Oktober 2026

Solsel (RangkiangNagari) - Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat memberikan Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 1–3 Oktober 2026, bertempat di SD Negeri 06 Durian Taruang, Kecamatan Sangir.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan GTK dalam memberikan pendampingan pemulihan mental dan emosional, baik bagi peserta didik maupun bagi diri mereka sendiri, khususnya ketika menghadapi situasi darurat atau pascabencana.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd. Dalam sambutannya, Hamudis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BGTK Provinsi Sumatera Barat selaku penyelenggara, para narasumber, serta seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan yang dinilai penting bagi penguatan layanan pendidikan di satuan pendidikan. Kamis (1/10)

“Terima kasih kepada panitia penyelenggara, para narasumber, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan penting ini. Dukungan psikososial merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik,” ujar Hamudis.

Menurut Hamudis, kondisi kesejahteraan psikososial murid dan tenaga pendidik merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan proses pembelajaran dan tumbuh kembang anak. Terlebih saat ini, tantangan yang dihadapi peserta didik maupun guru semakin kompleks, mulai dari persoalan kesehatan mental, tekanan akademik, hingga dampak berbagai peristiwa sosial dan bencana.

“Oleh karena itu, kemampuan memberikan dukungan psikososial bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sudah menjadi kebutuhan mendasar di sekolah,” katanya.

Hamudis berharap melalui pelatihan tersebut dapat tercapai sejumlah hal penting. Pertama, meningkatnya pemahaman GTK mengenai konsep dasar dukungan psikososial serta kemampuan mengenali tanda-tanda gangguan psikososial pada peserta didik maupun rekan kerja.

Kedua, terbangunnya keterampilan praktis GTK dalam melakukan identifikasi, intervensi awal, serta rujukan secara tepat sesuai ketentuan dan jaringan layanan yang tersedia di daerah.
“Ketiga, kita berharap semakin kuat jejaring kerja antara sekolah, tenaga kesehatan, dan layanan sosial, sehingga layanan bagi anak dan guru dapat berjalan secara terkoordinasi dan berkelanjutan,” lanjut Hamudis
Dalam kesempatan tersebut, Hamudis juga menekankan sejumlah prinsip penting yang perlu menjadi perhatian peserta selama mengikuti pelatihan dan ketika menerapkannya di satuan pendidikan masing-masing.
Pertama, penerapan prinsip keselamatan dan kerahasiaan. Informasi pribadi peserta didik maupun rekan kerja yang membutuhkan pendampingan harus dilindungi dan tidak disebarluaskan secara sembarangan.


Kedua, penggunaan pendekatan yang berbasis bukti dan ramah anak, dengan mengedepankan respons yang empatik, tidak memberikan stigma, serta tetap memperhatikan konteks sosial dan budaya lokal.

Ketiga, Hamudis meminta agar pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata, tetapi menghasilkan aksi nyata di sekolah.

“Pelatihan ini harus menghasilkan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan segera di satuan pendidikan masing-masing. Apa yang diperoleh selama pelatihan hendaknya dapat menjadi bekal bagi GTK dalam memberikan dukungan yang tepat ketika peserta didik maupun rekan kerja membutuhkan,” tegasnya.

Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas GTK di Kabupaten Solok Selatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, responsif, dan mendukung kesehatan serta kesejahteraan psikososial seluruh warga sekolah.

“Dengan semakin meningkatnya kemampuan GTK dalam memberikan dukungan psikososial, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang yang mampu memberikan rasa aman, kepedulian, dan dukungan bagi peserta didik serta tenaga pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan.” Tutup Hamudis

Solsel (RangkiangNagari) - Sang Merah Putih kembali berkibar satu tiang penuh pada hari peringatan Hari Kesaktian Pancasila di langit Kabupaten Solok Selatan. Setelah sebelumnya, pada 30 September 2026 bendera ini dikibarkan setengah tiang unutk menghormati gugurnya para pahlawan dalam peristiwa G30S.

Jajaran Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama dengan TNI dan Polri juga menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10) pagi. Peringatan ini dilakukan untuk mengenang keberhasilan bangsa Indonesia dalam mempertahankan ideologi Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan seluruh bangsa dan negara bahwa Pancasila bukan sekadar slogan dan seremoni saja. Lebih dari itu, Pancasila juga merupakan simbol kekuatan untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap keutuhan negara.


