Latest Post

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Pemerintah Kabupaten Solok melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok yang berlangsung di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Senin (18/05).

Dalam pelantikan tersebut, Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Jefrizal, S.Pt, MT sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si, M.Si, para Asisten, Staf Ahli Bupati, unsur Forkopimda, Kepala OPD, serta Camat se-Kabupaten Solok.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh rasa tanggung jawab sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Solok dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Solok menyampaikan bahwa Pejabat Sekretaris Daerah mempunyai peran strategis dalam mengoordinasikan jalannya pemerintahan daerah, membangun sinergi antar perangkat daerah, serta memastikan program pembangunan berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok.

“Pelantikan ini bukan sekedar seremonial, namun merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, loyalitas, disiplin dan tanggung jawab. Saya berharap Pejabat Sekretaris Daerah yang baru dilantik mampu menjalankan tugas dengan baik, bekerja secara efisien, profesional, serta terus menjaga kekompakan dan koordinasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintahan harus terus fokus pada pelayanan kepada masyarakat sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Solok.

“Kita hadir sebagai pelayan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh ASN harus memiliki semangat kerja yang tulus, cepat tanggap, dan mampu memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat. Saya berharap Pejabat Sekda dapat menjadi motor penggerak birokrasi yang responsif, inovatif dan berintegritas demi terwujudnya pemerintahan yang melayani,” tambahnya.

Bupati Solok juga mengajak seluruh Kepala OPD dan jajaran pemerintahan untuk mendukung penuh Pejabat Sekretaris Daerah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sehingga roda pemerintahan dapat berjalan semakin efektif, selaras dan selaras dengan program pembangunan daerah.

Dengan dilantiknya Pejabat Sekretaris Daerah yang baru, koordinasi pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok yang diharapkan semakin solid serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, cepat dan tepat sasaran bagi masyarakat Kabupaten Solok. Dan acara ditutup dengan sesi foto bersama.(Lz)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Bupati Solok DR (HC) Jon Firman Pandu, SH meresmikan dan melakukan penyalaan simbolis Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2026 di depan Kantor Wali Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Senin (18/05).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Manajer PT PLN (Persero) UP3 Solok Hariani, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Jefrizal, S.Pt, MT, Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Solok, kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Solok, camat se-Kabupaten Solok, wali nagari se-Kecamatan X Koto Singkarak, KAN, BPN, TP-PKK Nagari, Bumnag, serta tokoh masyarakat.

Kegiatan diawali dengan Upacara Wali Nagari Kacang Adrian yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bupati Solok dan Manajer PT PLN (Persero) UP3 Solok Hariani beserta rombongan di Nagari Kacang.

“Atas nama pemerintah nagari, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Bupati Solok beserta rombongan dalam rangka kegiatan peresmian bantuan pasang baru listrik ini. Kami dari pemerintah nagari sangat mendukung program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer PT PLN (Persero) UP3 Solok Hariani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Solok atas sinergi yang telah terjalin dengan baik bersama PLN.

Ia menjelaskan bahwa program BPBL bukan sekedar pemasangan listrik, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pendidikan dan perekonomian masyarakat.

“Tanpa dukungan dan usulan dari Bapak Bupati beserta jajaran pemerintah daerah, program ini tentu tidak berjalan dengan baik. Kabupaten Solok menjadi salah satu daerah dengan respon tercepat dalam menjalin koordinasi bersama PLN,” ungkap Hariani.

Ia juga melaporkan bahwa pada tahun 2025 terdapat sebanyak 1.395 rumah penerima manfaat di Kabupaten Solok.

“Kami sangat senang melihat senyum masyarakat penerima manfaat hari ini. Semoga bantuan listrik ini benar-benar dapat dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Selain bantuan pemasangan listrik, PLN melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Solok juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada 25 pelanggan penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa program BPBL merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sesuai dengan Arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini adalah kebahagiaan kita bersama. Pemerintah hadir untuk masyarakat, bagaimana masyarakat dapat menikmati akses listrik yang layak demi menunjang kehidupan, pendidikan, dan perekonomian,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PLN atas kerja sama dan kolaborasi yang terus terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Solok.

“Terima kasih kepada PLN atas kerja sama yang luar biasa. Kolaborasi seperti ini harus terus kita bangun demi kepentingan masyarakat Kabupaten Solok,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi palsu atau hoaks yang dapat memecah belah persatuan.

“Saya berharap kepada kita semua untuk tetap bersama-sama membangun Kabupaten Solok. Hati-hati terhadap informasi palsu yang sangat berbahaya,” pesannya.

Ia juga menyampaikan bahwa Nagari Kacang sebelumnya termasuk daerah yang mengalami kendala kelistrikan, namun berkat kerja sama semua pihak, saat ini layanan listrik sudah semakin baik dan lancar.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Solok, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN. InsyaAllah kami akan terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Solok,” tutupnya.

bismillahirrahmanirrahim, Bupati Solok secara resmi meresmikan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2026 di Kabupaten Solok.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa paket sembako dari YBM PLN Solok serta voucher listrik kepada 25 pelanggan penerima manfaat.

