Latest Post

Jakarta (Rangkiangnagari) - Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Sumatra, yakni Bank Nagari, Bank Aceh, dan Bank Sumut berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah global dengan masuk dalam daftar “World’s Best Bank 2026” versi Forbes.

Mengutip laporan Forbes, Selasa, 12 Mei 2026, pemeringkatan World’s Best Banks 2026 disusun bersama perusahaan riset pasar Statista melalui survei terhadap lebih dari 54.000 responden di 34 negara dengan 17 bahasa berbeda.

Adapun survei dilakukan sepanjang Oktober hingga November 2025. Para responden diminta menilai bank tempat mereka memiliki rekening giro maupun tabungan.

Selain itu, penilaian juga mencakup bank yang pernah digunakan dalam tiga tahun terakhir, hingga bank yang dikenal melalui rekomendasi keluarga dan teman.

Dalam survei tersebut, peserta memberikan penilaian terhadap sejumlah aspek utama, mulai dari tingkat kepercayaan terhadap stabilitas keuangan bank, syarat dan ketentuan layanan seperti biaya dan bunga, kualitas layanan pelanggan, kemudahan layanan digital, hingga kualitas nasihat keuangan.

Hasil survei menunjukkan faktor kepercayaan masih menjadi aspek paling penting bagi nasabah dalam memilih bank, disusul layanan digital dan kualitas layanan pelanggan.  

18 Bank Indonesia

Secara global, sebanyak 410 bank berhasil masuk daftar World’s Best Banks 2026. Dari jumlah tersebut, 311 bank merupakan nama yang juga masuk daftar tahun sebelumnya, mencerminkan konsistensi performa industri perbankan global.

Dari jumlah bank tersebut, ada 18 bank asal Indonesia yang masuk dalam jajaran bank terbaik di dunia versi Forbes, termasuk di dalamnya Bank Nagari, Bank Aceh, dan Bank Sumut.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi perseroan dan masyarakat Sumatra Barat.

"Tentunya kami bersana pemegang saham, nasabah dan khususnya masyarakat Sumatera Barat sangat bangga dan surprise karena Words best bank versi forbes tahun 2026 ialah daftar bergengsi ysng menobatkan bank-bank terbaik dunia berdasarkan nilai nasabah mengenai kepuasan, kepercayaan. Layanan dan kinerja digital, seperti dikutip dari infobanknews

Gusti melanjutkan capaian ini menjadi acuan kinerja solid dan kepercayaan tinggi dari nasabah serta stakeholder di kancah global.Sekaligus menjadi bukti bahwa Bank Nagari berhasil transformasi dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.  

“Kuncinya adalah bagaimana kami senantiasa menjadikan nasabah dan mitra sebagai fokus utama pertumbuhan berkelanjutan, sehingga kami terus menerus melakukan transformasi di berbagai bidang untuk memberikan pelayanan yang cepat, mudah, aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” tutupnya.(*)

Pasaman (Rangkiangnagari) - Membangun masa depan Pasaman bukan hanya soal jalan mulus dan infrastruktur megah. Di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian, pembangunan generasi muda kini menjadi prioritas utama demi melahirkan generasi emas Pasaman yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.

Melalui Program Unggulan Pekan Kreativitas Anak Nagari (PKAN), Pemerintah Kabupaten Pasaman bergerak membangun pusat kreativitas anak muda hingga ke seluruh kenagarian. 

Program ini hadir sebagai ruang besar bagi generasi milenial untuk mengembangkan bakat, inovasi, hingga potensi ekonomi berbasis nagari. Terang Teddy Marta, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) didampingi Sekretaris DPM Yossi Nasution saat jumpa Pers di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pasaman, Selasa (19/5/2026).

Dikatakan Teddy Marta, PKAN menjadi salah satu program strategis unggulan (Progul) pemerintahan Welly–Parulian dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama penguatan pendidikan, ekonomi kreatif, seni budaya, hingga transformasi digital di tingkat nagari.

Dijelaskan Teddy Marta, program ini mencakup berbagai bidang penting seperti seni budaya, olahraga, kewirausahaan, keterampilan, teknologi digital, literasi, dan edukasi.

