Asesmen Wilayah Sekolah Literasi Indonesia, TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis Masuk Nominasi Nasional

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Pemerintah Kabupaten Solok menerima kunjungan tim asesor dalam rangka asesmen wilayah Sekolah Literasi Indonesia terhadap Program Pelita 6 TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis – Hj. Syamsiar Nagari Paninjaun, Kecamatan X Koto Diatas, Jumat (06/02).

Kegiatan yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok di Koto Baru, Kecamatan Kubung itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, Bunda Literasi Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Eko Gunanto, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Elafki, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Hendriyanto, Camat X Koto Diatas, serta penggiat literasi dari TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis.

Dalam sambutannya, Bunda Literasi Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, menyampaikan penghargaan atas pencapaian TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis yang berhasil mencapai tingkat nasional di tengah tantangan rendahnya minat membaca masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Solok karena muncul dari gerakan masyarakat di tengah derasnya pengaruh digitalisasi.

“Di tengah era digital saat ini, TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis mampu menembus nominasi nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Solok dan menunjukkan bahwa gerakan literasi masyarakat masih sangat kuat,” ujar Nia.

Ia menyoroti penggunaan Android dan teknologi digital yang berdampak pula mempengaruhi minat baca anak-anak. Bahkan menurutnya, penggunaan gawai dalam kegiatan sekolah perlu dikaji kembali, terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.

“Digitalisasi tentu kita dukung, tetapi penggunaan Android yang tidak terkontrol bisa berdampak pada menurunnya minat baca anak-anak. Bahkan tugas sekolah sekarang banyak yang langsung diarahkan mencari di Google,” katanya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan tantangan lain dalam dunia pendidikan di Kabupaten Solok, seperti berkurangnya jumlah siswa di beberapa sekolah dasar negeri.

“Ada sekolah yang kelas satu sampai kelas tiga tidak ada murid, atau satu sekolah hanya memiliki sekitar dua puluh tiga siswa dari kelas satu sampai enam. Ini kenyataan yang kita hadapi,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap gerakan literasi masyarakat seperti TBM dapat terus diperkuat dan dikembangkan di kecamatan lain di Kabupaten Solok.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, menyampaikan apresiasi kepada pengelola TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis yang dinilai mampu menggerakkan literasi secara swadaya.

Ia mengatakan keberhasilan TBM tersebut bahkan mendapat perhatian dari tim penilai nasional.

“Salah satu tim penilai dari Jakarta menyampaikan bahwa hal yang membuat mereka terkesan adalah adanya masyarakat yang secara swadaya membangun taman bacaan, menyediakan tempat, dan menggerakkan literasi dengan sumber daya sendiri,” kata Medison.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan budaya membaca di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Solok untuk terus mendukung perkembangan membaca taman masyarakat di berbagai nagari.

“Hari ini mungkin baru satu taman bacaan yang menonjol, tetapi kita berharap ke depan akan muncul TBM-TBM lain di Kabupaten Solok yang lahir dari inisiatif masyarakat,” ujarnya.

Medison menambahkan, berdasarkan hasil survei Universitas Gadjah Mada (UGM), Sumatera Barat masuk dalam tujuh besar provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Indonesia.

“Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperkuat gerakan literasi, terutama bagi generasi muda di Kabupaten Solok,” ujarnya.

Melalui asesmen tersebut, diharapkan TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis dapat terus berkembang sekaligus menjadi pemantik lahirnya gerakan literasi baru di berbagai nagari di Kabupaten Solok.(Lz)

Labels: , ,
This is the most recent post.
Posting Lama
[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.