Latest Post

Padang (RangkiangNagari) - Walikota Padang Hendri Septa mengukuhkan secara resmi pengurus Forum Komunikasi Kerapatan Adat 9 Nagari (FKKA9 Nagari) Kota Padang periode 2020-2025 yang dipimpin Syofyan Datuk Bijo di Halaman Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan Sabtu, (22/1/2022).

Wali Kota Padang Hendri Septa dalam sambutannya mengaku mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus FKKA9 Nagari Kota Padang tersebut. “Semoga FKKA9

 Nagari Kota Padang senantiasa eksis dan mampu menjalankan programnya di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Padang siap bersinergi dan berkolaborasi tentunya,” sebut Wali Kota yang disambut antusias hadirin saat itu.

Wako Padang juga menceritakan terkait arus globalisasi yang begitu pesat saat ini. Selain berdampak positif bagi kemajuan kehidupan manusia sebaliknya juga berpengaruh terhadap adat dan budaya di Kota

Padang. “Oleh karenanya peran ninik mamak dan bundo kanduang serta peran pengurus FKKA9 Nagari Kota Padang begitu besar untuk mengantisipasi pengaruh arus globalisasi tersebut. Terutama dalam membimbing anak kemenakan generasi muda Kota Padang agar selalu berada di jalan yang benar,” ujarnya.

Selanjutnya Hendri juga mengutarakan dampak negatif lainnya dari kemajuan era globalisasi saat ini. Diantaranya yaitu terjadinya pergeseran nilainilai kehidupan, adanya kecenderungan melunturnya kekerabatan serta mulai merenggangnya hubungan sosial sejalan dengan semakin berkurangnya pemahaman adat dan agama. “Oleh karena itu, kekhawatiran akan hilangnya nilai filosofi adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah (ABSSBK) harus kita fikirkan.

Sebab bukan tidak mungkin adat dan budaya akan tinggal slogan saja, bila tidak dijaga dan disikapi dengan cermat.” Lebih lanjut Wali Kota juga membeberkan saat ini juga telah mulai banyak terjadi gangguan di tengah masyarakat. Baik kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur, penyalahgunaan narkoba serta LGBT dan hal negatif lainnya.

“Tentu ini menjadi tantangan bagi ninik mamak khususnya pengurus FKKA9 Nagari Kota Padang, para orang tua dan kita semua menyikapinya,” ujar Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan Basri Datuk Rajo Usali menjelaskan pengurus FKKA9 Nagari Kota Padang ini terdiri dari gabungan KAN Lubuk Kilangan, KAN Koto Tangah, KAN Nagari Nan XX Lubuk Begalung, KAN Pauh V, KAN Limau Manih, KAN Nanggalo, KAN Bungus, KAN Pauh IX dan KAN Nagari Teluk Kabung.

“Peran FKKA 9 Nagari Kota Padang yaitu bagaimana berupaya melestarikan adat dan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak menginginkan adat dan budaya yang ditinggalkan nenek moyang terdahulu luntur dan hilang begitu saja tergerus perkembangan zaman. Makanya harus diwariskan kepada masyarakat terutama generasi muda,” tuturnya

 

#Rn


JAKARTA (RangkiangNagari) – Bensin sawit alias bensa. Varian baru bensin yang berbahan minyak sawit industri ini mulai diuji coba pada Selasa (25/01/2022). Uji coba ini merupakan kerja sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Saya berkesempatan melihat langsung proses dari crude palm oil (CPO) ke bensin, ide ini sudah lama diinisiasi oleh Institut Teknologi Bandung, Profesor Subagjo dan teman-teman, dan kemudian dua tahun yang lalu kita dorong supaya bisa di scale up dari hasil skala laboratoriumnya. Dari skala pilot plant-nya yang ada sekarang ini 1000 liter umpan per hari, itu sudah bisa dihasilkan juga bahan bakar Bensa yang pada saat katalisnya masih segar bisa menghasilkan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) 115, bahan bakar yang berkualitas tinggi,” jelas Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif saat mengunjungi Lapangan Produksi Bensa Skala Pilot di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (25/01/2022).
Uji coba ini merupakan kelanjutan dari kisah sukses pencampuran dengan solar dan avtur. Bensa berkualitas tinggi ini akan menjadi parameter untuk penyusunan feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED), untuk produksi Bensa yang direncanakan berkapasitas 238,5 kilo liter (kl) per hari, akan dibangun di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

“Bensa masih tahap pilot project. Masih butuh perjuangan panjang untuk menuju tahap komersial,” tutur Menteri ESDM Arifin Tasrif
Menurut Menteri Arifin, rencana uji coba bensa akan diarahkan bukan hanya untuk test belaka tetapi diproduksi secara massal.