Selain itu juga untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai perjuangan pahlawan untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi di masa kini, meski tantangan yang dihadapi sudah berbeda.
Upacara ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Solok Selatan Dr. Syamsurizaldi sebagai Inspektur Upacara. Kemudian perwira upacara AKP Imtihan Isa dari Polres Solok Selatan dan Komandan Upacara adalah Kapt. Inf. Syafruddin dari Danramil 012 Sangir
Pembaca naskah Pembukaan UUD 1945 Budi Krismanto dan pembaca ikrar yakni Nova Tri Rahmadani yang merupakan ASN Kabupaten Solok Selatan. Doa dibacakan oleh perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Solok Selatan, dan diiringi dengan musik dari korps musik SMP 12 Solok Selatan


Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama dengan seluruh pihak yang terlibat dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak tahun 2026 mendeklarasikan pelaksanaan Pilwana Serentak Badunsanak. Deklarasi ini sebagai komitmen bersama mewujudkan proses pemilihan yang tertib, aman, damai, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi mengatakan semangat badunsanak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pilwana. Perbedaan pilihan diharapkan tidak menjadi alasan untuk memutus persaudaraan dan mengganggu ketenteraman di tengah masyarakat
"Tujuannya agar Pilwana terselenggara secara tertib, aman, damai dan badunsanak, sehingga terpilih Wali Nagari yang berkualitas, jujur dan amanah," kata Yulian dalam sambutannya pada kegiatan Launching Pemilihan Wali Nagari Serentak Dan Aplikasi Sistem Informasi Kinerja Perangkat (Sikap) Nagari di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (30/9).


Deklarasi ini disampaikan oleh seluruh Calon Wali Nagari se-Kabupaten Solok Selatan yang akan berkontestasi pada Pilwana tahun ini. Selain itu juga oleh seluruh pihak yang terlibat seperti Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN), Bamus, Wali Nagari, dan jajarannya
Yulian mengatakan wali nagari terpilih juga diharapkan mampu melanjutkan program-program pemerintah dengan baik, sekaligus melakukan pembenahan terhadap program yang masih belum berjalan optimal.

Dengan terlaksananya Pilwana Serentak Badunsanak, diharapkan terpilih pemimpin nagari yang mampu membawa nagari masing-masing menjadi lebih maju dan mandiri, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat
Masyarakat Solok Selatan pun diajak bersama-sama menyukseskan Pilwana 2026 dengan menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan selama seluruh tahapan pemilihan

Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan meluncurkan Sistem Informasi Kinerja Perangkat Nagari (SIKAP Nagari) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan nagari yang lebih terukur, efektif, transparan dan akuntabel.

Aplikasi tersebut diluncurkan Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi, Rabu (30/9) di Padang Aro, bersamaan dengan Launching Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026.

Kehadiran SIKAP Nagari menjadi langkah Pemkab Solok Selatan dalam mendorong pengelolaan pemerintahan nagari yang semakin berbasis data dan kinerja. Melalui sistem ini, pelaksanaan tugas perangkat nagari diharapkan dapat dipantau, dievaluasi dan dibina secara lebih objektif.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos-PMD) Solok Selatan drh. Nurhayati mengatakan, penerapan SIKAP Nagari merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan kinerja aparatur nagari yang lebih sistematis.


“Dengan aplikasi Sistem Informasi Kinerja Perangkat Nagari yang akan diluncurkan hari ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk membangun sistem pengelolaan kinerja yang lebih terukur, terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Menurut Nurhayati, penerapan sistem tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang good government dan good governance, dengan pengelolaan kinerja yang lebih jelas, terdokumentasi serta dapat dipertanggungjawabkan
Wakil Bupati H. Yulian Efi mengatakan, digitalisasi pemerintahan tidak boleh berhenti pada penggunaan aplikasi semata. Teknologi harus mampu memberikan perubahan terhadap pola kerja aparatur dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai aplikasi hanya menjadi tempat memasukkan data dan laporan. Kita ingin aplikasi ini benar-benar menjadi alat untuk memperbaiki cara kerja pemerintahan nagari,” tegasnya.

