Prof. Dr. Syamsul Maarif. MSi Laksanakan Lecture Learning di Pascasarjana Unand

 


Suasana Lecture Learning Session Series #47 di Pascasarjana Unand menghadirkan Prof Dr Syamsul Maarif MSi 

Padang, Rangkiang Nagari - Pascasarjana Universitas Andalas menyelenggarakan Lecture Learning Session Series  (LLSS) #47. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat kedudukannya sebagai lembaga Perguruan Tinggi yang terus berkiprah di tengah masyarakat.

Lecture Learning kali ini menghadirkan Prof Dr Syamsul Maarif MSi dosen Universitas Pertahanan Republik Indonesia dan Kepala BNPB periode 2008-2015.


Para pejabat kebencanaan,  dosen, mahasiswa yang hadir

Kuliah pembelajaran ini dilaksanakan di Gedung Utama Lt.3 Pascasarjana Universitas Andalas, Senin (28/09). Moderator dipercayakan kepada Dr Ir. Basril Basyar MM, Dosen Pascasarjana dan Wartawan Senior di Sumatera Barat. 

Mengawali kuliah kebencanaan dengan judul "Disaster  Risk Assesment in Indonesia " atau Kajian Kebencanaan  di Indonesia,  Syamsul Maarif mengatakan, bila terjadi bencana di suatu daerah, pemangku kepentingan jangan hanya mencatat berapa korban jiwa, kerugian harta dan infrastruktur yang rusak.

Bukan seperti itu pekerja seorang pejabat atau pimpinan terhadap bencana alam. Pelajari setiap peristiwa bencana, apa sebab musababnya, lakukan kajian sekaligus, kenapa peristiwa ini terjadi dan langkah antisipasi apa yang dilakukan ke depan.

Mindset saat ini diubah, sehingga akibat bencana bisa ditekan seminimal mungkin. Purnawirawan Mayor Jenderal TNI ini juga menceritakan pengalaman semasa menjadi kepala BNPB dan menghadapi berbagai bencana. 

Jangan mudah percaya dengan laporan staf atau jajaran, katanya. Sang Dosen Unhan ini tak segan-segan turun ke bawah, menginap di lokasi seperti yang ia alami ketika tsunami Mentawai.

Sebagai seorang prajurit yang digembleng pada berbagai kesatuan di mulai dari lembah Tidar, pria kelahiran 26 September 1950 memahami betul tingkah laku berbagai elemen masyarakat, terutama dalam peristiwa bencana alam. Oleh sebab itu ia tidak segan-segan mendadak muncul di tengah bencana. 

Peristiwa gempa bumi besar yang melanda kota Padang dan sekitarnya memberikan kesan yang mendalam bagi dirinya. Ia mengaku, jiwa kebersamaan dan gotong royong masyarakat minang luar biasa. Saya merasa sangat terbantu selama menangani gempa di daerah ini.

Hebatnya apresiasi dan ucapan terima yang disampaikan juga sangat luar biasa. Pernah suatu ketika, acara syukuran dengan adat Minangkabau diselenggarakan di kediaman saya di jakarta,  katanya. Hal itu membuat ia terkesan dan tidak akan pernah lupa.

Prof Dr Syamsul Maarif hakekatnya adalah seorang tentara, lulusan Akabri 1973, pernah jadi Danrem Bhaskara Jaya Surabaya, Aster Kasum Abri dan Kapuspen TNI di era Reformasi. Walaupun murni tentara, tetapi punya jiwa sosial yang luar biasa, mudah bergaul dan suka bercanda. 

Gayanya cocok menanggapi bencana, karena disenangi masyarakat. Tidak mengherankan bila hampir tujuh tahun memimpin  BNPB. 

Dalam ceramah yang berlangsung hampir dua jam, Syamsul mengurai berbagai teori yang ia dalami.  Ia menyebut teori sapu lidi, dimana ia harus menggerakkan semua elemen masyarakat.

Putra kelahiran Kediri Jawa Timur ini juga menguraikan pentingnya komunikasi kebencanaan. Setiap informasi harus dipastikan dapat dipahami semua orang, utamanya di daerah ditimpa bencana.

Lecture Learning Session Series #47 dibuka secara resmi Direktur Pascasarjana Prof. apt. Henny Lucida , PhD. Dalam sambutannya Henny menyambut baik kegiatan ini, apalagi mendatangkan nara sumber yang luar biasa.

Sebagai lembaga Perguruan Tinggi,  Sekolah Pascasarjana akan terus memperkuat kapasitas agar memberikan manfaat kepada masyarakat.  Kebencanaan adalah hal penting dalam kehidupan masyarakat,  karena Sumbar adalah daerah yang rawan bencana dan selalu berulang, katanya.

Lecture Learning diikuti para dosen, mahasiswa, pemangku kepentingan kebencanaan di daerah ini, BMKG, BPBD se-Sumbar, relawan bencana dan komunitas kebencanaan lainnya.

Sebelum sesi Lecture Learning dimulai, Ketua Panitia ICDM-ke-5 Prof Abdul Hakam menyampaikan laporan dan apresiasi terhadap yang hadir. (*01).

This is the most recent post.
Posting Lama
[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.