SOLSEL - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-22 KabupatenSolok Selatan menjadi momen istimewa yang sarat warnabudaya. Pawai budaya yang digelar di Padang Aro suksesmenyulap pusat kota menjadi panggung kebhinekaan, menghadirkan kolaborasi adat Minangkabau, Jawa, Batak, hingga berbagai etnik Nusantara lainnya.
Ribuan pasang mata tumpah ruah di sepanjang rute pawaipada Senin (5/1) sejak pukul 10.00 WIB. Warga lokal danpengunjung dari luar daerah tampak antusias menyaksikanparade budaya yang jarang ditemui dalam satu kesempatan.
Sebanyak 40 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tujuhkecamatan, serta 39 nagari ambil bagian dengan mengenakanbusana adat Minangkabau dan khas Solok Selatan. Hiasansuntiang, deta, dan perhiasan tradisional yang berkilaumenambah kemegahan barisan peserta.
Kemeriahan berlanjut saat rombongan budaya Jawa tampilmemikat lewat tarian tradisional serta kebaya berwarna cerah.Tak kalah menarik, kontingen Batak memperkenalkan kainulos bernuansa merah marun dengan motif khas Toba yang sarat makna filosofis.
Bupati Solok Selatan, Khairunas, menegaskan bahwa pawaiini mencerminkan wajah daerah yang inklusif. “Solok Selatan adalah rumah bersama. Tidak hanya milik budayaMinangkabau, tetapi juga ruang ekspresi bagi seluruh sukubangsa Indonesia,” ujarnya.
Sorotan utama tertuju pada pertunjukan “KolaborasiNusantara”, hasil perpaduan tiga budaya besar: Minang, Jawa, dan Batak. Alunan talempong, gamelan, dan gondang berpaduharmonis, menciptakan atmosfer meriah yang membuatpenonton larut dalam irama. Sejumlah anak muda bahkan ikutmenari di tepi jalan, menambah semarak suasana.
Tak hanya budaya, pawai ini juga menjadi ajang promosiekonomi lokal. Deretan stan UMKM menampilkan anekakerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga produk kreatifmasyarakat Solok Selatan.
“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga etalase ekonomikreatif daerah,” tambah Khairunas.
Pawai budaya yang telah digelar selama 22 tahun inidiharapkan terus menjadi agenda inspiratif bagi generasimuda, sekaligus memperkuat dialog dan toleransiantarbudaya. HUT ke-22 Solok Selatan pun kembalimenegaskan identitasnya sebagai simpul persatuan dalamkeberagaman Nusantara. (DT)



