Articles by "News"

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) -  Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok terus mengalir dari berbagai pihak. Kali ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Solok menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah tersebut (5/10/26)

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pertanahan Kabupaten Solok, Fio Rezano, SE, MM, bersama jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Solok.

Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus solidaritas jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Solok terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.

Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang terdampak banjir bandang atau galodo yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Solok.

Melalui bantuan tersebut, Kantor Pertanahan Kabupaten Solok berharap dapat ikut meringankan beban masyarakat yang terdampak di tengah proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Selain bantuan secara langsung, kepedulian tersebut juga menjadi gambaran pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi kondisi darurat. Dukungan dari berbagai elemen yang dinilai menjadi kekuatan bersama untuk membantu masyarakat melewati masa sulit akibat bencana.

Kantor Pertanahan Kabupaten Solok berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi bencana.

Penyaluran bantuan ini juga menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga kebencanaan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung proses pemulihan masyarakat dan daerah terdampak.(Liza)

Kabupten Solok (Rangkiangnagari) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memastikan warga yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok mendapatkan penanganan yang diperlukan, khususnya mereka yang membutuhkan layanan kesehatan. Hal tersebut dilakukan Wapres saat mengunjungi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro, Jalan Kayu Aro, Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Jumat (25/09/2026).

Saat berdialog langsung dengan warga mengenai kondisi dan kebutuhan mereka, Wapres mendapati Yulna Yenita (55), salah satu pengungsi yang mengalami luka pada kakinya akibat tertusuk paku saat banjir bandang terjadi.

“Jadi, ibu yang ada kemarin nginjak paku? Sudah diperiksakan?”, tanya Wapres kepada Yulna.

Wapres pun menanyakan kesediaan Yulna untuk segera menjalani pemeriksaan medis. Ia memastikan dokter yang mendampinginya siap memberikan penanganan awal di lokasi.

"Ibu mau periksa sekarang? Di sini ada dokter," tambah Wapres.

Wapres kemudian meminta dokter pribadinya yang juga mendampingi kunjungan untuk segera memeriksa kondisi Yulna. Setelah menjalani pemeriksaan awal, Yulna dirujuk ke RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Wapres juga berbincang dengan Oktafirnus (43), warga terdampak lainnya yang mengeluhkan riwayat sesak napas dan batuk berdarah. Ketika ditanya apakah sebelumnya telah memeriksakan diri ke rumah sakit, Oktafirnus mengaku belum pernah menjalani pemeriksaan karena terkendala biaya dan kepesertaan BPJS.

“Belum pernah periksa karena tidak punya biaya dan BPJS,” ungkap Oktafirnus.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Wapres meminta dokter pribadinya untuk memberikan penanganan awal serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna membantu kelengkapan administrasi kesehatan Oktafirnus. Dengan demikian, ia dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan di rumah sakit.

Wapres menekankan bahwa penanganan bencana harus memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak, penyandang disabilitas, usia, ibu hamil, serta warga dengan penyakit penyerta.

“Prioritaskan kelompok rentan, tidak hanya yang datang ke rumah sakit, tetapi juga yang berada di pengungsian. Pantau secara berkala, lakukan kunjungan ke posko dan pengungsian mandiri,” tegas Wapres kepada jajarannya.

Ia juga meminta agar kelompok rentan terlindungi secara berkala, baik di fasilitas kesehatan maupun di lokasi pengungsian, sehingga kebutuhan kesehatan mereka dapat segera ditindaklanjuti selama masa tanggap darurat.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Selasa 22 September 2026 Bupati Solok Jon Firman Pandu turun langsung meninjau kondisi wilayah yang terdampak bencana banjir bandang di Arosuka Kabupaten Solok yang terjadi pada Senin 21 September 2026 jam 19 : 53 Wib.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Solok terhadap bencana yang melanda masyarakat. Bupati Jon Firman Pandu melihat secara langsung kondisi kawasan terdampak serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.

Juga terlihat hadir Gubernur Sumatera Barat  Mahyeldi Ansharullah dan di dampingi Oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, Bupati Solok juga di dampingi oleh Wabub Solok H. Candra,Pj Sekda Kab Solok Masheri Yanda Boy, Anggota DPRD Kab Solok, Asisten, Kalaksa BPBD Kab Solok, Kepala OPD serta intansi Terkait lainya.

Dalam kunjungannya, Bupati juga berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah, perangkat nagari, petugas penanggulangan bencana, serta unsur terkait lainnya guna memastikan proses penanganan berjalan secara cepat dan terkoordinasi.

“Kita turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan penanganan terhadap dampak bencana dapat dilakukan secepat mungkin. Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat serta memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat ditangani segera,” ujar Jon Firman Pandu.

Bupati meminta seluruh unsur terkait untuk bergerak bersama dalam penanganan pascabencana, termasuk melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta memastikan akses dan fasilitas umum yang terdampak dapat segera ditangani.

Pemerintah Kabupaten Solok juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem dan bencana susulan. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas serta segera melaporkan apabila terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi,” kata Bupati.

Pemda Kab Solok sudah menyediakan  tenda Pengunsian Dan Posko Bencana yang terletak di  depan Perkantoran Bupati dan di depan Kantor BPJS Kab Solok, pada POSKO Bencana juga terdapat informasi yang di butuhkan seputaran Bencana.

Mengenai Fasilitas perkantoran yang terdapak di antaranya ada 11 dinas, tetapi diantaranya yang terlihat fatal ada dinas DPMN, PUPR, Pariwisata, Dinas Kesehatan,Barenlitbang, Inspektorat, Pendapatan Daerah Kab Solok serta Sekretariat DPRD Kab Solok.

Peninjauan langsung ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Solok dalam memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus mempercepat langkah penanganan terhadap dampak banjir bandang di wilayah Arosuka.

Dalam hal ini Pemerintah Kab Solok akan menerbitkan Status Tanggap Bencana per hari ini, agar proses evakuasi dan kegitan pembersihan berjalan dengan lancar.

Data Korban Sementara Sebagai Berikut :
1. AG 59 th (Belum ditemukan)
2. ⁠DA 21 th (Belum ditemukan)
3. ⁠Ml 54 th (RSUD Aro Suka)
4. ⁠MN 57 th (SPH Padang)
5. ⁠AS 66 th (RSUD Aro Suka)
6. ⁠YN 45 th (RSUD Aro Suka).(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kota Solok menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana galodo di Arosuka. Wali Kota Solok Dani Kirana Putra bersama Wakil Wali Kota Sruyadi Nurdal, Sekretaris Daerah Desmon, dan Ketua TP PKK Kota Solok menyerahkan bantuan secara langsung di Arosuka, Rabu (23/09).