Solsel (RangkiangNagari) - Dalam rangka meningkatkan kesiapan guru menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2027, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan melaksanakan kegiatan pembinaan bagi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dan Bahasa Indonesia Lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 30 September hingga 1 Oktober 2026, yang bertempat di Aula SMP Negeri 3 Solok Selatan dan diikuti oleh guru-guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Rabu (30/9)

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd. Dalam sambutannya, Hamudis menyampaikan apresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, baik penyelenggara, narasumber maupun peserta
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada kita semua, baik sebagai penyelenggara, narasumber dan peserta yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengikuti kegiatan ini,” ujar Hamudis.


Hamudis menegaskan bahwa sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, keberadaan MGMP memiliki peran yang sangat strategis. Menurutnya, MGMP bukan hanya menjadi wadah koordinasi antarguru, tetapi juga merupakan ruang professional learning bagi guru untuk berbagi praktik baik, menyelaraskan kurikulum, mengembangkan bahan ajar, serta meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional.

“Khususnya menjelang pelaksanaan TKA, pembinaan seperti ini penting untuk memastikan seluruh guru memiliki kesiapan yang sama, baik dari segi penguasaan materi, teknik pembelajaran, maupun teknik asesmen,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hamudis menyampaikan sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian peserta.
Pertama, fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Pembinaan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbarui pendekatan pembelajaran yang mampu memicu keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik, terutama dalam pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah.

Kedua, adaptasi dan inovasi bahan ajar. Guru didorong untuk mengembangkan alat evaluasi dan bahan ajar yang valid, reliabel, serta sesuai dengan konteks lokal. Pemanfaatan teknologi sederhana juga diharapkan dapat dilakukan untuk memperkaya penyajian materi pembelajaran.


Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas bidang. Hamudis menekankan bahwa Bahasa Indonesia dan Matematika memiliki keterkaitan dalam mendukung kemampuan akademik peserta didik.

Kemampuan literasi dapat membantu peserta didik dalam memahami dan memecahkan persoalan matematika, sementara konteks matematika juga dapat dimanfaatkan untuk menguatkan kemampuan memahami teks. Karena itu, MGMP diharapkan dapat mendorong kegiatan kolaboratif antarguru mata pelajaran.

Keempat, pemantauan dan tindak lanjut. Hasil pembinaan harus dituangkan dalam rencana tindak lanjut yang jelas, mulai dari siapa yang melakukan, apa yang dilakukan, kapan dilaksanakan, hingga bagaimana evaluasinya. Kepala sekolah dan pengawas juga perlu dilibatkan untuk memastikan hasil pembinaan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas.

“Saya meminta kepada seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, berbagi contoh praktik terbaik, dan membuat rencana konkret yang bisa segera diimplementasikan di sekolah masing-masing,” pesan Hamudis.

Ia juga meminta tim penyusun materi untuk memastikan modul TKA yang dikembangkan mencakup indikator utama, sampel soal, rubrik penilaian, serta strategi remedial yang aplikatif dan dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran
Hamudis berharap kegiatan pembinaan MGMP tersebut tidak berhenti pada kegiatan selama dua hari, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.

“Teruslah berinovasi, berkolaborasi, dan menjaga semangat profesionalisme demi tercapainya pendidikan berkualitas di daerah kita,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan berharap kesiapan guru Matematika dan Bahasa Indonesia dalam menghadapi TKA Tahun 2027 semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi guru dan prestasi belajar peserta didik di Kabupaten Solok Selatan

Payakumbuh (RangkiangNagari) – Sebanyak 500 anggota kontingen Kota Payakumbuh resmi dilepas untuk berlaga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026. Dengan kekuatan yang terdiri atas 433 atlet, 63 pelatih, dan 4 ofisial, kontingen kebanggaan Payakumbuh ini siap bertanding pada 39 cabang olahraga yang tersebar di 12 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta memimpin pelepasan kontingen tersebut di halaman Balai Kota Payakumbuh, Rabu (30/9/2026). Momentum ini menjadi penanda kesiapan mental dan fisik para atlet untuk membawa nama harum daerah serta memberikan kemampuan terbaik dalam ajang multicabang tingkat provinsi tersebut.

Meski dihadapkan pada sejumlah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan dukungan terhadap ekosistem olahraga daerah tetap berjalan. Kesederhanaan dalam seremonial pelepasan dipastikan tidak menyurutkan daya juang para pahlawan olahraga Payakumbuh untuk mengejar prestasi maksimal.

