Solsel (Rangkiangnagari) – Jalur pendakian Gunung Kerinci melaluiKabupaten Solok Selatan, menghadirkan pengalaman berbedabagi para pecinta alam. Jalur ini menyuguhkan bentang hutanhujan tropis yang masih alami, kaya satwa dan tumbuhanendemik, serta menjadi salah satu perlintasan HarimauSumatera.
Sebagai bagian dari Seven Summits Indonesia, jalurpendakian via Solok Selatan menawarkan sensasi petualanganyang dimulai langsung dari ekosistem hutan. Berbeda denganjalur Kersik Tuo, Kerinci, yang masih melewati kawasanperkebunan masyarakat sebelum memasuki pintu rimba.
“Begitu melewati pintu rimba, pendaki langsung berada di tengah ekosistem hutan. Ini berbeda dengan Kersik Tuo yang pemandangan awalnya masih perkebunan warga,” ujar KepalaSeksi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah IV, Hadinata Karyadi, saat jumpa pers di Visit Center PendakianGunung Kerinci via Solok Selatan, Camping Ground DanauBontak, Nagari Bangun Rejo, Kecamatan Sangir, Jumat(12/12).
Hadinata menjelaskan, meski jalur via Solok Selatan memerlukan waktu tempuh lebih panjang dibandingkanKersik Tuo, namun karakter lintasannya relatif lebih landaidan ramah bagi pendaki.
“Dari camping ground sampai Pos Borneo jalurnya masihlandai, jadi pendaki bisa lebih santai. Tantangan mulai terasasetelah Pos Borneo, sementara jalur ekstrem berada di rentangTugu Yuda menuju puncak,” jelasnya.
Selain kontur jalur yang lebih bersahabat, pendaki jugadimanjakan panorama hutan hujan tropis yang masih asri, minim sampah, serta berpotensi mempertemukan pendakidengan satwa dan flora endemik yang langka.
“Jalur ini masih sangat alami dan merupakan salah satukawasan perlintasan Harimau Sumatera,” tambahnya.
Untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan pendaki, Balai Besar TNKS telah membangun delapan posperistirahatan di sepanjang jalur pendakian. Sementara itu, Camping Ground Danau Bontak menjadi titik awal pendakiansekaligus lokasi transit sebelum pendaki memulai perjalananmenuju puncak.
“Di camping ground tersedia toilet, area yang luas, danjaringan internet juga sudah dapat diakses,” ujarnya.
Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 meter di ataspermukaan laut (MDPL) merupakan gunung api aktif tertinggidi Indonesia dan berada di perbatasan Kabupaten Kerinci danSolok Selatan.
Pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci via SolokSelatan, kata Hadinata, merupakan hasil kolaborasi BalaiBesar TNKS bersama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.Akses menuju Visit Center pun terus ditingkatkan.
“Melalui program TMMD bersama TNI AD, jalan menujucamping ground yang sebelumnya hanya bisa ditempuhdengan berjalan kaki, kini sudah dapat dilalui kendaraan rodaempat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten SolokSelatan, Pamil Ruskamdani, menilai pembukaan jalurpendakian ini menjadi peluang besar bagi peningkatanperekonomian masyarakat lokal.
“Dengan dibukanya jalur pendakian, masyarakat dapatmengembangkan usaha penginapan, penyewaan perlengkapanpendakian, penjualan suvenir, hingga kuliner,” katanya.
Ia menambahkan, pendaki pemula tidak perlu khawatir karenatelah tersedia pemandu dan tour operator binaan Balai BesarTNKS yang telah bersertifikat.
“Jalur ini sudah banyak dijajal, bahkan pendaki dari Malaysia juga cukup ramai,” ujarnya.
Senada, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi danInformatika Kabupaten Solok Selatan, Irwanesa, menekankanpentingnya promosi masif terhadap jalur pendakian ini.
“Jalur pendakian ini perlu diviralkan agar dikenal luas. Jikaramai pengunjung, perekonomian masyarakat lokal tentu ikutterdongkrak,” katanya.
Di tengah kebijakan efisiensi keuangan negara danberkurangnya transfer ke daerah, pemerintah daerah dituntutuntuk kreatif mencari sumber pendapatan baru gunameningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pariwisata menjadi salah satu sektor strategis. Solok Selatan memiliki potensi besar melalui jalur pendakian GunungKerinci yang kini terus kita kembangkan,” ujarnya.
Irwanesa juga menyebutkan, perbaikan akses jalan dariPadang menuju Solok Selatan, serta peningkatan ruas SolokSelatan–Dharmasraya, diharapkan mampu semakinmendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektorpariwisata di bumi Sarantau Sasurambi.(DT)