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama Panglima Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol (Pangdam XX/TIB), Mayjen TNI Arief Gajah Mada.
Tidak hanya berupa bantuan materi, Pemko Solok juga mengerahkan sejumlah personel dan sarana pendukung untuk membantu penanganan dampak bencana.
Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai sebesar Rp100 juta, perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari, kasur, selimut, terpal, makanan siap saji, serta kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak.
Pemko Solok juga melepas tim relawan Tahqna, Tim Reaksi Cepat (TRC), Satpol PP, petugas kebersihan, personel Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim-LH), dan petugas PDAM.
Selain itu, empat unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit truk sampah turut dikerahkan untuk mendukung proses penanganan di lokasi bencana.
Wali Kota Solok Dani Kirana Putra mengatakan, pengerahan personel dan peralatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membantu masyarakat Kabupaten Solok dalam menghadapi kondisi pascabencana.
“Kami melepas secara resmi tim relawan, empat unit pemadam kebakaran, dua truk sampah dan seluruh pasukan yang ada,” ujar Dani.
Menurutnya, Pemko Solok juga telah menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar, termasuk sembako dan makanan untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak.
“Kami siapkan gaslub, sembako untuk dibagikan kepada warga masyarakat kita,” katanya.
Dani menambahkan, bantuan dana sebesar Rp100 juta juga telah disalurkan melalui mekanisme transfer ke rekening BPD agar dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan dukungan Pemerintah Kota Solok. Ia menilai hubungan Kota dan Kabupaten Solok tidak dapat dipisahkan, terutama dalam menghadapi kondisi darurat seperti bencana.
Ia mengapresiasi kedatangan Wali Kota, Wakil Wali Kota beserta jajaran yang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu penanganan bencana.
“Sekali lagi terima kasih Pak Wali Kota, Bapak Wakil Wali Kota dan jajaran,” ucapnya.
Solidaritas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat upaya penanganan dan pemulihan pascabencana galodo di Arosuka.(Liza)

‎Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - 24 September 2026 Memasuki hari ketiga masa tanggap darurat bencana banjir bandang, Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH bersama unsur pimpinan DPRD, BPBD, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, anggota DPRD, serta kepala OPD meninjau langsung proses penanganan dan pembersihan material banjir bandang di kawasan sekitar perkantoran Bupati Solok, Kamis (24/09).
‎
‎Dalam peninjauan tersebut, terlihat material-material yang terbawa banjir bandang perlahan mulai dibersihkan. Batu-batu berukuran besar yang sebelumnya menutupi sejumlah titik telah mulai dihancurkan dan dipindahkan, sementara material lumpur juga terus dikeruk menggunakan alat berat.
‎
‎Proses pembersihan dilakukan secara bertahap untuk membuka kembali akses dan membersihkan kawasan yang terdampak. Sejumlah unsur terus dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lokasi.
‎
‎Dukungan juga datang dari berbagai pihak, mulai dari TNI dan Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah se-Sumatera Barat, pemerintah pusat, BUMD, pihak swasta, relawan dari berbagai daerah, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, masyarakat, serta berbagai unsur lainnya.
‎
‎Bupati Solok menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan serta kepedulian seluruh pihak yang telah bersama-sama bergotong royong membantu proses penanganan pascabencana.
‎
‎“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Solok, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan membantu masyarakat kita yang terdampak bencana banjir bandang,” ujar Bupati Solok.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah perangkat daerah terkait melaksanakan rapat verifikasi dan validasi data rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Sabtu (26/09).

Rapat ini menjadi bagian penting dalam memastikan data rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Data tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB sebagai salah satu dasar dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Rapat dihadiri oleh perwakilan BNPB, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok, Kepala Bapelitbang Kabupaten Solok, Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok, Camat Gunung Talang, Wali Nagari Batang Barus serta Wali Nagari Koto Gaek Guguak.

Dalam rapat tersebut dilakukan pembahasan secara bersama terhadap hasil pendataan rumah masyarakat yang terdampak bencana. Verifikasi dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, pemerintahan nagari hingga instansi yang memiliki data pendukung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok, Retny Humaira, ST, menyampaikan bahwa proses verifikasi perlu dilakukan secara berlapis untuk memastikan setiap data yang diajukan benar-benar sesuai dengan kondisi dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

"Kita berharap seluruh pihak terkait dapat membantu melakukan verifikasi secara berlapis, sehingga rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo dapat ditangani dan mendapatkan bantuan sesuai dengan kriteria serta ketentuan yang telah ditetapkan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Solok, Bambang Suryanggono, S.ST., M.Ec.Dev, mengatakan bahwa penyelesaian proses verifikasi dan validasi data menjadi hal penting sebelum dilakukan sinkronisasi data secara lebih lanjut.

Ia berharap keseluruhan proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga BPS dapat membantu dalam proses sinkronisasi menuju data tunggal. Dengan demikian, data penerima bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana dapat lebih akurat dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

"Kami berharap proses verifikasi dan validasi ini dapat segera diselesaikan. Setelah itu, BPS dapat membantu proses sinkronisasi data tunggal sehingga bantuan perbaikan rumah dapat diberikan berdasarkan data yang akurat dan tepat sasaran," kata Bambang.

Dari sisi administrasi kependudukan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok, Romi Hendrawan, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemadanan data kependudukan masyarakat yang menjadi korban terdampak bencana.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah data yang belum dapat ditemukan secara langsung. Kondisi tersebut antara lain disebabkan adanya data Nomor Kartu Keluarga (KK) maupun Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang belum lengkap, sehingga membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.

"Di Disdukcapil kami telah melakukan pemadanan data kependudukan para korban. Namun masih ada beberapa data yang belum ditemukan karena nomor KK ataupun NIK yang disampaikan belum lengkap. Untuk itu perlu koordinasi lebih detail dengan pihak terkait agar data tersebut dapat ditemukan melalui aplikasi SIAK," jelasnya.

Perwakilan BNPB, Didien Julianda Novanti, dalam kesempatan tersebut mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Solok dapat segera menuntaskan proses verifikasi dan validasi data rumah terdampak.

Menurutnya, kelengkapan dan ketepatan data menjadi bagian penting dalam mendukung proses penanganan pascabencana, khususnya terhadap masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana galodo.
"Data ini diharapkan dapat segera dituntaskan oleh pemerintah daerah, sehingga proses penanganan terhadap rumah masyarakat yang terdampak bencana dapat segera dilakukan," ujarnya.

