Latest Post

Padang Pariaman (Rangkiangnagari) - Indo Jalito Peduli (IJP) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial berupa bantuan bedah rumah bagi dua warga kurang mampu di Kabupaten Padang Pariaman. 

Bantuan tersebut diberikan kepada Ali Munir/Jasmani, warga Korong Kampung Rimbo, Nagari Padang Bintungan, Kecamatan Nan Sabaris, serta Irfan Romansyah/Mimi Kartika Sari, warga Korong Kampani, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto. Kegiatan sosial ini turut didampingi oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Ny. Nita Christanti Azis, Ketua GOW Ny. Resti Yulandari Rahmat, serta sejumlah pejabat perangkat daerah seperti dari DPMD, Dinsos, dan Dinas Kominfo.

Turut hadir pula Camat dan Wali Nagari setempat. Dalam kesempatan tersebut, Ny. Nita Christanti Azis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Indo Jalito Peduli atas kepedulian dan kontribusinya bagi masyarakat Padang Pariaman. 

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh IJP. Mereka selalu menjadikan Padang Pariaman sebagai salah satu daerah sasaran dalam program sosialnya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang terbantu,” ujarnya.

 Ia juga menyampaikan salam dan ucapan terima kasih dari Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman, yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas kedinasan di tempat lain.

Sinergi BBTNKS, Kementerian LHK, dan Pemkab Solok Selatan Wujudkan Hutan Lestari dan Ekonomi Tumbuh

Bupati Solok : Peran Media Sangat Penting Dalam Menyuarakan Dan Mengkritik Pemerintah Daerah

Sementara itu, Ketua Indo Jalito Peduli, Astri Asgani, yang akrab disama uni At mengungkapkan bahwa kegiatan sosial kali ini merupakan bagian dari rangkaian program IJP Peduli yang dilaksanakan di tujuh kabupaten/kota di Sumatera Barat.

 “Untuk bulan Oktober ini, kami melakukan kegiatan sosial di Padang, Sawahlunto, Sijunjung, Padang Panjang, Payakumbuh, Agam, dan tentu saja Padang Pariaman. Daerah ini tidak pernah kami lupakan dalam setiap program kami,” ujarnya. Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat membantu memperbaiki taraf hidup masyarakat penerima. “Harapan kami, keluarga penerima bisa hidup lebih layak dan sejahtera ke depan,” tambah Astri.

Salah satu penerima bantuan, Jasmani, mengaku sangat bersyukur dan terharu atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih. Semoga semua yang membantu mendapat balasan pahala dari Allah SWT,” ucapnya haru. 

Indo Jalito Peduli merupakan organisasi perempuan yang terdiri dari para wanita Minangkabau dan telah berdiri hampir 24 tahun. Organisasi ini bergerak di bidang sosial, seni, dan budaya dengan motto “The More You Give, The More You Will Get.”

Dalam program bulan Oktober 2025, IJP melaksanakan berbagai kegiatan sosial di tujuh kabupaten/kota, antara lain pemberian bantuan sembako, tenda untuk pedagang pasar, bantuan bagi korban kebakaran, serta program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.(Kk) 

Padang (Rangkiangnagari) - Kelompok Dasa Wisma Teratai Putih IV dari Kelurahan Sungai Durian berhasil meraih Juara III Lomba Ketua Kelompok Dasa Wisma Berprestasi saat Temu Kader PKK Berprestasi dan Pekan Kreativitas Dasa Wisma Tahun 2025 yang digelar di Gedung Youth Center, Bagindo Aziz Chan, Padang, Rabu (23/10/2025).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi, didampingi Ny. Dianita Vasko, kepada Ketua Kelompok Dasa Wisma Teratai Putih IV Susi Febri Ariza, bersama Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Eni Zulmaeta, didampingi Ny. Yeni Elzadaswarman.

Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK di daerah, termasuk Payakumbuh, yang telah menjadi ujung tombak gerakan kesejahteraan keluarga di tingkat akar rumput.

“Para kader Dasa Wisma bekerja tanpa pamrih, memastikan sepuluh program pokok PKK terlaksana di tengah masyarakat. Mereka inilah yang menjaga agar gerakan keluarga sejahtera terus hidup,” kata Umi Harneli.

Menurutnya, kelompok Dasa Wisma seperti yang ada di Payakumbuh bisa dijadikan contoh, bagaimana gerakan kecil di lingkungan dapat memberikan dampak besar terhadap ketahanan pangan, kesehatan, dan ekonomi keluarga.

Senada dengan itu, Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Eni Zulmaeta menyampaikan selamat dan terima kasih atas capaian yang diraih kader Dasa Wisma Teratai Putih IV.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti bahwa penerapan pola AKU HATINYA PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) dapat menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.

