Tim Penyusunan Buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi Mendapatkan Masukan dari Pemkab Agam
Tim Penyusunan buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi berfoto bersama dengan Sekda dan Kalaksa Agam
Lubuk Basung, Rangkiang Nagari-Tim Penyusunan buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat (Nopember 2025-Januari 2026) mengadakan pertemuan untuk mendapatkan data dan masukan dari Pemerintah Kabupaten Agam Kamis (30/7).
Tim diterima Sekda Agam Dr Muhammad Lutfi didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah ( BPBD) Rahmad Lasmono, AP, S.Sos, M.AP serta Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Sosial dan staf.
Rombongan terdiri Prof Dr Werry Darta Taifur, Prof Fauzan, Prof Bambabg, Prof Hakam dan Dr Basril Basyar serta didukung sejumlah mahasiswa pascasarjana.
Dalam pertemuan itu disampaikan maksud dan tujuan kedatangan tim untuk menggali segala informasi yang diperlukan. Buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi ini disusun atas kerjasama Pascasarjana Universitas Andalas dengan BNPB.Pusat.
Sebagai lembaga akademik dan punya banyak pakar, Unand diminta menyusun buku yang komprehensif terkait Bencana alam yang melanda Sumatera Barat, akhir tahun 2025 dan diawal tahun 2026.
Buku ini disusun tim dan akan dimulai dengan bab pendahuluan, kronologi peristiwa, gambaran seluruh wilayah terdampak, analisis penyebab, dampak, penanganan darurat, evaluasi penanganan, lesson learning, strategi pembangunan sumbar yang tangguh dan rekomendasi kebijakan.
Sekda Agam Dr. M.Luthfi menyampaikan berbagai hal terkait dengan terjadi bencana di kabupaten. Suatu kejadian yang luar biasa, ketika bencana hidrometeorologi terjadi, katanya mengenang. Dahsyat korban jiwa mencapai 87 orang dan kerugian harga benda, bangunan dan infrastruktur mencapai Rp 7 triliun.
Sekda menyampaikan langkah-langkah penanganan darurat serta periode transisi menuju pemulihan. Banyak hal yang perlu dibenahi, mulai sistem administrasi di tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten. Lambannya dilakukan penanggulangan pemulihan juga disampaikan.
Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana ( Kalaksa) Agam Rahmad Lamsono memberikan banyak keterangan dan data hingga langkah yang dilakukan, termasuk menghadapi dinamika masyarakat yang terkena musibah. Seluruhnya memerlukan kesabaran dan keuletan.
Seluruh informasi dan data yang diperoleh dalam pertemuan dan diskusi akan menjadi bahan tulisan dalam merampungkan buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat (Nopember 2025-Januari 2926) yang diinisiasi BNPB dan tim penulisan dari Universitas Andalas. (*01).