Melalui rapat tersebut, seluruh pihak terkait berkomitmen untuk menyelesaikan proses verifikasi dan validasi secara cermat. Data yang telah diverifikasi nantinya menjadi bahan untuk proses lebih lanjut dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui mekanisme yang ditetapkan Pemerintah Pusat.
Pemerintah Kabupaten Solok
 berharap proses tersebut dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data yang akurat, sehingga upaya pemulihan rumah masyarakat terdampak bencana galodo dapat dilakukan secara tepat, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah perangkat daerah terkait melaksanakan rapat verifikasi dan validasi data rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Sabtu (26/09).

Rapat ini menjadi bagian penting dalam memastikan data rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Data tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB sebagai salah satu dasar dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Rapat dihadiri oleh perwakilan BNPB, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok, Kepala Bapelitbang Kabupaten Solok, Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok, Camat Gunung Talang, Wali Nagari Batang Barus serta Wali Nagari Koto Gaek Guguak.

Dalam rapat tersebut dilakukan pembahasan secara bersama terhadap hasil pendataan rumah masyarakat yang terdampak bencana. Verifikasi dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, pemerintahan nagari hingga instansi yang memiliki data pendukung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok, Retny Humaira, ST, menyampaikan bahwa proses verifikasi perlu dilakukan secara berlapis untuk memastikan setiap data yang diajukan benar-benar sesuai dengan kondisi dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

"Kita berharap seluruh pihak terkait dapat membantu melakukan verifikasi secara berlapis, sehingga rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo dapat ditangani dan mendapatkan bantuan sesuai dengan kriteria serta ketentuan yang telah ditetapkan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Solok, Bambang Suryanggono, S.ST., M.Ec.Dev, mengatakan bahwa penyelesaian proses verifikasi dan validasi data menjadi hal penting sebelum dilakukan sinkronisasi data secara lebih lanjut.

Ia berharap keseluruhan proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga BPS dapat membantu dalam proses sinkronisasi menuju data tunggal. Dengan demikian, data penerima bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana dapat lebih akurat dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

"Kami berharap proses verifikasi dan validasi ini dapat segera diselesaikan. Setelah itu, BPS dapat membantu proses sinkronisasi data tunggal sehingga bantuan perbaikan rumah dapat diberikan berdasarkan data yang akurat dan tepat sasaran," kata Bambang.

Dari sisi administrasi kependudukan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok, Romi Hendrawan, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemadanan data kependudukan masyarakat yang menjadi korban terdampak bencana.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah data yang belum dapat ditemukan secara langsung. Kondisi tersebut antara lain disebabkan adanya data Nomor Kartu Keluarga (KK) maupun Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang belum lengkap, sehingga membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.

"Di Disdukcapil kami telah melakukan pemadanan data kependudukan para korban. Namun masih ada beberapa data yang belum ditemukan karena nomor KK ataupun NIK yang disampaikan belum lengkap. Untuk itu perlu koordinasi lebih detail dengan pihak terkait agar data tersebut dapat ditemukan melalui aplikasi SIAK," jelasnya.

Perwakilan BNPB, Didien Julianda Novanti, dalam kesempatan tersebut mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Solok dapat segera menuntaskan proses verifikasi dan validasi data rumah terdampak.

Menurutnya, kelengkapan dan ketepatan data menjadi bagian penting dalam mendukung proses penanganan pascabencana, khususnya terhadap masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana galodo.
"Data ini diharapkan dapat segera dituntaskan oleh pemerintah daerah, sehingga proses penanganan terhadap rumah masyarakat yang terdampak bencana dapat segera dilakukan," ujarnya.

Melalui rapat tersebut, seluruh pihak terkait berkomitmen untuk menyelesaikan proses verifikasi dan validasi secara cermat. Data yang telah diverifikasi nantinya menjadi bahan untuk proses lebih lanjut dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui mekanisme yang ditetapkan Pemerintah Pusat.
Pemerintah Kabupaten Solok
 berharap proses tersebut dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data yang akurat, sehingga upaya pemulihan rumah masyarakat terdampak bencana galodo dapat dilakukan secara tepat, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok bersama unsur TNI, Polri, BPBD, BNPB, OPD terkait serta berbagai instansi dan relawan melaksanakan rapat evaluasi penanganan bencana di Posko Utama Kabupaten Solok, Minggu malam, 27 September 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Rapat evaluasi tersebut digelar untuk melihat perkembangan penanganan pascabencana, mengevaluasi pekerjaan yang telah dilaksanakan, sekaligus menyusun strategi dan pembagian tugas untuk percepatan pembersihan serta pemulihan di sejumlah lokasi terdampak.

Dalam evaluasi tersebut, Kodim 0309 menyampaikan bahwa pekerjaan pembersihan di kawasan perumahan telah mencapai sekitar 80 persen. Kodim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah bekerja sama dalam penanganan bencana dan mengimbau instansi yang belum bergabung agar dapat turut berpartisipasi dalam upaya percepatan pemulihan.

Untuk kegiatan selanjutnya, rapat evaluasi akan dilaksanakan pada malam hari guna mengevaluasi hasil pekerjaan dan mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pada hari berikutnya.

Pada pelaksanaan kegiatan Senin, 28 September 2026, disiapkan sejumlah personel gabungan yang terdiri dari 150 personel TNI, 80 personel Polri, 25 personel TNI AL, 35 personel Brimob, 40 personel Satpol PP, 30 personel Damkar, 9 personel BPBD Sawahlunto, 5 personel BPBD Dharmasraya, serta 10 personel BPBD Kabupaten Solok.

Dari unsur TNI AL dilaporkan telah dilakukan pembersihan di dua lokasi, yakni kawasan DPMN dan perumahan masyarakat. Pembersihan di perumahan masyarakat telah dinyatakan selesai, namun masih diperlukan penyemprotan air untuk membersihkan sisa lumpur di bahu jalan. Sementara itu, pembersihan di kawasan DPMN masih terkendala banyaknya batu dan material lumpur.

TNI AL juga mengusulkan agar pegawai dari kantor yang menjadi lokasi pembersihan dapat turut membantu dan bekerja sama dengan personel di lapangan sehingga proses pembersihan dapat diselesaikan lebih cepat.

Sementara itu, unsur Brimob menyampaikan perlunya mengoptimalkan kembali keterlibatan relawan untuk membantu pembersihan kawasan perkantoran. Pengendalian peralatan juga perlu diperhatikan agar seluruh alat yang digunakan dapat beroperasi secara maksimal dan tidak ada peralatan yang berhenti bekerja.

Untuk kawasan Kantor Inspektorat, progres pembersihan telah mencapai sekitar 80 persen, sedangkan pembersihan di kawasan DPRD Kabupaten Solok direncanakan dilaksanakan pada Senin.

