Latest Post

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman membuka Fun Futsal Piala Bergilir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Payakumbuh yang diikuti pelajar madrasah aliyah se-Kota Payakumbuh di Lapangan Futsal Gunapaksi, Rabu (17/6/2026), dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan pertama oleh Elzadaswarman. Ajang tersebut menjadi wadah bagi pelajar madrasah untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga sekaligus mempererat silaturahmi antarsekolah melalui kompetisi yang sehat.

Dalam berbagai hal, Elzadaswarman mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Harus seimbang antara kesehatan badan, kesehatan fisik, dan kesehatan jiwa. Kalau tidak seimbang maka akan banyak timbul kesalahan,” ujarnya.

Menurutnya, olahraga bukan sekedar sarana menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membangun disiplin, kerja keras, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam waktu.

Turnamen ini tidak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk menumbuhkan disiplin, kerja sama, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Payakumbuh yang terus didorong Wali Kota Zulmaeta dalam menyiapkan generasi muda berkualitas sebagai investasi pembangunan masa depan.

Elzadaswarman mengatakan manfaat kegiatan olahraga pelajar tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga masyarakat secara luas karena dapat mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, produktif, dan memiliki karakter positif.

“Dengan berolahraga kita bisa menjaga kesehatan tubuh sekaligus membangun jiwa yang kuat. Generasi muda membutuhkan keduanya agar mampu menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan setiap peserta perlu memiliki semangat untuk meraih prestasi tanpa mengabaikan proses dan nilai-nilai yang diperoleh selama kompetisi berlangsung.

"Juara memang menjadi target, tapi yang lebih penting adalah menjadi yang terbaik. Kalau kita sudah menjadi yang terbaik, maka nomor satu itu akan mengikuti," katanya.

Selain mengejar prestasi, para peserta juga diingatkan untuk menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurut Elzadaswarman, sikap menghargai lawan, menaati aturan, dan menerima hasil pertandingan dengan lahan lapang dada merupakan karakter penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah.

“Timbulkan hal-hal positif dari kegiatan ini, junjung tinggi sportivitas, semoga kita semua sehat dan memiliki badan yang sehat serta jiwa yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Hendi Yazid berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan penuh semangat serta menjaga nama baik sekolah masing-masing.

“Junjung tinggi sportivitas, jaga almamater kita, dan selamat bertanding kepada seluruh peserta,” katanya.

Menurut Hendi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan antarpelajar madrasah di Kota Payakumbuh.

Ia menambahkan semangat hijrah yang menjadi makna Tahun Baru Islam dapat diwujudkan melalui upaya memperbaiki diri, meningkatkan disiplin, dan memperkuat kebersamaan di kalangan generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya melahirkan juara di lapangan, tetapi juga membentuk karakter pelajar yang tangguh, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Payakumbuh, Kementerian Agama, dan satuan pendidikan, pelatihan generasi muda diharapkan semakin optimal sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, dan berakhlak mulia. 

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menekankan pentingnya mempersiapkan kompetensi global anak sejak dini untuk menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan dunia yang semakin dinamis. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Launching Kelas Bilingual sekaligus Tasyakuran Pelepasan Siswa Angkatan ke-7 SDS IT IPHI Kota Payakumbuh di Ballroom Hotel UNP Payakumbuh, Rabu (17/6/2026).

Di hadapan jajaran Dinas Pendidikan, pengurus Yayasan Jamiatul Hujjaj IPHI, tenaga pendidik, serta ratusan orang tua siswa, Elzadaswarman menilai dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat, terutama di era digital dan kemajuan teknologi saat ini.

Menurutnya, lembaga pendidikan tidak cukup hanya fokus pada pencapaian akademik saja, namun juga perlu membekali peserta didik dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

"Perubahan semakin cepat saat ini. Kita dituntut untuk mampu menyeimbangkan kecepatan perkembangan teknologi ini demi masa depan anak-anak kita. Ini adalah tantangan nyata dalam menghadapi era digitalisasi," katanya.

Ia mengapresiasi langkah SDS IT IPHI Payakumbuh yang meluncurkan program Kelas Bilingual sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas daya saing peserta didik di tingkat nasional maupun global. Program tersebut dinilai sebagai salah satu ikhtiar menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dan berkompetisi di tingkat internasional.

Langkah SDS IT IPHI meluncurkan kelas bilingual dinilai sejalan dengan perhatian Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan budaya lokal.

Elzadaswarman berpesan agar para siswa terus meningkatkan kemampuan berbahasa asing sebagai bekal memasuki dunia yang semakin terhubung tanpa batas.