"Kehadiran PKAN juga menjadi langkah nyata Pemkab Pasaman dalam menyiapkan anak muda menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya daerah." Papar Teddy Marta.

Teddy juga menjelaskan jika terobosan ini hadir diberbagai sektor, seperti di sektor pariwisata, PKAN turut mendorong lahirnya inovasi ekowisata nagari berbasis lingkungan.

Hal tersebut dikatakan Teddy Marta seperti Pengembangan potensi lokal nagari seperti kawasan wisata Sundata menjadi contoh bagaimana pemerintah nagari dan masyarakat dilibatkan langsung dalam membangun destinasi wisata yang produktif dan berkelanjutan. Katanya.

Ia juga menjelaskan, jika program unggulan ini menjadi inovasi yang bagus kedepan, ia melihat seluruh _stakeholders_ sangat mendukung PKAN ini.

Disampaikan Teddy Marta, keseriusan pemerintah daerah memperkuat program ini dibuktikan melalui regulasi resmi, mulai dari Peraturan Bupati Tahun 2026 tentang Pedoman Penyusunan APB Nagari hingga pembentukan Satgas PKAN melalui keputusan Kepala DPM Tahun 2026.

Ia mengatakan, proses pembentukan PKAN sendiri dimulai sejak tahun 2025 melalui pembentukan Badan Pengelola PKAN dan resmi diluncurkan di tingkat kabupaten pada 20 September 2025. Selanjutnya, sejak Maret 2026 dilakukan pendampingan intensif melalui program SAPA Nagari.

Hasilnya, hingga 14 April 2026 sebanyak 62 PKAN telah terbentuk di seluruh kenagarian di Kabupaten Pasaman atau mencapai 100 persen target pembentukan. Ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Aprialdi Said juga menyampaikan bahwa Dinasnya akan siap mendukung dan mensupport PKAN berkembang pesat di Pasaman dengan anak mudanya.

Ia juga menjelaskan, sejumlah potensi budaya dan pariwisata yang menopang kegiatan anak muda akan dimaksimalkan untuk dikembangkan. Ujarnya.

Salah satu langkah konkrit yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda Olahraga dan Kebudayaan tentang pemberdayaan pemuda dalam hal traveling di Pasaman.

Ia menilai, PKAN ini menjadi rumah besar kreativitas anak nagari. Mulai dari ruang ekspresi seni dan budaya, pengembangan keterampilan generasi muda, hingga pusat kolaborasi digital di tingkat nagari terus diperkuat untuk melahirkan anak muda Pasaman yang inovatif dan produktif. Ujarnya.

Kepala dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja (KUPTK) Kabupaten Pasaman Ariswan juga menyampaikan jika program PKAN ini juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui keterlibatan aktif pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan PKAN.

Ia menyampaikan sinergi kelembagaan pun terus dibangun bersama berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi seperti Institut Seni Indonesia Padang Panjang guna memperkuat potensi nagari berbasis kreativitas.

Ariswan juga menilai, PKAN juga sejalan dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bertajuk Nagari Creative, yang berfokus pada penguatan tata kelola dan daya saing generasi muda berbasis nagari.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, PKAN diyakini menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda Pasaman yang kreatif, tangguh, dan siap membawa daerah menuju masa depan yang lebih maju. 

(Fatrizon, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Pasaman)

Pasaman (Rangkiangnagari) - Di sejumlah wilayah terpencil Kabupaten Pasaman, keterisolasian selama ini bukan hanya soal jarak tempuh dan medan geografis. Namun juga tentang keterbatasan akses digital yang membuat pelayanan pemerintah, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lambat.

Kini, perlahan kondisi itu mulai berubah.

Melalui program unggulan Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian, Pemerintah Kabupaten Pasaman menghadirkan program internet gratis untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta daerah _blankspot_ yang selama ini belum mencapai jaringan internet memadai.

Program ini bukan sekadar pemasangan perangkat jaringan. Lebih dari itu, pemerintah ingin membuka akses, mempercepat pelayanan publik, serta menghadirkan kesempatan yang sama bagi di wilayah masyarakat terpencil agar ikut terkoneksi informasi dengan perkembangan digital.