Dari unsur Polres, pembersihan di kawasan perumahan juga telah mencapai hampir 80 persen. Mengingat sejumlah alat berat telah terkonsentrasi di kawasan perumahan, maka untuk kegiatan berikutnya alat berat akan diarahkan ke kawasan perkantoran.

Polres juga mengingatkan agar pengoperasian alat berat diiringi dengan ketersediaan mobil dump truck sehingga material hasil pembersihan dapat segera diangkut dan tidak menumpuk di lokasi.

Dukungan Satpol PP dan Damkar

Satpol PP dan Damkar menyampaikan bahwa penanganan bencana juga mendapat dukungan dari Damkar Kota Bukittinggi, Damkar Kabupaten Sijunjung dan Damkar Kota Sawahlunto.

Untuk kegiatan berikutnya, disiapkan 40 personel Satpol PP dan 30 personel Damkar sesuai kebutuhan penanganan di lapangan. Dukungan dari Damkar kabupaten dan kota lainnya masih diperlukan, terutama karena adanya kendala biaya operasional.

Hingga saat ini, kebutuhan operasional bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung kegiatan penanganan telah mencapai sekitar 1.500 liter.

Percepatan Pembersihan dan Infrastruktur

Dinas Pekerjaan Umum menyampaikan sejumlah dukungan peralatan untuk percepatan penanganan. Beberapa alat berat dari BPJN telah ditarik, namun terdapat perpanjangan penggunaan alat berat selama tiga hari. Saat ini BPJN mengoperasikan empat unit alat untuk mendukung pembersihan di kawasan DPRD, gerbang Kantor DPRD dan perumahan.

Selain itu, pekerjaan juga diarahkan pada pembersihan drainase, bahu jalan dan normalisasi sungai. Terdapat tambahan lima unit dump truck serta dukungan alat berat lainnya, termasuk excavator untuk membantu pembersihan di sejumlah OPD.

Pekerjaan di kawasan Sekretariat DPRD, Inspektorat Daerah dan Dinas Pariwisata juga dijadwalkan dapat dilaksanakan pada Senin. Sementara itu, normalisasi sungai tetap dilakukan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS).

Masing-masing OPD juga diminta menyiapkan surat terkait penanganan dalam situasi tanggap darurat sebagai bagian dari dukungan administrasi pelaksanaan kegiatan.

DLH Fokus Angkut Material dan Sampah

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turut memperkuat penanganan dengan melaksanakan pembersihan dan pengangkutan sampah menggunakan tiga unit truk.

Material hasil pembersihan diarahkan ke empat titik pembuangan, yakni kawasan Polres Arosuka, Jalur Dua Roda Minang, THKW dan Jorong Lubuk Selasih.

DLH sebelumnya juga telah melakukan penyisiran di kompleks kantor DPMN dan Dinas Pertanian serta melaksanakan gotong royong secara manual. Untuk mempercepat pengangkutan, direncanakan penambahan enam unit dump truck.

Kondisi Pengungsi dan Dapur Umum

Dinas Sosial melaporkan terdapat titik pengungsian di rumah Wakil Bupati dan Guest House. Pengungsi yang sebelumnya berada di Guest House telah kembali ke rumah masing-masing, sedangkan di rumah Wakil Bupati masih terdapat sekitar 30 jiwa.

Selain pengungsian terpusat, terdapat masyarakat yang melakukan pengungsian secara mandiri.

Untuk kebutuhan konsumsi, telah disiapkan sekitar 1.900 bungkus makanan, termasuk dukungan sembako bagi warga di Perumahan Griya serta personel TNI. Operasional dapur umum juga mendapat dukungan dari Dinas Sosial Provinsi.

Pelayanan Kesehatan dan Kebutuhan Air Bersih

Dinas Kesehatan melaporkan masih terdapat dua pasien yang dirawat di RSUP M. Djamil Padang, sementara terdapat sembilan orang dengan luka ringan.

Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah keterbatasan air bersih. Dinas Kesehatan juga telah melakukan pendataan dan penanganan terhadap kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Selain pelayanan kesehatan, dilakukan pula kegiatan pemulihan psikologis atau trauma healing di Pos Pemuda bagi masyarakat terdampak.

Perbaikan Jaringan Air Bersih

PDAM melaporkan kerusakan pada pipa utama yang terdampak mulai dari kawasan Perumahan Kayu Aro hingga kawasan perkantoran.

PDAM telah berkoordinasi dengan Kepala Balai untuk pengadaan pipa. Pekerjaan perbaikan juga terus dilakukan, termasuk pengerjaan pipa di depan Kantor Bupati, meskipun masih menghadapi kendala peralatan dan proses pemindahan material batu.

Ditargetkan kawasan perkantoran dapat kembali memperoleh aliran air pada Senin. Dukungan tambahan juga akan diberikan oleh PT Wijaya Karya sebanyak tujuh orang.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, distribusi air akan dilakukan menggunakan mobil tangki.

Pendataan Rumah Terdampak

Dinas PUPR menyampaikan hasil pendataan rumah terdampak bencana yang telah dilakukan secara cepat dan divalidasi bersama pihak nagari.

Dari hasil pendataan tersebut terdapat:

* 18 unit rumah rusak berat
* 11 unit rumah rusak sedang
* 39 unit rumah rusak ringan
* 1 unit rumah terendam
* 3 unit rumah rawan

Total terdapat 72 unit rumah yang akan ditindaklanjuti melalui SK Bupati sebagai dasar penanganan selanjutnya, termasuk untuk kebutuhan Dana Tunggu Hunian (DTH).

Data tersebut telah divalidasi bersama pihak nagari dan selanjutnya dilakukan verifikasi bersama unsur Forkopimda.

Arahan BPBD dan BNPB

BPBD menyampaikan adanya tambahan tiga unit dump truck untuk mendukung proses pembersihan.

BPBD juga mengharapkan peran aktif para ASN, khususnya pegawai yang kantornya terdampak, untuk dapat hadir dan membantu proses pembersihan di kantor masing-masing. Kepala OPD terkait juga diharapkan dapat hadir apabila kantor atau fasilitas yang menjadi tanggung jawabnya terdampak bencana.

Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang sebelumnya bekerja di kawasan perumahan juga diarahkan untuk membantu proses pembersihan di kawasan perkantoran. Selain itu, peralatan semprot BPBD akan diberdayakan untuk membantu proses penyemprotan di kawasan perkantoran.

Dari unsur BNPB, dilakukan kajian menggunakan aplikasi InaRISK di kawasan perumahan untuk memperoleh gambaran risiko dan kondisi terdampak secara lebih mendalam.

