LifeStyle
[Lifestyle][column2][#000000]
Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok terus menggencarkan langkah preventif dalam menekan maraknya penyakit masyarakat (pekat) dan menginduksi narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang dipusatkan di MTsN 7 Solok, Tanjung Balik, Kecamatan X Koto Diatas, Senin (13/04).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Solok H. Candra, SHI, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Solok H. Zulkifli, S.Ag., MM, Camat X Koto Diatas, Ketua Koordinator Wilayah TK dan SD, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan X Koto Diatas, para kepala madrasah dan sekolah, majelis guru, penyuluh agama, hingga para penghulu se-Kecamatan X Koto Diatas.
Dalam berbagai hal, Kakankemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli menyoroti fenomena degradasi moral yang tidak hanya terjadi di kalangan peserta didik, tetapi juga merambah tenaga pendidik. Ia mengungkapkan bahwa berbagai kasus pelanggaran etika telah terjadi, mulai dari hubungan tidak pantas antara guru dan peserta didik, hingga perilaku menyimpang di lingkungan pendidikan.
“Fenomena ini menunjukkan bahwa permasalahan moral bukan semata-mata disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan atau faktor ekonomi. Banyak di antara pelaku merupakan tenaga pendidik profesional dengan latar belakang pendidikan tinggi. Namun, lemahnya mental dan rapuhnya iman menjadi faktor dominan yang memicu terjadinya penyimpangan tersebut,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh pihak, khususnya lembaga pendidikan, agar tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan spiritual peserta didik.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Candra dalam Arahnya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam menanggulangi penyakit masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah konkret dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.
Wabup Candra juga membagikan pengalaman keberhasilan salah satu nagari dalam menekan angka penyakit masyarakat melalui standar peraturan nagari (perna) yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade. Dalam aturan tersebut, aktivitas hiburan malam seperti orgen tunggal dilarang karena terbukti kerap memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari konsumsi minuman keras, korupsi, hingga perkelahian antar warga.
"Melalui musyawarah bersama niniak mamak, lahirlah aturan nagari yang memberikan sanksi sosial bagi pelanggarnya. Sanksi tersebut berupa tidak bertemunya pelanggar dalam kegiatan adat oleh niniak mamak. Ternyata, sanksi sosial ini jauh lebih efektif dan ditakuti masyarakat dibandingkan sanksi hukum formal," ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang memberikan penghargaan kepada nagari tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kearifan lokal dalam menjaga izin sosial.
Lebih lanjut, Wabup Candra mengajak seluruh perangkat nagari, tokoh masyarakat, serta institusi pendidikan untuk bersinergi aktif dalam mencegah berkembangnya penyakit masyarakat. Ia menekankan bahwa peran sekolah sangat strategis dalam memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda agar tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami bersama Bapak Bupati menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kementerian Agama beserta seluruh jajaran yang telah berperan aktif dalam upaya meminimalisir penyakit masyarakat. Ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi kita,” tutupnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga moralitas generasi muda sebagai aset masa depan daerah.(Lz)
Pasaman (Rangkiangnagari) - Bupati Pasaman, Welly Suhery, bersama Wakil Bupati Parulian dan jajaran terkait turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di Kecamatan Simpang Alahan Mati dan sekitarnya, Rabu (15/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan pascabencana serta layanan masyarakat tetap berjalan.
Lokasi pertama yang diulas adalah Puskesmas Simpati yang sempat terendam banjir. Kondisi puskesmas dipenuhi lumpur, sehingga dilakukan pembersihan intensif agar pelayanan kesehatan segera normal kembali. Bupati Welly meminta Dinas Kesehatan bergerak cepat menuntaskan pembersihan dengan dukungan armada pemadam kebakaran yang menyemprotkan udara ke seluruh ruangan.
“Pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti. Saya minta pembersihan puskesmas ini segera diselesaikan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan,” tegas Bupati Welly Suhery di lokasi.
Selain itu, Bupati juga menghitung Kepala BPBD Pasaman untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap fasilitas terdampak guna mempercepat langkah penanganan. Ia juga menekankan pentingnya kelanjutan pencarian satu korban yang masih hilang sesuai prosedur yang berlaku.
“Pencarian korban yang masih hilang harus terus dilakukan secara maksimal sesuai SOP. Kita tidak boleh berhenti sampai korban ditemukan,” ujarnya.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Kantor Wali Nagari Alahan Mati Hilia yang juga terendam banjir. Sejumlah peralatan elektronik dilaporkan rusak akibat terendam udara. Bupati meminta perangkat nagari bersama tim kebencanaan segera melakukan pembersihan agar aktivitas pemerintahan bisa kembali berjalan.
Kunjungan berakhir di lokasi jalan putus di Jorong Parik Gadang, Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol. Akses jalan tersebut terputus akibat luapan sungai yang memicu cuaca ekstrem, sehingga sekitar 100 kepala keluarga terlindungi.
Menangapi kondisi tersebut, Bupati Welly langsung memanggil kepala Dinas PUPR Khoirudin untuk membangun jalan darurat sebagai solusi sementara.
“Kita harus segera membuka akses bagi masyarakat. Saya minta jalan darurat segera dibangun agar aktivitas warga tidak terhenti,” kata Welly.
Ia juga meminta dinas terkait menyusun langkah-langkah penanganan jangka panjang untuk perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Pasaman pada Selasa (14/4/2026) banyak memicu banjir bandang di sejumlah titik, termasuk Kampung Rapak dan Jorong Guguak Salareh Aia. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, lahan pertanian tertimbun lumpur, serta korban jiwa.
Berdasarkan data BPBD, dua warga melaporkan hanya terbawa arus. Satu korban telah ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Hingga kini, proses evakuasi, pencarian korban, serta pendataan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.(tio).