terkumpul donasi secara keseluruhan, nantinya akan didata apa saja kebutuhan yang diperlukan warga masyarakat korban terdampak bencana alam di Kecamatan Palembayan, dan Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Sehingga bantuan donasi yang kami berikan benar-benar bermanfaat dan berguna.

Dikatakan, dikarenakan anggota RME dari kalangan berjiwa seni, jadi dalam penggalangan dana kemanusiaan mereka sambil menghibur dengan iringan musik organ dan alunan vokal suara personil RME. "Inilah konsep yang kami tunjukan. Sehingga pengendara kendaraan bermotor yang melintas di depan posko RME terhibur dan memberikan bantuan donasi untuk membantu korban terdampak bencana alam,"ujarnya. 

Terkait untuk titik posko penggalangan dana kemanusiaan hanya di daerah ini saja. Insyaa Allah akhir penggalangan dana kemanusiaan akan menggelar konser amal di Jam Gadang tanggal 21 atau 22 Desember 2025, pada konser amal ini mereka juga mengetuk hati penonton untuk turut membantu korban terdampak bencana alam.

Sekaitan itu, Wakil Ketua RME, Dhea Putri mengatakan, RME tidak hanya sebagai entertainment saja yang jumlahnya mencapai 110 orang, tapi RME juga bergerak pada bidang sosial kemanusiaan tanpa pamrih, dan apapun itu yang namanya tentang masalah musibah, itu sudah sudah kewajiban untuk membantunya. "Artinya, kita semuanya di RME sudah terpanggil hati nurani secara langsung,"sebutnya. 

Penggalangan dana kemanusiaan ini sudah  dilakukan beberapa waktu lalu dengan menyalurkan donasi kepada anak-anak di Palestina korban peperangan, korban banjir bandang di batu taba dan membantu kemanusiaan lainnya. Dalam tehnis penggalangan dana kemanusiaan, anggota berbagi waktu dengan kawan jawan di jalan raya dan tidak mau euphoria berbeda kelihatan sama masyarakat yang melintas di jalan raya depan posko RME.

"Kami kini melakukan penggalangan dana kemanusiaan, tapi untuk rencana proses pemulihan atau penyembuhan, tidak hanya fisik namun juga mental dan emosional (healing) korban terdampak bencana alam, akan kami lakukan, tentunya harus adanya dukungan dari Pemerintah Daerah terkait fasilitas guna kebersamaan nantinya di lokasi bencana alam," sebut Dhea Putri,(Rul) 

Payakumbuh (RangkiangNagari) – Kekecewaan pedagang Pasar Payakumbuh makin memuncak. Sudah hampir empat bulan menunggu, kabar pembangunan kembali pasar pasca kebakaran Blok Barat masih mandek.

Penyebabnya satu: sertifikat lahan tak kunjung diterbitkan oleh BPN Kota Payakumbuh, sementara niniak mamak Koto Nan IV disebut ikut menghambat proses legalitas.

Para pedagang menilai keduanya seolah memegang “kunci” pembangunan tetapi tidak menunjukkan itikad baik untuk mempercepat penyelesaian.

Ayu Suhana, salah seorang pedagang yang kehilangan kios akibat kebakaran, mengungkapkan kekecewaan yang mendalam.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Kalau BPN dan niniak mamak terus menghambat, sampai kapan pasar ini dibangun? Kami hanya ingin kembali berdagang untuk hidup,” kata Ayu, Rabu (10/12/2025).

Ia menegaskan para pedagang kini berada di titik frustrasi. “Pasar adalah satu-satunya tempat kami mencari nafkah. Kenapa legalitas lahan yang sudah puluhan tahun menjadi fasilitas umum tiba-tiba ribut dipersoalkan?”

Desakan pedagang kini semakin keras. Mereka meminta BPN dan niniak mamak Koto Nan IV tidak menjadikan pedagang sebagai korban kepentingan dan tarik-menarik klaim lahan.

“BPN harus menjelaskan ke publik, kenapa sertifikat pasar yang sudah puluhan tahun dikuasai pemerintah tidak kunjung keluar. Apa sebenarnya yang menghambat?” pintanya.

Para pedagang juga mempertanyakan sikap niniak mamak yang dianggap tidak memberikan solusi, justru memunculkan klaim baru yang memicu ketidakpastian

“Kami bukan minta lebih. Kami hanya ingin pasar dibangun kembali. Kalau prosesnya terus dipersulit, berarti nasib kami memang sedang dipermainkan,” kata pedagang lain menimpali.

Di tempat terpisah, Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengaku tidak habis pikir dengan munculnya klaim baru atas lahan pasar yang sudah puluhan tahun digunakan pemerintah.

“Sudah lama tanah itu jadi fasilitas umum, tiba-tiba diklaim dan minta jatah petak toko. Lucu sekali. Kalau begini caranya, bagaimana kita mau bangun?” kata Wali Kota Zulmaeta.

Ia menegaskan bahwa pihak yang mengklaim lahan dipersilakan menempuh jalur hukum, namun polemik tersebut berpotensi besar menghambat pembangunan kembali pasar.

Zulmaeta menyebut persoalan ini bahkan sudah dibahas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga membuka peluang penyalahgunaan kewenangan dan memperlambat program strategis pemerintah.

Lebih lanjut, Wali Kota Zulmaeta menegaskan, jika salah satu persyaratan yang diminta pemerintah pusat tidak lengkap, maka bantuan yang diminta otomatis batal.

“Kalau syarat dari pusat tidak terpenuhi, pembangunan gagal. Yang rugi seluruh masyarakat Payakumbuh, terutama para pedagang korban kebakaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Muslim, menyebut pemko sudah memenuhi hampir seluruh syarat yang diminta pemerintah pusat. Hanya satu yang belum selesai: sertifikat lahan yang harus diterbitkan BPN.

“Dari 21 syarat Kemendag dan 18 Readiness Criteria Kementerian PUPR, tinggal satu: legalitas lahan. Semua dokumen sudah kami serahkan ke BPN. Tapi prosesnya terhenti karena ada hambatan dari pihak tertentu,” terangnya.

Ia menegaskan tanpa sertifikat, pemerintah pusat tidak bisa mengalokasikan dana pembangunan dari APBN.

“Kalau sertifikat tidak keluar, bantuan APBN bisa batal. Yang rugi pedagang, bukan pihak-pihak yang mempersulit,” katanya.

Muslim juga mengingatkan bahwa APBD Payakumbuh tidak sanggup membiayai pembangunan pasar dengan skala sebesar itu.

Dengan sertifikat yang belum terbit, rencana pembangunan pasar, termasuk rancangan bangunan semi modern dengan dua lantai, basement parkir, dan fasilitas ruang usaha bisa buyar. 


#Rn

PADANG (RangkiangNagari) - Hujan turun lagi di hulu Batang Kuranji Padang, sekarang, Jumat (12/12). Ketakutan lebih panjang dari sungai itu. Inilah batang air yang hulu dan muaranya bisa dilihat dari satu titik.

Batang Kuranji berhulu di Gunung Nago, terus ke Batu Busuk, Kuranji dan sekejap saja tiba di laut.

