Latest Post

Payakumbuh (RangkiangNagari) - Pemerintah Kota Payakumbuh menerima penghargaan sebagai "Penyerah Piutang Kolaborasi Terbaik" dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bukittinggi atas keberhasilan sinergi penyelesaian piutang daerah.

Penghargaan dalam ajang KPKNL Bukittinggi Award 2026 tersebut diserahkan langsung oleh Kepala KPKNL Bukittinggi Novrizal kepada Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, yang mewakili Wali Kota Zulmaeta, di Bukittinggi, Rabu (19/8/2026).

Apresiasi dari lembaga di bawah Kementerian Keuangan ini diberikan secara spesifik kepada Pemko Payakumbuh melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Fasilitasi Pembiayaan Kota Payakumbuh.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada KPKNL Bukittinggi atas komitmen dan konsistensinya dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, profesional, dan berintegritas. Ini merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah,” ujar Rida.

Menurut Rida, pelayanan publik tidak cukup hanya cepat dan tepat, tetapi juga harus memberikan kepastian dan kenyamanan serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Karena itu, ia menilai inovasi, transparansi, akuntabilitas, dan integritas perlu terus diperkuat dalam setiap penyelenggaraan pelayanan publik.

“Pelayanan publik harus terus beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, inovasi, transparansi, akuntabilitas, dan integritas harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pelayanan,” katanya.

Rida juga menyatakan dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap semangat GADANG yang diusung KPKNL Bukittinggi, yakni Gigih, Antusias, Dedikasi, Amanah, Nyaman, dan Good Governance.

“Semangat GADANG sangat relevan dengan upaya kita bersama untuk membangun pelayanan publik yang semakin baik. Gigih dalam bekerja, antusias memberikan pelayanan, berdedikasi, amanah, menciptakan kenyamanan, serta menjunjung prinsip good governance,” ungkapnya.

Selain menerima penghargaan, Rida menekankan pentingnya kolaborasi dalam penyelesaian piutang yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Menurut dia, penyelesaian piutang perlu melibatkan seluruh pihak terkait dan dilakukan secara transparan. Untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan, penilaian terhadap aset juga perlu dilakukan oleh tim penilai KPKNL.

“Penyelesaian piutang perlu dilakukan bersama dan tentunya harus ada transparansi. Penilaian aset dilakukan oleh tim penilai KPKNL,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KPKNL Bukittinggi Novrizal mengatakan pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pemanfaatan aset Barang Milik Negara (BMN) maupun Barang Milik Daerah (BMD) yang tidak digunakan sesuai tugas dan fungsi.

Menurut dia, aset tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif, salah satunya melalui mekanisme sewa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kita perlu mengoptimalkan aset yang ada. Apabila terdapat BMN atau BMD yang tidak digunakan sesuai tugas dan fungsi, maka dapat dimanfaatkan, termasuk melalui mekanisme sewa,” ujar Novrizal.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara KPKNL dan pemerintah daerah dalam mengawal penyelesaian piutang tak tertagih di wilayah kerja KPKNL Bukittinggi.

Dalam forum tersebut, KPKNL Bukittinggi turut menjelaskan bahwa layanan KPKNL pada prinsipnya tidak dikenakan biaya. Pengecualian berlaku untuk layanan tertentu yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan dan termasuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

KPKNL juga terus memperkuat upaya pencegahan korupsi dan gratifikasi. Masyarakat dapat menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran atau gratifikasi di lingkungan Kementerian Keuangan melalui saluran WISE Kementerian Keuangan.

Penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus memperkuat kolaborasi antarlembaga, khususnya dalam pengelolaan aset dan penyelesaian piutang secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan.

Payakumbuh (RangkiangNagari) - Lebih dari seribu peserta mengikuti gerak jalan santai yang digelar MTsN 2 Kota Payakumbuh untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (20/8/2026) pagi.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman melepas kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar MTsN 2 Kota Payakumbuh sejak madrasah tersebut berdiri.

Gerak jalan santai itu juga diikuti pimpinan, guru dan tenaga kependidikan, seluruh siswa, kepala madrasah se-Kota Payakumbuh, Kepala KUA Payakumbuh Utara, serta jajaran Kementerian Agama Kota Payakumbuh.

Elzadaswarman mengapresiasi inisiatif keluarga besar MTsN 2 Kota Payakumbuh yang mengemas peringatan kemerdekaan melalui kegiatan olahraga sekaligus mempertemukan unsur pendidikan dan masyarakat.

“Gerak jalan santai ini bukan hanya kegiatan olahraga dan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, persaudaraan dan semangat nasionalisme. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif, termasuk melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia mengajak para pelajar menjadikan momentum kemerdekaan sebagai dorongan untuk membangun kebiasaan positif, menjaga kesehatan, meningkatkan kedisiplinan dan mengejar prestasi.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk membangun semangat disiplin, menjaga kesehatan, saling menghargai dan terus meningkatkan prestasi. Jadilah generasi yang memiliki karakter kuat, berilmu dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa,” katanya.

Menurut Elzadaswarman, keterlibatan kepala madrasah, jajaran Kementerian Agama, guru, tenaga kependidikan dan pelajar dalam kegiatan tersebut memperkuat silaturahmi sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan di Payakumbuh.