BNPB juga menyoroti masih adanya alat berat di kawasan perumahan yang belum dapat bekerja secara optimal akibat kendala BBM. Selain pembersihan kawasan terdampak, percepatan penanganan juga dilakukan melalui normalisasi sungai serta pemenuhan kebutuhan Dana Tunggu Hunian (DTH).

Melalui rapat evaluasi ini, seluruh unsur yang terlibat diharapkan terus memperkuat koordinasi dan gotong royong di lapangan. Percepatan pembersihan kawasan perumahan, perkantoran, fasilitas umum, drainase, jalan dan sungai menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok.

Pemerintah Kabupaten Solok bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan penanganan berjalan efektif, terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana galodo di Kabupaten Solok kembali ditunjukkan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. Ketua IAD Daerah Sumatera Barat, Ny. Septie Dedie, menyerahkan bantuan sosial bagi warga terdampak bencana di Posko Kejaksaan RI Peduli Bencana, Senin (28/09).

Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, S.H., M.H., Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Ketua TP PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., Ketua GOW Kabupaten Solok Ny. Lian Oktavia Candra, S.Pd., serta sejumlah pejabat daerah.
Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Solok Nurwendah Arumsari, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, S.Farm., Apt., dan sejumlah kepala OPD terkait.

Ny. Septie Dedie mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar Kejaksaan melalui IAD terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Semoga masyarakat diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Ny. Septie.
Menurutnya, kehadiran IAD tidak hanya diwujudkan melalui bantuan logistik, tetapi juga dengan memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang sedang menjalani masa sulit akibat bencana.

Bantuan kemudian diterima Pemerintah Kabupaten Solok untuk selanjutnya disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Wakil Bupati Solok H. Candra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian IAD Kejati Sumbar.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari IAD Kejati Sumatera Barat. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang saat ini membutuhkan perhatian dan dukungan,” katanya.
Candra berharap kepedulian berbagai pihak terus memperkuat semangat kebersamaan dalam penanganan pascabencana.

Usai penyerahan bantuan, Ny. Septie Dedie bersama Kajati Sumbar dan rombongan melanjutkan kunjungan langsung ke sejumlah lokasi terdampak galodo.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi warga dan lingkungan terdampak sekaligus memberikan dukungan moril.
Bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana, kehadiran IAD menjadi bagian dari dukungan lintas lembaga untuk membantu proses pemulihan Kabupaten Solok.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana galodo di Arosuka. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, kepada masyarakat terdampak, Senin (29/09).

Penyerahan bantuan berlangsung dengan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy, SH, Kepala BPBD Kabupaten Solok Khairul, S.Sos, Pimpinan Cabang BRI Kabupaten Solok Riandi Rinaldi Tabrani, sejumlah kepala OPD, serta masyarakat korban dan terdampak galodo.

Kepala BPBD Kabupaten Solok Khairul, S.Sos, mengawali kegiatan dengan menyampaikan arahan terkait penanganan bencana dan dukungan yang diperlukan masyarakat terdampak.

Sementara itu, Penjabat Sekda Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam penanganan pascabencana.

Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, OPD, BPBD dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan.

Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan, penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana galodo.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat sekaligus membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Bupati juga menegaskan pentingnya kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.

“Pemerintah Kabupaten Solok bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya melakukan penanganan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Jon Firman Pandu.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat korban terdampak galodo di Arosuka oleh Bupati Solok bersama jajaran.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Solok, BRI, BPBD, jajaran OPD dan masyarakat terdampak.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat proses pemulihan warga terdampak bencana galodo di Arosuka.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Ada saat ketika sebuah bencana tidak cukup hanya dijawab dengan kehadiran. Ia membutuhkan keteguhan, koordinasi, dan kesungguhan untuk memastikan masyarakat yang terdampak benar-benar dapat kembali menata kehidupannya.

Semangat itulah yang terlihat dalam kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Ir. Dody Hanggodo, M.P.E. ke kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Rabu (30/09).

Kedatangan Menteri PU tersebut disambut langsung oleh Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H. bersama Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. Kunjungan dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi kawasan yang terdampak banjir bandang atau galodo sekaligus membahas langkah penanganan dan pemulihan infrastruktur.

Bagi Pemerintah Kabupaten Solok, kehadiran pemerintah pusat secara langsung bukan sekadar sebuah kunjungan kerja. Di tengah situasi pascabencana, kehadiran tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan dapat dilihat, dipahami dan ditindaklanjuti secara nyata.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., M.M., perwakilan Kementerian Dalam Negeri Dr. Handayani Ningrum, para kepala balai Kementerian PU se-Sumatera Barat, unsur Forkopimda serta jajaran pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

Bencana galodo yang menerjang kawasan Arosuka sebelumnya memberikan dampak terhadap permukiman masyarakat, fasilitas pemerintahan dan sejumlah infrastruktur di sekitar aliran Sungai Batang Baliang.

Karena itu, penanganan tidak dapat berhenti pada pembersihan material bencana.

Yang dibutuhkan adalah pekerjaan yang terukur: bagaimana aliran sungai kembali berfungsi, bagaimana infrastruktur dipulihkan, bagaimana fasilitas publik dapat digunakan kembali, dan yang tidak kalah penting, bagaimana risiko bencana serupa dapat dikurangi pada masa mendatang.

Kementerian PU sendiri telah melakukan berbagai langkah penanganan di kawasan Arosuka, termasuk pemeriksaan bangunan pemerintah, pembersihan fasilitas publik, penanganan jaringan air bersih, akses jalan serta aliran sungai. Hingga 25 September 2026, tercatat 14 bangunan pemerintah di kawasan perkantoran Arosuka telah diperiksa dan ditangani dalam rangka pemulihan pascabencana.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody meninjau langsung kondisi lapangan dan mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan penanganan yang masih diperlukan.


Salah satu persoalan penting yang menjadi perhatian adalah pengendalian material banjir dari kawasan hulu.

Sehari sebelumnya, Menteri Dody juga telah meninjau kawasan Arosuka pada Selasa malam (29/9/2026). Dalam kunjungan itu, ia melihat kondisi Sungai Batang Baliang setelah hujan sekaligus memantau pekerjaan darurat yang dilakukan jajaran Kementerian PU dan BUMN Karya.

Dody menginstruksikan percepatan pembangunan Sabo Dam di bagian hulu sungai sebagai salah satu langkah mitigasi untuk menahan material yang berpotensi terbawa arus menuju kawasan hilir.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa penanganan pascagalodo tidak hanya berbicara tentang hari ini.