Batang air di Batu Busuk sekarang makin lebar, mungkin 50 meter. Pada akhir November lalu, air bahnya bagai gergasi lewat, meremukkan apa yang menghalanginya.

“Hujan di hulu,” kata Komisaris Semen Padang, Azre. Ia sedang memantau keadaan di sana, mungkin akan dilaporkan ke perseroan.
Batang Kuranji yang pendek itu adalah halaman belakang warga sekitar. Kini, berubah jadi kabar pertakut. Membuat warga gentar, seperti anak kecil yang berpisah dengan ibunya di tengah pasar nan ramai.
Langit memang terlihat berat. Hujan turun berderai, membasahi apa yang sebelumnya masih kuyup. Batu-bati dan kayu bergelimpangan, bagai pasak- pasak nan tercampak ditinggal galodo yang melaju ke laut lepas. Sungai ini: pendek, terjal, berbatu besar dan berair deras, tipikal sungai Pantai Barat, Sumatera.

Di Padang ada 21 sungai yang mengiris-iris kota itu, enam di antaranya sungai besar yaitu Arau, Kuranji, Tarung, Kandis, Lagan. Semua sungai itu adalah kisah panjang penduduknya. Padang, desa besar berubah jadi kota itu, sering lupa pada sungainya.

Dan bencana pun tiba, setelah hujan berhari-hari. Lalu, hadirlah kisah sedih seperti juga di 51 kota dan kabupaten lainnya di Aceh, Sumut dan Sumbar.
Dan kisah-kisah ketakutan warga Padang seolah dijuntaikan dari langit.

 

#Rn

Jakarta (RangkiangNagari) - Hujan sudah reda, tetapi ratusan ribu warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih hidup dalam ketidakpastian. Di banyak titik, tenda-tenda darurat yang awalnya didirikan untuk hitungan hari berubah menjadi tempat tinggal. Di sinilah pemerintah mencoba bergerak lebih cepat.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan lanjutan bencana bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Fokus utamanya satu: mempercepat relokasi. Hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) menjadi kunci agar para penyintas bisa kembali hidup layak, jauh dari ketidakpastian tenda yang lembap dan rapuh.

BNPB melaporkan rumah-rumah yang rusak tersebar dalam skala luar biasa—dari dinding yang retak hingga rumah yang hilang tersapu arus. “Masyarakat yang sekarang tinggal di pengungsian, kita alihkan ke hunian sementara,” kata Suharyanto. “Huntara akan dibangun Satgas TNI–Polri.”

Model huntara yang dipilih bukan bilik seadanya. Luasnya sekitar 36 meter persegi, dilengkapi kamar mandi dan WC, dan didesain agar keluarga bisa hidup mandiri. Biaya pembangunannya diperkirakan Rp30 juta per unit, dengan target penyelesaian enam bulan—model yang sudah dipakai dalam penanganan bencana besar sebelumnya.
Untuk hunian tetap, tongkat komando berada di tangan Kementerian PUPR. Bagi warga yang rumahnya masih berada di zona aman, pemerintah memastikan: tidak semua harus direlokasi. Rumah yang masih mungkin diperbaiki akan ditangani langsung oleh BNPB.
Namun di balik rencana yang rapi itu, ada masalah yang selalu menghantui setiap upaya relokasi: lahan. Pemerintah daerah diminta menyediakan area yang cukup luas agar huntara dapat dibangun per unit keluarga, bukan model barak yang membuat privasi terabaikan. Tetapi jika lahan terlalu sempit, opsi barak tetap harus dipertimbangkan demi mempercepat pemindahan warga dari tenda.

Presiden Prabowo menekankan, hambatan birokrasi tak boleh memperlambat penanganan warga. Proses administrasi pertanahan diminta dipercepat, bahkan opsi menggunakan lahan HGU juga dibuka. “Dicek semua. Kalau perlu, HGU bisa dicabut sementara. Dikurangi. Ini kepentingan rakyat yang lebih penting. Lahan harus ada,” ujarnya, pekan lalu di Banda Aceh.

Targetnya jelas: tenda harus segera kosong. Warga diharapkan bisa pindah ke huntara secepat mungkin, sebelum akhirnya menempati hunian tetap yang aman dan layak. Relokasi ini akan menjadi bagian dari pemulihan besar atas bencana yang telah mengoyak Sumatra dan meninggalkan ribuan keluarga tanpa rumah.
Di balik angka, rapat, dan rencana teknis, ada harapan sederhana: memberikan kembali ruang hidup yang manusiawi bagi mereka yang kehilangan segalanya.

 

#Rn

JAKARTA (RangkiangNagari) - Pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus menunjukkan kemajuan.

Per Rabu (10/12/2025), jumlah menara BTS yang terdampak menurun menjadi 2.637 unit, dari puncaknya 3.380 unit pada 2 Desember.

Sebanyak 743 BTS kembali beroperasi, memungkinkan warga di banyak titik untuk menghubungi keluarga serta mengakses informasi darurat dengan lebih mudah.

Di Sumatra Utara, sebanyak 9.292 dari 9.612 BTS telah beroperasi normal atau 96,67 persen.
Di Sumatra Barat, 3.709 dari 3.739 BTS kembali aktif atau mencapai 99,20 persen.
Sementara di Aceh, pemulihan masih terhambat pasokan listrik.

Sebanyak 1.127 dari 3.414 BTS atau 33,01 persen beroperasi normal, sementara 2.287 BTS lainnya belum dapat aktif karena listrik di sejumlah lokasi masih padam.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa pemulihan jaringan menjadi prioritas.
“Kami berupaya maksimal agar masyarakat kembali terhubung. Akses komunikasi mempengaruhi proses penyelamatan dan penyaluran bantuan. Setiap BTS yang pulih berarti lebih banyak warga bisa memberi kabar dan menerima informasi yang mereka perlukan,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2025).

Sementara perbaikan infrastruktur menara BTS di Provinsi Aceh terus dilakukan secara bertahap seiring dengan upaya pemulihan pasokan listrik oleh operator bekerja sama dengan PLN.
"Pemulihan jaringan di Aceh memang masih terkendala padamnya aliran listrik. Operator seluler, PLN, dan semua pihak terkait tengah bekerja keras saat ini untuk memastikan pasokan listrik kembali normal," jelasnya.

Meutya menyampaikan bahwa pemerintah terus menambah dukungan teknis di wilayah terdampak berupa genset dan perangkat akses internet darurat.
“Fokus kami memastikan warga dapat berkomunikasi tanpa hambatan,” tegasnya.

Total sebanyak 18 titik akses Satria 1 telah beroperasi dan 88 perangkat Starlink telah didistribusikan ke berbagai titik di ketiga provinsi terdampak bencana banjir.

