Solsel ( Rangkiangnagari ) - Maikon Saputra , 23 tahun , kini mulai mengirimkan menerima jahitan yang bertubi - tubi datang ke tempat usahanya di Nagari Sitapus Kecamatan Sangir Batang Hari . Bahkan dirinya harus menahan kantuk hingga pukul dua pagi untuk menyelesaikan jahitannya agar rampung tepat Waktu .
Memiliki hobi menjahit sejak di bangku sekolah dasar mendorong Maikon untuk terus mengembangkan kemampuannya . Setelah menyelesaikan SMA pada tahun 2022, satu tahun kemudian Maiko mengikuti pelatihan menjahit lanjutan . Setelah itu sebelumnya hanya menerima jasa permak untuk berbagai usia , setelah pelatihan dia sudah bisa membuat pola dan menjahit pakaian sendiri .
" Maikon Tailor sudah ada sejak SMA, tapi baru menerima jasa permak . Makanya setelah lulus SMA saya ingin ikut pelatihan untuk menambah kemampuan . Saat pelatihan saya belajar membuat pola dan mengoperasikan berbagai peralatan yang disediakan sehingga sekarang saya sudah bisa membuat pakaian sendiri ," kata Maikon saat dihubung i Diskominfo , Selasa (10/3 ).
Kala itu Maikon mendapatkan informasi mengenai pelatihan yang diadakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dari sebuah akun media sosial . Tidak berlama -lama, ia pun segera mendaftar dan pelatihan ikut selama 20 hari .
Meski kini sudah memiliki usaha dan cukup untuk menghidupi dirinya , Maiko berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa mesin bordir . Karena kebutuhannya cukup tinggi , terutama untuk anak sekolah , sedangkan untuk wilayah Sitapus masih belum ada satupun mesin yang tersedia .
" Saya juga berharap ada lanjutan pelatihan yang bisa diberikan BLK untuk terus meningkatkan kemampuan saya dalam menjahit ," tuturnya .
Maikon adalah satu dari ratusan peserta pelatihan yang dicetak di BLK di bawah binaan Disnakertrans Kabupaten Solok Selatan. Berbagai jenis pelatihan diberikan setiap tahunnya pun berbeda , mengikuti paket pelatihan yang dianggarkan dari pusat dan permintaan tenaga kerja di dalam daerah .
Misalnya saja pada tahun 2026 ini jenis pelatihan yang diberikan yakni tata boga , desain visual, dan barista. Setiap paket pelatihan menerima 16 orang mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia .
Kepala Disnakertrans Joni Firmansyah mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Ditujukan untuk menciptakan tenaga kerja mendiri serta memiliki skill dan sekaligus menekan angka pengguran .
“Tingkat penyerapan tenaga kerja mencapai 60% dari perusahaan yang beroperasi di Solok Selatan. Ada juga yang akhirnya memiliki usaha sendiri ," kata Joni di lokasi terpisah .
Meski telah mencetak banyak calon tenaga kerja dengan berbagai bidang , namun masih terdapat kendala . Joni menyebut masih belum difasilitasinya modal usaha bagi para calon tenaga kerja ini menjadi perhatian sehingga mereka tetap harus mencari sumber pendanaan atau pekerjaan sendir i setelah pelatihan . (DT )