Ada pekerjaan darurat yang harus segera diselesaikan. Namun pada saat yang sama, ada pekerjaan jangka panjang yang harus mulai dipikirkan agar masyarakat memiliki perlindungan yang lebih baik.

Di hadapan Menteri PU, Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan kondisi terkini wilayah yang terdampak serta berbagai kebutuhan penanganan yang masih diperlukan pemerintah daerah.

Bupati menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kedatangan pemerintah pusat secara langsung ke Kabupaten Solok.

Bagi Pemerintah Kabupaten Solok, koordinasi seperti ini penting karena penanganan bencana tidak mungkin dibebankan kepada satu pihak saja.

Pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Pemerintah pusat membutuhkan informasi yang akurat dari daerah. Sementara masyarakat membutuhkan kepastian bahwa proses pemulihan benar-benar berjalan.

Sementara itu, Menteri PU menegaskan bahwa kondisi lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan. Infrastruktur yang rusak maupun terdampak harus ditangani berdasarkan kebutuhan dan kondisi faktual di lapangan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan penanganan yang selama ini dilakukan Kementerian PU di Arosuka, termasuk normalisasi aliran sungai, pembersihan material dan upaya memperlancar aliran air untuk mengurangi risiko banjir susulan.

Galodo telah meninggalkan pekerjaan besar bagi Kabupaten Solok.

Membersihkan lumpur dan material hanyalah tahap awal. Setelah itu, masih ada jalan yang harus diperbaiki, fasilitas publik yang harus dipulihkan, sungai yang harus ditata, serta sistem pengendalian banjir yang perlu diperkuat.

Karena itu, kunjungan Menteri PU bersama pimpinan Pemerintah Kabupaten Solok memiliki arti lebih luas.

Ia menjadi ruang untuk mempertemukan apa yang dibutuhkan masyarakat di lapangan dengan apa yang dapat dikerjakan pemerintah.

Dan pada akhirnya, ukuran keberhasilan penanganan bencana bukanlah seberapa banyak pejabat datang ke lokasi.

Ukuran keberhasilannya adalah ketika masyarakat mulai kembali ke rumahnya, fasilitas pelayanan kembali berfungsi, aktivitas ekonomi bergerak, anak-anak kembali belajar dengan tenang, dan rasa aman perlahan tumbuh kembali.

Pemerintah Kabupaten Solok bersama pemerintah pusat kini mempunyai pekerjaan yang tidak ringan.

Arosuka harus dipulihkan. Infrastruktur harus dibangun kembali. Dan yang lebih penting, masyarakat yang terdampak harus diyakinkan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini seorang diri.

Kunjungan Menteri PU Dody Hanggodo bersama Bupati Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra menjadi bagian dari ikhtiar tersebut.

Sebuah ikhtiar yang pada akhirnya bukan hanya tentang membangun kembali apa yang telah rusak, tetapi tentang menghadirkan kembali harapan masyarakat Kabupaten Solok untuk bangkit dan menatap hari esok dengan lebih baik.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Kepedulian dan semangat gotong royong kembali hadir di tengah masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana alam galodo di sekitar kawasan Arosuka,Kamis (01/10)

Pengusaha asal wilayah Selatan, Fauzi Wirman, memberikan dukungan berupa 1 unit truck loader dan 10 unit dump truck untuk membantu proses penanganan material pascabencana. Bantuan alat berat tersebut diharapkan dapat mempercepat pembersihan serta membuka akses yang terdampak material galodo.

Mewakili pimpinan, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Fauzi Wirman yang ikut mengambil bagian dalam penanganan bencana di Kabupaten Solok.

“Ketika bencana datang, yang kita perlukan bukan hanya kepedulian dalam kata-kata, tetapi kepedulian yang hadir dalam bentuk tindakan. Hari ini, bantuan alat berat ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan bekerja di tengah masyarakat,” ujar H. Candra.

Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai elemen lainnya memiliki peran yang saling melengkapi.

“Setiap bantuan yang diberikan memiliki arti penting. Satu alat yang bergerak dapat membantu membuka jalan, membersihkan material, dan mempercepat pemulihan. Sepuluh dump truck yang bekerja bersama berarti ada pekerjaan yang bisa diselesaikan lebih cepat. Pada akhirnya, yang kita perjuangkan adalah agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan dengan aman dan nyaman,” lanjutnya.

H. Candra juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Sementara itu, Fauzi Wirman menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang sedang menghadapi dampak bencana.

“Kita hadir bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita. Mudah-mudahan alat yang kami bantu ini dapat bermanfaat dan mempercepat proses pembersihan serta pemulihan di lokasi terdampak,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Solok terus melakukan koordinasi dalam penanganan dampak galodo, termasuk pembersihan material, pemulihan akses, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap.

Bencana memang menghadirkan kesulitan. Namun, di tengah kesulitan itu, selalu ada kesempatan untuk menunjukkan bahwa kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong adalah kekuatan masyarakat Kabupaten Solok.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Bundo Kanduang Kabupaten Solok turut menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana galodo di Arosuka. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Solok untuk selanjutnya membantu memenuhi kebutuhan para korban terdampak bencana, Jumat (02/10).

Bantuan tersebut diterima secara langsung oleh Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bundo Kanduang Kabupaten Solok atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

Bupati Solok mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan dan unsur masyarakat lainnya, menjadi bagian penting dalam membantu meringankan beban warga yang terdampak galodo di Arosuka.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bundo Kanduang Kabupaten Solok yang telah turut berpartisipasi membantu masyarakat terdampak bencana galodo di Arosuka. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban para korban,” ujar Bupati.

Bupati juga berharap semangat kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus terjaga di tengah masyarakat. Menurutnya, penanganan dampak bencana membutuhkan dukungan dan kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas dalam mendukung masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana galodo di Arosuka.(Liza)

