Tim Peduli Fak. Peternakan Di Dukung Lima Perusahaan Nasional Berikan Bantuan di Batu Busuk


Penyerahan bantuan ribuan butir telur kepada masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Bat Busuk.  Terlihat Wakil Dekan Dr Nurhayati dan Prof Asdi Agustar 

Padang (Rangkiangnagari) - Tim Peduli Bencana Fakultas Peternakan Unand didukung  lima perusahaan nasional mengunjungi dan menyerahkan bantuan telur ayam ras kepada masyarakat yang ditimpa musibah di daerah bencana banjir Batu Busuk, Sabtu pagi 6/12).

Lima perusahaan nasional yang mendukung kegiatan ini  PT. JAPFA Comfeed Indonesia, Tbk ; PT. Medion ; PT. Tri Suri Indah Farm ; PT. Rajawali Feed Center/ CV. Dunia Unggas dan PT Agung Putra Mandiri. Dukungan lima perusahaan ini sangat berarti bagi tim disaat menjelang akhir tahun. 

Penyerahan bantuan di Batu Busuk 

Satu mobil yang berisi 8400 butir telur dan iring-iringan mobil pimpinan, perwakilan PT Medion, empat perusahaan lain, dosen Fak.Peternakan serta tim Gerak Cepat mahasiswa bergerak dari Kampus Limau Manis menuju daerah kawasan bencana terparah, mulai dari Koto Lua, hingga ke PLTA Kuranji.

Dipimpin Wakil Dekan II Dr Nurhayati dan Ketua Senat Fakultas Peternakan Prof Asdi Agustar, Ketua tim  Dr Yan Heryandi  manajer Fakultas Ade Sukma serta tokoh pers Dr Basril Basyar, rombongan melihat dari dekat dahsyatnya kerusakan-kerusakan yang terjadi dan  menimpa masyarakat Butu Busuk dan Lambung Bukik secara umum.

Bantuan berupa ribuan butir itu diserahkan ke beberapa dapur umum, dipandu Babinkamtibmas Maulana dan Ketua RT. Edi Tando. Terdapat tiga dapur umum yang selalu menyediakan makanan bagi masyarakat terdampak.

Kerusakan berat berupa hancurnya rumah-rumah penduduk dan tertimbun areal persawahan merupakan sebuah fenomena yang akan berdampak panjang dan menimbulkan kesulitan ekonomi dimasa mendatang. Duka mendalam dialami masyarakat setempat. Dan bantuan datang silih berganti dari berbagai daerah.

Di depan posko bencana bantuan Batu Busuk

Saat ini begitu banyak mengalir bantuan berupa kebutuhan pokok dan sandang masyarakat. Problem besar dimana meraka akan beristirahat,  dikala rumah meraka hanyut dan hancur.

Banjir bandang dan longsoran dahsyat terjadi 25 dan 27 Nopember 2025. Saat itu volume air hujan begitu tinggi dan sungai-sungaipun meluap dan menghantam segala yang menghalangi.

Daerah yang menderita paling parah di kota Padang adalah Batu Busuk dan Lambung Bukik secara umum. Puluhan rumah rata dengan sungai. Kayu gelondongan menghancurkan sendi-sendi bangunan bahkan jembatan Batu Busuk lama dan Gunung Nago putus.

Wakil Dekan II Fak.Peternakan Dr Nurhayati ketika menyerahkan bantuan meminta masyarakat tertimpa musibah selalu bersabar dan tidak putus asa. Segera bangkit dan ambil hikmah dari malapetaka ini, himbaunya 

Sementara Guru Besar Ilmu Sosial Ekonomi Peternakan Prof Asdi Agustar menyampaikan bahwa perlu dilakukan maping atau pemetaan terhadap bencana yang terjadi serta langkah strategis membangun ekonomi masyarakat terdampak ke depan.

Sebagai orang akademisi pemberian bantuan berupa ribuan butir telur adalah sebagai rasa kepedulian awal, bagi saudara kita di sekitar kampus. Itu belum cukup, harus ada langkah yang komprehensif untuk jangka panjang, katanya.(*b).


Labels: , ,
[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.