Latest Post

Payakumbuh (RangkiangNagari) - Sebanyak 113 kontingen memeriahkan Pawai Alegoris, Drumband, dan Marching Band dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Selasa (18/8/2026).

Pawai yang diikuti pelajar, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai unsur lembaga tersebut dilepas dari depan Kantor Cabang Bank Nagari Ibuh dan berakhir di panggung kehormatan di depan Kantor Pos Payakumbuh.

Ribuan masyarakat memadati sejumlah ruas jalan protokol untuk menyaksikan arak-arakan peserta yang menampilkan beragam kreativitas, atraksi drumband dan marching band, serta kostum alegoris sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air.

Peserta pawai terdiri atas Paskibraka, drumband tingkat SD hingga SMA/SMK, serta berbagai kontingen alegoris dari sekolah, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan di Kota Payakumbuh.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyaksikan langsung jalannya pawai dari panggung kehormatan. Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman berada di titik pelepasan untuk melepas peserta sesuai urutan kontingen.

Zulmaeta mengatakan pawai tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat kebersamaan.

"Hari ini, kita bersama-sama menggelar Pawai HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diikuti 113 kontingen. Ini merupakan bentuk semangat kebersamaan, kreativitas, dan kegembiraan masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan," kata Zulmaeta.

Menurut dia, rute pawai tahun ini diperpendek agar pelaksanaan kegiatan lebih efektif serta memberikan kenyamanan bagi peserta dan masyarakat.

Pemerintah Kota Payakumbuh juga menyediakan ruang atraksi di depan panggung kehormatan sehingga setiap kontingen dapat menampilkan kreativitasnya dan disaksikan langsung oleh masyarakat.

Zulmaeta mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan mematuhi arahan panitia serta petugas keamanan selama mengikuti pawai.

"Kepada seluruh peserta, saya berpesan untuk tetap menjaga ketertiban, mengikuti arahan panitia dan petugas, serta tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan insiden yang tidak kita inginkan. Mari kita sukseskan kegiatan ini sampai akhir acara dengan aman dan lancar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan pawai.

Zulmaeta mengatakan semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni, tetapi harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui seremoni, tetapi harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari kita isi kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan bersama-sama mewujudkan Payakumbuh yang lebih maju, adil, dan sejahtera," katanya.

Sementara itu, Elzadaswarman mengatakan Pawai HUT Ke-81 Kemerdekaan RI menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menunjukkan kreativitas dan semangat kebangsaan.

"Pawai ini bukan sekadar arak-arakan, tetapi juga merupakan wujud syukur kita atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan. Melalui kegiatan ini, kita tunjukkan bahwa generasi muda kita kreatif, bersemangat, dan cinta Tanah Air," ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta menjaga kekompakan, keamanan, dan ketertiban selama mengikuti pawai.

"Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berlangsung meriah, tertib, aman, dan lancar. Kepada seluruh peserta, jaga kekompakan dan sportivitas. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Payakumbuh adalah masyarakat yang tertib dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan," katanya.

Elzadaswarman juga mengapresiasi panitia, jajaran perangkat daerah, kepolisian, sekolah, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

"Terima kasih atas kerja sama dan semangat gotong royong yang telah ditunjukkan. Semoga kegiatan ini menjadi kenangan indah dan memperkuat rasa cinta kita terhadap Tanah Air," ujarnya.

Pawai tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dengan tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju".

Payakumbuh (RangkiangNagari) - Pendapatan daerah Kota Payakumbuh dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan mencapai Rp789,75 miliar, naik Rp139,45 miliar atau 21,45 persen dibandingkan anggaran awal sebesar Rp650,29 miliar.

Proyeksi tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh di ruang rapat lantai II gedung DPRD setempat, Senin (18/8/2026).

Zulmaeta mengatakan perubahan APBD menjadi instrumen pemerintah daerah untuk menyesuaikan arah pembangunan dengan perkembangan kondisi daerah, perubahan kebijakan pemerintah, kemampuan fiskal, serta kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun anggaran.

“Perubahan APBD bukan sekadar perubahan angka-angka dalam dokumen anggaran. Lebih dari itu, Perubahan APBD merupakan instrumen untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan yang telah ditetapkan tetap relevan dengan perkembangan kondisi daerah, perubahan kebijakan nasional dan daerah, perkembangan kemampuan fiskal, serta kebutuhan masyarakat sampai dengan akhir tahun anggaran,” ujarnya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Kota Payakumbuh.

Kenaikan pendapatan tersebut terutama berasal dari peningkatan pendapatan transfer sebagai tindak lanjut kebijakan Pemerintah Pusat melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026.

Pada saat yang sama, belanja daerah diproyeksikan meningkat Rp134,58 miliar atau 17,89 persen, dari Rp752,34 miliar menjadi Rp886,92 miliar. Penambahan belanja diarahkan untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Zulmaeta mengingatkan tambahan transfer dari pemerintah pusat tetap harus diiringi dengan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar ketahanan dan kemandirian fiskal Payakumbuh terus meningkat.

“Kenaikan pendapatan transfer merupakan dukungan yang sangat berarti bagi Kota Payakumbuh. Namun, kita tidak boleh mengartikan peningkatan transfer sebagai alasan untuk mengurangi upaya meningkatkan PAD. Justru sebaliknya, kemandirian fiskal harus dibangun secara bertahap,” tegasnya.

Dari sisi pembangunan, Perubahan RKPD 2026 turut mempertajam sejumlah target indikator makro. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,79 persen, inflasi 1,97 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,55 persen, tingkat kemiskinan 4,32 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 81,98.

