Latest Post

Pasaman (Rangkiangnagari)Hal menarik dari _"Pulang Kampuang"_ Rano Karno ke Bonjol Kabupaten Pasaman dan usai melakukan kunjungan ke lokasi-lokasi bersejarah di Bonjol adalah munculnya gagasan dan ide besar dari Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno dan Bupati Pasaman Welly Suhery untuk menjadikan Pasaman khususnya Bonjol jadi magnet pariwisata sejarah terkenal Indonesia.

Kenapa tidak!, hal itu ia utarakan setelah mengunjungi beberapa lokasi bersejarah pada momen pulang kampuangnya kali ini ke Bonjol, Pasaman seperti mengunjungi museum Tuanku Imam Bonjol di Khatulistiwa. 

Tak hanya itu Rano Karno juga mengunjungi benteng Tajadi, yakni sebuah benteng tameng perlawanan rakyat Bonjol yang dipimpin Imam Bonjol dahulu kala saat menghadapi kaum penjajah Belanda. 

Bahkan kunjungannya yang menarik sampai ia terpana saat anjangsana ke kediaman dokter tersohor asal Pasaman, Ahcmad Mukthar, dilokasi ini ia takjub dan terkesima, kenapa tidak ia melihat dan mendengar sosok Ahmad Muchtar adalah sosok legendaris dokter asal Bonjol dizamannya yang kini namanya di abadikan menjadi nama Rumah Sakit di Bukittinggi.

Hal inilah yang membuat ia tertarik dan ia sampaikan kepada Bupati Pasaman Welly Suhery disela sela kunjungan lokasi rumah peninggalan keluarga Rano Karno yang sudah ambruk diterjang banjir beberapa waktu yang lalu.

Dihadapan Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang akrab di sapa _"Si Doel"_ terpikat dengan berbagai peninggalan sejarah yang ada di Bonjol.

“Saya sudah bisik-bisik dengan Bapak Bupati Bang Welly Suhery, kami akan susun langkah-langkah strategi, termasuk penyelesaian RT/RW Pasaman”. Ujar Gubernur fenomenal itu.

Dihadapan Bupati Pasaman serta sejumlah pemuka adat Bonjol, Rano Karno tepat dilokasi rumah tua peninggalan ayahandanya Soekarno M.Nur kampuang Jambak, Bonjol Pasaman ia menegaskan bahwa ia akan membangun Rumah Budaya bernama Sukarno M. Nur yangbakan dapat dijadikan pusat literasi budaya masa depan oleh Pasaman.

Rano Karno juga menyambut baik harapan-harapan yang disampaikan Bupati Pasaman Welly Suhery, agar Rano Karno sebagai turunan Bonjol, kedepannya berkenan membawa Kabupaten Pasaman lebih maju dan berkembang di masa mendatang.

"Kedepan kita tindaklanjuti Bapak Bupati dengan langkah-langkah konkrit". Ujar Rano Karno.

sama diketahui, usai kegiatan makan bajamba Rano Karno melanjutkan kegiatan dengan niat kepulangannya ke Bonjol yakni mengunjungi rencana lokasi pembangunan Rumah Budaya orang tua Sukarno M. Nur Ayahandanya putra dari Jalimah (alm) nenek kandung dari Rano Karno.

Rano Karno disela-sela kegiatan meninjau lokasi rencana pembangunan Rumah Sukarno M. Nur ia mengenang akan sosok ayahandanya tersebut merupakan putra asli Bonjol.

Ditemani Bupati Welly, Ia mengenang ayahnya dilokasi itu, dan dengan pembangunan kembali rumah peninggalan nenek Rano Karno ini ia mengisahkan dengan gamblang, jika ibunya keturunan Jawa Betawi. Ayahnya Sukarno M. Noor berasal dari Bonjol, tepatnya Kampung Jambak akan mendekatkan kembali kepada seluruh keluarga di Bonjol.