Usai menyampaikan bantuan, rombongan menuju salah satu rumah warga penerima bantuan pasang listrik baru Kabupaten Solok Tahun 2026 untuk melakukan penyalaan listrik secara simbolis.(Lz)

Pasaman (Rangkiangnagari) - "25 Kejorongan Sudah Terkoneksi, Akses Digital Kini Menjangkau Nagari, Sekolah, hingga Fasilitas Kesehatan"

(Fatrizon, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Pasaman)

Di sejumlah wilayah terpencil Kabupaten Pasaman, keterisolasian selama ini bukan hanya soal jarak tempuh dan medan geografis. Namun juga tentang keterbatasan akses digital yang membuat pelayanan pemerintah, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lambat.

Kini, perlahan kondisi itu mulai berubah.

Melalui program unggulan Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian, Pemerintah Kabupaten Pasaman menghadirkan program internet gratis untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta daerah _blankspot_ yang selama ini belum mencapai jaringan internet memadai.

Program ini bukan sekadar pemasangan perangkat jaringan. Lebih dari itu, pemerintah ingin membuka akses, mempercepat pelayanan publik, serta menghadirkan kesempatan yang sama bagi di wilayah masyarakat terpencil agar ikut terkoneksi informasi dengan perkembangan digital.

Dibalik program tersebut, tim Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman turun langsung ke lapangan. Mereka meninjau lokasi, menentukan titik pemasangan, menyiapkan perangkat, hingga memastikan jaringan benar-benar dapat digunakan masyarakat.

Tantangannya tidak sederhana. Kondisi geografis, akses jalan, hingga sebaran organisasi menjadi kendala yang harus dihadapi di lapangan. Namun, satu per satu wilayah yang sebelumnya blankspot kini mulai menikmati layanan internet gratis.

“Fokus kami adalah wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau akses internet, terutama kejorongan yang membutuhkan jaringan untuk pelayanan nagari, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan masyarakat lainnya,” ungkap Fatrizon, Kepala Dinas Kominfo Pasaman saat jumpa pers evaluasi satu tahun Progul di Media Center, Diskominfo Pasaman, Selasa (19/5/2026).

Dalam satu tahun kepemimpinan Welly–Parulian, program tersebut menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dari total target 42 kejorongan blankspot, sebanyak 25 kejorongan telah berhasil terakses layanan internet gratis.

Tidak hanya itu, jaringan juga dikembangkan ke sejumlah titik layanan tambahan sehingga total terdapat 34 titik akses internet gratis yang aktif dan beroperasi di berbagai wilayah Pasaman.

Jika dihitung berdasarkan target sasaran, capaian program telah mencapai 59,52 persen.

“Alhamdulillah, hingga saat ini program internet gratis daerah 3T menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Sebanyak 25 kejorongan dari target 42 kejorongan telah berhasil terkoneksi internet gratis dan dikembangkan menjadi 34 titik akses aktif,” jelas Fatrizon.

Pemerintah Kabupaten Pasaman juga terus melakukan pendataan wilayah _blankspot_ secara berkelanjutan, termasuk mengajukan dukungan jaringan kepada pemerintah pusat dan Bakti Kominfo untuk memperluas cakupan layanan internet di daerah terpencil.

Manfaat program mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Di kantor nagari misalnya, pelayanan administrasi kini lebih cepat karena aparatur desa dapat mengakses sistem pemerintahan dan mengirim laporan secara berani tanpa harus mencari lokasi yang memiliki jaringan internet.

Di sekolah-sekolah, internet membantu guru dan siswa mengakses sumber belajar digital yang sebelumnya sulit dijangkau. Pembelajaran menjadi lebih terbuka dan mengikuti perkembangan zaman.

Sementara di fasilitas kesehatan, internet mendukung pelaporan pelayanan kesehatan, koordinasi antarpetugas, hingga layanan ibu hamil, balita, dan imunisasi yang membutuhkan komunikasi cepat dan akurat.

“Dulu kami harus mencari tempat yang ada jaringan untuk mengirim laporan pelayanan kesehatan. Sekarang pekerjaan jauh lebih cepat dan efektif,” ungkap salah seorang tenaga kesehatan di wilayah 3T Pasaman". Ujar Petugas Pustu di Kotonopan Rao, Kecamatan Rao Utara, Pasaman.

Tidak hanya pelayanan publik, internet gratis juga mulai membuka peluang ekonomi masyarakat.

Warga kini dapat memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk berjualan secara online, mempromosikan produk, hingga memperluas jangkauan pelanggan.

“Saya sekarang bisa berjualan online dan berkomunikasi lebih mudah. ​​Program ini sangat membantu masyarakat,” ujar Ani (34) salah satu warga penerima manfaat.

Satu tahun kepemimpinan Welly–Parulian menjadi langkah awal penting dalam pemerataan akses digital di Kabupaten Pasaman.

Dari wilayah yang dulu blankspot, kini konektivitas mulai terbuka. Dari perangkat yang dipasang, lahirlah pelayanan yang lebih cepat. 

Dari ruang kelas, muncul kesempatan belajar yang lebih luas. Dan dari masyarakat, tumbuh harapan baru Pasaman yang lebih maju, terbuka, dan siap menghadapi era digital. (Tio). 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.