Menurut Zulmaeta, capaian indikator tersebut pada akhirnya harus tercermin dalam kehidupan masyarakat, bukan berhenti sebagai angka dalam dokumen perencanaan.

“Target-target tersebut bukan sekadar angka statistik. Di balik angka itu ada harapan agar kegiatan usaha masyarakat berkembang, kemiskinan menurun, lebih banyak masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, serta kualitas pendidikan dan kesehatan terus membaik,” katanya.

Dalam rancangan perubahan APBD itu, Pemko Payakumbuh juga mengalokasikan belanja bantuan keuangan kebencanaan sebesar Rp3 miliar. Masing-masing Rp1 miliar dialokasikan untuk Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai bentuk solidaritas terhadap daerah yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Kebijakan tersebut, kata Zulmaeta, merupakan bagian dari kepedulian antardaerah dalam membantu masyarakat yang menghadapi dampak bencana.

Selain penyesuaian anggaran, Pemko Payakumbuh menetapkan delapan arah utama dalam pelaksanaan Perubahan APBD 2026, yakni penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan; percepatan penurunan kemiskinan dan pengangguran; pengendalian inflasi dan stabilitas harga; penguatan pertumbuhan ekonomi daerah; percepatan pembangunan infrastruktur pelayanan publik; penguatan ketahanan daerah terhadap bencana; peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan; serta penguatan kemandirian fiskal.

Zulmaeta menegaskan seluruh kebijakan anggaran harus bermuara pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“APBD adalah uang rakyat yang dikelola oleh pemerintah untuk kepentingan rakyat. Setiap rupiah yang kita belanjakan harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan, pembangunan dan kesejahteraan,” katanya.

Setelah penyampaian Nota Keuangan, Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2026 selanjutnya dibahas bersama DPRD Kota Payakumbuh sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah

Padang (RangkiangNagari) - Kota Payakumbuh membawa pulang dua penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dua penghargaan tersebut masing-masing diraih pada kategori Teknologi Tepat Guna dan Teknologi Tepat Guna Unggulan. Payakumbuh meraih Juara II melalui inovasi Alat Pendeteksi Kualitas Makanan dan Minuman Portable yang dikembangkan inovator dari SMP Islam Raudhatul Jannah.

Sementara Juara III kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan diraih melalui inovasi Savior dengan Sensor Objek, berupa alat pemantauan hama pertanian berbasis sensor yang dikembangkan Kepala SMA Boarding School Raudhatul Jannah.

Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy dalam rangkaian HUT ke-81 RI di Padang, bertepatan dengan pelaksanaan upacara penurunan Bendera Merah Putih, Senin (17/8/2026).

Capaian tersebut merupakan hasil seleksi dan penilaian yang berlangsung sekitar tiga bulan. Kompetisi diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Barat dengan melibatkan tim penilai independen dari kalangan akademisi.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada para inovator, siswa, pembimbing, serta seluruh pihak yang mendukung lahirnya karya tersebut.

“Selamat dan apresiasi tertinggi kepada para inovator beserta seluruh tim pendukung yang telah mengharumkan nama Kota Payakumbuh melalui karya-karya inovatif. Semoga inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi solusi terhadap berbagai persoalan dan isu yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Zulmaeta.

Ia mendorong para inovator terus mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat.

“Teruslah berkreativitas dan berinovasi tanpa batas untuk kota yang kita cintai,” katanya.

Kepala Bappeda Kota Payakumbuh Syafwal mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi inovasi yang berkembang dari kreativitas masyarakat di daerah itu.

Berdasarkan data inovasi Teknologi Tepat Guna yang dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kota Payakumbuh menghasilkan 68 inovasi sepanjang 2019 hingga 2025. Jumlah tersebut termasuk yang terbanyak dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.

Menurut Syafwal, pengembangan inovasi perlu diikuti penguatan perlindungan terhadap karya para inovator, salah satunya melalui fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Hal yang harus kita kejar tahun depan adalah memfasilitasi Hak Kekayaan Intelektual sebagai bentuk perlindungan terhadap karya cipta para inovator,” ujarnya.

Koordinator Inovasi Kota Payakumbuh Robby Hafanos mengatakan pengembangan inovasi di daerah terus diarahkan berdasarkan riset dan kebutuhan masyarakat.

Robby yang merupakan Fungsional Peneliti Ahli Muda pada Bappeda Kota Payakumbuh menjelaskan, melalui inovasi SIPEKAT, pemerintah melakukan penjaringan dan pengembangan inovasi dengan memetakan isu strategis yang berkembang di daerah.

Isu tersebut kemudian menjadi dasar dalam merancang inovasi yang diharapkan mampu menjawab persoalan sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurut Robby, kompetisi inovasi juga menjadi ruang bagi para inovator untuk memperkenalkan karya agar dikenal dan dapat dimanfaatkan lebih luas.

“Ini merupakan usaha terbaik melalui tahapan pengusulan yang matang. Walaupun belum berhasil meraih Juara I, kita berhasil membawa pulang juara pada dua kategori sekaligus. Semoga tahun depan prestasinya bisa lebih baik lagi,” katanya.

Prestasi di tingkat provinsi tersebut bukan kali pertama mengantarkan Payakumbuh ke panggung yang lebih luas. Pada 2024, Kota Payakumbuh menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Sumatera Barat yang mewakili provinsi itu dalam kompetisi tingkat nasional dan berhasil meraih Juara IV Nasional.

Bagi Payakumbuh, dua penghargaan tersebut menjadi kado pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus penanda bahwa inovasi yang lahir dari sekolah dan masyarakat memiliki ruang untuk berkembang dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Capaian itu diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak inovasi yang tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi terus dikembangkan menjadi solusi yang aplikatif, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.