Sejumlah Ruas Jalan di Padang Pariaman Putus Terdampak Hujan Deras

PARIK MALINTANG (RangkiangNagari) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Padang Pariaman sejak Senin (3/8) pukul 10.00 WIB hingga malam hari telah memicu sejumlah bencana hidrometeorologi. Tanah longsor, jalan terban, pohon tumbang, hingga kerusakan rumah warga pun terjadi di beberapa wilayah akibat tanah yang jenuh air dan angin kencang.

Berdasarkan data BPBD Padang Pariaman, bencana longsor terjadi di tiga kecamatan dan empat nagari. Di Korong Kampuang Parit, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, material longsor menutup badan jalan sehingga akses menuju Kecamatan VII Koto Padang Sago terputus dan masih membutuhkan alat berat untuk pembersihan.

Longsor juga menutup ruas jalan di Korong Simpang, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak menuju Nagari Limau Puruik. Sementara di Korong Tanjung Balik, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, badan jalan turut tertutup material longsor sehingga menghambat mobilitas masyarakat.

Selain longsor, badan jalan di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aua Malintang Selatan, Kecamatan V Koto Aua Malintang dilaporkan terban sepanjang sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 15 meter. Kerusakan tersebut membuat akses kendaraan bermotor tidak dapat dilalui dan diperlukan pembangunan trase jalan baru.
Cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Tercatat dua rumah mengalami kerusakan di Korong Kabun Campago, Nagari Lurah Ampalu dan di Korong Pasie Laweh, Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.
Sementara di Sungai Paku, Nagari Kuranji Hilia, Kecamatan Sungai Limau, angin kencang menerbangkan atap salah satu rumah warga.

Kepala BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengatakan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi.

"Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan longsor dan daerah aliran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan selama cuaca ekstrem masih berlangsung," ujar Emri.


[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.