Latest Post

Padang Aro (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menegaskan komitmennya untuk menjaga keutuhan wilayah daerah sekaligus menghormati setiap aspirasi masyarakat yang disampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan-undangan yang berlaku.

Hal ini disampaikan Bupati Solok Selatan melalui Sekretaris Daerah, Dr. H. Syamsurizaldi, menanggapi berkembangnya pemberitaan terkait wacana transmisi wilayah Nagari Lubuk Ulang Aling, Nagari Lubuk Ulang Tengah, dan Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan di Kecamatan Sangir Batang Hari ke Kabupaten Dharmasraya.

Pemerintah daerah telah menanggapi isu tersebut melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Solok Selatan bersama OPD terkait, pemerintah nagari, tokoh adat dan masyarakat.

“Pemerintah daerah memahami, dan mendengarkan setiap isu yang berkembang di tengah masyarakat. Oleh karena itu, rapat koordinasi pada 20 Mei lalu, dilaksanakan untuk memperoleh informasi yang utuh, mendengarkan pandangan para pemangku kepentingan, serta memastikan seluruh proses berjalan secara terbuka dan objektif,” terang Syamsurizaldi pada Senin (01/06/2026).

Dari rapat ini terungkap, tidak ditemukan adanya musyawarah resmi yang melibatkan pemerintah nagari, ninik mamak, alim ulama, Bamus, maupun tokoh masyarakat terkait informasi ini. Informasi yang mereka peroleh selama ini hanya berasal dari pemberitaan dan unggahan yang beredar di media sosial.

“Pemerintah daerah menghargai setiap pandangan yang berkembang di masyarakat. Namun, setiap aspirasi yang berkaitan dengan perubahan pemerintahan wilayah harus didasarkan pada mekanisme yang sah, melibatkan masyarakat secara luas, serta memenuhi ketentuan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Syamsurizaldi menegaskan bahwa batas atau status wilayah administrasi bukan persoalan sederhana karena mencakup aspek hukum, pemerintahan, perubahan pelayanan publik, pembangunan daerah, hingga pengelolaan keuangan negara.

“Kami memahami bahwa masyarakat tentu menginginkan pelayanan yang semakin baik dan pembangunan yang merata. Aspirasi tersebut menjadi perhatian pemerintah dan akan terus menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Para Wali Nagari, Ketua Bamus, Ketua KAN, serta Camat Sangir Batang Hari menyampaikan pernyataan bersama yang menyetujui persetujuan terhadap wacana pemindahan tiga nagari tersebut ke daerah tetangga.

Pemerintah daerah pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan kondusivitas daerah serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan tetap didengar dan menjadi bagian penting dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.

“Mari kita jaga kebersamaan. Pemerintah akan terus hadir ditengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, memperkuat pelayanan, dan memastikan pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh warga Solok Selatan,” pungkas Sekda. (Dt)

Pasaman (Rangkiangnagari)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman kembali mencatatkan pencapaian penting dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Capaian ini sekaligus mempertahankan WTP secara berturut-turut selama 13 tahun terakhir. 

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Barat, Sudarminto Eko Putra, kepada Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Ketua DPRD Pasaman di Kantor BPK Perwakilan Sumbar, Kota Padang, Jumat (29/5).

Berdasarkan data BPK RI Perwakilan Sumbar, Kabupaten Pasaman tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat tindak lanjut rekomendasi tertinggi di Sumatera Barat, Pasaman juga berada di atas sejumlah daerah di Sumbar.

Capaian tersebut menegaskan bahwa opini WTP tidak hanya sebatas diberikan secara administratif, tetapi juga berkaitan erat dengan komitmen pemerintah daerah dalam komitmen setiap catatan dan rekomendasi audit.

Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan bahwa pemeriksaan LKPD merupakan instrumen penting untuk memastikan laporan keuangan daerah disusun secara wajar dan sesuai dengan ketentuan peraturan-undangan.

