Latest Post

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melantik dan mengambil sumpah jabatan 17 aparatur sipil negara (ASN) yang ditempatkan pada sejumlah jabatan di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan pemerintah, dan pelayanan kemasyarakatan di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh, Senin (3/8/2026).

Pelantikan berlangsung di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, dihadiri Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Asisten III Ifon Satria Chan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Zulmaeta mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari pelatihan ASN sekaligus upaya memperkuat penyelenggaraan pemerintahan agar semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pelantikan ini merupakan bagian dari pembinaan aparatur sipil negara untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Zulmaeta.

Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik memahami tugas dan kewenangan masing-masing, memperkuat koordinasi, serta menjalankan amanah jabatan dengan mengedepankan integritas dan kepentingan masyarakat.

“Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat mengabdi. Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas sesuai ketentuan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, Zulmaeta menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan saling pembelajaran sekaligus membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia di Kota Payakumbuh tidak terlepas dari kualitas kepemimpinan pada setiap satuan pendidikan.

Ia meminta kepala sekolah mampu menghadirkan inovasi, membangun tata kelola sekolah yang transparan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.

Sementara itu, di bidang kesehatan, Zulmaeta menilai penempatan sejumlah pejabat di RSUD Dr. Adnaan WD menjadi bagian penting dalam memperkuat organisasi, pengawasan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“RSUD merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kualitas kepemimpinan dan sistem pengawasannya harus terus diperkuat agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Ia meminta pejabat yang bertugas di RSUD terus meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat pengawasan internal, serta memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

“Jadikan empati sebagai dasar dalam setiap pelayanan, karena di balik setiap pasien ada keluarga yang menaruh harapan besar kepada kita,” ujarnya.

Selain bidang pendidikan dan kesehatan, pejabat yang dilantik juga ditempatkan di sejumlah perangkat daerah dan unit pelayanan pemerintahan, antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kecamatan Payakumbuh Utara, Dinas Komunikasi dan Informatika, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, serta kelurahan.

Menurut Zulmaeta, keberadaan pejabat di berbagai unit tersebut memiliki fungsi penting dalam mendukung kelancaran administrasi pemerintahan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Setiap jabatan mempunyai fungsi dan tanggung jawab yang berbeda-beda, namun semuanya bermuara pada satu tujuan, yaitu memastikan pemerintahan berjalan dengan baik dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh pejabat memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, meningkatkan kompetensi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi diperlukan agar penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik semakin efektif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Koordinasi, kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi sangat penting dalam menjalankan tugas pemerintahan saat ini. Saya berharap amanah ini dijalankan dengan sungguh-sungguh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Zulmaeta menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik dan berharap amanah baru tersebut berjalan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya mengucapkan selamat menjalankan tugas dan amanah baru. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan setiap tanggung jawab yang diemban,” tutupnya.

Adapun 17 pejabat yang dilantik meliputi Ns. Yen Merry, S.Kep. sebagai Kepala Seksi Penunjang Nonmedis RSUD Dr. Adnaan WD; tidak. Yulia, S.Kep. sebagai Kepala Seksi Diklat, Mutu dan Humas RSUD Dr. Adnaan WD; Liza Hanafiah, SKM.,M.KM. sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian DPMPTSP; Jonaidi, A.Md. sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Payakumbuh Utara; Leni Marlina, SP. sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Komunikasi dan Informatika; serta Gustina, SH. sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Satpol PP dan Damkar.

Selanjutnya Indra Suseno, SE.Akt., MM sebagai Kepala Subbagian Keuangan RSUD Dr. Adnaan WD; Zaim Akmal, S.Sos. sebagai Lurah Kapalo Koto Ampangan; dr. Defrizal Indra sebagai Kepala Seksi Penunjang Medis RSUD Dr. Adnaan WD; serta delapan kepala sekolah dasar. 

Payakumbuh (Rangkiangnagari) – Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menegaskan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh untuk mengembangkan sektor peternakan sebagai salah satu komoditas potensial dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Hal itu disampaikannya saat membuka Kontes Kambing Seni Peranakan Etawa (PE) Wali Kota Cup 2026 di Lapangan Kampus Universitas Andalas (Unand) Payakumbuh, Ahad (2/8/2026).

Kontes yang dihadiri Himpunan Peternak Kambing dan Domba Indonesia (HPDKI) Payakumbuh bersama HPDKI Sumatera Barat tersebut diikuti peternak dari Kota Payakumbuh dan berbagai daerah lainnya.

Menurut Zulmaeta, kontes tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menampilkan kualitas ternak, tetapi juga menjadi ruang bagi peternak untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, meningkatkan pengetahuan, serta memperbaiki kualitas budidaya kambing unggul.

“Saya mengucapkan selamat kepada segenap pengurus dan anggota HPDKI Payakumbuh maupun Sumatera Barat atas terselenggaranya Kontes Kambing Seni Peranakan Etawa Wali Kota Cup Tahun 2026. Terima kasih pula kepada seluruh peserta yang telah hadir. Semoga momentum ini menjadi sarana menambah wawasan, mempererat silaturahmi, sekaligus meningkatkan kualitas usaha peternakan kambing di daerah,” ujar Zulmaeta.

Ia juga mengajak peserta dari luar Kota Payakumbuh memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati berbagai destinasi wisata dan kuliner yang menjadi daya tarik daerah.

