Januari 2020

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Payakumbuh Drs. H. AH. Agustion mengantor di Kantor Kelurahan Talang Kecamatan Payakumbuh Barat, Kamis 30 Januari 2020 dari pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB.

Kehadiran orang nomor satu di jajaran dinas pendidikan Kota Payakumbuh itu disambut sangat antusias dari masyarakat, kepala sekolah dan PAUD yang ada di Kelurahan Talang maupun kelurahan tetangga.

Buktinya, belum sempat Pak Haji yang akrab disapa Agustion duduk dimeja khusus kadis yang telah disiapkan aparat kelurahan, bak meja kadis benaran, ada snak, minuman dan diatas meja dipasang papan nama bertuliskan Kepala Diknas Kota Payakumbuh, tamu pun sudah datang.

Diantara tamu yang datang menemui Kepala Diknas tersebut rombongan dari PAUD Al Fattih dan Kepala SD. Negeri 45 Kelurahan Talang. Dihadapan tamu tamu yang datang tersebut menyampaikan, segala bentuk permasalahan tentang pendidikan tidak dan harus datang ke Kantor Diknas, warga boleh datang ke Kantor Lurah.

“Seperti masalah anggaran fisik gedung atau fasilitas bermain untuk PAUD. Karena selama ini Diknas belum dapat secara menyeluruh untuk mengatasinya. Karena anggaran terbatas, tentu secara bertahap untuk PAUD yang ada di Payakumbuh,” kata Agustion, sebagaimana dilansir semangatnews.com.***

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Dinas Koperasi Perindustrian dan Dagang (Koperindag) Kota Payakumbuh berkerja sama dengan Dekranasda kota Payakumbuh mengadakan kunjungan ke Industri Kecil Menengah (IKM) di Lareh Sago Halaban, Rabu (29/1).

Pada kesempatan kali ini dilakukan kunjungan ke 3 tempat yaitu nagari Tanjuang Gadang, Jorong ateh dan Jorong Koto Nagari Ampalu Lareh Sago Halaban. Ikut serta dalam kunjungan tersebut IKM Tenun Balai Panjang yang di ketuai oleh Pendi.

Tujuan dari kunjungan ini yaitu selain untuk sharing ilmu antara pengrajin,Ini juga sebagai bentuk motivasi kepada pengrajin. Kunjungan yang dilakukan juga tidak menutup kemungkinan peluang untuk kerjasama kedepannya. Mulai dari bertukar pikiran tentang bahan baku, motif dan peluang pasar.

IKM yang dikunjungi di Nagari Lareh Sago Halaban yaitu pengrajin songket dan rajut Netti Herawati, Pengrajin songket Evi Novita, dan pengrajin songket Yensi. Ketiga pengrajin songket ini merupakan pengrajin yang sudah bertahun-tahun menggeluti dunia IKM.

Dalam kunjungan ini, IKM Tenun Balai panjang bersama dengan IKM songket Nagari Lareh Sago Halaban saling melakukan sharing dan bertukar pikiran tentang peningkatan kualitas tenun dan songket menjadi lebih baik untuk kedepannya.

Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi mengatakan kegiatan kunjungan ke IKM akan rutin dilakukan. Memberikan motivasi dan dukungan baik dari Dekranasda maupun dari Pemerintah Daerah merupakan tujuan utama, Sehingga produk-produk lokal IKM yang ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten lima puluh kota bisa bersaing dan terkenal tidak hanya di Sumatera Barat melainkan di nasional bahkan sampai ke mancanegara.

Agar IKM berkembang pesat, Yang perlu diperhatikan adalah kualitas, Harga dan Promosi. Jika ingin IKM yang digeluti bisa maju dan berkembang pesat, berikan kualitas terbaik , Harga yang terjangkau, serta lakukan pemasaran dengan cara mengikuti pasar terbuka yaitu promosi dan bazar agar putaran barang cepat dan keuntungan meningkat,, tidak perlu harga begitu mahal, asal putaran barang cepat, ujar Henny, sebagaimana dilansir semangatnews.com.

Ditambahkannya, Motivasi untuk maju harus dimiliki pelaku usaha. Motivasi serta semangat ingin maju merupakan hal utama. Kalau tidak ada motivasi untuk maju akan sulit untuk membuat IKM bertahan lama dan berkembang. Percaya rezeki datang dari allah, Intinya berusaha dan lakukan yang terbaik, insyaallah kita akan sukses seperti apa yang kita inginkan, tungkas Henny.

Sementara itu Kabid Dinas Koperindag Kota Payakumbuh sekaligus merupakan pengurus pada Dekranasda kota Payakumbuh Faizal mengatakan walaupun kunjungan ke IKM kali ini tidak bisa dibantu dengan finansial, Minimal dengan suport dan berbagi pengalaman dapat menjadikan para pelaku IKM dapat saling belajar untuk menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi dalam dunia IKM. Semoga pelaku usaha makin besar dan makin sukses untuk kedepannya.

Faizal menjelaskan yang paling penting adalah komitmen dengan usahanya sendiri. Jika melihat pelaku usaha tidak komit, maka kebanyakan wirausaha yg dilakukan tidak berkembang. Disisi lain, pelaku usaha harus berfikir promosi dan pemasaran itu adalah hal penting. Terkadang itulah yang diabaikan oleh pelaku usaha.

Di sekmen-sekmen tertentu, selera pasar harus diikuti. Tidak bisa monoton pada sebuah hasil karya agar memiliki daya jual. Untuk itu marilah secara bersama-sama saling membenahi apa saja yang dirasa perlu utk diperbaiki demi kamajuan usaha para pelaku IKM untuk kedepannya, tungkas Faizal.***


#Ryan #E2

Pulau Punjung (RangkiangNagari) - Penyaluran zakat berupa kambing ternak oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk para mustahik di Kabupaten Dharmasraya, berlanjut. Di Kecamatan Koto Baru, hari ini, Kamis (30/01), sebanyak 33 mustahik mendapatkan bantuan masing-masing 2 ekor kambing. 

Zakat berupa kambing ternak ini diserahkan oleh Wakil Bupati Dharmasraya, H. Amrizal Dt Rajo Medan (RJM), dan turut didampingi oleh Ketua Baznas Dharmasraya, A. Gani. Penyerahan yang dilakukan di Kantor Camat Koto Baru itu turut disaksikan camat setempat, Berlian dan Kabag Kesra Setdakab Dharmasraya, Syarbaini. 

Menurut Ketua Baznas, penyerahan kali ini adalah tahap ke tiga. Sebelumnya, Baznas juga telah menyalurkan zakat kambing ternak kepada 22 mustahik bersama Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Ketua DPRD, Paryanto, di Kantor Baznas.

Penyerahan kambing ternak, ini sebut Gani, dimaksudkan untuk membantu masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan ekonomi keluarganya. "Semoga, di tangan bapak ibu, kambing-kambing ini bisa berkembang biak hendaknya dan dapat meningkatkan ekonomi keluarga," ujar Gani.

Sementara itu, Wakil Bupati dalam kesempatan yang sama menyampaikan terimakasih kasih kepada Ketua Baznas beserta jajaran yang sudah komit mengelola dan menyalurkan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Semoga ke depan, akan semakin banyak lagi masyarakat kita yang merasakan manfaat dari zakat masyarakat yang dikelola oleh Baznas," harap wabup. 

Kepada para penerima zakat, wabup berpesan, agar dapat memelihara dengan baik kambing ternak yang diberikan Baznas. "Semoga kambing ternak yang diserahkan ini betul-betul dapat membawa manfaat bagi peningkatan ekonomi keluarga bapak ibu. Sehingga besok-besok, bapak ibu yang hari ini adalah penerima zakat, beralih menjadi pemberi zakat," harap wabup.

#Ryan#(RF/ssa)

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Agar paham sejarah dan cinta sesama muslim semakin tumbuh, Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ) mengadakan kegiatan Peduli Palestina, 27-28 Januari 2020 di unit-unit sekolah YPI RJ.

