Koperasi Nagari Merah Putih di Solsel Mulai Urus Izin dan Beroperasi

Solsel ( Rangkiangnagari ) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mendorong percepatan perizinan dan operasional        Koperasi Desa / Nagari Merah Putih (KDMP) melalui Dinas      Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kini 22 dari 39 Koperasi Merah Putih sudah berizin bahkan mulai beroperasi.      

 

Kepala DPMPTSP Alfiandri Putra mengatakan 22 koperasi      telah dikeluarkan izinnya . Sedangkan sisanya akan difasilitasi      pengurusan dalam minggu ini .   

Fasilitasi dan intervensi pengurusan ini dilakukan untuk      mendukung percepatan program prioritas nasional . Sebab , beberapa memang terkendala karena penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) jenis usaha ," kata Alfiandri dalam keterangannya , Selasa (14/4 ).        Hal  ini berkaitan dengan perubahan regulasi  Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA)  berdasarkan  PP  Nomor  28  Tahun  2025  tentang Penyelenggaraan Perizinan      Berusaha Berbasis Risiko Menurutnya koperasi mengalami   kesulitan untuk persyaratan memenuhi sesuai dengan     ketentuan  PP  tersebut.

Aturan ini , disebutnya , memiliki persyaratan yang kompleks      dan proses yang berubah , seperti mengubah pola yang awal       persyaratan dasar bisa dilengkapi di akhir , menjadikan pelaku       usaha harus persyaratan memenuhi dasar di awal misalnya KKPR/ Amdal . Hal itu diakuinya menyulitkan pemohon untuk             melakukan pendaftaran . 

 

Sedangkan menurut Arah Presiden Koperasi Merah Putih     ini difokuskan pada kegiatan ekonomi  yang  menunjang    ketahanan pangan perdagangan sembako dan layanan simpan    pinjam  di  tingkat desa . Namun pemerintah juga menyarankan agar KBLI  koperasi ini untuk memaksimalkan potensi usaha         desa .

Sementara itu , Kepala Dinas Perindustrian , Perdagangan , Koperasi , dan UKM melalui Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Azizah Mutia menyebut seluruh nagari definitif di Kabupaten Solok Selatan sudah memiliki badan usaha                           koperasi sesuai dengan Arah Presiden .    

 

“Usaha  dari koperasi ini secara garis besar bergerak  di  bidang      simpan pinjam sembako klinik apotek , coldstorage,  serta logistik dan distribusi . Selain itu juga sesuai dengan potensi        usaha  di  daerah masing-masing ,"  jelasnya secara terpisah .   

Dari 39  koperasi tersebut , kini enam di antaranya sudah mulai      beroperasi . Misalnya saja KDMP Pakan Rabaa Utara yang berfungsi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), KDMP Nagari Abai yang menjadi mitra penyalur pupuk , kemudian KDMP Pakan Rabaa Timur yang bergerak di bidang pemasaran ayam petelur .                

Saat ini ada delapan SPPG  yang  masih menunnggu    pembangunan gera i untuk berusaha ,"  tutupnya . (DT)               


[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.