Titik akses Satria 1 yang disediakan oleh Kemkomdigi berada di lokasi sebagai berikut:

1. Bandara Pinangsori/Dr Fredric Lumban Tobing Sibolga
2. SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Jl. K.H. Dewantara 1, Sibuluan Indah, Kec. Pandan, Tapanuli Tengah
3. RSUD Pandan, Jl. Padang Sidempuan, Kalangan, Tapanuli Tengah
4. Kantor BPBD Pandan, Tapanuli Tengah
5. Kantor Kecamatan Tapian Nauli, Sibolga, Tapanuli Tengah
6. Gedung Nasional, Jl. Dr. Fl. Tobing Kota Sibolga
7. Masjid Raya Pase Panton Labu, Kec. Tanah Jambo Aye, Aceh Utara
8. Masjid At Taqwa Padang Meriah, Langkahan, Aceh Utara
9. Posko Masjid Al Ikhsan, Desa Sungai Liput, Kec. Kejuruan Muda, Aceh Tamiang
10. Kantor Camat Indra Makmur, Jl. Alue Ie Mirah KM 18, Aceh Timur
11. GOR Aceh Tamiang
12. Posko Lokop Duli, Desa Lokop, Kec. Serbajadi, Aceh Timur
13. Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kec. Malalak, Kab. Agam
14. UPT BNPB Regional, Jl. Raya Padang-Indarung KM 8, Bandar Buat, Padang
15. Posko Tim Basarnas Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Kec. Palembayan, Kab. Agam
16. Posko Subarang Aia, Kec. Palembayan, Desa Salareh Aie, Kab. Agam
17. SDN 04 Koto Ranah, Kec. IV Nagari Bayang Utara, Kab. Pesisir Selatan
18. Posko Utama Rumah Dinas Bupati Agam

Selain itu, Kemkomdigi juga mendistribusikan perangkat Starlink ke Provinsi Aceh sebanyak 27 unit, Sumatra Utara 27 unit, dan Sumatra Barat 34 unit.

 

#Rn

JAKARTA (RangkiangNagari) - Pertamina Patra Niaga mengerahkan langkah cepat untuk menjaga ketersediaan energi di wilayah Sumatra yang tengah dilanda banjir dan tanah longsor. Upaya ini berlangsung melalui jalur darat, laut, hingga udara, guna memastikan distribusi BBM, LPG, dan avtur tidak terputus meskipun akses darat di sejumlah titik terisolasi.

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa mobilisasi energi dilakukan secara terpadu di bawah koordinasi BP BUMN. “BUMN harus menjadi garda terdepan dalam situasi darurat. Pertamina Patra Niaga kami pastikan bergerak cepat agar layanan publik esensial, terutama energi, tetap berjalan. Ini bentuk nyata negara hadir bagi rakyat,” kata Dony yang juga COO Danantara itu.

Dony merinci, dukungan lintas BUMN dilakukan melalui pengerahan 66 awak mobil tangki (AMT) lintas pulau, 36 mobil tangki BBM tambahan, serta 30 unit skid tank LPG. Selain itu, pengiriman energi juga dilakukan via kapal untuk wilayah yang tidak lagi dapat ditembus jalur darat, serta pengangkutan BBM dan avtur menggunakan pesawat Hercules dan pesawat perintis.

Dony menjamin pasokan energi ke Aceh stabil, karena Pertamina Patra Niaga mengirimkan pasokan energi melalui laut, terdiri dari 9 unit skid tank LPGdan 4 mobil tangki BBM. Pengiriman ini memastikan masyarakat tetap memperoleh LPG dan BBM meskipun jalur darat terhalang longsor.
Selain jalur laut, Pertamina juga bekerja sama dengan TNI AU untuk pengiriman BBM dan avtur melalui udara ke Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Sibolga. Upaya ini menjadi solusi strategis agar sektor transportasi darat, udara, dan pelayanan publik tetap beroperasi.
Dony Oskaria mengatakan, bahwa percepatan distribusi energi tersebut selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam layanan dasar, terlebih di masa darurat.

“Energi tidak boleh berhenti. Stabilitas energi adalah fondasi pemulihan masyarakat dan pulihnya aktivitas ekonomi,” ujar Dony.

Terakhir Dony mengatakan, Pertamina Patra Niaga juga membuka kanal darurat untuk instansi di nomor 0822-7692-9620, serta menyediakan layanan masyarakat melalui Pertamina Contact Center 135 sebagai sarana informasi dan pelaporan kebutuhan energi di lapangan.
Dengan dukungan BP BUMN dan koordinasi lintas perusahaan negara, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi energi tetap terjaga. “Energi pulih, masyarakat bangkit,” tutup Dony.

 

#Rn

MEDAN (RangkiangNagari) - Tindakan Presiden Prabowo untuk bencana Sumetara, " semua" kekuatan nasional dikerahkan," semakin fokus. Kini, Kepala Negara memimpin langsung penanganannya.

Jumat (12/12/2025) Prabowo mendarat di Medan, usai kunjungan luar negeri.

Presiden Prabowo dijadwalkan mengecek beberapa daerah terdampak bencana banjir bandang dan longsor. Kerusakan berbagai daerah di Sumut, karena dihalau banjir memang memprihatinkan. Hal serupa juga terjadi di Aceh dan Sumbar.

Droping bantuan dari pemerintah, BUMN, pihak perorangan dan solidaritas rakyat sesama rakyat untuk Sumatera, menunjukkan, bencana di sana merupakan duka bersama.
Dalam catatan pers, sejak musibah, Prabowo sudah 3 kali datang. Ke depan memasuki masa pemulihan kerja semakin berat, sehingga kehadiran Kepalan Negara, membuat kerja lebih terarah.
"Pada 12 Desember 2025, Pukul 03.04 WIB, Bapak Presiden Prabowo tiba di Medan, Sumatra Utara, untuk selanjutnya akan meninjau beberapa kabupaten di Aceh pagi ini," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Teddy mengatakan kunjungan Prabowo ke lokasi terdampak bencana ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, Prabowo pertama kali berkunjung ke lokasi terdampak bencana di Sumatera Senin (30/12). Lalu ia kembali meninjau Sabtu (7/12).

Korban tewas akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus bertambah. Kini mencapai 986 orang. Hilang 224 dan 5.000 lebih luka-luka di 52 kabupaten/kota. Di sana tercatat 156 ribu rumah tersungkur seperti bersujud, bahkan hilang.

 

#Rn

JAKARTA (RangkiangNagari) - Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading, Pertamina Patra Niaga, terus bergerak cepat mengamankan pasokan energi di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor dalam dua pekan terakhir. Sejumlah akses utama terputus akibat cuaca ekstrem, namun Pertamina memastikan suplai BBM, LPG, dan Avtur tetap tersedia melalui jalur darat, laut, hingga udara.

Untuk memperkuat distribusi darat, Pertamina mengerahkan 66 Awak Mobil Tangki (AMT) tambahan lintas pulau. Para AMT ini memperkuat armada utama untuk menjangkau wilayah yang masih dapat diakses kendaraan. Di saat yang sama, 36 mobil tangki BBM tambahan juga dikerahkan guna mempercepat pemulihan suplai di titik-titik kritis.

Sebagai dukungan untuk energi rumah tangga, Pertamina menurunkan 30 unit skid tank LPG yang dialokasikan ke daerah-daerah yang sempat mengalami keterlambatan distribusi akibat jalur terdampak longsor. Skid tank ini menjadi solusi penyimpanan sekaligus sumber distribusi sementara agar suplai LPG tetap stabil.