Bekerjasama dengan Dewan Dakwah Sumatera Barat, yayasan yang sebentar lagi memasuki usia 30 tahun itu berhasil mendatangkan aktivis sekaligus ustadz dari Palestina yang bernama Syekh Ahmad Al Babili.

Dengan nada sendu Syekh Ahmad, menceritakan sejarah dan kondisi Palestina yang sebenarnya. Mulai dari pembantaian, pemerkosaan, penjarahan yang dirasakan ummat muslim di Palestina hingga dilarangnya warga palestina untuk shalat di Masjidil Aqsha.

Perbuatan biadab yang dilakukan oleh zionis Israel mampu membuat hati para siswa dan guru yang mendengarkan terenyuh bahkan ada yang berkaca-kaca.

“Ini adalah sebuah pencerdasan kepada para siswa, agar mereka tahu bagaimana kondisi dan tantangan Islam saat ini, mudah-mudahan ini mampu melejitkan motivasi belajar dan ghirah ke Islamannya ,” ujar Akmal selaku sekretaris YPI RJ.

Syekh Ahmad juga mengatakan perasaan bahagia dapat bertemu dengan civitas akademika YPI RJ. “Saya berharap nanti dari sekolah yang hebat ini muncul generasi-genarasi hebat yang mampu menaklukan masjidil Al Aqsha, sebagaimana yang dilakukan Shalahuddin Al Ayyubi 900 tahun lalu,” ujarnya.

Acara yang dilangsungkan selama 2 hari ini, menyasar 4 unit YPI RJ. Dan diikuti setidaknya 2000 siswa dan langsung mendengarkan tentang sejarah dan perjuangan saudara di Palestina.

Lebih lanjut Akmal menyampaikan kepedulian anak-anak kita dan guru kepada palestina sangat kental, dalam waktu yang relatif singkat terkumpul donasi bantuan sebanyak Rp. 12,5 Juta dan perhiasan emas senilai Rp. 15 juta. “Semoga donasi ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkas Akmal. (rls)

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Wali kota Riza Falepi mengumpulkan Sekda, Asisten, Kepala OPD, dan camat serta lurah se Kota Payakumbuh untuk membahas pengelolaan sampah di Aula Pertemuan Randang Lantai 2 Balaikota Eks Lapangan Poliko, Selasa (28/1).

Beberapa waktu lalu, Wako Riza Falepi mendapati banyaknya saluran drainase yang tersumbat oleh sampah saat melakukan peninjauan bersama tim dari dinas PUPR. Tersumbatnya drainase itu menimbulkan dampak yang luar biasa saat terjadi hujan lebat, yaitu adanya genangan air (waterlogging).

“Kami minta kepedulian kita kepada permasalahan sampah untuk ditingkatkan lagi, terutama masalah sampah plastik, tahun ini kami ingin pengelolaan kepada sampah menjadi prioritas dari lurah dan camat,” kata Wako Riza Falepi.

Wako Riza Falepi  menyebut sebagai kota peraih Adipura,  seharusnya Payakumbuh sudah lihai mengelola sampah, lebih berfikir kreatif dalam penanganan  masalah persampahan. Mulai dari rumah tangga, kelurahan hingga pengangkutan ke TPA, artinya sampah yang diangkut itu memang tidak mungkin diolah lagi.

“Dinas Lingkungan Hidup sudah bekerjasama dengan SMKN 2 Payakumbuh dalam mengelola sampah plastik, tolong di follow up oleh lurah, kalau perlu bentuk kelompok pengelola sampah di kelurahan,” perintah Walikota Riza.

Walikota menekankan, sumber permasalahan di drainase adalah sampah plastik, dan banyak terjadi pembiaran, ditakutkan Wako dampaknya tidak hanya genangan air atau banjir, namun juga berdampak pada kesehatan warga nanti.

Selanjutnya Wako Riza menginstruksikan agar lurah dan camat dapat mengambil manfaat dari sampah plastik dengan metode Reduce, Reuse, dan Recycle, artinya sampah bisa dikurangi, dipakai lagi, dan didaur ulang.

“Berdayakan masyarakat untuk partisipatif dalam hal ini, karena masalah ini tidak akan selesai jika kita tidak memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk peduli dengan masalah sampah,” pungkas Riza Falepi.

Riza memerintahkan lurah untuk turut turun ke lapangan bila hari hujan, artinya mendampingi warga bila-bila terjadi banjir atau waspada bila bencana alam yang tidak diinginkan terjadi. (rls)

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi resmikan MCK Plus di komplek Sekolah Insan Cendikia Boarding School (ICBS) di kelurahan Tigo Koto Diate, Payakumbuh Utara, Selasa (28/01) siang.

Wali Kota Riza Falepi mengatakan pemerintah menghadirkan MCK Plus ini untuk membentuk karakter siswa supaya terbiasa hidup bersih. “Kebersihan itu merupakan bagian dari pendidikan, karena itu diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ucap Wako Riza.

Dijelaskan, Pembangunan MCK Plus ini akan menciptakan kenyamanan bagi seluruh siswa dalam menuntut ilmu, ini merupakan bentuk kepedulian Pemko Payakumbuh terhadap kemajuan dunia pendidikan.

Wali Kota Riza Falepi tanda tangani prasasti peresmian MCK Plus SMP IT ICBS “Pemko Payakumbuh komit untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Randang, kita selalu ciptakan rasa nyaman bagi siswa dalam menuntut ilmu,” ujar Wako Riza. Ditambahkan, “Biasakanlah hidup bersih, kalau lingkungan kita bersih kenyamanan itu akan datang dengan sendirinya,” pungkas Wali Kota Dua Periode ini.

Ketua Yayasan ICBS Payakumbuh, Roni Patihah, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh yang telah memberikan bantuan dua MCK Plus untuk ICBS Payakumbuh. “Di ICBS Tigo Koto Diateh dibangun satu MCK Plus dan satu lagi di ICBS Parik Muko Aie,” katanya.

Ustad Roni menyebut Pemko Payakumbuh begitu serius memotivasi serta memberikan bantuan untuk kemajuan dunia pendidikan di kota Randang ini. “Ini merupakan bantuan yang luar biasa, semoga dengan bantuan ini akan tercipta pendidikan yang berkualitas di payakumbuh,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim), Marta Minanda, mengungkapkan bahwa program ini merupakan keinginan Wali Kota Riza Falepi bagaimana sekolah-sekolah memiliki MCK Plus yang bagus untuk kenyamanan siswa bersekolah.

“Pembangunan MCK plus ini merupakan bantuan dari pemerintah dari program pembangunan MCK Plus untuk sekolah keagamaan dengan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan TA 2019, dan merupakan satu- satunya sekolah keagamaan yg memperoleh bantuan dari sumber dana tersebut di Sumbar” ujarnya.

Marta menambahkan, “Semoga tahun-tahun mendatang sekolah-sekolah yang lainnya juga memperoleh bantuan, tentunya dengan pemenuhan persyaratan,” tambahnya. Marta menyebut, pembangunan dua MCK Plus Plus ini memakan anggaran 600juta rupiah yang bersumber dari dana DAK Penugasan ditambah dengan swadaya dari ICBS.

“Semoga MCK Plus ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya. (rls)


#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Setelah sekian lama berjuang dengan penyakit yang dideritanya, Tuti Haslinda yang merupakan istri tercinta dari Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Payakumbuh, Jhon Kenedy akhirnya tutup usia di RSUD Adnaan WD, Rabu (29/1), pukul 03.43 dini hari.

Almarhumah meninggal dunia di usia 54 tahun dengan meninggalkan 3 (tiga) orang putera dan puteri. Ratusan ASN, kerabat dan sahabat dekat almarhumah memenuhi rumah duka di Perumahan Bonai Indah, Kelurahan Koto Tangah, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Almarhumah Tuti Haslinda dikebumikan di Pekuburan Umum Warga Koto Tuo di dekat jembatan Batang Agam, Kelurahan Padang Tangah Balai Nan Duo  Payakumbuh Barat.