Zulmaeta mengatakan kambing Etawa dan Peranakan Etawa (PE) memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena merupakan salah satu sumber daya genetik hewan rumpun lokal Indonesia dengan berbagai keunggulan.

Selain dikenal sebagai penghasil susu dengan produktivitas yang baik, kambing PE memiliki ukuran tubuh yang relatif besar sehingga berpotensi sebagai penghasil daging, mampu beradaptasi dengan iklim tropis, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Potensi inilah yang mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan budidaya kambing Etawa dan Peranakan Etawa. Oleh karena itu, saya menyambut baik pelaksanaan kontes ini sebagai upaya meningkatkan kualitas genetik ternak sekaligus memperkuat daya saing peternak,” katanya.

Berdasarkan data 2021 hingga 2025, kata Zulmaeta, populasi kambing di Kota Payakumbuh berada pada kisaran 3.000 hingga 4.000 ekor. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikembangkan melalui peningkatan mutu bibit, penerapan tata kelola budidaya yang baik, peningkatan produktivitas, serta penguatan kelembagaan peternak.

“Potensi yang kita miliki harus terus dikembangkan. Tidak hanya dari sisi jumlah ternak, tetapi juga kualitas bibit, manajemen pemeliharaan, produktivitas, dan kemampuan peternak dalam mengelola usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap kontes tersebut dapat meningkatkan motivasi peternak untuk menghasilkan kambing unggul dengan kualitas genetik yang semakin baik. Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman dan memperkuat hubungan antarpelaku usaha peternakan.

Menurut Zulmaeta, komunitas peternak dan kelompok tani ternak memiliki peran strategis dalam mengembangkan peternakan secara berkelanjutan, baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan.

Oleh karena itu, ia mengajak HPDKI bersama kelompok tani untuk memperkuat kelembagaan dan membangun kemitraan dengan pemerintah dalam mengembangkan komoditas kambing serta berbagai produk turunannya.

“Budidaya kambing memiliki prospek yang sangat baik. Saya berharap sektor ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan peternak, sekaligus mendukung terwujudnya Payakumbuh yang maju dan kesamaan arah pembangunan dalam RPJPD Kota Payakumbuh Tahun 2025–2045,” ungkapnya.

Zulmaeta juga mengajak perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas peternak, serta seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam mengembangkan komoditas ternak unggulan Kota Payakumbuh.

“Selamat berlomba kepada seluruh peserta. Semoga kontes ini semakin menumbuhkan semangat kita untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas ternak kambing sebagai salah satu produk unggulan Kota Payakumbuh,” tutupnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Padang Mangatas, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Pimpinan Bank Nagari Cabang Payakumbuh, panitia pelaksana, dewan juri, serta peserta kontes dari berbagai daerah. 

Payakumbuh (Rangkaiangnagari) - Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat dan budaya Minangkabau melalui kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari yang kali ini mengangkat tradisi Mauluan Bogheh di Kanagarian Aua Kuniang.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Balai Adat Nagari Aua Kuniang, Ahad (2/8/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengatakan adat dan tradisi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus dijaga secara bersama-sama.

“Pelestarian adat dan tradisi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Payakumbuh memiliki keterkaitan yang erat dengan sejarah perkembangan peradaban Minangkabau sehingga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur harus tetap kita jaga,” katanya.

Menurut Elzadaswarman, falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau yang tetap relevan sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), khususnya bidang kebudayaan, terus memfasilitasi kegiatan penguatan adat di berbagai kanagarian sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Penguatan adat dan tradisi merupakan investasi sosial untuk menjaga jati diri masyarakat sekaligus memastikan kearifan lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Om Zet itu mengatakan program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari niniak mamak, bundo kanduang, rang mudo hingga puti bungsu.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur penting tersebut agar pengetahuan dan nilai-nilai adat tidak berhenti pada generasi saat ini, tetapi terus diwariskan dan dipahami oleh generasi muda.

“Pelestarian adat di setiap kanagarian merupakan salah satu langkah strategi untuk memperkuat ketahanan budaya sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi pengaruh negatif globalisasi,” katanya.

Ia menegaskan kemajuan daerah tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai adat serta tradisi yang menjadi identitas daerah.

“Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kemampuan mempertahankan dan mengamalkan adat serta tradisi yang dimiliki,” ujarnya.

Pemko Payakumbuh mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk Disparpora, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang, Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta rang mudo dan puti bungsu.

Sementara itu, Ketua KAN Aua Kuniang B.Dt. Paduko Marajo menjelaskan Mauluan Bogheh atau Mahantaan Marapulai merupakan prosesi adat yang dilaksanakan setelah akad nikah dalam rangkaian pesta pernikahan di pihak mempelai perempuan.

Prosesi tersebut menggambarkan kebersamaan keluarga besar dalam mengantarkan mempelai laki-laki ke rumah anak daro sebagai simbol restu, penghormatan, dan penguatan ikatan kekeluargaan kedua belah pihak.

“Tradisi Mauluan Bogheh mengandung makna bahwa marapulai tidak datang sendiri, melainkan diantarkan oleh keluarga besarnya sebagai simbol doa, restu, dan kebersamaan dalam membangun rumah tangga yang baru,” tutupnya. 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.