Latest Post

SOLSEL (Rangkiangnagari) Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menetapkan dua pejabat administrator baru di lingkunganpemerintahan kabupatenDua jabatan ini diisi oleh pejabathasil uji kompetensi dalam sistem manajemen talenta yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten bersama dengan BadanKepegawaian Negara (BKN) jelang akhir tahun lalu.

Dua pejabat yang dilantik yakni Prima Wijaya S.IP yang sebelumnya merupakan Kepala Bidang Penegakan PeraturanDaerah pada Satpol PP dan Pemadam Kebakaran menjadiCamat Koto Parik Gadang Diateh. Kemudian Ibrahim, SH., MM dari sebelumnya Camat Sungai Pagu menjadi KepalaBidang Penegakan Peraturan Daerah pada Satpol PP danPemadam Kebakaran.

 Pelantikan ini ditetapkan berdasarkan SK Bupati SolokSelatan Nomor 800.24-2026 Tentang PengangkatanPemindahandan Pembebasan dalam Jabatan Administrator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Dilantiklangsung oleh Bupati Solok Selatan H. Khairunas di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Senin(12/1).

Dalam sambutannyaKhairunas mengatakan seluruh proses pengisian jabatan ini dilakukan murni melalui sistemmanajemen talentaSistem ini mempertimbangkan kualifikasikompetensikinerjadan rekam jejak dari ASN.

Saya tegaskan bahwa pelantikan ini tidak dilandasi intervensipihak manapun dan tidak ada tekanantitipandankepentingan pribadi atau kelompok. Seluruh proses jabtan inimurni melalui sistem manajemen talentaSistem inimempertimbangkan kualifikasikompetensikinerjadanrekam jejak,” kata Khairunas siang ini.

Dia menegaskanini merupakan komitmen pemerintahkabupaten untuk mewujudkan birokrasi yang bersih danprofesional. Dirinya menilai bahwa sistem manajemen talentaini akan memberikan kesempatan kepada seluruh ASN untukmengisi setiap posisi sesuai dengan kompetensi dankemampuannyabukan dari pertimbangan non-profesionallainnya.

Untuk ituBupati menegaskan bahwa jabatan yang diberikansehingga menjadi tanggungjawab. Sehingga ekspektasi yang diberikan bisa memberikan kinerja terbaikmenjunjung tinggiintegritasdan bekerja penuh dedikasi dan loyalitas kepadanegarapemerintah kabupatendan masyarakat Solok Selatan.

Terakhirdirinya menegaskan bahwa ke depan tuntuanmasyarakat atas pelayanan publik yang cepattransparandanberkualitas semakin tinggiSehingga seluruh ASN dimintauntuk terus beradaptasiberinovasidan bekerja secarakolaborasi lintas perangkat daerah untuk kinerja yang lebihprofesional dan berorientasi pada hasl. (DT)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Bupati Solok Jon Firman Pandu, SH memperoleh gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) dari Asean University Internasional (AUI) Malaysia, atas dedikasi dan kontribusinya di bidang politik dan hukum di tingkat pemerintahan daerah. Prosesi wisuda dilaksanakan secara virtual dan diikuti di Aula Gedung C Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Solok, pada Minggu, (11/01)

Penganugrahan gelar kehormatan tersebut, merupakan bentuk apresiasi dari Asean University Internasional Malaysia terhadap kiprah Bupati Solok, dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berlandaskan hukum, memperkuat demokrasi lokal, serta mendorong kebijakan publik yang berorientasi pada pelayanan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pihak universitas menyampaikan bahwa gelar kehormatan diberikan kepada Bupati Solok, setelah melalui proses penilaian yang mendalam, pertimbangan akademik serta rekam jejak pengabdian. 

Prosesi wisuda virtual berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, unsur Forkopimda Kabupaten Solok,  Anggota DPRD Kab. Solok, Sekretaris Daerah Medison S. Sos, M.Si, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si, M.Si, para Kepala OPD, Camat se Kabupaten Solok, Kabag di lingkup Setda, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. 

Dalam prosesi wisuda tersebut, Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan orasi ilmiah mengenai “Paradigma Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif dalam Pemerintahan yang melayani Menuju Masyarakat Madani Nan Sejahtera”.  Sebuah paradigma dimana saat ini pemimpin bukan sebagai pusat kekuasaan, melainkan arsitek ekosistem, yang membangun ruang dialog, mengorkestrasi kepentingan dan menyatukan energi kolektif pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi maupun komunitas lokal.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan pemimpin yang inovatif memastikan kolaborasi tersebut tidak berhenti pada proses, namun melahirkan terobosan kebijakan, inovasi layanan, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Paradigma kepemimpinan yang kolaboratif dan inovatif ini secara nyata terartikulasi ke dalam Visi RPJMD Kabupaten Solok Tahun 2025-2029, yakni Terwujudnya Pemerintahan yang Melayani Menuju Masyarakat Madani Nan Sejahtera. Paradigma ini sejalan dengan semangat pelayanan publik modern, yang menempatkan negara sebagai pelayan warga, bukan penguasa warga,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan ada empat misi pembangunan yang mencerminkan paradigma kepemimpinan kolaboratif dan inovatif tersebut : Mewujudkan Smart Government dan Beritegritas dalam Melayani, Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing Global, Mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Adat dan Budaya, serta Peningkatan Ekonomi Berbasis Potensi dan Sumber Daya Nagari.