Wali Kota Riza Falepi didampingi Sekdako Rida Ananda serta sejumlah pimpinan perangkat daerah yang hadir membesuk ke rumah duka menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya istri Kepala Dinas Kominfo.

“Kami atas nama Pemko Payakumbuh turut berduka atas wafatnya kerabat kita, saudara kita, Ibu Tuti. Kita mendoakan semoga arwah beliau ditempatkan disisi-Nya, diterima amal ibadahnya dan diampuni segala dosa-dosa beliau. Amin,” sebut Wako Riza. (rls)

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Walikota Payakumbuh mengajak Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Payakumbuh untuk berunding, membicarakan masalah Pekat maksiat. Pasalnya tidak hanya AMM yang resah, juga masyarakat dan jamaah mesjid setempat, bahkan jamaah Mesjid Ansharullah membuat petisi kepada Walikota Riza Falepi.

Sebanyak 251 jamaah Mesjid Ansharullah telah menanda tangani petisi tersebut, mereka meminta Pemerintah Kota Payakumbuh untuk segera menutup tempat hiburan malam dan tempat karaoke yang tidak berizin dan mengandung unsur maksiat,” sebut Ali Anhar Dt. Lelo.

Menurut Jubir AMM Ali Anhar Dt. Lelo, “petisi itu sudah ditanda tangani oleh Walikota Riza Falepi. Dalam hal itu AMM bersama organisasi ortonom Muhammadiyah terdiri dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pemuda Muhammadiyah (PM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci dan Kokam turut menghadiri,” katanya Rabu malam (29/1), sebagaimana dilansir semangatnews.com.

Pertemuan AMM dengan Pemko itu berlangsung alot selama 78 menit di ruangan Walikota, dalam hal itu Walikota Riza Falepi didampingi Sekdako Rida Ananda dan Anggota DPRD Mustafa, mengucapkan terimakasih atas inisiatif AMM membentangkan baliho agar Pemko menindak tegas masalah Pekat di Payakumbuh, bahkan hingga telah membawa petisi dari masyarakat.

“Namun terkait masalah dekingan tempat hiburan malam yang dikadukan jamaah itu kita akan menempuh jalan tengah, kita akan meminta Pemerintah Provinsi bahkan kalau perlu Pemko berkirim surat ke Presiden untuk mengajak Polda Sumbar dan Danrem untuk ikut turun menyelesaikan masalah Pekat, karena di Kota Payakumbuh Perda untuk Pekat belum memadai. Kita akan coba tempuh sesuai peraturan dan undang – undang yang berlaku,” katanya.

Walikota Riza Falepi juga mengatakan “akan ikut turun bersama masyarakat, jamaah mesjid dan organisasi lain bila mungkin tindakan persuasif yang kita tempuh belum berhasil. Namun kita usahakan jalan tengah ini berhasil,” ucapnya.

Dalam hal itu Jubir AMM yang juga Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Payakumbuh mengapresiasi langkah Pemko Payakumbuh, “semoga langkah yang akan ditempuh Pemko itu berhasil, kita dari Pemuda Muhammadiyah akan terus ikut membantu,” ucapnya.

Ali Anhar Dt. Lelo juga mengajak organisasi – organisasi lain untuk juga ikut dalam memberantas Pekat di Kota Payakumbuh, “apalagi sudah banyak dorongan dari Masyarakat dan jamaah Mesjid kepada Pemko,” tutupnya.***

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Jika sudah turun ke lapangan, artinya hal itu menjadi perhatian bahkan hal yang krusial bagi Riza Falepi selaku kepala daerah, dan hal ini sudah biasa dilakukannya bersama tim reaksi cepat Dinas PUPR untuk merespon persoalan pembangunan di kota yang dipimpinnya.

Alhasil, Riza Falepi menemukan permasalahan adanya genangan air saat hujan di beberapa titik di Payakumbuh disebabkan oleh tumpukan kayu, sampah plastik, bahkan barang-barang bekas lainnya sehingga air tidak bisa lewat di saluran pembuangan.

Wali Kota Riza Falepi tidak henti-hentinya menghimbau warga agar jangan buang sampah sembarangan, apalagi membuangnya ke selokan dan drainase. Riza mewanti-wanti hal itu akan berakibat adanya penyumbatan di saluran pembuangan, sehingga drainase tidak akan cukup mengantisipasi ketika hujan lebat turun.

Hal ini, kata Riza terbukti dengan contoh saat ada genangan air di dekat Rumah Makan Pancoran area Teriminal Koto Nan Ompek dan area Simpang Bunian beberapa malam lalu.

Wali Kota dua periode yang terjun langsung ke lapangan pasca adanya genangan air menggenang akibat hujan deras di seputaran area Balai Kota, Senin (27/1) sore, mengatakan sudah menjadikan keduanya titik prioritas yang akan dibongkar dan dilebarkan, artinya gorong-gorongnya diperbesar agar genangan air (waterlogging) saat hujan dapat diminimalisir.

“Yang di dekat RM Pancoran, ada plat decker sudah dianggarkan dan akan dikerjakan tahun ini” kata Riza.

Hampir semua masalah yang ditemukan Riza bersama tim PUPR adalah drainase yang tersumbat oleh sampah, plastik, dan kayu. Riza meminta kepada masyarakat agar jangan terbiasa membuang sampah sembarangan.

“Kita katakan kalau membuang sampah sembarangan itu prilaku destruktif atau merusak, walaupun hanya sekedar buang sampah, itu menunjukkan budaya tidak peduli lingkungan, dan itu tidak baik,” kata Riza.

Saat ditanya kenapa Riza rutin melakukan kegiatan di lapangan untuk mengecek infrastruktur, turun mengecek rencana pembangunan, Riza menyebu kalau tidak melihat langsung, dirinya tidak bisa membayangkan apa yang akan dianggarkan.

“Karena ini penting, makanya kita sering turun, sekaligus menerima masukan dan permjntaan masyarakat, selama permintaan masyarakat itu bisa dicover APBD, maka akan di anggarkan, bila tidak maka tunggulah semampu anggaran kita, dan akan kita carikan jalan keluar lainnya,” kata Riza. (rls)

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Pemerintah Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Payakumbuh menyelenggarakan Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2020 di Aula Ngalau Indah lantai 3 kantor Wali Kota Payakumbuh, Selasa(28/1).

Sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 2 tahun 2018 tentang percepatan pendaftaran tanah sistematis lengkap di seluruh Indonesia, Sosialisasi ini tujuannya agar proses pelaksanaan lancar, Tepat dan cepat serta menghindari pungutan liar dan meningkatkan pelayanan masyarakat.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Camat, Lurah, dan seluruh staf OPD yang ada di Kota Payakumbuh.

Sosialisasi PTSL dibuka langsung oleh Wali Kota Payakumbuh yang dalam hal ini diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda. Dalam sambutannya Rida ingin perencanaan tersambung di setiap OPD dan Kelurahan, karena perencanaan di pemda harus linier dengan pemprov dan pemerintah pusat. PTSL ini adalah program nasional dan di Kota Payakumbuh ini menjadi hal penting.

“Program PTSL ini salah satu tujuannya adalah untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap hak atas tanah secara pasti bagi kepemilikan perseorangan maupun aset Pemerintah Daerah. Pada tahun 2020 ini untuk Kota Payakumbuh PTSL berjumlah 4000 sertifikat dan 11.500 peta bidang tanah dengan biaya dibebankan kepada pemerintan alias gratis,” ujar Rida, sebagaimana dilansir semangatnesw.com.

Ditambahkannya, dengan Pemetaan tanah yang sistematis dapat untuk meningkatkan PAD di Kota Payakumbuh. Apabila PAD meningkat pasti geliat perekonomian di masyarakat meningkat Pungkas Rida.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Payakumbuh Zarlisman menjelaskan masyarakat harus mengerti tentang pendaftaran tanah mereka yang belum terdaftar dalam wilayah Kecamatan/kelurahan yang ada di Kota Payakumbuh.

