Latest Post

Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mendorong percepatan penyelesaian seluruh program dan kegiatan fisik menjelang akhir tahun anggaran 2026. Langkah ini sejalan dengan capaian positif daerah yang menempati peringkat pertama pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat berdasarkan evaluasi bersama Kementerian Dalam Negeri.

Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan pada Apel Gabungan ASN di Halaman Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (26/10).

Menurutnya, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi indikator positif bagi aktivitas perekonomian daerah. Namun, capaian itu perlu diiringi dengan pelaksanaan program pemerintah yang optimal agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat
"Rapat dengan Kemendagri mencatat pertumbuhan ekonomi Solok Selatan berada di nomor satu di Sumatera Barat. Artinya, perputaran ekonomi di Solsel cukup bagus," ujar Yulian.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memastikan program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat diselesaikan tepat waktu. Seluruh satuan tugas (Satgas) yang telah dibentuk pemerintah daerah juga diminta menuntaskan tugas dan tanggung jawabnya menjelang penutupan tahun anggaran.

Selain percepatan kegiatan fisik, Pemkab Solok Selatan juga memastikan evaluasi APBD Perubahan telah rampung. OPD terkait diminta segera menyelesaikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Perubahan pada pekan ini sehingga anggaran dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Sementara itu, dalam penyusunan APBD 2027, pemerintah daerah merancang penganggaran yang lebih rasional melalui penyesuaian nilai anggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut diarahkan agar program dan kegiatan tetap fokus pada pencapaian visi dan misi kepala daerah

Solsel (RangkiangNagari) – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru. Program ini tidak hanya menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, tetapi juga upaya meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui penyerahan bantuan seragam gratis kepada siswa baru tingkat TK hingga SMP di Kecamatan Sangir Batang Hari, Senin (26/10).

Pada kesempatan ini, sebanyak 1.938 stel pakaian sekolah diserahkan kepada para siswa penerima manfaat.
Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, mengatakan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui program-program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, termasuk di sektor pendidikan.

“Sebagai pemerintah daerah, tentu kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik dan hadir di tengah-tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa program pembangunan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yulian Efi
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan dukungan, partisipasi, serta sinergi dari seluruh lapisan masyarakat agar berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak yang lebih luas.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus memperkuat kebersamaan dan memberikan dukungan terhadap pembangunan Kabupaten Solok Selatan, termasuk dalam mendorong kemajuan pendidikan dan mempersiapkan generasi muda yang berkualitas.

“Kami terus meminta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Mari kita bersama-sama bersinergi dan memberikan support dalam membangun kabupaten yang kita cintai ini,” tambahnya



Dr. Dody Ruswandi MSCE mewakili Kepala BNPB pada FGD Buku Pembelajaran Bencana alam Hidrometeorologi 

Padang, Rangkiang Nagari - Tim Penyusunan buku Pembelajaran Bencana Alam Hidrometeorologi Sumatera Barat 2025 melaksanakan Fokus Grup Dikusi (FGD) guna menampung masukan, saran dan bahkan kritik dari pemangku kepentingan di Sumatera Barat,  Senin (26/10).

Peserta FGD foto bersama selesai pembahasan materi penulisan 

Hadir pimpinan dan staf kantor BPBD Sumatera Barat dan BPBD seluruh kabupaten dan kota di daerah ini. Selain unsur BPBD juga hadir staf kantor PU, kantor Pemukiman, lingkungan Hidup serta instansi terkait lainnya.

Wakil Direktur I Dr Ir Rusfidra SPt MSi membuka acara FGD

Prof Fauzan ketika menjelaskan terkait materi buku pembelajaran 

Acara FGD ini dibuka Wakil Direktur I  Dr. Ir. Rusfidra, SPt, MSi. Ia mengharapkan kegiatan ini membawa hasil maksimal dan bisa memberikan manfaat kepada pemangku kebencanaan di seluruh Indonesia.

Penyusunan buku Pembelajaran Bencana alam Hidrometeorologi Sumatera Barat, dibuat berdasarkan peristiwa bencana yang terjadi pada  akhir tahun 2025. Tepatnya antara 21 hingga 29 Nopember 2025, kemudian disusul awal Desember 2025.

