SIMPANG AMPEK (RangkiangNagari) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) pada Sabtu (25/7) menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Banjir merendam Kampung Pinarinam, Jorong Tanjung Beruang, Nagari Kajai Selatan, sementara longsor terjadi pada akses Jalan Provinsi Simpang Empat–Talu.
Tokoh Pemuda Kajai, Elwa Masri, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Air setinggi lutut orang dewasa menggenangi badan jalan di kawasan Kampung Pinarinam hingga arus lalu lintas sempat terganggu, serta menggenangi rumah masyarakat.
Menurutnya, kondisi banjir mulai berangsur surut beberapa jam kemudian. Meski demikian, warga tetap diminta waspada mengingat hujan masih turun dengan intensitas cukup tinggi.
Selain banjir, hujan deras juga memicu tanah longsor di ruas Jalan Provinsi Simpang Empat–Talu. Sedikitnya empat titik longsor terjadi di kawasan Rimbo Kejahatan, ditambah satu titik longsor besar di Pasanggiang, Jorong Pahimpunan, Nagari Talu.
Hingga pukul 20.00 WIB, jalur tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Material longsor menutupi badan jalan sehingga akses transportasi terputus total.
Warga mengkhawatirkan terjadinya longsor susulan. Pasalnya, tebing di kawasan Pasanggiang diketahui telah lama mengalami retakan dan berpotensi mengalami longsor dalam skala lebih besar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir maupun longsor tersebut. Namun, kondisi ini telah menghambat aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan di jalur penghubung Simpang Empat–Talu.
Hingga malam hari, belum dilakukan penanganan di lokasi longsor. Kondisi cuaca yang masih diguyur hujan serta tingginya risiko longsor susulan menjadi kendala bagi proses pembersihan material.
Masyarakat dan pengendara diimbau untuk sementara waktu menunda perjalanan melalui jalur Simpang Empat–Talu hingga kondisi dinyatakan aman. Pengguna jalan diminta terus memantau informasi terbaru dari pihak berwenang demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