“Untuk pendaftarannya gratis warga hanya perlu membawa materai saja,dan nantinya tanah yang sudah didaftarkan akan mendapatkan nomor induk tanah, sehingga semua data soal tanah bisa dicari di sistem komputer,” ujar Zarlisman

Hal ini perlu disampaikan kepada warga dengan informasi yang benar dan lengkap karena agar tidak ada berita simpang siur yang berdampak negatif.

Zarlisman berharap dengan adanya Sosialisasi PTSL ini, kita dapat memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada masyarakat karena ini sangat penting. Banyak juga Masyarakat yang tidak mengetahui apa itu PTSL,maka dari itu di harapkan setelah adanya kegiatan ini kita dapat memahami pentingnya mendaftarkan tanah mereka supaya kedepannya tidak terjadi hal yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri,”pungkasnya.***

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Wali kota Riza Falepi mengumpulkan Sekda, Asisten, Kepala OPD, dan camat serta lurah se Kota Payakumbuh untuk membahas pengelolaan sampah di Aula Pertemuan Randang Lantai 2 Balaikota Eks Lapangan Poliko, Selasa (28/1).

Riza Falepi geram mendapati banyaknya saluran drainase yang tersumbat oleh sampah saat melakukan peninjauan bersama tim dinas PUPR beberapa waktu lalu. Tersumbatnya drainase itu menimbulkan dampak yang luar biasa saat terjadi hujan lebat, yaitu adanya genangan air (waterlogging).

“Ini entah tidak peduli atau kurang peduli dengan masalah sampah plastik, pokoknya tahun ini saya ingin pengelolaan kepada sampah menjadi prioritas dari lurah dan camat,” kata Riza menegur jajarannya, sebagaimana dilansir semangatnews.com.

Riza menyebut sebagai pemerintah kota, seharusnya Payakumbuh sudah lihai mengelola sampah, sudah harus berfikir kreatif, cara yang paling hebat bagaimana sampah di kelurahan makin sedikit diangkut ke TPA, artinya sampah yang diangkut itu memang tidak mungkin diolah lagi.

“Dinas Lingkungan Hidup sudah bekerjasama dengan SMKN 2 Payakumbuh dalam mengelola sampah plastik, tolong di follow up oleh lurah, kalau perlu bentuk kelompok pengelola sampah di kelurahan,” perintah Riza.

Riza menekankan, biang kerok di drainase adalah sampah plastik, dan banyak terjadi pembiaran, ditakutkan Riza dampaknya tidak hanya genangan air atau banjir, namun juga berdampak pada kesehatan warga nanti.

Riza menginstruksikan agar lurah dan camat dapat mengambil manfaat dari sampah plastik dengan metode Reduce, Reuse, dan Recycle, artinya sampah bisa dikurangi, dipakai lagi, dan didaur ulang.

“Berdayakan masyarakat untuk partisipatif dalam hal ini, karena masalah ini tidak akan selesai jika kita tidak memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk peduli dengan masalah sampah,” pungkas Riza.

Riza memerintahkan lurah untuk turut turun ke lapangan bila hari hujan, artinya mendampingi warga bila-bila terjadi banjir atau waspada bila bencana alam yang tidak diinginkan terjadi.***


#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Pemerintah Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Payakumbuh menyelenggarakan Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2020 di Aula Ngalau Indah lantai 3 kantor Wali Kota Payakumbuh, Selasa (28/1).

Sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 2 tahun 2018 tentang percepatan pendaftaran tanah sistematis lengkap di seluruh Indonesia, Sosialisasi ini tujuannya agar proses pelaksanaan lancar, Tepat dan cepat serta menghindari pungutan liar dan meningkatkan pelayanan masyarakat.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Camat,Lurah, dan seluruh staf OPD yang ada di Kota Payakumbuh.

Sosialisasi PTSL dibuka langsung oleh Wali Kota Payakumbuh yang dalam hal ini diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda. Dalam sambutannya Rida ingin perencanaan tersambung di setiap opd dan Kelurahan, karena perencanaan di pemda  harus linier dengan pemprov dan pemerintah pusat. PTSL ini adalah program nasional dan di Kota Payakumbuh ini menjadi hal penting.

“Program PTSL ini salah satu tujuannya adalah untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap hak atas tanah secara pasti bagi kepemilikan perseorangan maupun aset Pemerintah Daerah. Pada tahun 2020 ini untuk Kota Payakumbuh PTSL berjumlah 4000 sertifikat dan 11.500 peta bidang tanah dengan biaya dibebankan kepada pemerintan alias gratis,” ujar Rida.

Ditambahkannya, dengan Pemetaan tanah yang sistematis dapat untuk meningkatkan PAD di Kota Payakumbuh. Apabila PAD meningkat pasti geliat perekonomian di masyarakat meningkat Pungkas Rida.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Payakumbuh Zarlisman menjelaskan masyarakat harus mengerti tentang pendaftaran tanah mereka yang belum terdaftar dalam wilayah Kecamatan/kelurahan yang ada di Kota Payakumbuh.

“Untuk pendaftarannya gratis warga hanya perlu membawa materai saja,dan nantinya tanah yang sudah didaftarkan akan mendapatkan nomor induk tanah, sehingga semua data soal tanah bisa dicari di sistem komputer,” ujar Zarlisman

Hal ini perlu disampaikan kepada warga dengan informasi yang benar dan lengkap karena agar tidak ada berita simpang siur yang berdampak negatif.

Zarlisman berharap dengan adanya Sosialisasi PTSL ini, kita dapat memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada masyarakat karena ini sangat penting.  Banyak juga Masyarakat yang tidak mengetahui apa itu PTSL,maka dari itu di harapkan setelah adanya kegiatan ini kita dapat memahami pentingnya mendaftarkan tanah mereka supaya kedepannya tidak terjadi hal yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri,”pungkasnya. (rls)

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Setelah sukses menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, kota Payakumbuh kembali dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan acara Dakwah Wisata Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang akan dilaksanakan di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah, Minggu (02/02) mendatang.

“Kita akan mendatangkan Ustazah Hj. Irena Handono seorang mualaf dan mantan misionaris sebagai penceramah, yang akan dimulai jam 08.00wib,” kata Ketua BKMT kota Payakumbuh Henny Riza Falepi saat memimpin rapat persiapan, Selasa (28/01).

Dijelaskan, Tablik Akbar Dakwah Wisata ini merupakan agenda rutin BKMD Sumatera Barat (Sumbar), serta akan dihadiri oleh seluruh Kabupaten Kota se Sumbar.

“Diperkirakan 10ribu jamaah akan hadir dalam acara dakwah wisata ini,” ucapnya, sebagaimana dilansir semangatnews.com.

Ditambahkan, “Untuk kenyamanan jamaah, kita sudah surati seluruh pengurus masjid agar memfasilitasi jamaah untuk beribadah,” tambahnya.

Sementara itu Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi yang diwakili Staf Ahli Syahril mengatakan Pemerintah Kota Payakumbuh siap untuk memfasilitasi semuanya, untuk kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

“Pemko Payakumbuh komit akan mendukung dan memfasilitasi seluruh kegiatan untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa, karena sejalan dengan misi Wali Kota Payakumbuh Mewujudkan Masuarakat Yang Berakhlak Mulia Dan Berbudaya, Berdasarkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.

Diharapkan kegiatan ini sekaligus promosi pariwisata Payakumbuh yang religius, serta pendidikan keagamaan di kota Payakumbuh yang berkualitas dibuktikan dengan banyaknya Pondok Pesantren yang ada di kota Randang ini.

“Dengan kegiatan ini nantinya akan mendongkrak perekonomian warga Payakumbuh, dapat kita lihat juga, kota Payakumbuh telah banyak melahirkan hafizh-hafizh quran, ini bukti selain tempat tujuan wisata Payakumbuh juga merupakan kota yang religius,” pungkasnya.***

#Ryan #E2

PASAMAN (RangkiangNagari) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GOLKAR Kabupaten Pasaman secara resmi membuka pendaftaran Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Pasaman periode 2021-2024.

Pendaftaran tersebut dibuka dari Rabu 29 Januari hingga 05 Februari 2020, dari pukul 09.00 wib hingga pukul 16.00 wib.