"Zaman sudah sangat maju dan berkembang. Saya berpesan kepada anak-anak kita, minimal kuasailah dua bahasa internasional, yaitu bahasa Inggris dan bahasa China. Penguasaan bahasa ini adalah kunci utama agar generasi muda kita kelak bisa ambil andil dan bersaing di dunia global, bukan sekedar menjadi penonton," katanya.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing akan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk mengakses ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, serta kesempatan kerja yang lebih luas di masa mendatang.

Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga masyarakat luas karena akan melahirkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi perubahan zaman, mampu bersaing di tingkat global, serta berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Ia juga menegaskan bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah investasi di bidang pendidikan dan pengembangan karakter anak. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

Keseimbangan yang berkesinambungan sangat perlu kita tingkatkan agar anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang mengharumkan nama daerah kelak. Mulai dari sekarang, kita harus bergerak ekstra meningkatkan segala indikator indeks pencapaian menuju Indonesia Emas 2045. Siapkan mereka dari detik ini untuk menerima estafet pembangunan bangsa, khususnya di Kota Payakumbuh yang kita cintai ini, katanya.

Selain menjadi momentum pelepasan siswa angkatan ke-7, kegiatan tersebut juga menjadi ajang menampilkan kreativitas dan kepercayaan diri peserta didik melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari Tari Pasambahan, pembacaan Wahyu Ilahi, pantomim, fashion show, pembacaan puisi, paduan suara, hingga penampilan mendongeng, Tari Zapin Melayu, dan Tari Cewang.

Rangkaian kegiatan berlangsung semarak dan mendapat apresiasi dari para orang tua yang hadir. Melalui program kelas bilingual dan penguatan karakter yang diterapkan di sekolah, diharapkan lahir generasi muda Payakumbuh yang berakhlak, berprestasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kota Payakumbuh menyiapkan langkah optimalisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp116,96 miliar yang diberikan pemerintah pusat untuk memperkuat mitigasi bencana, pengendalian inflasi, pemulihan ekonomi, serta pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi Bantuan Keuangan ke Daerah Bencana di Sumatera yang diikuti Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman bersama Sekretaris Daerah, Asisten III, dan perangkat daerah terkait secara virtual dari Aula Riza Falepi, Jumat (13/6/2026).

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran tambahan kepada pemerintah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan daerah.

Tito mengapresiasi daerah yang menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas melalui dukungan bantuan kepada wilayah yang terdampak bencana.

“Terima kasih kepada kepala daerah yang telah menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu daerah terdampak bencana. Bantuan seperti ini sangat berarti untuk mempercepat pemulihan masyarakat,” kata Tito.

Berdasarkan arahan pemerintah pusat, tambahan TKD bagi daerah yang tidak terdampak langsung bencana diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas, antara lain mitigasi dan kesiapsiagaan potensi bencana, penanaman pohon dan perbaikan lingkungan, bantuan keuangan kepada daerah terdampak bencana, pengendalian inflasi, pemulihan ekonomi, pembangunan dan pemeliharaan sarana-prasarana, serta dukungan relokasi dan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana.

Bagi Kota Payakumbuh, pemanfaatan tambahan TKD tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata melalui peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, perbaikan potensi kualitas lingkungan, penguatan infrastruktur pelayanan publik, pengendalian harga kebutuhan pokok, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.

Selain memperkuat program pembangunan dan ketahanan daerah, Pemerintah Kota Payakumbuh juga menunjukkan komitmen solidaritas antardaerah dengan mengalokasikan bantuan keuangan masing-masing sebesar Rp1 miliar kepada Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota yang terdampak bencana.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan pemerintah pusat melalui tambahan TKD tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan yang diberikan melalui tambahan Transfer ke Daerah. Dukungan ini akan kami optimalkan untuk memperkuat ketahanan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi warga,” katanya.

Menurut Elzadaswarman, Arahan pemerintah pusat sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membangun daerah yang tangguh terhadap berbagai potensi bencana sekaligus mampu menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa tambahan anggaran tersebut akan dimanfaatkan secara efektif, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Arahan Bapak Menteri menjadi perhatian serius bagi kami. Tambahan anggaran yang diberikan pemerintah pusat akan segera kami tindaki sesuai prioritas yang telah ditetapkan. Sementara bantuan keuangan yang kami salurkan kepada daerah terdampak merupakan wujud kepedulian dan semangat gotong royong antardaerah,” ujarnya.

Elzadaswarman menambahkan bahwa bencana merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kebersamaan semua pihak. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana. Di saat yang sama, tambahan TKD yang diterima Kota Payakumbuh juga akan menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Rapat koordinasi tersebut juga diikuti gubernur, bupati, dan wali kota dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi percepatan penanganan bencana dan pembangunan daerah di wilayah Sumatera.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.