Progam SIAP SIAGA, Model Kesiapsiagaan Megathrust akan Dimulai di Padang Barat


Tim Pengabdian SIAP SIAGA Bencana Unand mengadakan pertemuan dengan jajaran pimpinan dan tokoh masyarakat Padang Barat. Terlihat Tim, Camat dan masyarakat selesai pertemuan 

Padang (Rangkiangnagari) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas khusus SIAP SIAGA melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan lembaga dan tokoh se-kecamatan masyarakat Padang Barat, Senin siang (3/8) di kantornya Purus Padang.

Kegiatan ini adalah program SIAP SIAGA dengan judul Model Kesiapsiagaan Megathrust Berbasis Rumah Ibadah yang Aplikatif dan Teruji. Pengabdian ini mendapat dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB.PUSAT) dan DFAT Australia. 

Tim kerja dipimpin Prof Dr Hakam didukung personil Prof Dr Fauzan, Prof Dr Bambang Istijono, Dr Ir. Rina Yuliet, Dr Basril Basyar dan Rinaldi. MSi. Selain itu Tim ini disupervisi Dr Andre Algamar yang juga dosen S.2 MMB di Pascasarjana Unand.

Prof Dr Bambang Istijono dalam pengantar pertemuan menyampaikan alasan dan tujuan dilaksanakannya pertemuan pengabdian ini. Menurutnya peristiwa bencana dahsyat yang terjadi pada tahun 2009 patut dijadikan pembelajaran yang berharga.

Betapa tidak siapnya, saat bencana dahsyat melanda. Peristiwa itu tidak boleh terulang, karena pahit untuk dikenang. Sementara Prof Hakam yang ditunjuk sebagai ketua Tim menjelaskan secara rinci rencana kegiatan.

Secara ringkas ia mengatakan bahwa Tim Pengabdian berencana akan memasang server pemantau tsunami di kawasan pantai barat kota Padang. Tempat yang ditunjuk di masjid Al Hakim yang terletak di mulut pantai kota Padang.

Alat ini akan mengomunikasikan pergerakan gelombang beberapa saat setelah gempa bumi terjadi. Apakah ada potensi tsunami atau tidak, alat ini akan dibaca.

Server akan mengirimkan sinyal dan gambar ke beberapa lokasi yang dipasang kamera pemantau. Rencananya akan dipasang di tiga lokasi strategis sesuai komunitas yaitu di Masjid Nurus Shadikin Tepi Pasang, Kleteng Shi Hin Kiong, Gereja HKBP Komunitas Batak.

Diharapkan pengiriman gambar dan berita akan membantu mengurangi risiko Bencana. Masyarakat bisa lebih siap dan korban bisa jiwa dihindari secara maksimal.

Tujuan program ini, meningkatkan kewaspadaan masyarakat dari berbagailapisan terhadap bahaya gempa bumi & tsunami. Selain itu juga mempersiapkan diri menghadapi bahaya gempa bumi dan tsunami.

Program pemasangan akan dibiayai secara bersana-sana BNPB, DFAT Australia. Pascasarjana Unand ditunjuk sebagai pelaksana. Diharapkan Model ini akan memberikan manfaat besar kepada masyarakat dan dapat dikembangkan ke daerah lain.

Sesuai disampaikan anggota Tim Prof Fauzan nilai sebuah nyawa tidak akan pernah digantikan oleh siapapun. Oleh karena itu hindarilah bencaba dan hilangnya jiwa secara sia-sia. Waspada dan selalu SIAGA.

Sementara Camat Padang Barat Diko Riva Utama S.STP. MM menyatakan sangat bersyukur atas dipilih Padang Barat sebagai pilot proyek pemasangan alat pemantau tsunami. Kami dan masyarakat siap membantu segala yang diperlukan. Ini adalah program kemanusiaan yang perlu disukseskan, katanya.(*01).

Labels: , ,
[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.