Ketua DPD Partai Golkar Pasaman, Drs. Syahrizal Yusuf mengatakan pembukaan pendaftaran Balon Bupati/Wabup dari Partai Golkar ini dilaksanakan berdasarkan rapat pleno seluruh PTK dan pengurus harian DPD Golkar Pasaman.

"Hasil rapat pleno tersebut, kita sepakat bahwa partai Golkar Pasaman membuka selebar-lebarnya peluang bagi putra putri terbaik Pasaman yang akan bertarung pada Pilkada yang akan dilaksanakan tidak lama lagi," terangnya.
Sementara itu, Koordinator Pilkada Partai Golkar Pasaman, M. Mardinal menerangkan bahwa dihari pertama pembukaan, H. Sudirman Pasaribu merupakan Balon Bupati/Wakil Bupati Pasaman yang mendaftar ke Partai Golkar Pasaman.

"Alhamdulillah pendaftaran Balon Bupati/Wabup Pasaman dihari pertama berjalan dengan lancar sesuai dengan ketentuan yang telah kita sepakati bersama," ungkap Mardinal.

#Ryan #(wl).

Pulau Punjung (RangkiangNagari) - Enam pengacara kondang, kantor Advokat pengacara Tibrani,SH dan Rekanan Dharmasraya, memberi bantuan hukum dengan  surat kuasa nomor 0069/Tib/adv-sks/VI-13101-2020, kepada Dodi Apradi (23) dan Mulyani warga Jorong Aur Jaya Sitiung V Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Dirinya merasa kuatir dengan kondisi bayinya yang lahir, Sabtu (11/01) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh.Diduga ada kelalaian dari pihak rumah sakit sehingga mengakibatkan luka robek di kepala bayi saya sebelah kanan sepanjang lima senti meter sehingga mendapatkan tujuh jahitan. Ujar Dodi orang tua korban.

Kuasa hukum menyampaikan kepada media ini, "kami sangat menghawatirkan luka yang terdapat pada bayi tersebut akan menghambat perkembangan, pertumbuhan serta kelangsungan anak itu dikemudian hari dan kita tidak tau dampak akibat yang akan timbulnya nantik', jelas Tibrani.

Lagi pula pihak rumah sakitpun berusaha menutupi kejadian sebenarnya kepada klien kami dengan mengatakan hanya tergores, padahal kejadian sebenarnya adalah luka sobek sepanjang 5 cm. 

Untuk itu kami melayangkan surat somasi kepada pihak RSUD, untuk menyikapi hal ini paling lambat 3 hari terhitung dari hari ini Selasa (28/01). Apabila surat somasi ini tidak di indahkan sampai dengan batas waktu yang diberikan,  maka dengan sangat menyesal kami akan menempuh jalur hukum baik secara pidana maupun perdata, tegas Tibrani.

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Dareh Drg. Chusnul Chotimah Subekti, MPH didampingi Kabid Pelayanan Dr Milana Gapar serta Kabag Hukum Pemda Dharmasraya Irwan Zamrud, SH, MH diruangannya, Selasa (28/01) membenarkan luka robek dikepala bayi tersebut.

Menurutnya, Mulyani melahirkan anak pertama itu secara Perpagina dengan Amiotomi, dikarenakan sewaktu melahirkan untuk membuka pintu keluar bayinya, pihak rumah sakit melakukan pembedahan di bahagian kemaluannya.

Disaat melakukan pembedahan tersebut, pasien terkesan tidak sanggup menahan sakit sehingga meronta yang mengakibatkan tergores kepala bayi oleh alat medis Setenga Kochhar.

Pihak rumah sakit akan bertanggung jawab dan apabila ada unsur kelalaian dari pegawai yang menangani, pihak rumah sakit akan memberi sangsi, jelas Chusnul.

#Ryan #(SSA)

Pasaman (RangkiangNagari) - Sebanyak 10 ( Sepuluh )  Unit Kendaraan Sepeda Motor untuk Operasional Polisi Pamong Praja diserahkan oleh Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis kepada petugas Pol.Pp yang bertugas di Kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman kecuali Kecamatan Mapat Tunggul dan Mapat Tunggul Selatan.
 
Penyerahan tersebut dilaksanakan pada kegiatan Apel Gabungan OPD di halaman Kantor Bupati Pasaman pada hari Senin 27 Januari 2020 yang di saksikan langsung oleh Kasat lantas Polres Pasaman, Wakil Bupati Pasaman H. Atos Pratama , Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman H.Mara Ondak Staf Ahli, Asisten Kepala OPD dan Staf.
Bupati Pasaman dalam  arahanya pada kesempatan tersebut  mengatakan Kepada Petugas Pol PP yang di berikan Kendaraan tersebut harus terlebih dahulu mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM).
Selain itu katanya kepada petugas agar dapat melaksanakan tugas sebaik baiknya dan terus dapat mengontrol keamanan dan ketertiban didaerah tugasnya masing masing, dan harus bisa menjaga dan merawat kendaraan tersebut dengan baik.
Sementara itu pada kesempatan yang sama juga di laksanakan Sosialisasi tentang Registrasi kendaraan bermotor bagi pemakai Plat merah khusus perlengkapan kendaraan standar seperti Helm , SIM dan lain sebagainya.
Kasat Lantas Polres Pasaman Iptu  Bezalia Benrova dalam penjelasanya tentang Registrasi Kelengkapan Kendaraan standar.


#Ryan #(wl).

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Sejak 2 Januari 2020, seluruh pelayanan perizinan di Kota Payakumbuh berangsur-angsur dipindahkan ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Payakumbuh, sesuai instruksi wali kota Riza Falepi untuk memangkas birokrasi dan mempermudah masyarakat dalam pelayanan publik.

Senin (27/1), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Harmayunis didampingi Kabid Pelayanan Terpadu Agus Tri Susatya menyebut pelayanan perizinan dan non perizinan yang selama ini ada di kantornya yang ada di Ibuh, seluruhnya dipindahkan ke MPP di Balaikota Eks Lapangan Poliko.

“Agar terintegrasi dalam satu tempat sesuai dengan semangat dari MPP, output kita tentu kemudahan bagi masyarakat,” katanya.

Kendati demikian, kantor DPMPTSP bakal berlakukan sebagai back office, tempat menyimpan dokumen perizinan, fungsi kesekretariatan, dan regulasi.

Kebijakan ini akan diikuti oleh seluruh OPD yang lain terkait perizinan di MPP. “Untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sedang proses, kita sedang berkoordinasi dengan Dinas PUPR,” pungkasnya. (rls)

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Hebohnya tentang virus mematikan yang berasal dari cina yang disebut Virus Corona, Rumah Sakit Umum Daerah Payakumbuh siap merujuk pasien ke RSUP M.Djamil Padang jika ada masyarakat yang terjangkit virus yang mengguncang dunia tersebut. Sebab, penyakit yang menyerang saluran pernapasan atau penyakit infeksi emergensi penularannya sangat cepat.

Direktur Pelayanan dan Penunjangan RSUD Adnaan WD, Dr. Yanti selasa 28 Januari 2020 menjelaskan, penyakit tersebut hampir sama dengan penyakit SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome. Namun, meskipun di rujuk, untuk keamanan petugas medis yang menangani pasien terdeteksi penyakit yang dapat menular dengan cepat, pihak RSUD sudah memiliki alat pelindung diri seperti masker N95.

“Untuk perawatan pasien tersuspek penyakit corona, kita merujuk ke RSUP M.Djamil Padang. Namun untuk petugas medisnya, kita sudah memiliki alat keamanan diri,” Ucap Dr. Yanti, sebagaimana dilansir semangatnews.com.

Namun, Dr. Yanti mengatakan, hingga saat ini, belum ada masyarakat yang terduga terserang virus corona.

Penyebaran virus corona yang bermula dari kota Wuhan, China menjadi ancaman serius bagi dunia. Berdasarkan data pada peta pantauan penyebaran virus Corona, sejauh ini tercatat 107 orang meninggal dunia dan 4.474 orang terinfeksi. Sejak pertama kali kali diumumkan pada 31 Desember 2019, virus Corona kini telah menyebar hingga ke 16 negara.