"Nenek kami bernama Jalimah (Alm), ayah kami dua beradik kakak, adiknya bernama Ismet M. Noor. Mereka sudah cukup lama meninggal dunia dan nenek kami Jalimah lama tinggal dengan kami sampai akhir hayatnya," kata Rano Karno alias Si Doel.

Rano Karno mengatakan jika kedepannya ia berharap akan sering pulang ke kampung halamannya di Bonjol bahkan “Kami sudah yang ketiga ini pulang kampung ke Bonjol. Pertama pada tahun 80 an diajak oleh Bank Bukopin saat peresmian kantor Bank Bukopin di Padang, saya minta tolong antarkan saya ke Bonjol pada saat itu nenek Jalimah masih hidup dan bermimpi bahwa Rano pulang kampuang. Nenek kami menyambut dengan senang hati,” kata Rano Karno mengenang.

Rano Karno berharap pembangunan kembali rumah peninggalan nenek Jalimah (Alm) di Bonjol ini, sehingga keluarga besarnya akan sering pulang ke Bonjol." Ujar Rano Karno. 

Usai kelokasi peninggalan Sang Bapaknya Sukarno M. Nur itu rombongan Wakil Gubernur DKI Rano Karno bertolak ke Bukittinggi, untuk melanjutkan kegiatan wisuda di UIN Bukittinghi pada Rabu (15/4/2026). (Tio)

Kota Solok (Rangkiangnagari)Terkait video dan foto yang viral di media sosial mengenai kegiatan pengawalan rombongan yang berhenti dan melakukan kegiatan foto di kawasan Sitinjau Lauik Pihak akhirnya mengakui adanya kesalahpahaman komunikasi (miss communications) dalam pelaksanaan tugas tersebut.

Klarifikasi resmi disampaikan melalui konferensi pers Selasa (14/04 ) Bertempat di aula Polres Solok Kota ia menjelaskan kronologi kejadian. Diketahui, kegiatan tersebut merupakan pengawalan terhadap kunjungan kerja PT Pusri dalam rangka pengecekan fisik aset perusahaan.

Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad menjelaskan, pengawalan ini dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari pihak perusahaan satu hari sebelum kejadian. 

“Kami bertindak berdasarkan permintaan resmi. Mengingat jumlah rombongan yang cukup banyak, pengawalan dilakukan demi menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas,” ujar Kapolres 

Pengawalan ini diperintahkan sebagai pengawalan terbatas (limited pengawalan), di mana hanya melibatkan satu kendaraan pengawalan di depan, berbeda dengan pengawalan kategori VIP atau VVIP yang melibatkan personel yang tersebar di titik-titik tertentu.

Inti dari permasalahan yang viral bermula dari komunikasi yang terputus di tengah perjalanan. Saat mendekati kawasan Sitinjau Lauik, pihak PT Pusri menghubungi tim pengawal melalui pesan suara yang menyatakan "berhenti di atas".

Karena sinyal di lokasi tersebut tidak stabil dan terputus, tim pengawal memaknai kalimat tersebut dengan pemahaman bahwa rombongan akan berhenti untuk beristirahat atau menyerahkan sesuatu, sebagaimana kebiasaan yang sering terjadi di tikungan tersebut.

"Terjadi salah paham. Anggota mengira akan ada kegiatan seremonial atau Pembagian makanan seperti biasa. Padahal maksud sebenarnya adalah untuk berbelok atau menepi," jelasnya.

Akibat kesalahpahaman tersebut, saat rombongan keluar dan melakukan kegiatan foto-foto, anggota polisi yang ada di lokasi secara inisiatif turun dan melakukan pengaturan lalu melintasi mengingat situasi jalan yang sempat tertutup, meskipun pada saat itu kondisi lalu lintas terbilang sepi. 

Pihak Polres Solok Kota menyatakan bahwa hasil pemeriksaan internal awal menunjukkan fakta-fakta di lapangan sebagaimana yang terjadi. Namun, mengingatkan akan menelusuri lebih lanjut apakah terdapat pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaannya.