Ketika sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara terisolasi akibat putusnya jalur darat, Pertamina mengalihkan distribusi melalui jalur laut. Pengiriman BBM dan LPG dilakukan menggunakan kapal khusus, termasuk 9 unit skid tank LPG serta 4 unit mobil tangki BBM yang diseberangkan ke daerah terputus. Langkah ini memastikan masyarakat tetap mendapatkan energi meski akses darat terhambat.
Tidak hanya melalui darat dan laut, Pertamina bersama TNI AU juga menyalurkan BBM dan Avtur menggunakan pesawat Hercules dan pesawat perintis. Pengiriman dilakukan menuju Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Sibolga—tiga area yang mengalami isolasi akibat kerusakan infrastruktur. Upaya ini sangat penting untuk mendukung evakuasi, operasi alat berat, dan mobilitas logistik kemanusiaan.
Distribusi energi via udara menjadi bagian dari respons cepat yang terintegrasi, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti bahan bakar helikopter evakuasi, kendaraan taktis, dan peralatan SAR. Pertamina memastikan bahwa suplai energi untuk sektor vital tidak terputus meskipun kondisi lapangan penuh tantangan.

Seluruh langkah penanganan ini berada dalam koordinasi penuh Kementerian BUMN melalui BP BUMN. Sinergi lintas-BUMN dibangun agar stabilitas suplai energi tetap terjaga, sekaligus memastikan layanan publik tidak berhenti meskipun daerah menghadapi kondisi darurat. Mobilisasi personel, armada, dan logistik dilakukan secara terarah di bawah satu komando terpadu.

Pertamina menegaskan bahwa langkah strategis ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya mengenai kehadiran negara dalam menjamin layanan dasar masyarakat. Energi dipandang sebagai kebutuhan esensial yang harus tetap tersedia dalam situasi apa pun, terutama saat masyarakat sedang menghadapi bencana.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Pertamina juga membuka kanal darurat untuk instansi pemerintah, lembaga bantuan, dan aparat lapangan melalui nomor 0822-7692-9620. Untuk layanan masyarakat umum, Pertamina Contact Center 135 tetap siaga 24 jam untuk menerima permintaan bantuan, aduan distribusi, dan informasi terkait ketersediaan energi.

Dengan kesigapan distribusi yang ditempuh melalui jalur darat, laut, dan udara, Pertamina memastikan energi tetap mengalir untuk mendukung pemulihan Sumatera. Energi pulih, masyarakat bangkit—menjadi komitmen Pertamina yang terus dijalankan hingga akses dan aktivitas warga kembali normal sepenuhnya. Demikian diktip dari Ig bumn_id.

 

#Rn

Jakarta (RangkiangNagari) - Pekan ke-6 fase liga Liga Europa 2025/26 menghasilkan sejumlah drama dan kejutan. Dua wakil Prancis, Lyon dan Lille mendapatkan nasib berbeda, sementara AS Roma dan Real Betis menang telak saat bermain di kandang lawan.

Lyon mempertahankan rekor 100 persen dengan kemenangan kelima beruntun setelah kalahkan Go Ahead Eagles 2-1. Afonso Moreira (3′) membuka keunggulan kilat, Milan Smit (6′) sempat menyamakan untuk Eagles, tetapi Pavel Sulc (11′) memastikan tiga poin bagi tuan rumah.

Lyon kini kokoh di puncak klasemen dengan 15 poin, sedangkan Dean James cs tertahan di peringkat 28 dengan 6 poin.
Di laga lain, Young Boys menang tipis 1–0 atas wakil Prancis Lille. Tanpa Calvin Verdonk yang masih cedera, Lille tak berdaya di Bern.
Darian Males (61′) mencetak gol semata wayang lewat tap-in seusai umpan tarik Alan Virginius. Lille melorot ke posisi 20 dengan 9 poin, sementara Young Boys naik ke urutan 21 dengan poin yang sama.

Klub raksasa Italia, AS Roma menang telak 3-0 atas Celtic. Penyerang pinjaman dari Brighton, Evan Ferguson menjadi bintang lapangan dengan mencetak brace (dua gol), satu gol lainnya tercipta lewat bunuh diri Liam Scales.

Kemenangan ini mengangkat posisi Giallorossi ke urutan 10 di klasemen sementara dengan 12 poin, sedangkan Celtic tetap berada di peringkat 24 dengan tujuh poin.
Berikut hasil lengkap pertandingan pekan ke-6 Liga Europa 2025/26 pada Jumat:
- Dinamo Zagreb 1–3 Real Betis
- FC Midtjylland 1–0 Genk
- FC Utrecht 1–2 Nottingham Forest
- Ferencvaros 2–1 Rangers
- Ludogorets 3–3 PAOK
- Nice 0–1 Braga
- Sturm Graz 0–1 Crvena Zvezda
- VfB Stuttgart 4–1 Maccabi Tel Aviv
- Young Boys 1–0 Lille
- Basel 1–2 Aston Villa
- Brann 0–4 Fenerbahce
- Celta Vigo 1–0 Bologna
- Celtic 0–3 AS Roma
- FCSB 4–3 Feyenoord
- FC Porto 2–1 Malmo
- Freiburg 1–0 Salzburg
- Lyon 2–1 Go Ahead Eagles
- Panathinaikos 0–0 Viktoria Plzen

 

#Rn

Jakarta (RangkiangNagari) - Indonesia berada di urutan ketiga klasemen perolehan medali SEA Games 2025 sementara hingga Kamis malam, setelah disalip Vietnam yang menempati posisi kedua.

Kontingen Merah Putih berhasil menambah pundi-pundi medali dengan 8 emas, 11 perak, dan 8 perunggu.

Renang kembali menyumbangkan medali emas lewat debutan SEA Games Jason Donovan pada nomor 50 meter gaya punggung putra, dan hattrick emas SEA Games yang diciptakan Masriani Wolf pada nomor 50 meter gaya punggung putri.

Sementara itu, timnas bola basket 3x3 putri mengukir sejarah lewat medali emas perdana SEA Games 2025 setelah tiga kali gagal ke final dalam edisi sebelumnya.
Meski pada Mixed Martial Arts (MMA) dipertandingkan sebagai eksibisi atau tidak dihitung dalam perolehan medali, Dwi Ani Retno Wulan juga mencatatkan sejarah dengan meraih emas nomor traditional -54kg putri pertama untuk Indonesia.
Tambahan emas lainnya datang dari cabang olahraga Extreme-Water Ski & Wake Board nomor Water Ski Slalom Team. Selain itu, pasangan Stevani Maysche Ibo dan Subhi juga mempersembahkan emas melalui nomor mixed kayak double 200 meter.

Medali emas juga datang dari atletik. Atlet lompat tinggi galah Diva Renatta Jayadi meraih emas, sementara rekan senegaranya Maria Andriani Melabessy meraih medali perunggu.