“Gerakan ini sederhana, tapi bermakna. Dari menanam sayur di halaman rumah, tumbuh kesadaran untuk mandiri pangan dan memperkuat ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kelompok Dasa Wisma lainnya di Kota Payakumbuh untuk terus berinovasi dan menjaga rasa kekeluargaan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Dasa Wisma Teratai Putih IV Susi Febri Ariza menuturkan, keberhasilan mereka berawal dari keinginan bersama untuk menciptakan lingkungan yang asri dan produktif.

“Awalnya kami hanya ingin halaman rumah tampak hijau. Lama-kelamaan, dari kebun kecil itulah kami bisa memenuhi kebutuhan dapur bahkan membantu ekonomi keluarga,” kata Susi.

Kelompok yang beranggotakan 20 rumah tangga ini aktif mengelola kebun bersama, menanam cabai, sayuran, dan tanaman obat keluarga.

Selain itu, para anggota juga mengolah hasil kebun menjadi produk rumahan seperti sambal botol dan minuman herbal yang kini berkembang menjadi usaha mikro keluarga.

Pemko Payakumbuh mengapresiasi kerja keras seluruh kader PKK yang terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang kesejahteraan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan ketahanan pangan.

"Dari halaman-halaman kecil yang hijau di Payakumbuh, para kader PKK telah membuktikan bahwa kesejahteraan bisa dimulai dari rumah, dari tangan-tangan ibu yang menanam harapan untuk keluarga dan lingkungan yang lebih sejahtera," pungkas Eni Zulmaeta. (Rn) 

Bogor (Rangkiangnagari) - Pemko Payakumbuh kembali mencatat namanya di tingkat nasional. Kota yang dikenal dengan sebutan City of Randang itu berhasil masuk lima besar terbaik Penghargaan Bhumandala Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG).

Kepastian itu tertuang dalam surat resmi BIG Nomor B-8.4/KJIG-BIG/IIG.02.02/10/2025 tertanggal 8 Oktober 2025. Dalam surat tersebut, Payakumbuh dinyatakan lolos ke Penilaian Tahap II, bersama empat kota lainnya, yakni Tangerang, Metro, Magelang, dan Manado.

Tahap penilaian lanjutan dilaksanakan di Gedung I lantai 1 PTIG/BLJP BIG, Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/10/2025), dengan menghadirkan lima daerah terbaik nasional yang dianggap berhasil menghadirkan inovasi dalam pemanfaatan data geospasial di lingkungan pemerintah daerah.

Di ajang ini, Pemko Payakumbuh diwakili oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Sago.

Keduanya dinilai berhasil mengembangkan inovasi dalam pengelolaan data geospasial yang mendukung efisiensi layanan publik.

Inovasi yang dihadirkan mencakup digitalisasi data pelanggan dan penagihan, pencatatan meteran, pemetaan jaringan distribusi air berbasis geospasial, serta penggunaan IoT untuk sistem pemantauan otomatis.

Selain itu, juga terdapat layanan pengaduan pelanggan digital dan sistem integrasi data lintas bagian yang mempercepat proses kerja dan memperkuat akuntabilitas perusahaan daerah.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan bahwa, pencapaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif dari seluruh perangkat daerah.

“Ini bentuk komitmen kita dalam mendukung program Satu Data Indonesia. Payakumbuh terus bertransformasi menjadi kota yang berbasis data dalam setiap pengambilan kebijakan,” kata Wako Zulmaeta.

Ia juga berpesan agar seluruh perangkat daerah dapat terus mengoptimalkan pemanfaatan data geospasial dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program.

“Pemanfaatan data geospasial tidak boleh berhenti di level proyek. Ini harus menjadi budaya kerja pemerintahan. Bagaimana setiap kebijakan, pembangunan infrastruktur, dan pelayanan publik didasarkan pada data yang akurat dan terintegrasi,” tegasnya.

Menurut Zulmaeta, keberadaan sistem informasi berbasis spasial memungkinkan pemerintah daerah memetakan potensi serta permasalahan dengan lebih presisi, sehingga pembangunan menjadi lebih efisien, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Penghargaan Bhumandala sendiri digelar untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan informasi geospasial dalam mendukung pembangunan daerah yang terarah dan terintegrasi.

Keikutsertaan Payakumbuh dalam lima besar nasional menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem pemerintahan berbasis data.

Capaian ini juga menjadi pijakan bagi Kota Payakumbuh menuju smart city yang memanfaatkan teknologi dan data spasial untuk mendukung pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Saat kegiatan itu, Wako Zulmaeta turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, perwakilan Bappeda, dan jajaran Perumda Tirta Sago. (Rn) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.