“Pemeriksaan LKPD merupakan pemeriksaan keuangan oleh BPK dengan tujuan memberikan keyakinan bahwa laporan disajikan secara wajar. Opini ini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan,” ujar Bupati Welly Suhery.

Beliau juga menyampaikan penghargaan kepada BPK RI Perwakilan Sumbar atas pelatihan dan pendampingan yang diberikan selama proses pemeriksaan.

“Terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Sumbar yang telah membina, memberikan masukan dan saran, sehingga kami mampu mempertahankan opini ke 13 kali secara berturut-turut,” tambahnya.

Ketua DPRD Pasaman juga mengapresiasi capaian tersebut dan menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Demikian pula DPRD bersama pemerintah daerah akan memastikan seluruh rekomendasi BPK ditindaklanjuti sesuai batas waktu yang ditentukan.

“Alhamdulillah kami sampaikan apresiasi atas capaian WTP ini. Ke depan, tindak lanjut rekomendasi BPK akan terus kami kawal bersama agar sesuai ketentuan dan tepat waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sumbar, Sudarminto Eko Putra, mengingatkan bahwa setiap pemerintah daerah wajib rekomendasikan rekomendasi hasil pemeriksaan dalam jangka waktu 60 hari setelah LHP diterima.

Ia menegaskan bahwa opini WTP harus diiringi dengan komitmen berkelanjutan dalam perbaikan tata kelola keuangan daerah.

“BPK melakukan pemeriksaan untuk memberikan keyakinan memadai apakah laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai ketentuan. menjanjikan seluruh rekomendasi dapat ditindaklanjuti dalam 60 hari ke depan,” katanya.

Dengan tercapainya hal ini, Kabupaten Pasaman kembali menyatakan posisinya sebagai salah satu daerah dengan penyelenggaraan pengelolaan keuangan yang konsisten di Sumatera Barat. Namun demikian, tantangan menjaga kualitas tindak lanjut rekomendasi BPK tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dijaga secara berkelanjutan.(wl).

Pasaman (Rangkiangnagari)Sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disembelih di Masjid Raya Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, dalam suasana penuh kekeluargaan dan haru pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.

Kehadiran bantuan hewan kurban dari Presiden RI tersebut disambut antusias oleh masyarakat sekitar yakni, warga Pauh, Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati Kabupaten Pasaman. 

Bupati Pasaman Welly Suhery yang hadir langsung dalam kegiatan itu didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesra, Setda Pasaman Asrial Arfandi Hasan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kominfo Pasaman, Fatrizon, serta sejumlah jajaran OPD lainnya. 

Bupati Welly menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Pasaman.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Pasaman, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden RI. Bantuan ini bukan hanya sekedar kurban hewan, tetapi juga bentuk perhatian, kasih sayang, dan kepedulian Presiden kepada masyarakat di Pasaman,” ujar Bupati Welly.

Menurut Bupati Welly, perhatian pemerintah pusat pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi kebanggaan sekaligus kebahagiaan tersendiri bagi warga Pasaman, khususnya masyarakat Alahan Mati.

Bupati Welly menilai bantuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah pusat hadir dan peduli hingga ke daerah-daerah.

“Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan niat tulus Presiden. Kami masyarakat Pasaman merasa sangat tersentuh dan bangga atas perhatian yang diberikan,” tambahnya.

Prosesi penyembelihan hewan kurban berlangsung khidmat dan juga disaksikan tokoh masyarakat Pauh, Alahan Mati, para pengurus masjid, Pemerintah Kecamatan Simpati serta warga yang memadati lokasi kegiatan.

Pada kesempatan itu, Bupati Welly juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat persatuan, semangat berbagi, serta nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita jadikan momentum Iduladha 1447 Hijriah ini untuk memupuk persatuan dan kesatuan, belajar tentang pengorbanan dan keikhlasan demi bersama-sama mewujudkan Pasaman Bangkit yang berkarakter, maju, dan berkelanjutan,” tutupnya. (wl)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.