Hingga Kamis (11/12) malam, Indonesia mengumpulkan 13 emas, 20 perak, dan 13 perunggu dengan total perolehan sementara 46 medali.
Vietnam yang pada hari sebelumnya berada di urutan keempat melonjak naik ke peringkat kedua dengan 14 emas, delapan perak, 27 perunggu atau total perolehan sementara 49 medali.

Sementara, tuan rumah Thailand kokoh di posisi puncak klasemen perolehan medali sementara dengan 41 emas, 24 perak, 14 perunggu atau total 79 medali.
Berikut klasemen perolehan medali SEA Games 2025 pada Kamis (11/12) pukul 23.59 WIB menurut laman resmi panitia SEA Games 2025 Thailand.
No. Negara Emas Perak Perunggu Total

1. Thailand 41 24 14 79
2. Vietnam 14 8 27 49
3. Indonesia 13 20 13 46
4. Singapura 9 10 13 32
5. Filipina 5 7 21 33
6. Malaysia 3 12 21 36
7. Myanmar 2 6 3 11
8. Laos 1 1 9 11
9. Brunei Darussalam 0 1 1 2
10. Timor Leste 0 0 2 2

 

#Rn

Pasaman (Rangkiangnagari) - Banjir galodo dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat kembali memukul keras infrastruktur vital masyarakat. Jalan, jembatan, bendungan, serta ribuan rumah warga mengalami kerusakan berat akibat derasnya terjangan bencana alam tersebut.

Di Kabupaten Pasaman, kerusakan juga terjadi di Nagari Ganggo Mudiak, di mana satu unit jembatan gantung dilaporkan putus. Sementara itu, di Jorong Pandam, satu rumah warga tertimpa longsor, empat rumah lain terancam erosi tebing, dan beberapa permukiman terendam akibat luapan Batang Alahan Panjang.

Dampak bencana tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghantam sektor pertanian masyarakat. Di Jorong Pandam, Nagari Limo Koto, Kecamatan Bonjol, banjir bandang menyebabkan tanaman padi warga gagal panen. Lahan pertanian rusak, meninggalkan beban ekonomi baru bagi masyarakat yang sudah terdampak secara fisik maupun psikologis.

Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Pasaman dari Fraksi NasDem, Nurul Afif, turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan bantuan segera diterima warga. Kunjungan itu menjadi bentuk kehadiran nyata wakil rakyat di tengah kesulitan masyarakat.

Dalam aksi kemanusiaannya, Nurul Afif menyalurkan 136 paket sembako bagi korban banjir dan longsor di Jorong Pandam. Paket tersebut berisi bahan pangan pokok seperti telur, beras, dan minyak makan, yang diharapkan dapat membantu kebutuhan harian warga di masa darurat.

Saat dihubungi media, Minggu (07/12/2025), Nurul Afif menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral sebagai anggota dewan. Ia berharap bantuan yang dibawa dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Kami hadir untuk membantu sebisanya. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi warga dan menjadi langkah awal pemulihan setelah musibah,” ujarnya dalam penyerahan bantuan di lokasi bencana. (Tio). 

Pasaman (Rangkiangnagari) - Ketua DPRD Pasaman Nelfri Asfandi, M.Pt, menilai perlu adanya upaya serius dari pemerintah dan pihak terkait dalam menyelamatkan hutan, ia menyoroti banyaknya hutan di Indonesia yang kondisinya rusak dan menyebabkan terjadi banjir dan tanah longsor, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Aceh, Sumut dan Sumbar.

"Ini adalah hal serius, hutan dan kelestariannya sudah banyak yang rusak (gundul) dan menyebabkan banjir dan tanah longsor dimana-mana. Tentu, kita wajib berupaya secara serius dan maksimal dalam menyelamatkan hutan kita," ujar Nelfri Asfandi, bersama relawan PKS Pasaman di sela kegiatan pemberian bantuan kepada warga terdampak banjir dan tanah lonsor di Kabupaten Agam, Minggu (7/12/2025).

Seperti diketahui, beredar banyak di media sosial, bahwa banyak kayu gelondongan ikut hanyut terbawa banjir dan tanah longsor. Banyak warganet berpendapat, bahwa musibah yang terjadi di Sumatera disebabkan banyaknya aksi penebangan pohon secara besar-besaran (Ilegal Logging) dan pembukaan tambang secara ilegal.

"Kerusakan hutan sudah benar-benar parah, ini tentu menyebabkan hilangnya keseimbangan alam dan rentan akan bencana banjir dan tanah lonsor. Tidak ada kata terlambat, kita harus cepat bergerak untuk selamatkan hutan dan kelestariannya," tegas Nelfri, yang merupakan Ketua MPD PKS Pasaman.

Lebih lanjut ia berharap, agar pemerintah pusat, provinsi maupun tingkat kabupaten, untuk menetapkan Panitia Kerja (Panja) Penyelamatan Hutan Sumatera dan hutan lainnya di Indonesia.  (Tio). 

Pasaman (Rangkiangnagari) - Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana, Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Nelfri Asfandi, bersama Sekda Pasaman Yudesri, unsur Polsek Kecamatan Panti, Dinas Sosial, BPBD, serta Baznas Pasaman turun langsung meninjau kondisi banjir yang melanda Kecamatan Padang Gelugur dan sejumlah titik lainnya di Kabupaten Pasaman, 

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan secara langsung situasi di lapangan, mulai dari kondisi masyarakat, kerusakan yang ditimbulkan, hingga kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Hujan dengan intensitas tinggi sejak awal pekan menyebabkan beberapa aliran sungai meluap dan merendam rumah warga serta fasilitas umum.

Ketua DPRD Pasaman, Nelfri Asfandi, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi dan menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait akan bergerak cepat dalam penanganan.

“Kami ingin memastikan bantuan tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pemerintah daerah bersama kepolisian, BPBD, dan Baznas terus berkoordinasi untuk langkah-langkah darurat maupun pemulihan,” ujarnya.

Sekda Pasaman, Yudesri, menambahkan bahwa pendataan terus dilakukan untuk memastikan jumlah warga terdampak serta kerugian yang ditimbulkan.

“Kita pastikan tidak ada warga yang terabaikan. Bantuan logistik darurat sedang disalurkan ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau,” katanya.

Baznas Pasaman juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan dasar dan memastikan keberadaan posko bantuan di titik-titik terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Panti turut memantau akses jalan dan kondisi aliran sungai untuk mengantisipasi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

Ketua DPRD Pasaman, Nelfri Asfandi, yang akrab disapa Adel, melalui media mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah bantaran sungai dan wilayah rawan longsor. Ia menegaskan bahwa upaya antisipasi dan penanganan terus dimaksimalkan hingga situasi kembali pulih.  (Tio). 

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Selasa (9/12/2025) malam hingga Rabu pagi (10/12/2025) kembali memicu meningkatnya debit air di sejumlah aliran sungai yang sebelumnya terdampak banjir.

Di kawasan Muara Pingai, air sungai kembali meluap  hingga kepemukiman warga  badan jalan. Kondisi serupa juga terjadi di Saning Bakar, dan Batang Gawan di Nagari Selayo,  debit air terus meningkat sejak pagi.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, langsung turun meninjau kondisi di Saning Bakar, Muara Pingai dan Paninggahan. Ia mengingatkan warga agar tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan yang terdampak.