Bencana ini sangat luar biasa. Meluluhlantakan tiga wilayah provinsi di Sumatera,  Aceh, Sumut dan Sumatera Barat. Sesuai uraian dalam buku ini, hujan deras dalam durasi yang lama adalah salah satu penyebab terjadinya banjir dan galodo di Sumatera Barat.

Dr Basril Basyar menjelaskan pada bagian kedua dari materi penulisan 

Hujan deras berawal ketika mulai terbentuknya awan siklon senyar di dekat selat malaka yang kemudian terus bergerak ke daratan Sumatera bahagian Utara dan menurunkan curah hujan yang begitu besar.

Diperkirakan curah hujan mencapai mencapai 300 mm. Padahal pada kondisi normal hanya 75 sampai 100 mm. Akibatnya sebanyak 192 jiwa melayang dan ratusan ribu rumah hancur dan hanyut. Puluhan jembatan putus dan masyarakat terdampak ribuan orang serta tinggal di pengungsian.

Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk melakukan dokumentasi terhadap seluruh peristiwa,  kemudian dianalisis dan hasilnya dijadikan pembelajaran untuk masa mendatang. Seperti diketahui bahwa setiap bencana itu selalu terjadi berulang.

Buku sekitar 200 halaman, disusun tim dosen kebencanaan Universitas Andalas,  Dr apt Rustian SSi, MSi, Sestama BNPB, Prof Hakam, Prof Fauzan, Pro Werry Darta Taifur,  Prof  Bambang Istijono, Prof apt Henny Lucida, Prof Yonariza,  Prof Asrinaldi, Dr Basril Basyar,  Drs Rinaldi Eka Putra MSi dan Tim Riset Asisten.

Pemaparan ringkasan buku mulai bab 1-5 disampaikan Prof Fauzan dan dilanjutkan bab VI-X oleh  Dr Basril Basyar. Moderator Drs Rinalda Eka Putra.

Dr. Ir. Dody Ruswandi MSCE mewakili Kepala BNPB dalam sambutan menyampaikan apresiasi atas lahirnya buku ini. Dody memuji tim Unand atau Sumbar yang selalu di depan, karena pada waktu yang sama Sumbar atau Universitas Andalas sudah masuk ke tahap akhir.

Tiga daerah yang didera bencana alam hidrometeorologi ditugaskan membuat buku Pembelajaran untuk masing-masing daerah, Aceh, Sumut dan Sumbar.

Dody juga menyampaikan penghargaan atas antusiasme peserta, sangat luar biasa menyambut lahirnya Buku Pembelajaran Bencana alam hidrometeorologi ini.  Ini menandakan bahwa buku ini adalah tanggung jawab dan milik kita bersama.

Banyak masukan yang disampaikan  peserta,  mulai sinkronisasi pendataan, hingga pendalaman analisis peristiwa. Dody menjelaskan bahwa Bencana alam hidrometeorologi yang disebabkan siklon senyar adalah pertama di Indonesia dan terjadi di Sumatera, katanya.

Dulu memang ada Badai Siklon Tropis Seroja,  bencana alam dahsyat yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 4–5 April 2021.

Berbeda dengan Siklon Tropis Seroja, bencana Sumatera lebih dahsyat lagi. Oleh sebab itu Dody meminta Tim untuk menambahkan materi Climate change (perubahan iklim) dalam buku ini.

Dody Ruswandi juga menanggapi fenomena korban bencana yang tak betah di tempat hunian sementara dan tetap. Kejadian ini hampir sama di berbagai daerah di Indonesia. Jangan sekali-kali kita hanya memindahkan korban ke tempat lain, tanpa diiringi dengan keberlanjutan kehidupannya (livelihood).

Bahkan Sestama BNPB (2014-2019) ini menyarankan bahwa melakukan relokasi terhadap korban bencana hendaklah menjadi pilihan terakhir.

Penyusunan Buku Pembelajaran ini adalah digagas  BNPB - SIAP SIAGA dan Universitas Andalas.  (*01).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.