Dalam arahannya, Wali Kota Zulmaeta menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak hanya berorientasi semata pada raihan prestasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk membentuk karakter masyarakat yang sehat, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.

"Olahraga bukan hanya soal medali, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan kesehatan, disiplin, dan sportivitas. Karena itu, pemerintah terus mendukung pengembangan olahraga di Kota Payakumbuh," kata Zulmaeta.

Kepada seluruh anggota kontingen, baik atlet, pelatih, maupun ofisial, orang nomor satu di Payakumbuh itu memberikan pesan khusus agar selalu menjaga muruah daerah, menjaga kondisi kesehatan, serta mengedepankan sportivitas di setiap arena pertandingan.

"Jaga nama baik Payakumbuh, jaga kesehatan, dan raih prestasi setinggi-tingginya," ujarnya.

Zulmaeta menambahkan, kepingan medali memang menjadi target penting dari setiap perjuangan atlet. Namun, ia mengingatkan bahwa aspek kesehatan dan keselamatan para kontingen tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya.

"Medali tentu penting, tetapi lebih penting lagi seluruh atlet kembali dalam keadaan sehat dan membawa semangat olahraga untuk masyarakat," ucap Zulmaeta.

Wali Kota juga berharap para duta olahraga ini kelak dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat luas agar semakin aktif berolahraga. Menurutnya, masyarakat yang sehat, bugar, disiplin, dan produktif akan berkontribusi langsung dalam memperkuat fondasi pembangunan serta perekonomian daerah.

Turut hadir mendampingi Wali Kota dalam prosesi pelepasan tersebut jajaran unsur Forkopimda Kota Payakumbuh, Sekretaris Daerah Rida Ananda, sejumlah kepala perangkat daerah, serta Ketua beserta jajaran Pengurus KONI Kota Payakumbuh dan para ketua cabang olahraga.

Dengan dikukuhkan dan dilepasnya kontingen ini, 500 duta olahraga Payakumbuh tersebut secara resmi siap bertempur di arena Porprov Sumbar XVI 2026 dengan mengusung semangat pantang menyerah, disiplin, dan sportivitas tinggi demi mengharumkan nama daerah.

Payakumbuh (RangkiangNagari) – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat komitmen dalam membangun kemandirian pangan daerah. Hal ini dibuktikan dengan kesiapan pemerintah daerah saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Adhi Karya Pangan Nusantara (APN) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat Iqbal Ramadi Payana beserta rombongan di Aula Kantor Camat Payakumbuh Selatan, Rabu (30/9/2026).

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Yasrizal menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan.

"Ketahanan pangan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, kelompok tani, kelurahan, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Yasrizal.

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah bekerja secara nyata dan berkontribusi bagi pembangunan sektor pangan di Kota Payakumbuh.

"Keikutsertaan Kelompok Tani Padang Cubadak Indah ini merupakan bentuk nyata atas peran aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan ketahanan pangan di Kota Payakumbuh," tambahnya.

Selain kepada masyarakat, Yasrizal turut berpesan kepada Lurah Koto Tuo Limo Kampuang agar dapat menjadi contoh teladan mengenai bagaimana pemerintah di tingkat kelurahan mampu mendorong warganya untuk memperkuat ketahanan pangan.

Terkait esensi perlombaan, ia menyampaikan pesan Wali Kota bahwa Lomba APN bukan semata-mata ajang untuk memburu penghargaan, melainkan momentum untuk memperlihatkan praktik baik dan inovasi yang telah dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah daerah. Pemko Payakumbuh juga berharap Tim Penilai dapat memberikan penilaian yang objektif, serta memberikan masukan dan rekomendasi yang membangun.

Pada penilaian APN tahun ini, Kota Payakumbuh dipercaya bersaing dalam dua kategori bergengsi di tingkat Provinsi Sumatera Barat, yakni Kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan dan Kategori Pembina Ketahanan Pangan.

"Kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan diwakili oleh Kelompok Tani Padang Cubadak Indah dari Kelurahan Sawah Padang Aua Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan. Dan pada Kategori Pembina Ketahanan Pangan, diwakili oleh Lurah Koto Tuo Limo Kampuang, Kecamatan Payakumbuh Selatan," ungkap Yasrizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda dalam laporannya memaparkan bahwa pemerintah kota telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Fokus utama meliputi penguatan produksi dan ketersediaan pangan, pemanfaatan lahan dan sumber daya lokal, pemberdayaan kelompok tani, serta pengembangan pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman," paparnya.