"Kami minta masyarakat selalu memantau permukaan air dan mengutamakan keselamatan. Jangan menunggu situasi memburuk,” tegas Candra di lokasi.

Sementara itu di Paninggahan, warga dan para pemuda berjaga di sepanjang aliran sungai. Sebagian di antaranya bahkan naik ke hulu untuk memastikan tidak ada ancaman aliran besar dari atas.

Sementara itu Bupati Solok melalui Sekretaris Daerah, Medison, menyampaikan bahwa cuaca yang belum membaik meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, khususnya bagi warga di bantaran sungai dan kawasan perbukitan.

"Hingga pukul 11.11 WIB, hujan masih terjadi di sejumlah wilayah. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga keselamatan diri,” ujar Medison dalam keterangannya kepada media.

Rabu pagi, Medison bersama tim turun langsung ke Nagari Mauro Pingai untuk memantau situasi di lapangan. Ia memastikan BPBD dan perangkat nagari siaga menghadapi potensi peningkatan debit air maupun longsor.

"Berdasarkan koordinasi dengan Bapak Bupati, kami melihat langsung kondisi aliran sungai di Mauro Pingai dan titik rawan longsor. Debit air meningkat tetapi masih dalam batas aman. Meski begitu, masyarakat harus tetap bersiap," tegasnya.

Medison juga meminta seluruh wali nagari untuk aktif menyampaikan informasi potensi bahaya kepada warga.

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Jika diperlukan, langkah evakuasi cepat akan segera dilakukan bersama perangkat nagari,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Solok hingga kini terus memonitor perkembangan cuaca dan meminta warga mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah serta pihak berwenang lainnya.(Lz) 

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Bupati Solok menerima secara resmi bantuan kemanusiaan dari PT. Kuatassi yang disalurkan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok. Penyerahan berlangsung di Kantor Bupati Arosuka dan diterima langsung oleh Bupati bersama sejumlah Pejabat pada Rabu (10/12).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian PT. Kuatassi, terutama karena bantuan diberikan secara langsung kepada dua posko bencana.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Kuatassi. Bantuan yang disalurkan ini sangat membantu meringankan beban masyarakat di tengah masa pemulihan. Sinergi antara pemerintah dan pihak swasta seperti PT. Kuatassi sangat berarti bagi kami,” ujar Bupati Solok.

PT. Kuatassi menyalurkan bantuan senilai Rp.10 juta, yang didistribusikan dalam bentuk paket sembako kepada dua posko bencana, yaitu :

- Posko Alahan Panjang

- Posko Muaro Pingai

Adapun jenis bantuan sembako yang diberikan meliputi :

- Beras

- Minyak goreng

- Telur

- Air mineral (Aqua)

- Gula

- Mie instan

- Bawang

- Lobak

- Kentang

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak, terutama mereka yang masih berada di posko pengungsian. Pemerintah Kabupaten Solok menyebut langkah PT. Kuatassi sebagai bentuk kepedulian nyata dan kontribusi positif bagi masyarakat.

Perwakilan PT. Kuatassi menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya hadir untuk masyarakat, terutama pada kondisi darurat seperti bencana yang baru-baru ini terjadi.

Bupati Solok menutup acara dengan harapan agar semakin banyak pihak turut berpartisipasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kebersamaan adalah kekuatan kita. Dengan gotong royong, kita bisa mempercepat pemulihan dan membangkitkan kembali semangat warga yang terdampak,” ungkapnya.(Lz) 

Pasaman (Rangkiangnagari) - Kabupaten Pasaman sedang berada di persimpangan sulit. Ancaman defisit anggaran mengintai, sementara proyeksi Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 diprediksi merosot drastis hingga Rp116 miliar dibandingkan APBD Awal 2025. Di sisi lain, tuntutan belanja wajib dan beban kerja pembangunan justru terus membengkak.

Dalam situasi genting ini, ketangguhan dan kecerdasan seorang pemimpin diuji. Tidak cukup hanya mengelola yang ada, tetapi harus mampu membuka jalan baru. Itulah perjuangan yang diemban Bupati Pasaman Welly Suhery, yang dengan gigih membangun jejaring dan melakukan lobi hingga pemerintah pusat.

“Kita Pasaman tidak bisa hanya pasrah. Ketika anggaran dari pusat diproyeksikan turun, maka tugas kami adalah memperkuat koordinasi, menunjukkan komitmen, dan meyakinkan bahwa Pasaman membutuhkan pembangunan di banyak sektor,” tegas Bupati Welly yang dikenal dengan kesederhanaannya ini.

Perjuangan itu membawa Bupati Welly menjajaki sejumlah kementerian di Jakarta. Terbaru, Bupati Welly, didampingi Anggota DPRD Pasaman Azhwa Habibi dari Partai Demokrat serta jajaran perangkat daerah, melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) akhir Oktober kemarin.

Di kantor pusat Kementan, Bupati Welly disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Ali Jamil. November ini posisi Ali Jamil sudah digantikan Dr Ir Suwandi.

Dalam pertemuan itu, Bupati Welly dengan detail memaparkan potensi besar sektor pertanian Pasaman, sekaligus menyampaikan maksud kedatangannya yakni meminta dukungan dari kementerian.

“Selain potensi yang kami miliki, kami Pasaman juga punya program ‘Bajak Gratis’ untuk petani. Sasarannya meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dan mempertahankan status Pasaman sebagai lumbung beras surplus. Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan pangan nasional,” ujar Bupati Welly saat pertemuan tersebut.

Paparan dari Bupati Welly itu langsung mendapat respons positif dari jajaran Kementan. Dengan kedatangan langsung rombongan Bupati itu, kementan menyatakan kesediaan untuk turut memprioritaskan Kabupaten Pasaman.

Karena inisiatif dan kedatangan langsung Bupati Welly Suhery, untuk tahap pertama, Kementan mengirimkan sejumlah unit alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor bajak untuk memperkuat program pertanian di Pasaman ke depannya.

Diskusi yang berlangsung sekitar satu jam lebih itu kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Bupati Welly menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Pasaman untuk mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat.

“Ini adalah upaya dalam membangun dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat. Dengan komunikasi langsung, harapan kami, berbagai program pembangunan, khususnya di sektor pertanian yang menjadi nadi ekonomi rakyat, dapat terus berjalan dan berkembang, meski di tengah tantangan anggaran,” pungkas Bupati Welly. (Tio) 

Pasaman (Rangkiangnagari) - Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik serta kepatuhan dalam pemenuhan standar pelayanan publik, Kabupaten Pasaman miliki Inovasi Penilaian Pelayanan Publik Prima dan Berkualitas (Penilikpas).

"Inovasi ini dibuat sejak tahun 2024 yang lalu dengan nama Penilaian Pelayanan Publik Prima dan Berkualitas atau disingkat Penilikpas". Kata Nina Damayanti, Kepala Bagian Organisasi, Setda, Pemkab Kabupaten Pasaman kepada media ini. Rabu (10/12/2025).