‎Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat bencana banjir bandang selama satu minggu ke depan. Keputusan tersebut diambil dalam rapat evaluasi dan penetapan status tanggap darurat yang digelar di Posko Utama Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Arosuka, Sabtu (03/10).
‎
‎Rapat dipimpin Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, didampingi Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, S.Farm, Apt., Pj. Sekretaris Daerah Masheri Yanda Boy, S.H, serta dihadiri Forkopimda, BNPB, BMKG dan kepala OPD terkait.
‎
‎Dalam rapat tersebut, disampaikan perkembangan penanganan bencana yang terjadi pada 21 September 2026. Penanganan hingga saat ini terus dilakukan, terutama pembersihan material bencana di kawasan perkantoran dan wilayah terdampak lainnya.
‎
‎Bupati Solok menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menangani dampak bencana. Dukungan datang dari berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, BNPB, BPBD, TNI, Polri, balai, DPRD, relawan, hingga berbagai pihak lainnya.
‎
‎“Dukungan dari berbagai pihak dalam penanganan bencana ini sangat luar biasa. Kebersamaan dan kerja bersama menjadi kekuatan kita dalam menghadapi kondisi ini,” ujar Bupati.
‎
‎Bupati juga menekankan pentingnya informasi cuaca sebagai salah satu dasar dalam menentukan langkah penanganan dan mitigasi. Pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan cuaca serta masukan dari BMKG dan para ahli.
‎
‎Sementara itu, dalam paparan BMKG disampaikan bahwa peningkatan curah hujan perlu menjadi perhatian memasuki periode musim hujan. Pemerintah daerah diimbau terus memantau perkembangan cuaca dan menyesuaikan langkah kesiapsiagaan berdasarkan informasi terbaru.
‎
‎Pendamping BNPB juga menyampaikan bahwa penanganan kedaruratan di Kabupaten Solok menunjukkan perkembangan yang baik, terukur dan terarah. Evaluasi serta koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat, termasuk memastikan ketersediaan personel dan peralatan pendukung.
‎
‎Dalam rapat tersebut, Forkopimda Kabupaten Solok secara keseluruhan menyatakan dukungan terhadap keputusan yang diambil dalam penanganan bencana berdasarkan hasil koordinasi dan pertimbangan bersama.
‎
‎Bupati menjelaskan, perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan karena proses penanganan masih membutuhkan waktu. Selama masa tersebut, pemerintah akan melanjutkan penanganan dan pemulihan wilayah terdampak sekaligus melakukan kajian lebih mendalam untuk menentukan langkah berikutnya.
‎
‎Selain penanganan fisik, keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian. Kondisi kawasan perkantoran akan dikaji lebih lanjut berdasarkan kondisi lapangan dan masukan dari berbagai pihak.
‎
‎Untuk mendukung proses penanganan, Pemerintah Kabupaten Solok juga berencana mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp4 miliar yang dipersiapkan untuk mendukung penanganan bencana hingga akhir tahun.
‎
‎Bupati menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kebersamaan, kekompakan, kepedulian dan kerja bersama seluruh unsur.
‎
‎“Pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir dalam penanganan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana,” tutup Bupati.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Dukungan untuk masyarakat terdampak bencana galodo di Kabupaten Solok terus mengalir. Kali ini, Universitas Muhammad Nasir Bukittinggi melalui Program Studi Farmasi menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak bencana, penyerahan bantuan di Posko Bencana Kabupaten Solok, Minggu (4/10/2026).

Bantuan tersebut diterima oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Solok, Indra Muchsis, dari Ketua Koordinator Bantuan, Rafli, untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Rafli mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Universitas Muhammad Nasir Bukittinggi terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang sedang menghadapi dampak bencana galodo.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana galodo di Kabupaten Solok,” ujar Rafli.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang masih membutuhkan dukungan dalam masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Solok, Indra Muchsis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Muhammad Nasir Bukittinggi, khususnya Program Studi Farmasi, atas bantuan yang telah disalurkan.

Menurut Indra, dukungan dari berbagai elemen masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha dan pihak lainnya sangat berarti dalam mempercepat penanganan serta pemulihan masyarakat pascabencana galodo.

“Kami berharap seluruh proses penanganan bencana dapat segera diselesaikan dan seluruh bantuan yang diterima bisa tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Indra.(Liza)


Dirut Bank Nagari Gusti Candra ketika menerima penghargaan dari Gubernur Sumbar Mahyeldi pada peringatan HUT ke-81 Provinsi Sumatera Barat 

PADANG (Rangkiangnagari) – PT Bank Nagari kembali memperoleh apresiasi atas komitmennya dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kelestarian lingkungan di Sumatera Barat. Bank Nagari dianugerahi penghargaan sebagai BUMD Peduli Lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSL-BU) oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Penghargaan tersebut diserahkan pada 1 Oktober 2026 di Istana Gubernur Sumatera Barat, bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, S.P., M.M., CRM., sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap kontribusi Bank Nagari dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui pelaksanaan program TJSL-BU. Bagi Bank Nagari, penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi untuk terus memperkuat peran perusahaan dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Barat.

Komitmen Bank Nagari terhadap Lingkungan

Sebagai Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat, Bank Nagari memiliki peran yang tidak hanya berkaitan dengan fungsi intermediasi perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah. Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Bank Nagari secara berkelanjutan berupaya menghadirkan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kelestarian lingkungan. Pelaksanaan TJSL merupakan bagian dari komitmen Bank Nagari untuk memastikan keberadaan perusahaan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah. Program yang dijalankan diarahkan agar memberikan manfaat yang nyata, tepat sasaran dan berkelanjutan. Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, S.P., M.M., CRM., menyampaikan bahwa penghargaan sebagai BUMD Peduli Lingkungan merupakan bentuk apresiasi sekaligus tanggung jawab bagi Bank Nagari untuk terus meningkatkan kualitas program TJSL.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Bank Nagari. Namun yang lebih penting, penghargaan ini menjadi pengingat dan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi Bank Nagari bagi masyarakat dan lingkungan. Bagi kami, TJSL bukan sekadar program perusahaan, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab Bank Nagari sebagai BUMD yang tumbuh dan berkembang bersama Sumatera Barat,” ujar Gusti Candra.

Menurut Gusti Candra, keberlanjutan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan lingkungan dan masyarakat. Karena itu, Bank Nagari akan terus berupaya menghadirkan program yang memiliki manfaat dan dampak jangka panjang.

“Kami ingin setiap program TJSL Bank Nagari memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Untuk itu, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah kabupaten dan kota, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan,” lanjutnya.

Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Bank Nagari memandang bahwa upaya menjaga lingkungan dan membangun daerah secara berkelanjutan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran masing-masing yang dapat disinergikan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Bank Nagari akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan berbagai pihak dalam mengembangkan program TJSL yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Gusti Candra menambahkan, sebagai BUMD, Bank Nagari memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi positif bagi daerah.

“Bank Nagari ingin terus hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan daerah. Kami percaya bahwa ketika masyarakat tumbuh dan lingkungan terjaga, maka Bank Nagari juga akan tumbuh secara berkelanjutan bersama Sumatera Barat,” ungkapnya.

Penghargaan BUMD Peduli Lingkungan yang diterima pada momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat tersebut menjadi bagian dari perjalanan Bank Nagari dalam memperkuat implementasi TJSL sekaligus mempertegas komitmen perusahaan untuk terus memberikan kontribusi bagi daerah. Ke depan, Bank Nagari berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan TJSL melalui program yang lebih terarah, terukur, tepat sasaran dan berkelanjutan, dengan mengedepankan kolaborasi serta dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Bagi Bank Nagari, penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan menjadi energi baru untuk terus peduli, bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi Sumatera Barat.( rel.01).

