PADANG (RangkiangNagari) - Menteri Tenaga Kerja RI, Prof Yassierli meresmikan bantuan sumur bor dan tempat wudhu di Masjid Raya Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Kamis (14/5). Menteri yang 'urang awak' itu menaruh perhatian terhadap kondisi Kota Padang, terutama di Balai Gadang, yang sempat kekurangan air bersih pasca bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu.
Menaker mengaku, saat bencana tersebut terjadi, Kementerian Tenaga Kerja langsung membuat posko layanan emergency yang dipusatkan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas di Banda Buek, Kecamatan Lubuk Kilangan. Setelah itu, dilanjutkan dengan fase recovery di mana Kemnaker telah menyerahkan bantuan dalam bentuk program senilai Rp32 miliar di Sumatera Barat, di antaranya padat karya dan pelatihan-pelatihan. Bantuan termasuk pelatihan berbasis IT (Information Technology) bagi sekitar 3200 anak muda di Kota Padang. Para peserta itu nantinya akan diberikan akses ke platform pembelajaran digital. Kemnaker akan terus memonitor program yang sedang berjalan. Bila memberi manfaat dan disambut antusias, maka akan ditambahkan paketnya.
Terkait bantuan sumur bor dan tempat wudhu di Masjid Raya Balai Gadang, Prof Yassierli mengatakan, bantuan tersebut ia niatkan sebagai wakaf atas nama kedua orang tuanya. Saat bencana terjadi tahun lalu, ia mengaku ada beban pikiran terkait apa yang bisa dilakukan untuk kampung halaman.
"Alhamdulillah, sumur bor sudah selesai dikerjakan walaupun ada sedikit kendala secara teknis saat pengerjaan, karena banyak batu di bawah sehingga kedalamannya mencapai 50 meter. Tapi alhamdulillah, airnya bagus dan jernih. Saat ini sudah bisa dinikmati oleh jemaah masjid maupun masyarakat umum," katanya.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah yang juga hadir di lokasi mengucapkan terima kasih kepada Menaker dan Human Initiative atas dukungan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya di Balai Gadang. Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, termasuk bantuan pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh Kemnaker bagi masyarakat Kota Padang. Ia juga berharap pelatihan-pelatihan siap kerja yang diberikan bisa menghadirkan ruang-ruang baru untuk tenaga kerja.
Pembangunan sumur bor tersebut terwujud atas kerja sama dengan Human Initiative. Menurut Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati, sumur bor di Balai Gadang merupakan salah satu program transisi menuju pemulihan yang di-handle oleh Human Initiative. Program lainnya ada pembuatan intake dan reservoir yang kemudian disalurkan kepada 37 KK di Salareh Aia Timur Kabupaten Agam serta pembangunan masjid di lokasi yang sama.
Sementara itu, Lurah Balai Gadang, Yufrizal Maas mengatakan, bantuan sumur bor sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena memang, Balai Gadang menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah saat sungai Batang Lubuk Minturun meluap dan menimbulkan sejumlah kerusakan.
Hal yang sama diungkapkan Ketua Pengurus Masjid Raya Balai Gadang, Firman. Menurutnya, usai bencana, akses air bersih di masjid itu sempat terputus selama sekitar lima bulan. Selama itu pula, akses air bersih bergantung pada bantuan dari PDAM dan Damkar.
"Dengan bantuan sumur bor sekarang, tentunya jemaah dan masyarakat sekitar merasa sangat terbantu. Apalagi, langsung ada tempat wudhu di luar bagi jemaah laki-laki," katanya.
Acara peresmian sumur bor dan tempat wudhu tersebut juga dihadiri oleh Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir, Ketua DPRD Padang Muharlion, Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, sejumlah pejabat di Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, tokoh masyarakat, majelis taklim dan warga setempat.