Dibalik program tersebut, tim Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman turun langsung ke lapangan. Mereka meninjau lokasi, menentukan titik pemasangan, menyiapkan perangkat, hingga memastikan jaringan benar-benar dapat digunakan masyarakat.

Tantangannya tidak sederhana. Kondisi geografis, akses jalan, hingga sebaran organisasi menjadi kendala yang harus dihadapi di lapangan. Namun, satu per satu wilayah yang sebelumnya blankspot kini mulai menikmati layanan internet gratis.

“Fokus kami adalah wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau akses internet, terutama kejorongan yang membutuhkan jaringan untuk pelayanan nagari, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan masyarakat lainnya,” ungkap Fatrizon, Kepala Dinas Kominfo Pasaman saat jumpa pers evaluasi satu tahun Progul di Media Center, Diskominfo Pasaman, Selasa (19/5/2026).

Dalam satu tahun kepemimpinan Welly–Parulian, program tersebut menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dari total target 42 kejorongan blankspot, sebanyak 25 kejorongan telah berhasil terakses layanan internet gratis.

Tidak hanya itu, jaringan juga dikembangkan ke sejumlah titik layanan tambahan sehingga total terdapat 34 titik akses internet gratis yang aktif dan beroperasi di berbagai wilayah Pasaman.

Jika dihitung berdasarkan target sasaran, capaian program telah mencapai 59,52 persen.

“Alhamdulillah, hingga saat ini program internet gratis daerah 3T menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Sebanyak 25 kejorongan dari target 42 kejorongan telah berhasil terkoneksi internet gratis dan dikembangkan menjadi 34 titik akses aktif,” jelas Fatrizon.

Pemerintah Kabupaten Pasaman juga terus melakukan pendataan wilayah _blankspot_ secara berkelanjutan, termasuk mengajukan dukungan jaringan kepada pemerintah pusat dan Bakti Kominfo untuk memperluas cakupan layanan internet di daerah terpencil.

Manfaat program mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Di kantor nagari misalnya, pelayanan administrasi kini lebih cepat karena aparatur desa dapat mengakses sistem pemerintahan dan mengirim laporan secara berani tanpa harus mencari lokasi yang memiliki jaringan internet.

Di sekolah-sekolah, internet membantu guru dan siswa mengakses sumber belajar digital yang sebelumnya sulit dijangkau. Pembelajaran menjadi lebih terbuka dan mengikuti perkembangan zaman.

Sementara di fasilitas kesehatan, internet mendukung pelaporan pelayanan kesehatan, koordinasi antarpetugas, hingga layanan ibu hamil, balita, dan imunisasi yang membutuhkan komunikasi cepat dan akurat.

“Dulu kami harus mencari tempat yang ada jaringan untuk mengirim laporan pelayanan kesehatan. Sekarang pekerjaan jauh lebih cepat dan efektif,” ungkap salah seorang tenaga kesehatan di wilayah 3T Pasaman". Ujar Petugas Pustu di Kotonopan Rao, Kecamatan Rao Utara, Pasaman.

Tidak hanya pelayanan publik, internet gratis juga mulai membuka peluang ekonomi masyarakat.

Warga kini dapat memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk berjualan secara online, mempromosikan produk, hingga memperluas jangkauan pelanggan.

“Saya sekarang bisa berjualan online dan berkomunikasi lebih mudah. ​​Program ini sangat membantu masyarakat,” ujar Ani (34) salah satu warga penerima manfaat.

Satu tahun kepemimpinan Welly–Parulian menjadi langkah awal penting dalam pemerataan akses digital di Kabupaten Pasaman.

Dari wilayah yang dulu blankspot, kini konektivitas mulai terbuka. Dari perangkat yang dipasang, lahirlah pelayanan yang lebih cepat. 

Dari ruang kelas, muncul kesempatan belajar yang lebih luas. Dan dari masyarakat, tumbuh harapan baru Pasaman yang lebih maju, terbuka, dan siap menghadapi era digital. 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.