Dikatakan Nina Damayanti, Penilikpas sudah menggunakan sistem informasi berbasis website dibuat bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasaman.

Dijelaskan Nina, jika penggunaan Penilikpas dimaksudkan adalah untuk meningkatkan keakuratan, efisiensi, dan transparansi dalam pengumpulan data dan dokumen penilaian sehingga hasil penilaian bisa lebih baik dan valid. Ujar Nina.

Dijelaskan oleh Nina, sejauh ini telah dilakukan penilaian pelayanan publik kepada 117 Unit Penyelenggara Pelayanan Publik di Pasaman yang terdiri dari 24 Perangkat Daerah, 12 Kecamatan, 2 Rumah Sakit Umum Daerah, Perumda Tirta Saiyo, 16 Puskesmas dan 62 Nagari se Kab Pasaman. Ungkapnya.

Nina juga menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan penilaian pelayanan publik dengan memakai Penilikpas ini merupakan tindaklanjut dari Surat Keputusan Bupati Pasaman nomor:188.45/247/BUP-PAS/2025 tentang Penetapan Indikator penilaian pelayanan publik tahun 2025, dan penilaian pelayanan publik ini sudah dilakukan sejak tanggal 28 September s/d 30 Oktober 2025 secara hybrid yaitu penilaian melalui system informasi berbais website  (https:penilikpas.pasamankab.go.id). 

Selain berbasis website, dikatakan Nina penilaian juga dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan ke unit penyelenggaraan layanan publik di 3 lokus kecamatan (kecamatan Lubuk Sikaping, Panti, dan Bonjol). Ungkapnya.

Dikatakan Nina, website Peniliklapas ini telah dipakai dalam penilaian pelayanan publik sampai ke tingkat Nagari.

"ini wujud komitmen kita agar pelayanan publik yang baik dan berkualitas harus sampai ke tingkat nagari yang merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat". Kata Nina.

Bertempat di halaman Kantor Bupati Pasaman, saat apel pagi gabungan, senin (8/12/2025) dilakukan pengumuman penilaian terhadap pelayanan publik sejumlah instansi dilingkungan Pemkab Pasaman.

Dihadapan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Para Staf Ahli, Para Asisten, Kepala OPD, Kabag dilingkungan Sekretariat Daerah, Camat, Wali Nagari se Pasaman, dan para ASN dilingkungan Pemkab, Bupati Welly memberikan apresiasi kepada instansi yang telah melakukan pelayanan yang optimal dan prima kepada masyarakat.

Sesuai indikator Penilikpas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan meraih peringkat pertama dalam kategori perangkat Daerah, Camat Panti kategori kecamatan, Puskesmas Lubuk Sikaping kategori BLUD, Wali Nagari Durian Tinggi kategori Nagari. 

Bupati Welly mengucapkan selamat kepada unit penyelenggara pelayanan publik yang terbaik dimasing masing kategori, semoga bisa mempertahankan dan senantiasa meningkatkan kinerja pelayanan publik di unit pelayanan masing masing. 

Bupati Welly juga menegaskan kepada aparatur pada seluruh unit layanan untuk selalu bersemangat dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

“Saya ingin mengingatkan bahwa kehadiran kita semua, baik Pemerintah Daerah, Kecamatan, Nagari, pusat layanan kesehatan dan BUMD, dalam pemerintahan ini adalah untuk melayani dan tidak ada perbedaan sikap baik itu yang kita layanani adalah masyarakat langsung, sesama ASN, ataupun pimpinan, sehingga perlakuanya harus tetap sama yaitu: ramah, santun cepat, murah, dan tepat sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan”. Harapnya.

Bupati Welly menegaskan aparatur penyelenggara pelayan publik agar selalu komitmen memberikan pelayanan publik yang terbaik dan berkualitas untuk terwujudnya Pasaman bangkit yang berkarakter, maju dan berkelanjutan. Tandasnya.(Tio) 

Pasaman (Rangkiangnagari) - Salah satu bentuk perhatian  Pemerintah Daerah Pasaman dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat , Wabup Parulian secara langsung.turut menyerahkan Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) dana desa di Nagari Padang Gelugur, Jumat Pagi 05 Desember 2025 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut ,  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pasaman ,Hasrizal ,  Camat Padang Gelugur; Wali Nagari setempat Syafrial  beserta perangkat, Tenaga Pendamping Profesional, Babinsa, Babinkamtibmas, Ketua Lembaga tingkat Nagari, dan puluhan Penerima manfaat 

Pada kegiatan tersebut , Wali Nagari Padang Gelugur Kecamatan Padang Gelugur , mengatakan , Untuk penerima Bantuan Langsung Tunai dana desa yang diambil dari anggaran nagari untuk triwulan ke 4 sebanyak  75 KPM , masing masing mendapatkan 900 ribu rupiah , perbulan mendapatkan 300 ribu rupiah kali 3 bulan , 

Kita mengajak , agar Dana yang diterima  tersebut bisa dimanfaatkan sebaik baiknya , terutama untuk  kebutuhan  yang mendasar , terang Syafrial , 

Sementara Wabup Pasaman Parulian Dalimunthe Dalam arahanya ,menjelaskan ,  Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa ini adalah merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan. Untuk itu saya berharap ,dapat  digunakan dengan bijak, diprioritaskan untuk kebutuhan pokok, pendidikan anak-anak, atau hal-hal yang benar-benar bermanfaat bagi keluarga.

Dalam hal ini , Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama nagari terus berkomitmen menghadirkan program-program yang berpihak pada rakyat. Selain BLT,  dan kita juga mendorong program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, dan pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke nagari-nagari. tambahnya 

Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga kebersamaan, persatuan, dan gotong royong. Dengan kekompakan masyarakat dan dukungan pemerintah, Insya Allah kita bisa mewujudkan **Pasaman Bangkit Yang berkarakter, maju dan berkelanjutan**. imbuh Parulian 

Selanjutnya Pemerintah Daerah akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program unggulan, baik di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur maupun pemberdayaan ekonomi. Semoga dengan adanya BLT Dana Desa ini, masyarakat bisa lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhannya.tutup Wabup,(Wl) 

Dharmasraya (Rangkiangnagari) - Pada sebuah pagi yang masih menyisakan kabut dingin di Kabupaten Tanah Datar, seorang ibu muda duduk memeluk kedua anaknya di depan bangunan yang tinggal separuh. Rumah itu tak lagi punya dinding utuh. Atapnya seperti lembaran seng yang dirobek paksa. Di balik matanya yang sayu, ada kisah panjang tentang malam yang mengubah segalanya.

“Yang penting kami selamat,” bisiknya pelan, seolah menenangkan dirinya sendiri.

Ia bukan satu-satunya. Di banyak daerah di Sumatera Barat, Tanah Datar, Agam, Padang Panjang, dan sekitarnya warga masih berjuang menata hidup kembali setelah bencana datang bertubi-tubi. Hujan ekstrem, banjir bandang, dan longsor meluluhlantakkan bangunan, melumpuhkan aktivitas, dan menyisakan trauma yang belum selesai.

