
Solsel (RangkiangNagari) - Dalam rangka meningkatkan kesiapan guru menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2027, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan melaksanakan kegiatan pembinaan bagi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dan Bahasa Indonesia Lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 30 September hingga 1 Oktober 2026, yang bertempat di Aula SMP Negeri 3 Solok Selatan dan diikuti oleh guru-guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Rabu (30/9)
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd. Dalam sambutannya, Hamudis menyampaikan apresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, baik penyelenggara, narasumber maupun peserta
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada kita semua, baik sebagai penyelenggara, narasumber dan peserta yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengikuti kegiatan ini,” ujar Hamudis.

Hamudis menegaskan bahwa sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, keberadaan MGMP memiliki peran yang sangat strategis. Menurutnya, MGMP bukan hanya menjadi wadah koordinasi antarguru, tetapi juga merupakan ruang professional learning bagi guru untuk berbagi praktik baik, menyelaraskan kurikulum, mengembangkan bahan ajar, serta meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional.
“Khususnya menjelang pelaksanaan TKA, pembinaan seperti ini penting untuk memastikan seluruh guru memiliki kesiapan yang sama, baik dari segi penguasaan materi, teknik pembelajaran, maupun teknik asesmen,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hamudis menyampaikan sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian peserta.
Pertama, fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Pembinaan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbarui pendekatan pembelajaran yang mampu memicu keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik, terutama dalam pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah.
Kedua, adaptasi dan inovasi bahan ajar. Guru didorong untuk mengembangkan alat evaluasi dan bahan ajar yang valid, reliabel, serta sesuai dengan konteks lokal. Pemanfaatan teknologi sederhana juga diharapkan dapat dilakukan untuk memperkaya penyajian materi pembelajaran.

Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas bidang. Hamudis menekankan bahwa Bahasa Indonesia dan Matematika memiliki keterkaitan dalam mendukung kemampuan akademik peserta didik.
Kemampuan literasi dapat membantu peserta didik dalam memahami dan memecahkan persoalan matematika, sementara konteks matematika juga dapat dimanfaatkan untuk menguatkan kemampuan memahami teks. Karena itu, MGMP diharapkan dapat mendorong kegiatan kolaboratif antarguru mata pelajaran.
Keempat, pemantauan dan tindak lanjut. Hasil pembinaan harus dituangkan dalam rencana tindak lanjut yang jelas, mulai dari siapa yang melakukan, apa yang dilakukan, kapan dilaksanakan, hingga bagaimana evaluasinya. Kepala sekolah dan pengawas juga perlu dilibatkan untuk memastikan hasil pembinaan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas.
“Saya meminta kepada seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, berbagi contoh praktik terbaik, dan membuat rencana konkret yang bisa segera diimplementasikan di sekolah masing-masing,” pesan Hamudis.
Ia juga meminta tim penyusun materi untuk memastikan modul TKA yang dikembangkan mencakup indikator utama, sampel soal, rubrik penilaian, serta strategi remedial yang aplikatif dan dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran
Hamudis berharap kegiatan pembinaan MGMP tersebut tidak berhenti pada kegiatan selama dua hari, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
“Teruslah berinovasi, berkolaborasi, dan menjaga semangat profesionalisme demi tercapainya pendidikan berkualitas di daerah kita,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan berharap kesiapan guru Matematika dan Bahasa Indonesia dalam menghadapi TKA Tahun 2027 semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi guru dan prestasi belajar peserta didik di Kabupaten Solok Selatan