Latest Post

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Sebagai bentuk komitmen pemkab solok dalam penerapan sistim manajemn talenta di pemkab solok, Kegiatan dimulai dari tanggal 4 sd 6 Agustus 2026 bertempat di UPT BKN Padang.

Pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memetakan potensi, kompetensi, dan kinerja ASN secara digital. Program ini bertujuan untuk mendukung sistem merit dalam manajemen ASN, sehingga penempatan ASN dapat lebih sesuai dengan keahlian mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan profesionalisme, profesionalitas, dan integritas birokrasi.

Program Profiling ASN (Pro ASN) 2026 juga sebagai langkah nyata BKN dalam memetakan potensi dan kompetensi ASN secara digital, cepat, objektif. Data hasil Profiling ini akan menjadi dasar dalam pembangunan Manajemen Talenta, menuju ASN yang unggul, profesional, dan berintegritas. 

Saatnya kita, ASN Indonesia, berpartisipasi aktif dalam mewujudkan birokrasi yang adaptif dan berdaya saing.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari merupakan kegiatan Memetakan potensi dan kompetensi talenta dalam mendukung pembangunan dan Proses Pelaksanaan Manajemen Telenta.

Kegiatan ini juga diikuti oleh JPTP, Administrator Jabatan, Pengawas, Fungsional Tertentu dan Pelaksana di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.

Alokasi Bantuan Irigasi Naik dari 13 Menjadi 74 Unit

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Bupati Solok, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, menyambut kunjungan kerja Direktur Irigasi Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi Lukman, SP, M.Si., bersama jajaran Kementerian Pertanian RI di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat (07/08).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Camat Kubung, Walinagari Selayo, perwakilan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, serta perwakilan dari sejumlah Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian Pertanian RI.

Dalam sambutannya, Bupati Solok menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan sektor pertanian pasca bencana di Kabupaten Solok. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Solok menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana.

Bupati menjelaskan bahwa sekitar 80 persen lahan pertanian yang mengalami kerusakan ringan dan sedang berhasil diatasi, sementara masih terdapat sekitar 64 hektare lahan dengan kategori rusak berat yang masih memerlukan dukungan penanganan lebih lanjut. Ia berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan agar seluruh lahan yang terdampak dapat segera menikmati dan kembali produktif.

“Alhamdulillah, sawah yang kita lihat hari ini sudah memasuki musim tanam ketiga. Mudah-mudahan ini menjadi tanda bahwa ekonomi masyarakat kita kembali tumbuh,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian RI atas perhatian besar yang diberikan kepada Kabupaten Solok melalui berbagai program pembangunan sektor pertanian.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen memanfaatkan seluruh bantuan tersebut secara optimal, tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung program swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Direktur Irigasi Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi Lukman, SP, M.Si., mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Solok dalam menangani dampak bencana di sektor pertanian. Menurutnya, Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah yang paling cepat mengimplementasikan program-program Kementerian Pertanian untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Keberhasilan tersebut, selanjutnya, menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk meningkatkan dukungan kepada Kabupaten Solok.

“Awalnya kami mengalokasikan 13 unit program irigasi ke Kabupaten Solok. Karena pelaksanaannya cepat dan berhasil, sekarang kami tingkatkan menjadi 74 unit. Daerah yang mampu melaksanakan program dengan baik akan semakin dipercaya dan memperoleh dukungan tambahan dari pemerintah pusat,” ungkap Dr. Liferdi.

Ia juga mengajak Pemerintah Kabupaten Solok agar terus mempertimbangkan kebutuhan pembangunan irigasi melalui Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (Sipuri). Menurutnya, peningkatan anggaran pembangunan irigasi oleh pemerintah pusat menjadi peluang besar bagi daerah untuk mempercepat pembangunan jaringan irigasi, baik primer, sekunder, maupun tersier, guna mendukung peningkatan produksi pertanian.

