BATUSANGKAR (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mendirikan posko darurat bencana di dua kecamatan dari empat kecamatan yang terdampak bencana banjir pada Selasa, 12 Mei 2026 lalu.
Yaitunya di Kecamatan Lintau Buo tepatnya di pelataran Jembatan Timbangan Oto (JTO) Sitangkai Nagari Taluk dan di depan Kantor Camat Tanjung Emas.
Bupati Tanah Datar Eka Putra saat mengunjungi lokasi banjir di Nagari Taluk mengatakan hujan yang mengguyur Kabupaten Tanah Datar dua hari yang lalu mengakibatkan empat Kecamatan terdampak cukup parah, yaitunya Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting, dan Kecamatan Tanjung Emas.
"Kami dari Pemda telah turun langsung ke lapangan memastikan keselamatan warga dan kami juga memberikan bantuan mendesak kepada masyarakat seperti sembako dan lainnya," kata eka Kamis, (14/5/2026).
Ia menjelaskan, meskipun tidak ada korban jiwa, dari pantauan di lapangan dan laporan dari dinas terkait ada beberapa rumah yang hanyut dan juga rusak sedang hingga berat.
Untuk rumah yang hanyut dan rusak berat, Eka menawarkan dua metode perbaikan ke masyarakat sebagai ganti tempat tinggal.
"Kami menawarkan dua metode, yaitu hunian tetap (huntap), yaitunya lahan kami siapkan dan rumah kami yang bangun. Kedua metode mandiri, yaitunya lahan dari warga bangunan dari pemerintah," jelas Bupati.
Lebih lanjut, untuk pembersihan material khususnya di rumah warga dibantu Damkar dan BPBD dan beseko Jum'at akan dibantu dari TNI AD dari Batalyon Pandeka Gunung Marapi.
"Pembersihan material tadi saya lihat sudah disemprot oleh tim pemadam dan besok akan dibantu dari Batalyon Pandeka Gunung Marapi satu pleton. Mudah-mudahan sangat membantu untuk membersihkan rumah-runah yang terkena banjir," lanjutnya.

