Latest Post

Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satu upaya nyata yang terus dilaksanakan adalah program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru di seluruh wilayah Kabupaten Solok Selatan.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi saat penyerahan bantuan seragam sekolah gratis di Kecamatan Pauh Duo, Selasa (20/10).

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 2.430 stel pakaian diserahkan untuk siswa baru tingkat TK hingga SMP di Kecamatan Pauh Duo
Yulian Efi menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus utama pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati H. Khairunas bersama dirinya sebagai Wakil Bupati. Fokus ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, produktif, dan kompetitif.

Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga mempersiapkan generasi Solok Selatan yang berkualitas, memiliki daya saing, serta berakhlak baik.

“Bantuan seragam sekolah gratis ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan anak-anak kita. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjadi motivasi bagi para siswa agar semakin giat belajar dan meraih prestasi,” ujar Yulian Efi
Ia menegaskan, program seragam gratis menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak usia sekolah.

Selain membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, program ini diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dengan lebih percaya diri dan bersemangat.


Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus melanjutkan kegiatan program penyerahan bantuan seragam sekolah gratis bagi murid baru. Hari ini Rabu (21/10/2026), sebanyak 6.990 stel seragam sekolah untuk murid baru TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SLTA dan SLB tahun 2026 se-Kecamatan Sungai Pagu diserahkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muara Labuh,

Penyerahan bantuan yang sudah menyasar ke kecamatan yang ke-4 ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, dan turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Solok Selatan, Ny. Fitri Syamsurizaldi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, serta sejumlah undangan lainnya. Rabu (21/10).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Yulian Efi menyampaikan bahwa penyaluran bantuan seragam sekolah merupakan salah satu bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua.

“Penyaluran bantuan seragam sekolah ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam mendukung dunia pendidikan, sekaligus membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak mereka,” ujarnya.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan merupakan bagian penting dalam menciptakan kesempatan belajar yang lebih merata bagi seluruh peserta didik. Melalui program ini, pemerintah daerah berharap tidak ada anak yang kehilangan semangat belajar karena keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan seragam sekolah
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, menjelaskan bahwa khusus untuk Kecamatan Sungai Pagu, bantuan yang disalurkan berjumlah 6.990 stel seragam sekolah yang diperuntukkan bagi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Adapun rincian bantuan seragam sekolah tersebut meliputi:    

1.580 stel untuk jenjang TK/RA;
1.252 stel untuk jenjang SD/MI;
1.302 stel untuk jenjang SMP/MTs;
2.802 stel untuk jenjang SMA/SMK/MA; dan
50 stel untuk peserta didik SLB.

Dengan penyaluran bantuan yang mencakup berbagai jenjang pendidikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berupaya memastikan dukungan terhadap kebutuhan peserta didik dapat menjangkau lebih banyak keluarga, mulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan menengah dan pendidikan khusus.

Program bantuan seragam sekolah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan keluarga, mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, serta meningkatkan motivasi dan semangat anak-anak dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Dukungan terhadap program ini juga mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang semakin baik
Melalui program bantuan seragam sekolah, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat upaya pemerataan akses pendidikan serta menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah daerah berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih nyaman, percaya diri, dan bersemangat dalam meraih prestasi


Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memantau perkembangan kabut asap yang terjadi sejak satu bulan terakhir. Perkembangan kondisi ini juga berdampak pada penyesuaian proses belajar mengajar di seluruh sekolah yang ada di Solok Selatan.
Pemerintah kabupaten telah beberapa kali menyesuaikan pelaksanaan proses belajar, dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk tingkat SD/MTs dan SMP/MTs. Untuk tingkat SMA/sederajat pun juga mengikuti kebijakan yang sama.

Pekan lalu pun, tepatnya Kamis (15/10), seluruh siswa dipulangkan lebih cepat dan melaksanakan PJJ sejak Jumat hingga Selasa (16-20/10) pekan ini.