Seperti diketahui, Jerman dan Sri Lanka menjadi dua negara terakhir yang mengkonfirmasi adanya kasus tersebut.

Di Jerman, seorang laki-laki dari Stanberg dikonfirmasi positif virus corona pada Senin (27/1/2020), meski memiliki kondisi kesehatan yang baik.

Hingga saat ini, pasien masih dirawat di bawah pengawasan dan ditempatkan di ruang isolasi.

Sementara di Sri Lanka, kasus pertama dikonfirmasi pada Senin setelah wanita asal China berusia 40 tahun positif virus corona. Wanita tersebut diketahui tiba di Sri Lanka pada 19 Januari 2020 untuk berwisata.***

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Roni (39), adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terpaksa harus diberi obat penenang oleh dokter di RSUD Adnaan WD karena mengamuk sekitar pukul 23.30, Senin (27/) malam.

Berawal dari laporan masyarakat setempat dan babinsa kepada Satpol PP Kota Payakumbuh kalau ada warga ODGJ di Kelurahan Padang Tangah Payobadar Payakumbuh Timur yang lepas kendali atau sedang kumat.

“Setelah menerima kontak telepon dari masyarakat dan babinsa setempat, satuan penegak perda meluncur ke lokasi, dan kita juga dibantu masyarakat mengamankan ODGJ yang bernama Roni ini,” kata Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh, Devitra, sebagaimana dilansir semangatnews.com.

Sesuai kesepakatan bersama keluarga, Roni akhirnya dibawa ke UGD RSUD Adnaan WD Payakumbuh untuk mendapatkan obat penenang.

Sepulang dari rumah sakit, Satpol PP Payakumbuh terpaksa harus berjaga untuk mengawasi sampai pagi di rumah Roni, karena pihak keluarga khawatir kalau-kalau uda Roni kembali mengamuk.

“Pagi ini pihak Puskesmas Aia Tabik telah kembali memeriksa ODGJ yang diketahui sudah 6 tahun mengalami gangguan kejiwaan tersebut untuk dibawa ke rumah sakit HB Saanin Gadut, Kota Padang,” kata kasatpol PP Devitra.

Diinformasikan juga oleh pihak keluarga bahwa Roni Saputra belum beberapa hari dipulangkan dari RS HB Sanin Gadut Padang.

“Pagi ini pihak puskesmas juga berencana kembali mengantarnya kesana, sesuai instruksi Wali Kota Riza Falepi kita memanusiakan ODGJ” tutup Devitra.***

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Tim Satuan Penegak Peraturan Daerah kota Payakumbuh terus gencar melakukan razia dan patroli dilapangan guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, tak hanya merespon laporan masyarakat namun juga hampir aktif 24 jam sesuai dengan Instruksi Wali Kota Riza Falepi, terbukti dengan penertiban yang berhasil mengamankan 6 orang remaja di Taman Ontel by pass Pakan Sinayan yang sedang asyik menenggak miras, Selasa (28/1) dini hari.

Hari sudah menunjukkan pukul 02.30 WIB, keenam remaja yang terdiri dari 4 laki-laki dan 2 perempuan tersebut diamankan oleh Kabid Penegak Perda, Syafrizal bersama Kasi Penyidik Ricky Zaindra serta komandan regu David Hendri.

Kepada petugas, mereka mengaku pada pukul 01.30 WIB jalan dari pasar habis beli minuman tuak, dan sialnya mereka, berselang tepat pada pukul 02.30 WIB mereka tertangkap Tim Penegak Perda Kota Payakumbuh sedang mengkonsumsi minuman tersebut.

Mereka telah terbukti melanggar Perda Nomor 12 Tahun 2016 tentang pencegahan dan penindakan pekat dan maksiat.

“Setelah kita periksa dan introgasi itu ternyata bukan warga Kota Payakumbuh. 2 orang perempuan berasal dari Suliki yang biasa tinggal di Pekanbaru, sedangkan yang laki-laki 2 orang asal Piobang, 1 orang asal Medan dan 1 orang lagi dari Bangkinang, namun mereka mengaku bahwa orang tuanya juga asal suliki 50 kota,” kata Kabid Syafrizal.

Sementara itu, Kasatpol PP Devitra mengatakan Satpol PP juga memiliki hotline Quick Response 081213133774 untuk menerima laporan masyarakat apabila menemukan tindakan melanggar Perda di Payakumbuh.

“Kita siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati, mari sama-sama kita ciptakan lingkungan yang bersih dari pekat dan maksiat, serta jauh dari murka Allah,” kata Devitra, sebagaimana dilansir semangatnews.com.***

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Sejak beberapa pekan terakhir, Kota Payakumbuh menghadapi cuaca ekstrim, kondisi yang melanda Kota Payakumbuh ini terlihat pada Minggu (26/1) malam, belasan rumah warga di Kelurahan Bulakan Balai Kandi, Koto Nan Ampek, tergenang air akibat hujan deras yang berlangsung sejak sore.

Selain disebabakan oleh hujan yang cukup lama, genangan air juga dipicu oleh tersumbatnya saluran drainase di sepanjang kawasan rumah penduduk akibat sampah. Hasilnya, air setinggi betis orang dewasa itu sempat membuat warga khawatir dan langsung menghubungi damkar Kota Payakumbuh untuk bantuan.

Beberapa jam kemudian setelah pihak damkar dan PUPR Kota Payakumbuh melakukan penyedotan genangan air dan pembersihan kepada sampah yang berakibat banjir di rumah-rumah warga membuat air berangsur-angsur surut secara berlahan.

Wali Kota Riza Falepi, Senin (27/1) menghimbau warga untuk tertib dalam membuang sampah, Riza mengajak agar jangan lagi buang sampah ke selokan dan saluran drainase.

“Nanti banjir, kita juga yang akan menanggungnya, kepada masyarakat tercinta tertiblah buang sampah, artinya tertib waktu dan tertib lokasinya, kalau sudah banjir nanti kita semua juga bakal merasakannya, ini tidak bagus,” kata Riza.

Disamping itu, Riza juga mengajak masyarakat untuk lebih kreatif mengelola sampah plastik dengan baik, karena sampah ini lah yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab tersumbatnya selokan dan drainase.

“Kita menerima laporan dari tim quick response damkar dan BPBD, bila ada banjir atau genangan air, pasti penyebabnya sampah yang menumpuk, untuk itu mari kita sama-sama tingkatkan kesadaran dalam mengelola sampah,” pungkasnya. (rls)

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Wali Kota Riza Falepi bersama Forkopimda meresmikan grand opening Cafe Organik yang ada di Simpang 4 Payolansek, Senin (27/1) siang.

Wali Kota Riza Falepi mengatakan keberadaan kafe organik ini hebat, dimana secara langsung menunjukkan kesadaran untuk memakan makanan sehat seperti yang diterapkan masyarakat di negara maju.

“Selamat atas hadirnya cafe makanan ini disini, semoga kita lebih sadar kesehatan, kita melihat harganya lumayan terjangkau, dan ini menjadi apresiasi kita sebagai kota kuliner,” ujar Riza.

“Cara atur makan tidak berlebihan dan tentunya makanan organik, artinya menjamin masuk-masuknya zat yang tidak merusak karena bahan kimia, dan bisa diterima tubuh, apalagi dibarengi olahraga, sudah bisa kita menikmati indahnya hidup sehat,” kata Riza.

Di hadapan tamu undangan yang hadir, Riza menyebut belakangan penyakit ada yang disebabkan oleh makanan, dan orang-orang melakukandiet khusus uang menghindari makanan tertentu, bahkan ada diet ekstrim.

“Diet ini disebabkan karena targetnya menghindari penyakit yang disebabkan makanan, meskipun diet tidak langsung berpengaruh, namun lebih baik bila kita makan sesuai dengan pola hidup sehat,” kata Riza.

Permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh makanan, papar Riza, bagaimana pemerintah nantinya kewalahan dalam mengobati masyarakat, jenis penyakit sudah beralih dari penyakit ringan kepada penyakit elit seperti sakit jantung, kolesterol, stroke, ginjal, dan penyakit lainnya.

“Apalagi mengobati orang itu mahal, akhirnya BPJS jebol, karena penyakit juga, dan warga kita kadang tidak mau membayar iuran BPJSnya, akhirnya menunggak dan tidak dapat layanan kesehatan, banyak kerugiannya,” kata Riza

Pemko Payakumbuh juga selalu mengawasi makanan bersama BPOM, Riza sudah meminta BPOM untuk berkantor di Payakumbuh untuk bisa membuat seluruh komponen mawas terhadap masalah makanan.

Nandi Masykur selaku owner dari Cafe Organik menyebut usahanya ini menyediakan makanan yang sehat tanpa bahan kimia, saat ini kesulitan yang dihadapinya adalah dalam menyediakan bahan baku organik dimana masih sedikit di Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

“Makanan di Cafe Organik ini berasal dari tanaman organik dan hewan segar seperti ikan yanh bisa dikonsumsi masyarakat kita tanpa takut kontaminasi zat kimia berbahaya,” kata Nandi Masykur.

Sementara itu, Ketua DPRD Hamdi Agus dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Cafe Organik, menurutnya usaha ini sudah menyumbangkan produk yang lain dari pada yang lain dengan mengusung tema kesehatan.

“Kesehatan berpengaruh kepada lingkungan, mudah-mudahan usahanya lancar dan dapat keberkahan,” kata Hamdi Agus. (rls)

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Berlangsung di Aula Randang lantai 2 Balaikota, Pemerintah kota Payakumbuh melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah mengadakan pertemuan lanjutan, Jumat (24/1), terkait rencana pendirian bioskop XXI di kota ini.

Pertemuan yang dipimpin Asisten I, Yoherman dan dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait, diantaranya PUPR, Bappeda, Disparpora, BKD,  dan Dinas Koperasi dan UKM adalah dalam rangka menindaklanjuti keinginan investor, Asosiasi Bioskop Indonesia, yang berencana mendirikan bioskop XXI di kota ini.

Dalam diskusi tersebut Asisten I, Yoherman, mengatakan Pemko Payakumbuh akan melakukan langkah awal dengan membentuk Tim Ahli Bangunan dan Gedung (TABG), yang nantinya melakukan advokasi serta memberikan masukan secara menyeluruh terkait kelayakan bangunan yang akan dimanfaatkan.

“TABG ini, nanti bertugas memberikan rekomendasi dan advokasi serta masukan secara menyeluruh terkait kelayakan bangunan, proses pekerjaannya”, ucap Asisten I, Yoherman.

Ditambahkan Yoherman, dalam waktu dekat Pemko akan melakukan komunikasi lanjut dengan pihak investor terkait kerjasama itu.

“Dalam waktu dekat, kita akan lakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak investor,” simpul Yoherman mengakhiri. (rls)

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Diwaktu yang bersamaan Walikota Riza Falepi dan Wakil Walikota Erwin Yunaz meresmikan dua proyek pembangunan yang berada dalam kerangka Program Kota Tanpa Kumuh (KoTaKu) di Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, dan Kelurahan Balai Jariang, Kecamatan Payakumbuh Timur, Sabtu (25/1).

Walikota Riza Falepi yang hadir meresmikan program KoTaKu di Tanjuang Salo Kelurahan Parik, Muko Aia, Kecamatan Lampasi Tigo Nagari melakukan pemotongan pita didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), Marta Minanda, Camat Latina, David Bachri, lurah, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Dalam sambutannya, Walikota Riza Falepi menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat sehingga pekerjaan ini dapat selesai tepat pada waktunya, kualitas pekerjaannya rapi, hasilnya maksimal, dana terpakai melebihi perhitungan yang ada.

“Misalnya, target pekerjaan yang tadinya hanya 100 meter dapat diselesaikan 120 meter,” kata Wako Riza.

Wako Riza juga mengharapkan fasilitas yang telah dibuat ini agar dijaga dan dipelihara dengan baik.  Kemudian sesuai dengan tujuan program KoTaKu ini, agar pemukiman warga terbebas dari keadaan kumuh dan kotor, diharapkan pula agar warga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan kampung masing-masing  terutama selokan dan drainase harus terawat dan bersih dari sampah.

“Harapannya kita semua bisa memelihara dan merawat fasilitas ini dan menjaga lingkungan kita tetap bersih dan asri,” ucap Wako Riza lagi.

Dikatakan Walikota dua periode ini bahwa program KoTaKu ini sebagai bukti keseriusan dan kesungguhan pemerintah dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama Kadis Perkim, Marta Minanda, dalam laporannya menyampaikan sejak 2017, program KoTaKU telah merambah 14 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan dengan pengurangan luasan kumuh kota sebesar 59,8 Ha dan anggarannya pun cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

“Hal ini patut kita syukuri. Pada tahun 2019 ini saja 5 Milyar digelontorkan untuk menangani sejumlah titik kumuh. Meski keterbatasan anggaran daerah, Pemko Payakumbuh masih mampu melaksanakan program ini dengan baik,” ungkap Marta Minanda. (rls)


#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Sehubungan dengan telah berakhirnya tahun 2019, Anggota Koperasi PKK Cerdas Mandiri dan Sejahtera (CEMARA) mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam rangka tutup buku tahun 2019 yang dilaksanakan di Aula Kantor PKK kota Payakumbuh, Jumat (24/1) sore.

Turut hadir dalam RAT tersebut Ketua TP-PKK, Ny. Henny Riza Falepi, Wakil Ketua, Ny. Machdalena Erwin Yunaz, Kabid Dinas Koperasi dan UMKM, Faisal, beserta seluruh anggota.

Koperasi CEMARA merupakan koperasi yang lahir untuk menjawab kebutuhan PKK dalam pemenuhan kebutuhan anggota serta dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ibu-ibu PKK di kota Payakumbuh.

Dalam RAT Koperasi PKK CEMARA tahun 2020 ini dilakukan pembahasan mengenai terobosan apa saja yang akan dilakukan untuk tahun 2020. Rencananya Koperasi PKK CEMARA akan membuka galeri/minimarket.

Henny Riza Falepi, Ketua TP-PKK, yang juga pembina di Koperasi PKK CEMARA mengatakan Kegiatan RAT wajib dilaksanakan paling sedikit sekali dalam setahun. Khususnya, untuk meminta keterangan dan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas dalam melaksanakan tugasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut kita harus merubah mindset dari kuantitas menjadi kualitas. Diharapkan kita bersama dapat mengembangkan koperasi CEMARA sebagai koperasi yang tangguh, Mandiri dan berdaya saing, ujar Henny

Ditambahkannya, Pengurus Koperasi CEMARA bisa lebih berinovasi dan berkreasi dalam menjalan program berikutnya, sehingga Koperasi ini semakin berkembang dan lebih mampu memberikan kontribusi positif buat para anggotanya, tungkas Henny. (rls)

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Novandra Yudha Satria, S.IP, 27, terpilih sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kekurahan Padang Tangah Payobadar (PTP) menggantikan Edward DF yang telah habis masa periodenya.

Mantan Ketua Panwascam Kecamatan Payakumbuh Timur pada Pilpres dan Pileg 2019 lalu itu unggul atas tiga calon lainnya. Dalam pemilihan suara yang berlangsung di kantor lurah setempat dari 49 suara yang dipereburkan Yudha panggilan akrab ketua terpilih itu meraih 22 suara, Andra Sepriyandi Asra (16), Riko Saputra (9), dan Taufik (2).

Edward DF Ketua LPM Periode 2014-2019, sebelum dilakukan pemilihan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) selama memimpin LPM kelurahan berpenduduk terbanyak ketiga di Payakumbuh Timur itu. Setelah Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Payakumbuh ini menyampaikan LKPJ, peserta rapat yang terdiri dari Ketua RW 01, 02, 03, Ketua RT 01, 02, 03, 04, 05 RW 01, Ketua RT 01, 02, 03, 04 RW 02, dan RT 01, 02 RW 03 itu menyatakan menerimanya.