Langkah strategis tersebut turut didukung dengan intervensi program pengendalian inflasi di sektor pangan.

"Selain itu, Pemerintah Kota juga gencar melakukan pengendalian pasokan dan harga pangan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, serta pemanfaatan data untuk pemantauan kerawanan pangan," tukas Edvidel.

Ia menjelaskan bahwa inti dari tahapan penilaian ini adalah sesi presentasi dan pendalaman materi. Tim penilai tingkat provinsi akan mendengarkan paparan secara komprehensif dari Kelompok Tani Padang Cubadak Indah maupun Lurah Koto Tuo Limo Kampuang.

"Setelah sesi tanya jawab, agenda dilanjutkan dengan peninjauan lapangan berupa display kegiatan dan verifikasi langsung ke Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang serta Kelompok Tani Padang Cubadak Indah," beber Edvidel.

Setelah dibuka secara resmi oleh perwakilan Wali Kota, kegiatan berlanjut ke tahapan penilaian inti yang kemudian ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari tim penilai Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat.

Melalui pelaksanaan penilaian ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap semangat untuk membangun ketahanan pangan yang kuat, mandiri, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat dapat terus mengakar di Kota Payakumbuh

Kota Solok (Rangkiangnagari) - Susunan kepengurusan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kota Solok resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus PWI Provinsi Sumatera Barat yang ditandatangani di Padang, 7 September 2026. Wahyu Yudistira dipercaya menjabat sebagai Ketua, didampingi Alfimitra sebagai Sekretaris dan Eliza sebagai Bendahara.
 
Ditetapkannya susunan pengurus ini menjadi awal langkah baru bagi SIWO PWI Kota Solok dalam mendukung kemajuan dunia olahraga di daerah. Rabu (30/9/2026), Ketua SIWO PWI Kota Solok, Wahyu Yudistira, menyampaikan kesiapannya menjalankan amanah tersebut.
 
"Kami siap bekerja memajukan olahraga di Kota Solok ke depannya. Berbagai persiapan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan olahraga telah kami lakukan, dan saat ini kami tinggal menunggu jadwal resmi pelaksanaannya," ujar Wahyu.
 
Ia juga menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian penting dari kehidupan yang berdampak positif bagi masyarakat.
 
"Olahraga adalah sarana yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan membangun semangat kebersamaan. Melalui peran wartawan olahraga, kami ingin memastikan setiap prestasi dan perjuangan atlet daerah mendapatkan apresiasi yang layak, sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat untuk mencintai olahraga," tambahnya.
 
Pengurus berkomitmen menjadikan SIWO PWI Kota Solok sebagai mitra yang aktif, informatif, dan konstruktif dalam memajukan olahraga daerah ke masa depan.

Kota Solok (Rangkiangnagari) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatra Barat Widya Naveis secara Resmi Melantik dan mengukuhkan, Drs. Raunis Roni sebagai Ketua PWI  Kota Solok dan kepengurusanya untuk masa bakti 2026–2029.

 Sejalan dengan  momentum acara pelantikan tersebut, Ketua IKWI Sumatra Barat juga sekaligus Melantik Yamsasni, sebagai Ketua dan jajaran pengurusnya Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI)  Kota Solok untuk masa bakti 2026-2029, berlangsung khidmat di Balairung 99 Rumah Dinas Wali Kota Solok, Rabu (30/09).
 
Pelantikan dihadiri Ketua dan  jajaran Pengurus PWI Provinsi Sumatera Barat, unsur Forkopimda, Kepala SKPD, pimpinan BUMN dan BUMD, serta perwakilan PWI dari berbagai daerah di Sumatra Barat. di antaranya Sijunjung, Lima Puluh Kota, Padang Panjang, Sawahlunto, dan Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi, Kepala SMA, SMP, Unsur Perguruan Tinggi, Camat, Lurah, Insan Pers Kota dan Kabupaten Solok, dan undangan lainya.
 
Ketua PWI Kota Solok Drs. Raunis Roni, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelantikan ini, khususnya Pemerintah Kota Solok yang telah memfasilitasi kegiatan pelantikan ini dengan baik. Juga Apresiasi Kepada Pimpinan Bank Nagari Cabang Solok Kota yang membantu terselenggaranya acara dimaksud. Selain itu, kita juga mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak dan ibuk-ibuk para donatur yang membantu dalam mensukseskan acara ini.
 
