Latest Post

 

Pimpinan Bank Nagari Padang Panjang yang lama dapat apresiasi dari insan pers atas kerjasama selama ini


Padang Panjang (ANTARA) - Tongkat kepemimpinan Bank Nagari Cabang Padang Panjang berganti. Handre Irviyandi, S.H., M.M., mendapat penugasan baru di Kantor Pusat Bank Nagari di Padang, sementara posisi pimpinan cabang kini dipercayakan kepada Rinche Nurdian, S.E., M.M., yang sebelumnya memimpin Bank Nagari Cabang Alahan Panjang.

Pergantian pimpinan tersebut mulai berlaku Senin dan menjadi bagian dari penyegaran manajemen sekaligus keberlanjutan berbagai program serta kemitraan yang telah dibangun selama kepemimpinan Handre.

Selama bertugas sejak Maret 2025, Handre mengatakan Bank Nagari Cabang Padang Panjang terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Padang Panjang, terutama dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Selama bertugas di Padang Panjang, kami banyak melakukan pembinaan terhadap UMKM. Bank Nagari dan Pemko Padang Panjang selama ini saling bersinergi,” kata Handre.


Ia mengatakan dukungan terhadap pelaku usaha mikro menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


“Usaha-usaha mikro ini juga turut membangun Kota Padang Panjang. Sehingga Bank Nagari bersama Pemkot Padang Panjang saling bersinergi dalam menumbuhkan dan membangun ekonomi,” ujarnya.


Selain dengan pemerintah daerah, Handre menyebutkan Bank Nagari juga menjalin kemitraan dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), pemangku kepentingan, organisasi masyarakat, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang.


Ia berharap berbagai kerja sama yang telah dibangun selama masa tugasnya dapat terus berlanjut meskipun terjadi pergantian pimpinan.


“Kami berharap apa yang sudah dibangun, kolaborasi dan sinergi ini dapat dilanjutkan sehingga kerja sama dengan Pemko Padang Panjang, OPD dan stakeholder lainnya tetap berkelanjutan untuk membangun Kota Padang Panjang ke arah yang lebih baik,” katanya.


Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Nagari Padang Panjang yang baru, Rinche Nurdian, mengatakan penugasan tersebut merupakan amanah manajemen untuk melanjutkan program dan menjaga kemitraan yang telah berjalan.


“Kami berharap apa yang sudah menjadi bentuk kerja sama dengan pimpinan sebelumnya, di kepemimpinan kami yang baru ini tetap terlaksana,” kata Rinche.


Ia menegaskan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, masyarakat dan nasabah akan terus diperkuat.


“Eksistensi kami di Kota Padang Panjang tentunya akan tetap terjaga dengan terbentuknya kolaborasi antara seluruh stakeholder yang ada,” ujarnya.


Menurut Rinche, keberlanjutan hubungan dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga peran Bank Nagari di tengah masyarakat Kota Padang Panjang.


Pada hari pertama pergantian pimpinan, jajaran pengurus PWI Kota Padang Panjang turut hadir memberikan apresiasi kepada Handre atas kemitraan yang telah terbangun selama memimpin Bank Nagari Cabang Padang Panjang.


Ketua PWI Kota Padang Panjang Supriyanto alias Bento berharap pergantian pimpinan tidak mengubah pola komunikasi dan kemitraan yang selama ini telah berjalan.


“Terima kasih kepada Pak Handre atas kemitraan yang sudah terbangun dengan baik selama memimpin Bank Nagari Padang Panjang. Kami berharap di bawah kepemimpinan Ibu Rinche, hubungan yang selama ini terjalin dapat terus dilanjutkan,” ujar Bento.


Ia mengatakan PWI Kota Padang Panjang siap mendukung penyebarluasan informasi mengenai berbagai program dan kegiatan Bank Nagari Cabang Padang Panjang kepada masyarakat.


