Latest Post

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Bunda Guru PGRI Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, bersama perwakilan Disdikpora Kab Solok menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SD Negeri 10 Koto Baru, Rabu (15/07).

Kehadiran Ny. Nia Jon Firman Pandu merupakan bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam memberikan semangat kepada para peserta didik baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah Ramah serta menumbuhkan karakter yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Nia menyampaikan bahwa MPLS Ramah merupakan momentum penting bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, para guru, serta teman-teman sebayanya. Ia berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menjadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman untuk belajar dan mengembangkan potensi diri.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru, menyayangi teman, dan tanamkan kebiasaan hidup bersih serta disiplin dan berakhlak sejak sekarang,” pesannya kepada para siswa.

Ia juga mengapresiasi seluruh tenaga pendidik dan pihak sekolah yang telah mempersiapkan pelaksanaan MPLS Ramah dengan baik, sehingga anak didik merasa nyaman dan kegiatan belajar dan mengajar menjadi menyenangkan, dan ramah anak.

Kegiatan MPLS Ramah di SD Negeri 10 Koto Baru berlangsung dengan antusias. Berbagai materi pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya sekolah, serta pembentukan karakter diberikan kepada peserta didik baru sebagai bekal dalam menjalani proses pembelajaran di tahun ajaran 2026/2027.

Melalui kehadiran Bunda Guru PGRI Kabupaten Solok, diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk semakin giat belajar serta memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam mewujudkan generasi Kabupaten Solok yang cerdas, sehat, dan berkarakter.

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Ny. Nia Jon Firman Pandu, menghadiri pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Persiapan Remaja dengan Perilaku Berkarakter, Sehat, dan Cerdas di SMAN 1 Kubung, Selasa (15/07).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya membangun karakter yang kuat, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang cerdas, berprestasi, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

Dalam Berbagainya, Ny. Nia Jon Firman Pandu mengajak seluruh siswa untuk memanfaatkan masa remaja sebagai masa produktif dengan mengembangkan potensi diri, menghindari berbagai perilaku negatif, serta membiasakan pola hidup sehat.

Oleh karena itu, sejak dini harus dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki karakter yang baik, sehat jasmani dan rohani, serta cerdas dalam mengambil keputusan. Dengan bekal tersebut, kalian akan mampu meraih cita-cita dan menjadi kebanggaan keluarga, daerah, maupun bangsa,” ujar Ny. Nia.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta menjaga pergaulan agar tidak terjerumus pada narkoba, perundungan (bullying), maupun perilaku yang dapat merugikan masa depan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para siswa juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja, gizi seimbang, kesehatan mental, serta meningkatkan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap materi yang disampaikan dapat menambah wawasan serta memotivasi para siswa untuk terus berperilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, mencerminkan semangat mereka dalam mempersiapkan diri menjadi generasi muda Kabupaten Solok yang berkarakter, sehat, cerdas, dan berdaya saing.

PADANG (RangkiangNagari) - Pasca kejadian peledakan bom di MAN 3 Sungai Bangek Padang proses belajar mengajar tetap dilakukan.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan, proses belajar mengajar untuk siswa kelas 11 dan 12 tetap dilaksanakan. Sementara untuk siswa baru masih melanjutkan proses taaruf.

"Kondisi para siswa tidak ada masalah pasca kejadian kemarin, seluruh siswa tetap bisa menjalankan proses belajar mengajar dengan baik," kata Marliza.

Marliza mengatakan, untuk kasus bullying yang diduga terjadi di sana, pelaku pelaku juga sudah dipanggil oleh kepolisian.
"Teman sekelas RF yang diduga membullying tersebut juga sudah dipanggil polisi. Kita hanya menunggu proses hukum yang sedang berjalan," ujar Marliza.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Padang, Yasril, mengatakan, tindakan bullying yang terjadi di MAN 3 Padang baru diketahuinya pasca pengeboman di sana.

"Kita tahunya setelah tim dari Densus 88 datang ke rumahnya kemarin, kami mendapatkan informasiny dari pihak Densus," katanya.

Dijelaskannya, dari pengungkapan Densus 88 didapati RF yang melakukan pengeboman di kelasnya sudah meminta untuk pindah sekolah sejak setahun lalu.
"Dari keterangan orangtua siswa didapati bahwa dia sudah minta pindah sejak berada di kelas 2 lalu. Tapi orangtuanya menyarankan untuk tetap bertahan saja," jelasnya.

Yasril mengatakan, pihaknya akan memastikan terduga pelaku pengeboman itu akan tetap mendapatkan pendidikan yang layak sebagaimana mestinya.
"Untuk pendidikannya nanti kita akan titipkan dia untuk belajar di MAN 2 Padang yang ada di Nanggalo. Karena lokasi itu cukup dekat dengan Polresta Padang tempat ia harus menjalani berbagai pemeriksaan nantinya," ujarnya.

Dikatakan, untuk melakukan evaluasi agar kejadian perundungan tidak terus terjadi di sekolah madrasah yang ada di Padang, pihaknya telah menyiapkan langkah.
"Kami akan meminta setiap guru untuk menjadi wali siswa nantinya. Satu orang guru itu akan menangani 15 sampai 20 siswa," katanya.

Ia juga mengatakan, para guru itu nantinya akan mencari tahu apa yang sedang terjadi pada siswa bimbingannya dan akan mendengarkan serta memberi solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh siswa.

Kepala Kesbangpol Sumbar, Mursalim, mengatakan, terduga pelaku saat ini ‎ sedang menjalani pendampingan yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

"Kami melakukan pendampingan untuk merehab anak ini supaya dia bisa kembali menyesuaikan diri dengan kehidupan sosial masyarakat," ujar Mursalim.
Terakhir Mursalim mengatakan, proses pendampingan akan berlangsung selama 14 hari kedepan di Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Sumbar yang berada di Gunung Pangilun.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, mengatakan, kepada pihak sekolah dan Pemprov Sumbar agar bisa memastikan hak pendidikan siswa berinisial RF terduga pelaku peledakan bom menjadi prioritas.

Selain pendidikan, pihaknya juga meminta agar siswa tersebut mendapatkan ruang komunikasi dan pendampingan yang memadai.

"Terduga pelaku berhak mendapatkan ruang komunikasi yang baik agar persoalan yang selama ini menekannya bisa dicarikan solusi. Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh sekolah untuk memperkuat layanan bimbingan dan konseling," kata Akmal.‎

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.