Latest Post


Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kota Payakumbuh mengkaji penutupan sejumlah bukaan median atau U-turn serta penataan parkir sebagai bagian dari upaya mengurai kemacetan dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kajian tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Payakumbuh  di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Sejumlah titik yang masuk evaluasi meliputi depan SPBU Parit Rantang, kawasan Lapas/Ramayana, Masjid Al-Ihsan, gerbang Masjid Gadang, kawasan wisata Batang Agam, Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, Simpang Kasda, serta depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh melalui Asisten II Yasrizal mengatakan penataan lalu lintas membutuhkan koordinasi lintas instansi agar persoalan di lapangan dapat ditangani secara terpadu.

"Forum ini kita arahkan untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan dan pengawasan lalu lintas secara lintas sektoral," katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Dishub Yulhendri menegaskan hasil pembahasan Forum LLAJ belum menjadi keputusan final.

Pemerintah akan terlebih dahulu mengecek kondisi lapangan dan melakukan simulasi sebelum menerapkan rekayasa lalu lintas.

"Kita ingin setiap keputusan benar-benar berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk dampaknya terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat," ujarnya.

Kabid Keselamatan dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Finto Handayana Putra mengatakan bukaan median di depan SPBU Parit Rantang dan Lapas/Ramayana masih berstatus usulan penutupan. Manuver kendaraan untuk berputar balik di kedua lokasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk.

"Penutupan median menjadi salah satu opsi yang kita siapkan untuk diuji di lapangan," katanya.

Di depan Masjid Al-Ihsan, median telah ditutup sementara menggunakan water barrier. Namun, keputusan penutupan permanen masih menunggu hasil pembahasan dan kajian Forum LLAJ.

Sementara itu, bukaan median di depan gerbang Masjid Gadang diusulkan untuk ditutup sebagian. Lebar bukaan yang mencapai sekitar 17 meter dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena memungkinkan manuver kendaraan pada ruang yang cukup lebar.

Untuk kawasan wisata Batang Agam, Forum LLAJ masih mengevaluasi sirkulasi kendaraan, penataan parkir, dan aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Keluhan pedagang terkait rambu larangan masuk atau perboden juga menjadi bagian dari pertimbangan.

"Kita perlu mencari skema yang membuat arus tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Finto.

Di Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, evaluasi dilakukan karena kendaraan orang tua siswa yang berhenti atau parkir di kedua sisi jalan kerap memicu kepadatan saat jam pulang sekolah.

Simpang Kasda juga masih dalam evaluasi, terutama terkait operasional lampu lalu lintas yang beririsan dengan aktivitas pedagang kuliner mulai pukul 15.00 WIB.

Adapun kawasan depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota masih dikaji dengan opsi sterilisasi parkir reguler atau pembatasan parkir bagi kendaraan pariwisata.

Finto mengatakan Forum LLAJ akan turun langsung ke sejumlah lokasi untuk memastikan rekayasa lalu lintas yang dipilih sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

"Sesuai kesepakatan forum, kita akan turun ke lapangan untuk melakukan kajian dan simulasi agar rekayasa yang diterapkan benar-benar memperlancar arus lalu lintas di Kota Payakumbuh," pungkasnya. 


Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menempatkan penguatan pendidikan karakter, moral, dan spiritual sebagai bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. Madrasah dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai keimanan dan akhlak.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat membuka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Elzadaswarman mengatakan perkembangan era digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi peserta didik. Karena itu, madrasah tidak cukup hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga harus menjadi benteng moral dan spiritual dalam membentuk generasi yang mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijak.

“Di era digital yang dinamis saat ini, tantangan yang dihadapi para peserta didik semakin kompleks. Oleh karena itu, madrasah memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual peserta didik dalam menghalau berbagai potensi dampak negatif dari pergaulan modern maupun arus informasi yang tidak tersaring,” ungkapnya.

Menurutnya, kepala madrasah memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menjalankan fungsi administrasi dan manajemen kelembagaan. Kepala madrasah harus mampu menjadi pengarah inovasi pembelajaran sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Elzadaswarman juga meminta madrasah terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Namun, transformasi tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah.

“Di samping itu, peningkatan kapasitas kompetensi guru dan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan juga harus menjadi fokus utama demi melahirkan lulusan madrasah yang berdaya saing tinggi,” pintanya.