“Kami tentu siap membantu menginformasikan dan mempublikasikan kegiatan yang dilaksanakan Bank Nagari Cabang Padang Panjang,” katanya.


Sebagai bentuk apresiasi, PWI Kota Padang Panjang menyerahkan piagam penghargaan kepada Handre atas dedikasi dan kemitraan yang telah dibangun selama bertugas di Padang Panjang.


Piagam penghargaan juga diserahkan kepada Bank Nagari Cabang Padang Panjang sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin dengan insan pers di Kota Padang Panjang.


“Piagam penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi PWI Kota Padang Panjang kepada Pak Handre atas dedikasinya selama bertugas di Padang Panjang dan atas kemitraan yang telah berjalan baik bersama Bank Nagari. Kepada pimpinan baru, kami mengucapkan selamat bertugas dan berharap kemitraan antara Bank Nagari dan insan pers di kota ini terus berlanjut,” tutup Bento.(*rel01)



Netanyahu dan istri ketika sedang di terowongan Masjidil Aqsa 

Tel Aviv (Rangkiangnagari) - Perdana Menteri  Israel  Benjamin Netanyahu mengunjungi jaringan terowongan di bawah kawasan kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Sabtu (19/9) malam.

Netanyahu bersama istrinya, Sara, kemudian bergabung dengan puluhan ribu warga Israel dalam doa Selichot di Tembok Barat yang berdekatan dengan kompleks Al-Aqsa. Sejumlah menteri dan pejabat pemerintah Israel turut menghadiri doa tersebut.

Pada Minggu (20/9) dini hari, Netanyahu mengunggah video dan foto dari rangkaian kegiatan malam itu. Salah satu video menampilkan dirinya bersama Sara berada di dalam terowongan.

"Jadi mengharukan bisa menyentuh batu yang menjadi fondasi keberadaan kita. Kami berada di sini, sangat dekat dengan Tempat Mahakudus," kata Netanyahu seperti diberitakan  Middle East Eye.

"Kami berada di sini dan kami akan selalu berada di sini."

Pada hari Minggu, ratusan warga Israel memasuki kompleks Al-Aqsa. Kegubernuran Yerusalem di bawah Otoritas Palestina menyebut sekitar 800 orang memasuki kawasan tersebut sepanjang hari.

Pada Minggu malam, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir juga memasuki kompleks Al-Aqsa dengan pengawalan ketat polisi. Ia terekam berdoa bersama sejumlah warga Israel lainnya di dalam kompleks.

Aktivitas tersebut berlangsung di tengah pengetatan keamanan Israel di Kota Tua Yerusalem dan kawasan sekitar Al-Aqsa seiring dimulainya rangkaian hari raya Yahudi. Polisi dikerahkan dalam jumlah besar di kawasan itu

Kegubernuran Yerusalem menyebut pasukan Israel telah mengubah Kota Tua menjadi "barak militer" untuk mengamankan akses para pemukim ke kawasan sekitar Al-Aqsa.

Aktivitas serupa berlanjut pada Senin (21/9). Menurut Otoritas Palestina, lebih dari 400 orang memasuki kompleks Al-Aqsa pada pagi hari.

Kecaman Liga Muslim Dunia

Rangkaian acara tersebut mendapat kecaman dari Liga Muslim Dunia.

Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Muhammad Al-Issa dalam pernyataannya pada Senin mengecam tindakan provokatif yang memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia.

Ia mendesak masyarakat internasional menghentikan apa yang disebutnya sebagai pelanggaran berulang terhadap Masjid Al-Aqsa dan status quo hukum yang berlaku di sana.

Status quo merupakan pengaturan yang telah berlaku selama puluhan tahun mengenai akses dan pengelolaan kompleks Masjid Al-Aqsa.

