Articles by "Kuliner"

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

BATUSANGKAR (RangkiangNagari) – Siswa madrasah di Tanah Datar telah hampir sepekan melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka dengan pola shift tiap harinya.

Ribuan siswa madrasah di tingkat MI, MTs dan MA bersama gurunya dengan jadwal berselang sedari 11 Januari 2021 telah berdatangan ke madrasah. “Alhamdulillah, PBM tatap muka dalam masa pandemi sejauh ini berjalan lancar, tanpa gangguan,” kata Kasi Penmad Kankemenag Tanah Datar, Helmi Zurdi.Dihubungi, Selasa (26/1), Helmi Zuldi mengatakan puluhan madrasah dalam pembelajaran masa pandemi menerapkan disiplin protokol kesehatan (Prokes) yang ketat dengan sarana-prasarana tersedia untuk pendukung.
Dari laporan rutin dan monev yang dilaksanakan menunjukan hasil memuaskan, karena berjalan sesuai rencana, dan tak ada kasus terpapar dari klaster madrasah.Awalnya, jelas Hermi, semua guru di tingkat MA dan MTs telah melaksanakan tes swab sebagai syarat untuk boleh datang ke sekolah. Saat ini pun tengah menunggu hasil swab test sebagian guru Madrasah Ibtidayah (MI).

“Semoga, Allah SWT melindungi siswa dan gurunya selama di madrasah, dan virus itu lenyap,” tandas Kasi Penmad.

Sementara, Kepala MTsN 6 Tanah Datar, Edi Mardafuly menyebutkan siswanya pada hari pertama pembelajaran pekan lalu telah dimotivasi dengan kehadiran Bupati Zuldafri Darma. Dari 780 siswanya pada tiap rombel hanya sepertiga yang boleh datang tiap hari.

Di madrasah favorit berada di jantung Batusangkar, menurut Edi Mardafuly, telah hampir dua pekan melaksanakan proses tatap muka diikuti dengan semangat siswa dan guru. “Kehadiran siswa di madrasah dan selama proses pembelajaran menerapkan Prokes dari pakai masker, cek suhu, cuci tangan hingga jarak duduk meja yang benar-benar jadi perhatian,” katanya.

 

#Ryan

PAYAKUMBUH (RangkiangNagari) — Pemerintah Kota Payakumbuh optimistis daerah itu mampu menguasai pasar rendang di Arab Saudi dengan berbagai langkah termasuk mengikuti Pameran Produk Haji dan Umrah 2019 di negara itu.
“Kami optimistis bisa menguasai pasar rendang di Saudi ini, apalagi kita sudah memiliki sentra rendang di samping kampung rendang yang selama ini sudah eksis dan dikenal di pasar lokal, Insya Allah kami mampu menyuplai rendang dengan jumlah yang maksimal,” kata Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz di Payakukmbuh, Selasa (29/1/2019).

Setelah menghadiri pameran di penghujung tahun 2018, Pemkot Payakumbuh diwakili Wakil Wali Kota Erwin Yunaz kembali memenuhi undangan Konsulat Jenderal RI Jeddah untuk mengikuti Pameran Produk Haji dan Umrah 2019 pada 24-26 Januari di Balai Nusantara, Wisma Konjen RI Jeddah, Amru Ad Dabbagh Street, Andalus District, Al Tahlia -Jeddah.

“Hari pertama langsung ‘turun gunung’ dalam rangka mempromosikan Randang Payakumbuh di Jeddah dan Alhamdulillah langsung mendapat tanggapan positif, baik dari Konjen RI maupun pengusaha lokal sebab mendapatkan rasa asli dari sumber yang tepat dan bisa dikomunikasikan,” ujar Erwin Yunaz.

Ia menjelaskan dalam pameran tersebut, di samping membawa sampel produk Randang Payakumbuh, dirinya juga membawa buku dan video Promosi Randang Payakumbuh yang berjudul “Payakumbuh City of Randang”.

Buku tersebut merupakan produksi Dinas Kominfo Kota Payakumbuh bekerja sama dengan tenaga ahli dari Universitas Andalas.

“Insya Allah, dari promosi dan presentasi yang kita lakukan, Insya Allah sudah ada beberapa pengusaha yang siap merealisasikan pembelian Kalio Randang Payakumbuh untuk kebutuhan Haji dan Umrah,” ungkapnya.

Wawako Erwin Optimis Randang Payakumbuh bisa memenuhi kebutuhan pasar haji dan umrah mengingat Payakumbuh telah memiliki sarana produksi yang cukup lengkap.

Pada kesempatan itu, Erwin berkesempatan menyerahkan buku “Payakumbuh The City of Randang” kepada Chairman Kamar Dagang Makkah, Mr Hisyam Muhammad Kaaki dan Konjen RI Jeddah, Dr Muhamad Hery Saripudin.

Pameran kali ini dihadiri oleh 72 perusahaan catering dari Mekkah, Madinah dan Jeddah serta 133 hotel di Madinah dan 158 hotel di Mekkah yang digunakan di musim haji 2018, sebagai calon pembeli.
Erwin mengatakan Indonesia merupakan penyumbang terbesar jamaah haji dan umrah ke Arab Saudi. Di tahun 2018, tercatat 221.000 jamaah haji dan 1,2 juta jamaah umrah berasal dari Indonesia. Jika dirata-ratakan, setiap bulan terdapat 118.000 warga negara Indonesia yang berada di Jeddah, Mekkah dan Madinah.

“Jumlah tersebut merupakan peluang pasar yang sangat besar dan perlu dioptimalkan khususnya bagi berbagai produk makanan khas Indonesia termasuk Rendang yang merupakan produk khas Ranah Minang,” jelasnya.

Sadar akan peluang itu, upaya promosi terus dilakukan oleh Pemko Payakumbuh, ke pusat pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah, yaitu Arab Saudi.

#Ryan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.