Ia menegaskan peningkatan mutu pendidikan madrasah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengelola madrasah, guru, dan unsur terkait perlu menyatukan langkah agar kebijakan dan program pendidikan menghasilkan perubahan yang nyata bagi peserta didik.

Menurut Elzadaswarman, Rakor KKMTs juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah strategis yang dapat diterapkan oleh madrasah di masing-masing daerah.

“Melalui forum koordinasi ini, kita berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi, menyatukan gagasan, dan melahirkan program-program nyata yang dapat diimplementasikan di masing-masing daerah demi kemajuan pendidikan madrasah di Sumatera Barat,” ujarnya.

Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh Yarisman mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada MTsN 2 Kota Payakumbuh sebagai tuan rumah rakor tingkat provinsi tersebut.

Menurutnya, kehadiran pengurus dan anggota KKMTs dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Yarisman menegaskan MTsN 2 Kota Payakumbuh siap mendukung pelaksanaan rakor agar menghasilkan keputusan strategis yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang madrasah tsanawiyah.

Rakor kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi teknis yang diikuti para kepala madrasah serta pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. 


Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman menegaskan olahraga bukan sekadar aktivitas fisik maupun rangkaian pertandingan, tetapi bagian dari investasi pembangunan manusia, kesehatan masyarakat, dan prestasi daerah.

Pesan tersebut disampaikan Elzadaswarman saat memimpin Apel Bersama dalam rangka Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026 sekaligus membuka Training Center (TC) Kontingen Kota Payakumbuh untuk Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat XVI Tahun 2026, Rabu (9/9/2026) pagi.

Dalam kesempatan itu, Elzadaswarman membacakan Berbagai Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap olahraga. 

Menurutnya, investasi melalui olahraga tidak hanya ditujukan untuk melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk masyarakat yang sehat dan sumber daya manusia yang berkarakter.

“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh guna membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” tegas Elzadaswarman membacakan Berbagai.

Sejalan dengan tema HAORNAS ke-43, "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!", Pemko Payakumbuh menempatkan olahraga sebagai bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah juga diarahkan menjadi penggerak utama gerakan masyarakat aktif dan bugar dengan menjadikan olahraga sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan pembangunan olahraga, selanjutnya, tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan atau kompetisi yang diselenggarakan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat. Oleh karena itu, ekosistem olahraga perlu dibangun secara inklusif dan berkeadilan sehingga dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Elzadaswarman mengatakan atlet berprestasi tidak lahir secara instan. Prestasi tumbuh dari lingkungan yang memiliki budaya olahraga yang kuat. Oleh karena itu, budaya olahraga masyarakat, pembinaan prestasi, dan pengembangan industri olahraga perlu dibangun secara terpadu.

Peringatan HAORNAS tahun ini sekaligus menjadi momentum dimulainya pemusatan latihan Kontingen Kota Payakumbuh untuk menghadapi PORPROV Sumatera Barat XVI Tahun 2026. Para atlet yang mengikuti TC diharapkan memanfaatkan masa persiapan tersebut untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun kekompakan tim.

Elzadaswarman meminta para atlet berlatih secara disiplin, menjaga kesehatan, memelihara kekompakan, serta mengikuti arahan pelatih dan official.

“Ingatlah, ketika Saudara memasuki arena pertandingan, Saudara tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa nama besar Kota Payakumbuh. Berjuanglah dengan penuh kebanggaan dan bukti bahwa atlet Kota Payakumbuh memiliki mental juara dan sportivitas yang tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.

"Menang kita syukuri, kalah kita terima dengan lapang dada, tapi berjuang harus sampai akhir. Jangan pernah menyerah sebelum pertandingan selesai," ungkapnya.

Pemerintah Kota Payakumbuh turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan pejabat yang berperan dalam pelatihan serta regenerasi atlet. Sinergi seluruh elemen tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pelatihan olahraga dan melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Apel bersama tersebut melibatkan jajaran Pemko Payakumbuh, pengurus KONI, pelatih, official, serta ratusan atlet Kota Payakumbuh. Kegiatan ditutup dengan semangat bersama "Salam Olahraga! Jaya! Jaya! Jaya!". 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.