“Pemerintah Kota Payakumbuh tentu sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat dan dunia pendidikan seperti ini. Mari kita jaga semangat kebersamaan dan kekompakan, karena dengan kebersamaan kita bisa membangun Payakumbuh yang lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh Yarisman mengatakan gerak jalan santai tersebut menjadi langkah awal madrasah untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi MTsN 2 kepada calon peserta didik.

“Ini perdana kita melaksanakan kegiatan seperti ini sejak berdirinya MTsN 2 Kota Payakumbuh. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita mewujudkan madrasah yang maju, bermutu dan mendunia,” katanya.

Menurut dia, kegiatan olahraga tersebut juga sejalan dengan upaya membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan madrasah, termasuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan penanganan stunting.

“Dengan menjaga kebugaran dan kesehatan anak-anak, kita ingin membentuk tumbuh kembang mereka menjadi generasi yang madani dan Qur’ani,” ujarnya.

Yarisman mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan MTsN 2 kepada masyarakat. Ia menyebut madrasah itu mulai memperoleh kepercayaan lebih besar dalam penerimaan peserta didik baru.

“Sekarang kita sudah mulai bisa menjaring murid baru dan MTsN 2 sudah menjadi pilihan. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas madrasah,” katanya.

Ia menyebut MTsN 2 memiliki modal pengembangan yang cukup kuat, salah satunya lokasi strategis di tepi jalan nasional dengan luas lahan sekitar dua hektare.

“Secara geografis, lokasi kita sangat strategis. Kita berada di pinggir jalan nasional dengan lahan sekitar dua hektare. Potensi ini akan terus kita kembangkan untuk mendukung kemajuan madrasah,” ujarnya.

Yarisman menargetkan MTsN 2 Kota Payakumbuh berkembang menjadi madrasah model melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penguatan kepercayaan masyarakat.

“Kita berharap ke depan MTsN 2 Kota Payakumbuh bisa menjadi madrasah model di Kota Payakumbuh. Karena itu, kita akan terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, MTsN 2 mulai mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan tingkat daerah dan provinsi. Salah satunya menjadi tuan rumah rapat koordinasi kepala MTs se-Sumatera Barat yang dijadwalkan pada 10–11 September 2026.

Pelaksanaan gerak jalan santai tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perbankan dan pihak swasta. Menurut Yarisman, dukungan itu menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung kegiatan dan pengembangan pendidikan.

Usai dilepas Wakil Wali Kota, peserta menempuh rute dari MTsN 2 Kota Payakumbuh menuju Simpang Masjid Nurul Huda, Tambago, kawasan SMAN 3 Payakumbuh, Payolinyam, Simpang Tanjung Anau, kemudian kembali dan finis di MTsN 2 Kota Payakumbuh.

Gerak jalan santai tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi ruang bagi keluarga besar madrasah untuk memperkuat silaturahmi, membangun kebiasaan hidup sehat dan menumbuhkan semangat kebersamaan di  kalangan pelajar.

Payakumbuh (RangkiangNagari) - Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyalurkan secara simbolis Bantuan Presiden (Banpres) kepada 30 warga yang terdampak bencana hidrometeorologi dan mengalami gagal panen di lobi Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Kamis (20/8/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan setelah Pemerintah Kota Payakumbuh menyelesaikan pendataan, asesmen, dan verifikasi terhadap warga terdampak untuk memastikan penerima memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Banpres tersebut bersumber dari pemerintah pusat, kemudian dialokasikan ke dalam APBD Kota Payakumbuh melalui mekanisme pergeseran anggaran dan direalisasikan melalui Dinas Sosial.

“Banpres ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang mengalami kerugian akibat bencana maupun gagal panen. Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Elzadaswarman.

Ia menjelaskan banjir dan cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada 2025 turut berdampak terhadap masyarakat Payakumbuh.

Kondisi di wilayah hulu menyebabkan aliran air berdampak hingga ke wilayah Payakumbuh, termasuk terhadap aktivitas pertanian. Dampak tersebut membuat sebagian petani mengalami gagal panen dan kehilangan hasil produksi.

Elzadaswarman meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan memastikan pengelolaannya berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.

“Jangan sampai niat baik pemerintah untuk membantu masyarakat justru menimbulkan persoalan karena administrasi yang tidak tertib. Karena itu, seluruh proses harus transparan, akuntabel, dan sesuai aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh Yonrefli mengatakan penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil asesmen Dinas Pertanian yang kemudian diverifikasi oleh tim untuk memastikan kesesuaian data dan kondisi penerima dengan persyaratan yang ditetapkan.

“Dari proses tersebut, pemerintah menetapkan 30 warga sebagai penerima bantuan,” katanya.

Menurut Yonrefli, Banpres baru dapat direalisasikan pada pertengahan 2026 setelah melalui tahapan penganggaran dan pergeseran APBD.

“Dana ini sebelumnya berasal dari bantuan presiden, kemudian masuk ke APBD melalui mekanisme pergeseran anggaran. Karena dana baru tersedia pada pertengahan 2026, penyalurannya memang memiliki jeda dengan waktu terjadinya bencana dan kerugian yang dialami masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu warga memenuhi kebutuhan pascabencana sekaligus mendukung pemulihan ekonomi, terutama bagi petani yang kehilangan hasil produksi akibat gagal panen.

“Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat dan dapat membantu masyarakat terdampak untuk kembali bangkit setelah mengalami kerugian akibat bencana dan gagal panen,” kata Yonrefli.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.