“Jika dalam pemeriksaan lanjutan ditemukan pelanggaran aturan, kami tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. 

Kejadian ini pun dijadikan bahan evaluasi besar bagi jajaran agar pelayanan dan pelaksanaan tugas ke depannya menjadi lebih baik dan profesional. 

Melalui kesempatan ini, Polres Solok Kota juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tayangan yang viral dan dianggap kurang elok tersebut.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan gambaran yang kurang baik yang disebarkan di media sosial. Ini akan menjadi pelajaran berharga bagi kami," tutupnya.(Lz)

Pasaman (Rangkiangnagari)Usai mengikuti serangkaian acara penyambutan kepulangan Rano Karno di Museum Tuanku Imam Bonjol di Khatulistiwa, ziarah ke Makam Neneknya, anjangsana ke kediaman dokter tersohor Ahcmad Mukthar serta mengunjungi Benteng Gunuang Tajadi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang akrab di sapa _"Si Doel"_ mengikuti tradisi makan bajamba, makan bersama di rumah tua peninggalan ayahandanya Soekarno M.Nur kampuang Jambak, Bonjol Pasaman. Selasa (14/4/2026).

Makan Bajamba Rano Karno yang didampingi Bupati Pasaman Welly Suhery dan sejumlah tokoh adat dan masyarakat ini menandai kepulangannya yang sudah sangat ditunggu-tunggu masyarakat dan para kerabat.

Aktor kenamaan Rano Karno asal Bonjol Kabupaten Pasaman yang kini menjadi Wakil Gubernur DKI ini, gelar makan bajamba (makan bersama) dengan warga Nagari Jambak, Bonjol Kabupaten Pasaman.

“Ini saya berkunjung ke rumah pusako ini, sekaligus ingin mengirim doa dan tahlil bersama keluarga. Sekaligus bertemu Wali Nagari dan Dunsanak Bonjol dan Pasaman umumnya sekalian bersilaturrahim dan makan bajamba,” ujar Rano Karno di sela-sela kegiatan makan bajamba.

Rano Karno juga mengatakan, dia sudah ketiga kalinya berkunjung ke Bonjol Pasaman. Hanya saja, frekuensi tahunnya terlalu lama, sekitar 10 tahun yang lalu. Ia menyebutkan, kakek dan neneknya tinggal di Kampung Jambak Bonjol Pasaman.

Ingin memperbaiki rumah almarhum keluarga. Walau kecil dan sederhana, itu bagian dari sejarah yang tidak ingin saya putuskan,” tutur Rano Karno yang juga merupakan aktris, sutradara dan produser film ini.

Rano Karno menjelaskan, kunjungan ke Bonjol Pasaman ini juga merupakan salah satu amanah almarhum ibunya. Ketika bulan Desember 2015 lalu, dan juga ketika ia bertemu dengan perabtau Bonjol di Jakarta. Wasiat sebelum ibundanya meninggal, ia ingin sekali ke Sumbar yakni ke Bonjol Pasaman. 

"Waktu itu saya janjilah dengan beliau, tahun baru kita di Bukittinggi. Ya, tapi Allah berkehendak lain kan. Jadi, artinya, selain ini membawa amanah beliau, saya juga mencari semua silsilah lah, agar tidak putus. Jadi, itu tujuan sebenarnya," jelas Sosok Artis yang dekat dengan rakyat dan terkenal ramah ini.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada media yang membantu memberitakan kunjungan ke Ranah Minang khususnya ke Bonjol ini. Apalagi dengan kedatangannya ke Bonjol Pasaman kali ini sejumlah saudaranya katanya, yang berada diluar daerah Sumatera Barat seperti di Sumatera Utara juga ikut berkumpul ke Bonjol.

“Mudah-mudahlah ini bukan akhir akan tetapi ini awal agar kedepan bisa lebih sering bertemu lagi,” lanjut anak dari aktor legendaris Soekarno M Noer ini. (Tio).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.