Usai memberikan orasi, Bupati Jon Firman Pandu mengucapkan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan, dan mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan dukungan semua pihak. 

“Gelar dan penghargaan  ini bukan untuk pribadi saya semata, tetapi juga untuk masyarakat Kabupaten Solok yang selama ini telah mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Alhamdulillah dan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak, yang telah memberikan kepercayaan serta dukungannya kepada kami dalam menjalankan roda pemerintahan.

 Penganugrahan ini semakin memotivasi kami dalam melanjutkan pengabdian, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat komitmen pembangunan di Kabupaten Solok,” pungkas Bupati.

Dengan penganugrahan wisuda gelar Doktor Honoris Causa ini, diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Solok dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.(Lz) 

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Turnamen sepak bola "Talang Open Tournament 2026" resmi dimulai dan menjadi magnet bagi pecinta sepak bola lokal di Kabupaten Solok. Ajang yang diikuti 26 klub lokal ini memperebutkan Piala Bupati dan Wakil Bupati Solok, serta dijadwalkan berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 10 Januari hingga 15 Februari 2026 mendatang. 

Turnamen digelar di Lapangan Harimau Data, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, dan dibuka secara resmi pada Sabtu (10/01).  Final turnamen ini nanti dijadwalkan dalam rangka satu tahun kepemimpinan Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra, sehingga memberi makna simbolik tersendiri bagi dunia olahraga daerah. 

Talang Open Tournament 2026 diinisiasi oleh tokoh masyarakat dan pemuda Nagari Talang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan sepak bola lokal. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD Kabupaten Solok dan DPRD Provinsi Sumatera Barat, serta para tokoh masyarakat setempat. 

Mewakili Bupati Solok, Wabup H. Candra secara resmi membuka turnamen dengan melakukan tendangan pertama sebagai tanda dimulainya kompetisi. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan salam dari Bupati Solok kepada seluruh peserta dan masyarakat yang hadir. 

Ia berharap Talang Open Tournament 2026 dapat menjadi ajang pembinaan olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat. 

“Turnamen ini diharapkan menjadi spirit olahraga dan sportivitas, serta menjadi ruang positif bagi generasi muda. Dengan adanya saluran seperti ini, kita berharap dapat menekan angka kenakalan remaja dan berbagai perilaku negatif lainnya,” ujar Wakil Bupati. 

Sejumlah tokoh daerah turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Agus Syahdeman, Anggota DPRD Kabupaten Solok Iskan Nofis, serta para tokoh masyarakat Kabupaten Solok dan Nagari Talang. 

Ketua Panitia Pelaksana Talang Open Tournament 2026, Alber Dudex, menyampaikan bahwa terselenggaranya turnamen ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan banyak pihak. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak akan berjalan tanpa peran serta tokoh-tokoh sepak bola Nagari Talang, tokoh nagari, Wali Nagari Talang, serta seluruh panitia dan relawan yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. 

“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Turnamen ini lahir dari semangat bersama untuk menghidupkan kembali atmosfer sepak bola nagari dan memberikan ruang positif bagi generasi muda,” ujar Alber Dudex. 

Dukungan juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Gerindra, Iskan Nofis, yang merupakan putra asli Nagari Talang. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan olahraga masyarakat, khususnya sepak bola, sebagai sarana pembinaan generasi muda dan penguatan solidaritas sosial di tingkat nagari. 

Senada dengan itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat, Agus Syahdeman, mengapresiasi penyelenggaraan Talang Open Tournament 2026. Ia berharap turnamen semacam ini dapat terus bergulir secara berkelanjutan, karena dinilai mampu melahirkan hal-hal positif, baik dalam pembinaan atlet lokal maupun dalam membangun karakter sportivitas di tengah masyarakat. 

Dengan dukungan lintas unsur, baik dari pemerintah daerah, legislatif, tokoh masyarakat, serta pemuda nagari, Talang Open Tournament 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga dan aktivitas sosial yang sehat di Kabupaten Solok. 

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan dukungan terhadap pengembangan olahraga, khususnya sepak bola, sebagai bagian dari pembinaan generasi muda dan penguatan aktivitas positif di tingkat nagari. 

Pada laga perdana Talang Open Tournament 2026, Guguak Putra berhasil meraih kemenangan awal setelah menaklukkan Scorpions FC dengan skor 2–1. Hasil ini menjadi awal positif bagi Guguak Putra dalam perburuan gelar juara turnamen. 

Dengan antusiasme masyarakat dan partisipasi klub yang tinggi, Talang Open Tournament 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan persaingan sehat di lapangan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet lokal serta penguatan budaya olahraga di Kabupaten Solok.(Lz) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.