Sekretaris Daerah Solok Selatan Dr. Syamsurizaldi mengatakan perkembangan cuaca akibat kabut asap ini sangat dinamis. Kebijakan pemerintah pun juga akan mengikuti perkembangan cuaca yang ada.

"Situasi kabut terkini memang agak tebal setelah hujan hampir di seluruh wilayah Solok Selatan, yang bertepatan juga dengan kembali dimulainya proses belajar tatap muka," kata Syamsurizaldi ketika dihubungi, Rabu (21/10).

Menurutnya, pemerintah kabupaten akan terus mengevaluasi kondisi kabut asap terkini dan menyesuaikan kebijakan yang diperlukan, terutama untuk besok Kamis (22/10/2026) pagi.
Untuk saat ini pemerintah kabupaten tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka dengan beberapa catatan sesuai dengan edaran terbaru. Dimana seluruh warga sekolah diminta untuk mengenakan masker saat berangkat, selama belajar, dan saat pulang.
Evaluasi Pelaksanaan PJJ

Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan Hamudis menerangkan bahwa bersamaan dengan pemantauan kondisi cuaca, juga dilakukan evaluasi pelaksanaan PJJ beberapa waktu terakhir. Evaluasi ini juga melibatkan Kantor Kementerian Agama Solok Selatan.

"Dari hasil evaluasi PJJ yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kemenag, ternyata PJJ tidak efektif untuk memastikan anak tidak terpapar kabut asap. Sebab masih banyak yang keluyuruan keluar rumah, bahkan tanpa mengenakan masker," terang Hamudis secara terpisah.

Padahal, menurutnya pelaksanaan belajar dari rumah harus dipastikan siswa tetap terhubung dengan sekolah dan tetap belajar atau mengerjakan tugas secara terstruktur.

Selain itu, laporan dari beberapa orang tua siswa secara langsung juga mengeluhkan kemampuan untuk mendampingi siswa selama belajar dari rumah. Kendalanya seperti anak tetap keluyuran di luar rumah atau tetap di dalam rumah tapi lebih sibuk dengan gadget ketimbang belajar.
"Sehingga dari evaluasi itu, makanya pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sebagaimana edaran yang disampaikan," terangnya.

Di sisi lain, kondisi kabut asap yang kian tebal hingga mengganggu jarak pandang dan pernapasan sejak pagi ini, padahal Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) justru menurun pagi ini disebabkan karena hujan yang terjadi di pagi hari.

Plt. Kepala Dinas Perkim-LH dan Perhubungan Alfino Sendra menjelaskan hujan membuat kabut asap terasa semakin tebal di Solok Selatan. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi polusi udara kiriman dan efek perubahan kelembapan drastis akibat air hujan.

"Saat hujan membasahi tanah Solok Selatan yang hangat, air tersebut menguap kembali ke udara dan meningkatkan kelembapan secara drastis. Uap air yang melimpah ini langsung menempel pada partikel asap (PM2.5) yang sudah menggantung di atmosfer, bertindak seolah-olah seperti 'em' yang mengikat partikel tersebut menjadi butiran kabut basah yang jauh lebih besar dan padat," terangnya.

Jika hujan yang turun hanya berupa rintik-rintik atau hujan dengan intensitas ringan-sedang, air tersebut tidak cukup kuat untuk mencuci (membilas) polutan keluar dari atmosfer. Sehingga bukannya membersihkan udara, hujan ringan justru menambah massa air pada partikel asap sehingga menghalangi cahaya dan memperpendek jarak pandang.

Menurut pantauan BMKG terkait situasi terkini di Sumatera Barat, asap yang menyelimuti Solok Selatan merupakan asap kiriman dari kebakaran hutan di provinsi tetangga, yakni dari Jambi dan Sumatera Selatan. Hujan lokal mendinginkan suhu udara di permukaan tanah. Jadi ketika udara di bawah dingin tetapi lapisan udara di atasnya tetap hangat, tercipta lapisan inversi.

Lapisan ini bertindak seperti 'tutup panci' raksasa yang mengunci kabut asap tetap berada di bawah dekat permukaan jalan dan tidak bisa naik ataupun ditiup angin


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.