Di tengah kepiluan itu, datang rombongan kecil dengan rompi kuning yang mencolok. Mereka bukan pejabat yang membawa protokol ketat. Mereka bukan pula relawan sesaat yang datang hanya untuk foto-foto lalu pergi. Mereka adalah orang-orang yang membawa amanah dari masyarakat Dharmasraya amanah berupa kepedulian.

Mereka adalah Tim Baznas Kabupaten Dharmasraya, yang datang dengan langkah tenang, tapi membawa harapan besar.

Kedatangan Baznas bukanlah perjalanan biasa. Ada proses panjang di belakangnya, menghimpun zakat dan infak masyarakat, mengelola hingga tepat sasaran, dan memastikan bahwa setiap rupiah yang diamanahkan benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Total bantuan yang mereka bawa mencapai Rp80 juta, disalurkan langsung ke Baznas kabupaten/kota yang terdampak bencana. Selain itu, mereka membawa 1 ton beras, yang siap dibagikan kepada warga yang kini hidup di pengungsian maupun bertahan di rumah tanpa kepastian makanan harian.

Jumlah itu mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan besarnya dampak bencana. Tetapi di balik angka itu, ada sumbangan pedagang kecil yang menyisihkan beberapa ribu rupiah dari hasil jualan. Ada zakat profesi seorang guru honorer. Ada infak diam-diam seorang perantau yang tak pernah mau menyebut nama. Dan ada doa panjang dari mereka yang berharap bantuan itu menjadi cahaya bagi saudaranya di wilayah yang dilanda musibah.

“Ini bukan soal besar kecilnya bantuan,” ujar

Wakil ketua1 Bidang Pengumpulan Zakat Infaq Sedekah (ZIS) Ridwan Syarif, S.Ag, Datuak Majo Kayo, Baznas Dharmasraya saat menyerahkan bantuan. “Ini soal rasa persaudaraan. Soal meyakinkan bahwa kita tidak membiarkan mereka menghadapi bencana sendirian.” Kalimat sederhana itu sering menjadi penguat bagi warga yang menerima.

Rombongan Baznas Dharmasraya berangkat bersama Pemerintah Daerah, menyusuri jalur yang masih menyimpan sisa-sisa bencana. Di beberapa titik, tanah longsor masih tampak seperti sobekan luka di tubuh bumi. Air bah yang sudah surut meninggalkan bau lumpur yang menyengat, bercampur dengan kesedihan yang sulit digambarkan.

Saat mereka tiba di salah satu lokasi, beberapa anak berlarian mendekat. Bukan untuk berebut bantuan mereka hanya ingin memastikan bahwa ada orang yang peduli.

“Abang dari mana?” tanya seorang bocah, kakinya masih belepotan lumpur. Dari Dharmasraya, jawab Ridwan Syarif dengan senyum hangat. “Jauh ya. Terima kasih sudah datang,” katanya polos.

Kalimat itu menjadi energi tersendiri bagi tim yang datang. Karena dalam bencana, kehadiran sering kali lebih berarti dari sekadar barang bantuan. Kehadiran mengirim pesan, kami melihat derita, kami peduli, dan kami datang karena masyarakat yang kenak musibah bagian dari kami.

Baznas memiliki pendekatan unik mereka tak hanya menyerahkan bantuan melalui simbolis dan foto seremonial, tetapi memastikan penyaluran dilakukan melalui Baznas daerah terdampak agar tepat sasaran.

Bantuan uang tunai diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak, pembelian bahan makanan, obat-obatan, pakaian layak, dan kebutuhan darurat lain yang tidak bisa ditunda.

Sementara 1 ton beras menjadi penyelamat bagi banyak keluarga. Di tiap kamp pengungsian, beras adalah simbol harapan sederhana bahwa esok masih ada sesuatu yang bisa dimakan.

Di salah satu tenda pengungsian, seorang lelaki paruh baya menatap karung beras itu lama, seakan memikirkan panjangnya perjalanan yang dilalui hanya untuk sampai kepadanya.

“Ini lebih dari sekadar beras,” katanya pelan. “Ini carito saling manyokong urang awak.”

Baznas bukan lembaga keuntungan. Mereka bekerja dengan landasan iman dan amanah. Setiap bantuan yang disalurkan adalah hasil dari kepercayaan masyarakat. Dan kepercayaan itu tidak boleh dikhianati.

Karena itu, saat musibah terjadi, Baznas Dharmasraya tidak menunggu instruksi. Mereka bergerak cepat. Mereka tahu bahwa dalam bencana, satu hari saja keterlambatan bisa berarti satu keluarga terpaksa tidur dalam kelaparan atau kedinginan.

Gerak cepat ini bukan hanya soal profesionalitas, tetapi juga refleksi dari budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi solidaritas dan gotong royong.

Di ranah adat, dikenal pepatah,

“Sakik samo diraso, hilang samo dicari.”

Yang artinya, ketika satu terluka, semuanya ikut merasakan, ketika satu kehilangan, semuanya ikut berusaha mencarikan solusi.

Maka, bantuan Baznas Dharmasraya adalah penjelmaan modern dari filosofi lama itu falsafah yang tetap hidup melintasi zaman.

Di akhir setiap kunjungan, Baznas Dharmasraya selalu menyampaikan pesan sederhana. Ayo teruskan kebaikan ini. Karena mereka sadar, tugas kemanusiaan tidak pernah selesai hanya dengan satu kunjungan atau satu penyaluran.

Setiap bencana yang terjadi adalah pengingat bahwa manusia tidak pernah bisa berdiri sendiri. Ada kalanya kita menjadi pihak yang memberi, ada kalanya menjadi pihak yang menerima.

Zakat, infak, dan sedekah adalah jembatan yang menyambungkan keduanya menghubungkan hati yang kaya empati dengan mereka yang sedang diuji.

“Bencana bisa menimpa daerah mana saja. Hari ini mereka yang tertimpa, esok bisa jadi kita. Maka, selama kita mampu, bantulah. Karena memberi tidak pernah membuat seseorang jatuh miskin,” begitu pesan yang disampaikan Ardios Monti Malano Wakil ketua Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia dan Umum Baznas.

Di salah satu titik terakhir kunjungan, rombongan Baznas berpamitan kepada warga. Seorang ibu tua menggamit tangan Rusmiati, Wakil Ketua Bidang Keuangan Baznas, dan Ia berkata lirih. “Anak-anak datang baralek duka kami. Semoga Allah yang membalasnya.”

Kata-kata itu menggambarkan bahwa di balik bencana, masih ada ruang luas tempat manusia saling menguatkan.

Baznas Dharmasraya pulang dengan hati yang berat, tetapi juga lega. Berat karena menyaksikan luka-luka yang masih menganga. Lega karena mereka tahu apa yang mereka bawa telah mengisi sebagian kekosongan itu.

Bantuan mereka mungkin tidak dapat mengembalikan rumah yang hilang. Tidak dapat menghapus trauma. Tidak dapat mengubah takdir. Tetapi mereka membawa sesuatu yang jauh lebih penting.

Bahwa ketika bencana meruntuhkan segalanya, manusia masih bisa bangkit bersama.(St) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.