Melalui pilot plant yang diselenggarakan ini, Arifin mengatakan sudah bisa mengambil parameter bensa yang menuju ke arah produksi komersial.

Pemerintah juga merencanakan target untuk memproduksi bensa sebesar 238,5 kiloliter per hari. Produksi bensa akan dibangun di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan Kabupaten Pelalawan, Riau.

“Dari skala pilot plant yang ada sekarang ini 1.000 liter umpan per hari. Itu sudah bisa dihasilkan juga bahan bakar bensa yang pada saat katalisnya masih segar, bisa menghasilkan bahan bakar dengan research octane number (RON) 115, bahan bakar yang berkualitas tinggi,” tutur Arifin.
Bensa adalah salah satu jenis bahan bakar nabati yang perlu didorong pengembangannya. Hal ini penting dilakukan, jelas Arifin, untuk mencapai kemandirian energi dan mengurangi impor.

Terlebih pemerintah tengah mendorong masyarakat untuk menggunakan energi bersih dan terbarukan. “Untuk itu langkah sudah tepat, tinggal bagaimana kita melaksanakannya agar proyek ini memiliki nilai komersial yang kompetitif,” ucap Arifin.

 

#Rn

JAKARTA (RangkiangNagari) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan angka pemanfaatan batu bara domestik di Indonesia mencapai 166 juta ton pada 2022, atau meningkat 33 juta ton dibandingkan 2021 sejumlah 133 juta ton.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (26/1/2022).
Ego mengatakan sejumlah 166 juta ton batu bara itu, memperhatikan pasokan dalam negeri yang sebagian besar dipakai untuk menggerakkan pembangkit listrik.

“Batu bara yang diproduksi sebagian besar dikonversi menjadi tenaga listrik. Selain itu, juga digunakan dalam industri maupun rumah tangga,” ujar Ego.
Ego menyampaikan bahwa pemanfaatan batu bara juga harus memperhatikan isu lingkungan, seperti tingginya emisi karbon yang berdampak bagi lingkungan jika tidak dilakukan kaidah pertambangan yang baik.

Pemanfaatan batu bara akan berkurang pemakaiannya di pembangkit listrik tenaga uap.

Selain itu, pemerintah mendorong terjadinya hilirisasi batu bara karena potensi batu bara yang dimiliki Indonesia masih sangat besar.

Proyek hilirisasi batu bara salah satunya melalui pengembangan dimetil eter sebagai substitusi elpiji, sehingga dapat mengurangi impor.
Pemerintah juga telah menyusun rencana menonaktifkan PLTU batu bara baik milik PLN maupun non PLN berdasarkan kontrak maksimal 30 tahun yang akan digantikan oleh pembangkit listrik energi baru terbarukan.

Program ini bertujuan agar Indonesia mampu mencapai target netralitas karbon pada 2060.

“Kapasitas PLTU akan bertambah sampai 2026 dengan masuknya PLTU dari program 35.000 megawatt dan setelah itu akan mengalami penurunan mulai 2031,” kata Ego.

Peningkatan kapasitas pembangkit dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan ketersediaan akses listrik untuk seluruh masyarakat, menjaga pasokan listrik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memenuhi kebutuhan energi, transportasi berbasis listrik.

Pada 2021, realisasi kapasitas terpasang pembangkit nasional telah mencapai 74 gigawatt. Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang dapat mencapai 76 gigawatt untuk tahun ini.

“Pembangkit listrik masih didominasi oleh pembangkit fosil yang berpotensi menghasilkan emisi karbon, sedangkan pembangkit energi baru terbarukan pemanfaatannya masih relatif kecil,” katanya.

 

#Rn

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.