Berdasarkan pengaturan tersebut, seluruh kawasan seluas 144 dunam atau 14,4 hektare diakui sebagai situs suci Islam. Wakaf Islam Yerusalem, lembaga keagamaan yang mengelola Masjid Al-Aqsa, bertanggung jawab atas akses, pengaturan ibadah, pemeliharaan, dan lingkungan di kompleks tersebut.

Namun, sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada tahun 1967, peran Wakaf secara bertahap semakin terpinggirkan. Status quo tersebut juga terus terkikis melalui berbagai kebijakan, termasuk dengan mengizinkan warga Israel memasuki kompleks tersebut hampir setiap hari dan melakukan ibadah Yahudi di kawasan itu.(*01).


Kota Pariaman (Rangkiangnagari) - Air yang selama ini tampak sederhana di kawasan Masjid Raya Cubadak Mentawai, Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat bisa berubah menjadi denyut perekonomian masyarakat. Potensi itu mulai dibidik melalui rencana optimalisasi sumber air untuk mendukung pengembangan kolam ikan di lingkungan masjid.

Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., turun langsung meninjau kondisi lokasi sebagai bagian dari upaya melihat potensi tersebut secara nyata.

Yang menarik, gagasan ini tidak berhenti pada urusan membuat kolam ikan. Ada pesan lebih besar yang terbuka untuk keumatan. Aset kecil di sekitar masjid jangan dibiarkan menjadi potensi yang tidur.

Sumber air tersedia, lahan ada, dan kolam dapat dikembangkan. Tantangannya kini adalah bagaimana seluruh potensi itu dikelola secara profesional, berkelanjutan, transparan, dan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Masjid pun didorong tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga ruang pemberdayaan. Muhajir melihat pengembangan kolam ikan dapat menjadi kegiatan produktif yang menghubungkan fungsi sosial, ekonomi, dan pendidikan.

Hasil budidaya nantinya berpotensi mendukung kebutuhan masyarakat maupun kegiatan masjid. Sedangkan proses pengelolaannya dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda.

Namun, sumber air bukan sekedar soal mengalirkan air ke kolam. Juga pastikan ketersediaan dan keinginannya harus diperhitungkan sejak awal.

Di sisi lain, terkait kondisi lingkungan, kebutuhan udara, sistem pengaliran, jenis ikan, pakan dan pemeliharaan. Hingga pelaksanaan pemanfaatan hasil panen, harus dirancang agar program tidak berhenti sebagai proyek pada saat itu.

Peninjauan lapangan menjadi penting untuk memetakan kebutuhan dan tantangan teknis secara langsung. Muhajir menegaskan bahwa potensi yang ada di sekitar masjid harus mampu memberikan kebermanfaatan.

“Kita ingin aset dan potensi yang ada di sekitar masjid bisa memberikan manfaat. Masjid tentu fungsi utamanya adalah tempat ibadah. Di sisi lain masjid juga bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Gagasan tersebut sekaligus membuka peluang agar pemuda terlibat dalam pemeliharaan, pencatatan, pemasaran hingga pengembangan usaha berbasis budidaya ikan.

Jika dikelola secara serius, kolam sederhana itu dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat memelihara ikan.

Ia bisa menjadi ruang edukasi lingkungan bagi anak-anak, laboratorium kewirausahaan bagi pemuda, sekaligus kegiatan produktif bagi pengurus dan masyarakat. Dari satu sumber air, manfaatnya dapat mengalir ke banyak arah. Yakni ekonomi, pendidikan, sosial, dan penguatan aktivitas masjid.

Kegiatan ini bukanlah kolam besar-kecilnya, melainkan keberanian mengubah potensi menjadi manfaat. Udara yang mengalir di kawasan Masjid Raya Cubadak Mentawai sedang diarahkan untuk menghidupkan sesuatu yang lebih besar.

Kemandirian masyarakat menggerakan ekonomi. Jadi ketika sumber daya dikelola dengan amanah dan profesional, yang mengalir bukan hanya udara. Namun ada peluang, harapan, dan kebermanfaatan bagi umat.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.