Pasaman (Rangkiangnagari) - Kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI) dalam hal penyerapan lapangan kerja menuntut tenaga kerja harus terampil sesuai dengan kebutuhan zaman. Keterampilan dan keahlian yang terukur menjadi kunci tenaga kerja siap memasuki lapangan kerja baik ke dunia usaha dan industri maupun secara mandiri.
Mengolah tenaga kerja di Kabupaten Pasaman memiliki keterampilan dan keahlian, sesuai target penciptaan 1.000 lapangan kerja, Pemkab Pasaman melalui UPT BLK Lubuk Sikaping, Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja menselaraskan calon tenaga kerja sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Hal inilah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman kedepan, melalui berbagai program dan kegiatan melalukan upaya memperkuat langkah peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui pelatihan vokasi berbasis kompetensi.
Sebanyak 80 peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1–Tailor Made Training (TMT) yang berlangsung sejak 1 hingga 15 April 2026 di UPT BLK Lubuk Sikaping resmi menyelesaikan program dan dinyatakan siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha.
Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard, yang hadir mewakili Bupati Pasaman, Welly Suhery pada penutupan pelatihan dan penyerahan sertifikat. Dalam berbagai yang dibacanya, Bupati menegaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian konkret dari program prioritas daerah.
“Pelatihan ini bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan langkah-langkah strategis untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu bersaing, baik di dunia kerja maupun dalam membangun usaha mandiri,” ujar Asisten III Roichard membacakan Berbagai Bupati Welly.
Ia menambahkan, program ini diarahkan untuk mendukung target penciptaan 1.000 lapangan kerja di Kabupaten Pasaman secara bertahap dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Dr. Ariswan, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang sesuai kebutuhan industri dan potensi usaha lokal agar hasilnya lebih aplikatif.
“Seluruh materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha di daerah. Dengan demikian, peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki bekal kuat untuk membuka usaha secara mandiri,” jelas Ariswan.
Selama pelatihan dua pekan, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan di sejumlah bidang yang memiliki prospek kerja tinggi, yaitu instalasi listrik, tata boga (ragi dan non ragi), menjahit bedcover lanjutan, tata rias pengantin, serta penduga biaya konstruksi.
Tak hanya itu, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pakaian kerja, modul pelatihan, konsumsi, uang saku, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Di akhir program, peserta mendapatkan sertifikat pelatihan serta sertifikasi dari BNSP bagi yang dinyatakan lulus uji kompetensi.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui BPVP Padang, yang terus mendorong pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri.
Ia berharap, dengan selesainya pelatihan tersebut, para lulusan yang diharapkan dapat segera terserap ke dunia kerja, membuka usaha baru, serta berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan di Pasaman.
“Pemerintah daerah optimis, melalui penguatan pelatihan vokasi yang berkelanjutan, target 1.000 lapangan kerja dapat tercapai,” tutupnya.(tio).