“Apakah kita dapat menerima LKPJ Ketua LPM Periode 2014-2019 tadi,” ujar Seprianto yang memimpin acara pemilihan Ketua LPM tersebut.

“Menerimaa,” suara peserta serentak, sebagaimana dilansir semangatnews.com.

Kepada awak media, Edward DF menyatakan puas karena LKPJnya diterima dan pemilihan Ketua LPM periode 2020-2023 berjalan lancar. “Alhamdulillah selesai satu tahap tugas kemasyarakatan. Mudah-mudahan tongkat estafet Ketua LPM ini diterima oleh orang yang tepat. Kita berharap Yudha dalam memimpin LPM ini semakin memajukan kelurahan kita ini,” ujar Edward DF.

Pesta demokrasi Kelurahan PTP dibuka Camat Payakumbuh Timur Irwan Suwandi dan dihadiri Bhabin Kamtibmas Yunitra, Bhabinsa Sarno, mantan Kepala Kelurahan PTP Israneldi, S Pd. “Kita mengharapkan di Kelurahan PTP ada ikon. Seperti Kelurahan Payobasung ikonnyo Kelurahan Gebu (Gerakan Seribu),” ujar Irwan Suwandi mantan Lurah Payobasung tersebut.***

#Ryan #E2

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) - Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi hadir dalam Hari Ulang Tahun (Hut) Organisasi Roehana Koeddoes ke 4 tahun dengan tema “Meningkatkan Emansipasi Wanita Dengan Meneladani Perjuangan Roehana Koeddoes” di Auditorium Gubernuran, Provinsi Sumatera Barat, Padang, Jumat (24/1) malam.

Hadir dalam perayaan itu Gubernur Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Nasrul Abit, Pembina Organisasi Roehana Koeddoes Nevi Zuairina, wali kota/bupati se Sumatera Barat, dan seluruh tamu undangan.

Nevi Zuairina menyebut momentum perayaan HUT Organisasi Roehana Koeddoes bukan hanya sekedar sebuah perayaan. Namun baginya lebih dari itu, perayaan merupakan salah satu bentuk refleksi atas apa yang telah dikerjakan sejak pertama kali didirikan.

“Kita jadikan HUT ke empat ini sebagai salah satu bentuk introspeksi untuk mewujudkan visi dan misi Organisasi Roehana Koeddoes. Tak hanya itu, RK juga harus mampu menjadi salah satu organisasi yang diperhitungkan dalam pemerintahan,” tegas Nevi.

Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi mengucapkan selamat HUT Roehana Koeddoes yang ke 4 tahun dan Riza sangat kagum dengan perjuangan organisasi ini, menurutnya program-program organisasi ini sangat pro kepada wanita, dan betul-betul meningkatkan emansipasi wanita.

“Program yang dijalankan oleh Roehana Koedoes sangat bagus, dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, kita sangat berharap ini dapat diteruskan dan pertahankan, ada bantuan beasiswa, ada juga penghargaan kepada wanita-wanita hebat, bahkan bantuannya tidak sedikit, kita sangat apresasi sekali, luar biasa,” kata Riza. (rls)

#Ryan #E2

Reydonnizar Moenek dalam sebuah kesempatan
PADANG (RangkiangNagari) - Nama Reydonnyzar Moenek memang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Sumbar. Lekat tangan Pj Gubernur Sumbar 2015-2016 tersebut kerap dikupas berbagai elemen masyarakat, mulai dari kedai kopi hingga acara bedah buku yang digelar perguruan tinggi. Apalagi akhir-akhir ini juga kerap diberitakan bahwa Donny Moenek, sapaan akrabnya, akan meramaikan arena Pilkada Sumbar 2020.

Nama Donny Moenek pun telah terdaftar sebagai salah seorang kandidat Gubernur Sumbar 2021-2025 di sejumlah partai politik di Sumbar. Sebut saja PDIP, PKB, PPP, Nasdem, PAN dan Golkar.

Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah ketika daftar undangan peserta penyampaian visi dan misi dari DPD Gerindra Sumbar awalnya tidak memasukkan nama Reydonnyzar Moenek ke dalam list kandidat yang akan memaparkan visi misi kandidat Gubernur Sumbar yang akan diusung Gerindra. Dalam daftar awal hanya menyebutkan 7 nama yakni Edriana, Mulyadi, Indra Catri, Syamsu Rahim, Shadiq Pasadigoe, Nasrul Abit, dan Desrio Putra. Sebagaimana diketahui, ketujuh nama ini merupakan nama-nama yang mendaftarkan diri pada masa pembukaan pendaftaran kandidat pada akhir tahun 2019 lalu.

Namun, pada undangan yang terakhir beredar, tiba-tiba muncul nama Reydonnyzar Moenek sebagai salah satu peserta bakal calon gubernur dari Gerindra.

Saat dikonfirmasi, Donny yang saat ini masih menjabat Sekjen DPD RI ini mengungkapkan bahwa penambahan namanya merupakan bentuk profesionalisme Gerindra Sumbar yang membuka diri bagi seluruh anak bangsa. “Saya mengapresiasi dan berterima kasih karena diberi kesempatan untuk tampil menyampaikan visi misi dan pandangan saya akan problematika Sumbar,” ujar Donny.

Saat ditanya apakah dirinya melakukan lobi politik dengan para petinggi partai Gerindra di tingkat pusat, Donny tersenyum sembari berkata bahwa ia selalu melakukan komunikasi politik dengan siapa saja untuk memperluas jaringan demi kemajuan Sumbar ke depan.

“Ya, Sumbar ke depan memerlukan sosok yang dapat melakukan komunikasi efektif yang dapat membuka akses Sumbar agar cepat maju dan berkembang. Faktor percepatan itu terletak pada kepemimpinan gubernur mendatang. Siapapun dia, harus berpandai-pandai dalam menjalin komunikasi dan membuka diri. Hubungan atas-bawah, kiri-kanan, semua harus bisa dirangkulnya demi, sekali lagi, untuk kemajuan Sumbar ke depan.” pungkas mantan Juru Bicara Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ini.

Adapun visi dan misi yang dipaparkan Donny Moenek di hadapan petinggi DPD Gerindra Sumbar ada 11 misi, dengan visi “Sumatera Barat Maju, Cerdas, Inovatif, dan Berkualitas“. Adapun 11 misi dimaksud  yaitu pertama, mengembangkan pendidikan berkualitas guna meningkatkan daya saing SDM. Kedua, menciptakan pemerintahan yang bersih, profesional, inovatif dan melayani. Ketiga, meningkatkan pembangunan infrastruktur publik sehingga terjamin interkonektivitas guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan mengatasi ketidakseimbangan regional antardaerah.

Ke-empat, mengembangkan dan memperkuat kemampuan perekonomian daerah yang berkeadilan, propoor, projobs, proinvestment, dan proenvironment. Kelima, menumbuhkembangkan nilai-nilai religius ABS-SBK, kerukunan antarumat beragama, dan pelestarian kebudayaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ke-enam, memberikan kemudahan Ease of Doing Bussiness (EODB) dan kepastian hukum dalam berusaha, perbesar peluang investasi untuk penciptaan lapangan kerja, serta memberi porsi besar pada pengembangan UMKM. Ketujuh, menciptakan ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Kedelapan, meningkatkan produktivitas petani dan nelayan melalui penyediaan kebutuhan dan keterampilan. Kesembilan, mewujudkan pemuda yang mandiri, cerdas, berkualitas, dan antipekat melalui pembinaan pemantapan agama, olahraga, dan seni budaya.

Kesepuluh, sinerji dan harmonisasi melalui kerja sama antar daerah dalam pengembangan dan pemantapan objek dan promosi kepariwisataan dalam dan luar negeri. Dan terakhir kesebelas, yakni peningkatan kapasitas fiskal daerah melalui berbagai terobosan dari sumber-sumber pembiayaan konvensional maupun nonkonvensional. (R.01 RN)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.