Latest Post

Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyerahkan bantuan seragam sekolah gratis sebanyak 2.786 stel untuk siswa-siswi baru dari jenjang TK hingga SLTA dan SLB di Kecamatan Sangir Jujuan.

Seluruh seragam ini diserahkan secara langsung oleh Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama dengan jajaran lainnya kepada perwakilan siswa dan orang tua murid. Penyerahan untuk wilayah Sangir Jujuan ini dilakukan di SMP N 6 Solok Selatan, Kamis (15/10).

Dalam penyerahan di Sangir Jujuan tahun ini, rincian bantuan seragam yang dibagikan meliputi TK/RA sebanyak 686 stel, SD/MI 600 stel, SMP/MTs 524 stel, SMA/SMK/MA 966 stel, dan SLB 10 stel.
Khairunas menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang produktif, kompetitif, dan berakhlak baik.


"Pemkab Solok Selatan tidak membedakan perlakuan, baik dari jenjang TK hingga SLTA/SLB, maupun sekolah umum dan sekolah agama. Semua siswa yang belajar di Solok Selatan tidak akan luput dari perhatian kita," kata Khairunas siang ini.
Bupati berharap bantuan seragam gratis ini dapat meringankan beban ekonomi orang tua murid di awal tahun ajaran baru serta membakar semangat para siswa agar semakin giat belajar.
Penyerahan di Sangir Jujuan ini merupakan bagian dari total 26.912 stel seragam gratis se-Kabupaten Solok Selatan pada tahun 2026.


Selain program seragam gratis yang konsisten dijalankan, Pemkab Solok Selatan juga menyediakan program beasiswa mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi ternama dan kemitraan perusahaan di Solok Selatan. Langkah ini diambil untuk mempersiapkan generasi muda Solok Selatan yang siap menjadi pemimpin dalam 20 hingga 30 tahun mendatang.
Meski dihadapkan pada efisiensi dan penurunan alokasi transfer daerah, Pemkab Solok Selatan tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan sarana pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian melalui sinergi dengan pemerintah pusat dan alokasi APBN

Solsel (RangkiangNagari) - Kondisi kabut asap yang makin tebal sejak awal pekan ini membuat pelajar di Kabupaten Solok Selatan dipulangkan lebih awal pada Kamis (15/10). Penyesuaian proses belajar mengajar pun juga disesuaikan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk dua hari ke depan.

Keputusan ini ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Nomor 420/0811/Disdik/2026 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Akibat Dampak Kabut Asap.

Surat ini juga ditembuskan kepada Kepala Cabdin Pendidikan Prov. Sumatera Barat Wilayah 3 Solok Rayad dan Kepala Kantor Kemenag Solok Selatan sebagai bahan pertimbangan.

Dalam surat tersebut disampaikan selain memulangkan siswa leih cepat, untuk Kamis dan Jumat (16-17/10) siswa PAUD (KB dan TK) diliburkan. Sedangkan untuk siswa SD dan SMP proses belajar dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring/luring serta pemberian tugas terstruktur.

Agar tidak mengganggu capaian pembelajaran, seluruh sekolah diminta untuk memastikan penyesuaian kegiatan pembelajaran sesuai kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Guru dan Tenaga Kependidikan dmiminta untuk tetap hadir di sekolah dan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh dari sekolah. Selain itu diharapkan untuk melakukan improvisasi dan inovasi pembelajaran sesuai kondisi masing-masing, sehingga keberlangsungan proses pembelajaran tetap terjaga dan murid tidak mengalami ketertinggalan materi secara signifikan.
Pelaksanaan pembelajaran selanjutnya akan dievaluasi dan diinformasikan kembali melihat perkembangan kualitas udara berdasarkan data resmi dari instansi terkait


Solsel (RangkiangNagari) - Bencana hidrometeorologi seperti galodo dan tanah longsor yang berulang kali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat menjadi peringatan serius akan pentingnya menjaga kualitas tutupan lahan. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar aksi penanaman pohon serentak dalam upaya untuk perbaikan ekologi.

Kegiatan yang juga dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat ini untuk wilayah Solok Selatan dipusatkan di SMA Negeri 9 Solok Selatan, dilaksanakan pada Rabu (14/10)
Aksi nyata rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi melalui Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KKPHP) ini melibatkan penanaman 1.000 batang bibit pohon produktif dan tanaman kehutanan, yang terdiri atas pokat, durian, manggis, kayu manis, dan kayu surian. Bantuan bibit tersebut disalurkan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Macang Badadu Jorong Lasuang Batu, Nagari Kapau, yang merupakan kelompok tani binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Solok Selatan dan kepada SMA tempat acara dilaksanakan
Bupati Solok Selatan yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Indra Zuardi menyampaikan bahwa pemilihan lingkungan sekolah sebagai salah satu lokasi penanaman bertujuan untuk memperkuat program penghijauan sekaligus memberikan edukasi lingkungan berkelanjutan kepada generasi muda sejak dini.


Membacakan pidato resmi, Indra Zuardi mengingatkan kembali dampak masif bencana hidrometeorologi yang baru-baru ini melanda kawasan Solok dan sekitarnya pasa tahun ini serta sejumlah wilayah di Sumatera Barat akhur 2025 lalu, hingga sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat dan merusak fasilitas publik
Bencana tidak terjadi begitu saja. Faktor cuaca ekstrim, lereng gunung yang curam, tingginya intensitas hujan, serta aktivitas sosio-ekonomi yang memicu degradasi lahan menjadi penyebab utama banjir bandang dan longsor. Kita harus mengambil hikmah secara arif dan bijaksana dengan memperhitungkan risiko serta meningkatkan kualitas tutupan lahan," kata Indra membacakan sambutan siang ini


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.