Direktur Irigasi menambahkan bahwa bantuan Kementerian Pertanian kini disalurkan langsung kepada kelompok petani tanpa melalui pihak ketiga, sehingga manfaatnya dapat diterima secara maksimal oleh para petani. Ia juga mendorong pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan pemerintah nagari untuk aktif menyampaikan usulan kebutuhan masyarakat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.

Di akhir kegiatan, Bupati Solok kembali menyampaikan terima kasih atas kunjungan Direktur Irigasi beserta jajaran Kementerian Pertanian yang telah meninjau langsung kondisi pertanian di Kabupaten Solok. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan.

Sementara itu, Direktur Irigasi menegaskan bahwa kehadiran jajaran Kementerian Pertanian merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat untuk memastikan seluruh program bantuan berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia juga memastikan bahwa daerah yang berhasil melaksanakan program dengan baik akan terus menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan pemerintah.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan lahan pertanian di Nagari Selayo yang kini telah kembali produktif dan memasuki musim tanam ketiga.

 Kondisi tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Padang Aro (Rangkiangnagari) - Dalam waktu sekitar 30 jam, enam pendaki dari komunitas Beyond Run berhasil menaklukkan Gunung Kerinci melalui Kabupaten Solok Selatan. Pencapaian ini membuktikan bahwa jalur yang selama ini dianggap membutuhkan waktu empat hingga lima hari dapat ditempuh dalam pola pendakian dua hari satu malam dengan persiapan yang matang.

Pendakian dimulai dari Visitor Center Solok Selatan dengan didampingi pemandu lokal pada 28 – 29 Juli 2026 lalu. Selain cuaca yang mendukung, perencanaan perjalanan yang baik menjadi kunci keberhasilan tim mencapai puncak dan kembali ke titik awal.

Salah seorang pendaki, Iman, mengatakan jalur Solok Selatan memiliki karakter yang lebih landai dibandingkan jalur lainnya, terutama pada delapan kilometer pertama.

“Medannya relatif landai sehingga tenaga bisa dihemat sebelum memasuki tanjakan menuju puncak,” kata Imam dalam Podcast Saruga, (31/07/2026) lalu.

Meski begitu, jalur ini tetap menawarkan tantangan tersendiri. Sepanjang perjalanan, pendaki disuguhi hutan hujan tropis yang masih alami, air terjun, pepohonan besar, hutan lumut, hingga berbagai satwa liar seperti burung rangkong dan koloni siamang.

"Bukan hanya mengejar puncak, jalur ini memberikan pengalaman menikmati hutan yang benar-benar masih alami," kata pendaki lainnya, Mulazmi.

Guide pendakian, Javian Dery Kurniawan, menjelaskan pendampingan pemandu sangat penting karena vegetasi yang rapat membuat jalur cepat tertutup kembali. Selain menjaga keselamatan, pemandu juga membantu mengatur ritme perjalanan, menunjukkan sumber udara, serta memberikan informasi mengenai kondisi jalur dan habitat satwa liar.

Keberhasilan pendakian ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk memperkenalkan jalur Gunung Kerinci sebagai alternatif wisata petualangan di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Solok Selatan, Pamil Ruskamdani, mengatakan pengembangan jalur pendakian tidak hanya membuka akses menuju puncak Gunung Kerinci, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Pendaki membutuhkan homestay, logistik, jasa pemandu, porter, transportasi hingga kuliner. Semua itu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Menurut Pamil, pendakian Kerinci vi Solsel menghadirkan pilihan baru dengan pengalaman yang berbeda.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga terus meningkatkan infrastruktur pendukung melalui perbaikan akses menuju Visitor Center, pelebaran jalur ke Camp Andalas, serta pembangunan jembatan dan jalan patroli yang bekerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Keberhasilan tim Beyond Run mencapai puncak dalam waktu sekitar 30 jam menjadi bukti bahwa jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan layak menjadi salah satu alternatif menuju atap Sumatera. Selain menawarkan tantangan, jalur ini juga menghadirkan pengalaman menikmati keaslian hutan tropis yang masih terjaga. 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.