Latest Post

Payakumbuh (Rangkaiangnagari) - Pemerintah Kota Payakumbuh bersama DPRD menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 setelah tujuh fraksi DPRD menyatakan menerima dan menyetujuinya dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026).

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan persetujuan bersama tersebut menjadi bagian penting dalam menyesuaikan program dan kegiatan pemerintah daerah hingga akhir tahun 2026, sekaligus memastikan kebijakan anggaran tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Proses yang telah kita lalui bukan semata-mata merupakan penyediaan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, namun juga merupakan perubahan dari komitmen bersama untuk menghadirkan kebijakan anggaran yang lebih responsif, realistis, terukur dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” kata Zulmaeta dalam rapat paripurna di Ruang Sidang DPRD Kota Payakumbuh.

Dalam perubahan APBD 2026, pendapatan daerah meningkat Rp138,83 miliar, dari Rp650,30 miliar menjadi Rp789,13 miliar. Sementara itu, belanja daerah bertambah Rp138,99 miliar, dari Rp752,34 miliar menjadi Rp891,33 miliar.

Dengan perubahan tersebut, defisit anggaran mencapai Rp102,20 miliar. Defisit itu ditutup melalui pembiayaan pendapatan sebesar Rp105,20 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp3 miliar, sehingga pembiayaan netto mencapai Rp102,20 miliar.

Zulmaeta mengatakan persetujuan bersama terhadap Ranperda Perubahan APBD 2026 merupakan hasil pembahasan antara eksekutif dan legislatif yang dilandasi komitmen bersama untuk menjaga keberlangsungan pembangunan daerah.

“Persetujuan bersama terhadap rencana peraturan daerah tentang perubahan APBD tahun anggaran 2026 ini merupakan hasil dari proses panjang yang dilandasi komitmen kebersamaan dan tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sebelum persetujuan diberikan, DPRD telah mencermati keputusan eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi serta laporan Badan Anggaran. Selanjutnya, tujuh fraksi menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda Perubahan APBD 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.

Zulmaeta meminta seluruh perangkat daerah memastikan program dan kegiatan dalam perubahan APBD dilaksanakan sesuai target. Ia juga meminta persiapan penganggaran 2027 dilakukan lebih cermat dengan mengacu pada prioritas pembangunan dan kebutuhan riil masyarakat.

“Setiap program dan kegiatan harus disusun berdasarkan prioritas pembangunan, kebutuhan riil masyarakat, kemampuan keuangan daerah dan target kinerja yang jelas,” katanya.

Ia menegaskan setiap anggaran yang dikelola pemerintah daerah harus menghasilkan manfaat nyata, terutama melalui peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Semoga keputusan yang kita ambil pada hari ini menjadi keputusan yang memberikan kemaslahatan bagi dan menjadi masyarakat bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Kota Payakumbuh yang semakin maju, sejahtera dan berdaya saing,” tutupnya. 

Padang Aro (Rangkiangnagari) - Mendaki ke Danau Bukit Bontak di Kecamatan Sangir bisa menjadi salah satu menghabiskan akhir pekan yang tidak membosankan. Suasana Taman Nasional Kerinci Seblat yang masih asri, ditambah dengan trek yang masih bisa Dibilang mudah, dijamin akan memanjakan mata dari kegiatan padat usai bekerja.

Dengan ketinggian 1.267 mdpl, Danau Bukit Bontak menawarkan suasana hijau nan rindang dan jauh dari ketinggian-pikuk. Perjalanan pun tak panjang, hanya 800 meter dari pintu masuk jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan, danau ini sudah bisa dinikmati.

Namun perlu hati-hati, karena perjalanan yang ditempuh cukup terjal dan harus menggunakan alas kaki yang mampu jika ingin perjalanan aman pergi dan pulang.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pun telah menjajal lebih dulu jalur ke Danau Bontak ini. Bupati Solok Selatan H. Khairunas, Wakil Bupati H. Yulian Efi, dan Sekretaris Daerah Dr. Syamsurizaldi pun ikut serta dalam rombongan bersama dengan jajaran lainnya, didampingi oleh pihak dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah IV Sangir Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Bupati mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk memaksimalkan rencana pengembangan wisata di Kabupaten Solok Selatan, khususnya pada jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan.

“Ini destinasi baru dan kegiatan ini pertama kali kami lakukan. Selain untuk memajukan wisata, juga bersama dengan TNKS untuk menjaga alam yang ada di wilayah kita,” ungkap Khkairunas usai kegiatan di Visitor Center, Kamis (3/9/2026).

Tak sekedar untuk mejajal pendakian ke Bukit Bontak, Pemerintah Kabupaten dan TNKS juga akan melakukan kegiatan bertajuk trail run pada tahun ini.

Akan ada dua kegiatan, pertama pada bulan September 2026 ini yang akan dilaknsakan oleh TNKS dan pada akhir tahun nanti dalam rangka ulang tahun kabupaten.

"Kami melihat alamnya luar biasa bersahabat. Makanya kami juga akan melanjutkan rencana pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci. Jadi kalau tak kuat nanjak Kerinci, bisa ada pilihan ke Bukit Bontak," tutupnya. 

Solsel  (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan sedang mempersiapkan wajah baru untuk objek wisata unggulan Hot Waterboom Sapan Maluluang. Berbagai pengembangan dari rehabilitasi kolam hingga pembangunan wahana permainan anak akan dilakukan mulai tahun depan.

 

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan pengembangan yang akan dilakukan tidak hanya fokus pada wahana udara saja. Untuk menarik lebih banyak wisatawan, nantinya juga akan disediakan wahana bermain lainnya.

 

“Ke depan kita akan mendorong pengembangan wahana wisata yang lebih beragam, tidak hanya mengandalkan air panas, tetapi juga wahana kering,” kata Khairunas dalam kujungannya ke Hot Waterboom Sapan Maluluang di Ke camatan Pauh Duo, Rabu (2/9 ).

Untuk pengembangan tersebut, Khairunas menitikberatkan agar seluruh fasilitas yang disuguhkan di hot waterboom ini harus menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung.

 

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Pamil Ruskamdani menjelaskan rencana pengembangan ini juga akan fokus pada penyediaan pondok penginapan (cottage) dan taman bermain outdoor khususnya untuk anak-anak.

Selain itu juga perencanaan akan dilakukan pembangunan kolam arus hingga ruangan spa. Rencananya akan dimulai tahun depan,” jelas Pamil.

 

Pengembangan ini akan dilakukan dalam beberapa tahun alias multiyears dengan kisaran anggaran yang akan dikucurkan sebesar Rp 5 miliar-Rp 7 miliar.

 

Menurut Pamil, dengan dilakukannya banyak pembangunan di wilayah ini dalam beberapa waktu terakhir akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, kerja sama masyarakat dan tokoh masyarakat pun diharapkan terus ditingkatkan. Tak ada lagi pungutan liar maupun parkir pembohong yang membuat pengunjung merasa kurang nyaman . 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.