Pada kesempatan itu, Raunis Roni yang akrab disapa akak Roni menyatakan, kehadiran Bapak Walikota, Bapak Ketua PWI Sumatera Barat beserta jajaran pengurus, dan seluruh tamu undangan dalam kelangsungan acara pelantikan ini  Adalah merupakan suatu kehormatan sekaligus amanah besar bagi kami Pengurus PWI Kota Solok periode 2026–2029. Tentunya semangat itu, membangkitkan cahaya hati kami semua siap bekerja, bersinergi, dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan," ujar akak Roni.
 
Ia berkomitmen menjaga nama baik organisasi, senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta menjadi mitra yang konstruktif bagi pemerintah daerah dan semua lini dan masyarakat luas.

Roni menyampaikan, PWI adalan sebuah  Organisasi bagi Sikuli Tinta yang merupakan sebagai wadah tempat bernaung yang  kuat dan tangguh bagi Insan Pers di Seluruh Indonesia mulai dari pusat sampai kedaerah, termasuk di Kota Solok sendiri.

Untuk itu, dengan dilantiknya saya sebagai Ketua PWI Kota Solok untuk masa bakti 2026-2029 dan jajaran kepengurusanya. Saya berkomitmen dalam menjalankan amanah mengedepankan prinsip, "Satu Hati, Satu Tekad, bersama memperkuat Solidaritas, bersatu dalam menjaga amanah, informasi yang terpercaya sesuai kode etik jurnalistik kedapanya" sebut kak Roni.
 
Sementara Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Nafis, dalam sambutannya menekankan, diera perkembangan digitalisasi yang serba canggih dewasa ini. Para Insan Pers terutama bagi rekan-rekan jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia. Sangat dituntut  sibergisasi pentingnya kebersamaan dan kekompakan antar-pengurus maupun anggota.

Karena maju dan mundurnya roda organisasi, itu bukan saja hebat dan kepiawaian seorang sang Ketua dalam memimpin. Akan tetapi adalah kerjasama yang utuh nan saling bersinerji antara Ketua dan Pengurus serta anggota yang ada.
 
"Untuk itu, secara pribadi dan mewakili segenap pengurus PWI Sumatra Barat mengucapkan selamat dan sukses kepada Ketua dan Pengurus yang baru saja dilantik. Agar PWI Kota Solok jaya tuk kedepan, " ujarnya

Widya Baveis berpesan, kepada Ketua dan Pengurus yang baru saja dilantik, mari perlukan semangat kebersamaan, soliditas, dan kerja keras. Sebagus apa pun visi, tidak akan berjalan jika tidak kompak. Jalankan organisasi secara transparan dan penuh dedikasi, buktikan bahwa PWI adalah rumah wartawan yang solid, berkualitas, dan berintegritas," pesan Widya.
 
Ia juga mengingatkan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus mengawal pembangunan. Untuk itu, PWI Kota Solok diharapkan menyeimbangkan fungsi kontrol sosial dengan pemberitaan yang objektif, tanpa sensasi, namun tetap menjaga independensi. Di tengah perkembangan media baru, seluruh jurnalis diingatkan untuk senantiasa memegang teguh kode etik dan kehormatan profesi.

Sementara itu, Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menegaskan bahwa Kota dan Kabupaten Solok adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. "Secara administrasi memang terpisah, namun secara hati, karakter, dan sejarah, kita tetap satu. Dulu Kota Solok adalah satu nagari dari 75 nagari di Kabupaten Solok. Kini kita dua daerah, tapi darah dan sejarah tetap mengalir sama," ungkap Walikota.
 
Semangat kebersamaan ini juga tercermin dalam Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 yang diusung dengan tema, kebangkitan persaudaraan, sebagai wujud empati bagi masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana.
 
Kepada pengurus PWI Kota Solok yang baru, Wali Kota berharap PWI Kota Solok semakin solid dan terus berkontribusi positif.

 "Selamat bertugas Ketua dan Pengurus yang baru dilanti, semoga senantiasa sehat, kompak, dan bermanfaat bagi masyarakat. Mari kita tumbuh dan berkembang bersama, menuju era 2029 tutupnya

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.