Bank Nagari Dorong UMKM Naik Kelas, perkuat digitalisasi melalui pelatihan

PADANG (Rangkiangnagari) – Bank Nagari terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan UMKM Menuju UMKM Berdaya Saing dengan tema “Wujudkan UMKM Berkualitas, Berdaya Saing, dan Berjaya di Era Digital.”

Kegiatan yang dilaksanakan melalui kolaborasi Bank Nagari bersama Rangkiang Peduli Negeri tersebut diikuti oleh pelaku UMKM binaan Bank Nagari dari sejumlah kantor cabang. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus memperluas jejaring dalam mengembangkan usaha.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan yang diarahkan pada berbagai aspek penting dalam pengembangan UMKM, mulai dari pengelolaan usaha, akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi digital, pemasaran, pengembangan produk, hingga penguatan kapasitas usaha. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua batch. Batch I diikuti oleh nasabah UMKM dari Kantor Cabang Bukittinggi, Kantor Cabang Syariah Bukittinggi, Kantor Cabang Payakumbuh, Kantor Cabang Syariah Payakumbuh, dan Kantor Cabang Lubuk Basung. Sementara Batch II diikuti oleh UMKM dari Kantor Cabang Utama, Kantor Cabang Pasar Raya, Kantor Cabang Siteba, Kantor Cabang Syariah Padang, Kantor Cabang Lubuk Alung, dan Kantor Cabang Pariaman.

Bank Nagari Tidak Hanya Hadir melalui Pembiayaan

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Endrizal, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap langkah Bank Nagari dalam memperkuat pemberdayaan UMKM melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaku usaha. Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui dukungan permodalan, tetapi juga membutuhkan peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnis, terutama menghadapi perubahan lingkungan usaha dan perkembangan teknologi digital. Sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem UMKM yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Membangun Kemitraan dengan Pelaku UMKM

Sementara itu, Pemimpin Bank Nagari Cabang Pasar Raya, Hendri Gozari, S.T., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Nagari untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan pelaku UMKM. Menurut Hendri, hubungan Bank Nagari dengan pelaku UMKM tidak semata-mata berada dalam konteks hubungan antara bank dan nasabah, tetapi diarahkan menjadi hubungan kemitraan yang dapat saling mendukung dalam pertumbuhan usaha.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan yang diarahkan pada berbagai aspek penting dalam pengembangan UMKM, mulai dari pengelolaan usaha, akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi digital, pemasaran, pengembangan produk, hingga penguatan kapasitas usaha. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua batch. Batch I diikuti oleh nasabah UMKM dari Kantor Cabang Bukittinggi, Kantor Cabang Syariah Bukittinggi, Kantor Cabang Payakumbuh, Kantor Cabang Syariah Payakumbuh, dan Kantor Cabang Lubuk Basung. Sementara Batch II diikuti oleh UMKM dari Kantor Cabang Utama, Kantor Cabang Pasar Raya, Kantor Cabang Siteba, Kantor Cabang Syariah Padang, Kantor Cabang Lubuk Alung, dan Kantor Cabang Pariaman.

Bank Nagari Tidak Hanya Hadir melalui Pembiayaan

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Endrizal, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap langkah Bank Nagari dalam memperkuat pemberdayaan UMKM melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaku usaha. Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui dukungan permodalan, tetapi juga membutuhkan peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnis, terutama menghadapi perubahan lingkungan usaha dan perkembangan teknologi digital. Sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem UMKM yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Membangun Kemitraan dengan Pelaku UMKM

Sementara itu, Pemimpin Bank Nagari Cabang Pasar Raya, Hendri Gozari, S.T., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Nagari untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan pelaku UMKM. Menurut Hendri, hubungan Bank Nagari dengan pelaku UMKM tidak semata-mata berada dalam konteks hubungan antara bank dan nasabah, tetapi diarahkan menjadi hubungan kemitraan yang dapat saling mendukung dalam pertumbuhan usaha.

“Bank Nagari tidak ingin hubungan dengan pelaku UMKM hanya sebatas hubungan antara bank dan nasabah. Kami ingin membangun kemitraan yang saling mendukung, sehingga UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga dapat berkembang dan naik kelas,” ujar Hendri.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas UMKM menjadi penting karena pelaku usaha saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari literasi digital, pemanfaatan marketplace, branding dan kemasan produk, legalitas usaha, pembayaran digital, pengelolaan keuangan, hingga akses terhadap pembiayaan. Melalui kegiatan tersebut, Bank Nagari berharap peserta dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan secara langsung dalam pengelolaan usaha masing-masing.

UMKM Naik Kelas, Ekonomi Daerah Semakin Kuat

Pelatihan dan pemberdayaan UMKM ini juga menjadi bagian dari upaya Bank Nagari dalam menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah. Bank Nagari memandang bahwa dukungan terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyaluran pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan dan pemberdayaan agar usaha yang dijalankan masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan. Materi pembukaan kegiatan menegaskan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, UMKM juga menghadapi tantangan dalam menghadapi era digital, sehingga peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan penting.

Bank Nagari berharap kegiatan ini dapat mendorong lahirnya UMKM yang semakin tertib dalam mengelola usaha, kreatif dalam mengembangkan produk, luas dalam memasarkan produk, serta siap memanfaatkan teknologi digital. Kolaborasi dengan Rangkiang Peduli Negeri juga diharapkan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari sinergi dalam membangun ekosistem UMKM di Sumatera Barat.

“Kami percaya bahwa UMKM yang kuat akan melahirkan ekonomi daerah yang kuat. Karena itu, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi UMKM untuk terus bertumbuh, berinovasi, beradaptasi dan meningkatkan daya saingnya,” tutup Hendri.(rel.01).

PASAMAN (Rangkiangnagari) - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Pasaman terus mempersiapkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang akan dilaksanakan di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.

Berbagai persiapan mulai dilakukan, baik dari sisi fisik atlet, teknik permainan, tim kekompakan maupun kesiapan mental untuk menghadapi kompetisi pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Pengurus Cabang (Pengcab) PBVSI Kabupaten Pasaman saat ini dipimpin oleh Salamat Simamora, yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, bersama Ropi Aprizal selaku sekretaris.

Ketua Pengcab PBVSI Kabupaten Pasaman, Salamat Simamora, mengatakan berkomitmen mempersiapkan atlet secara maksimal agar mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Pasaman pada Porprov Sumatera Barat.

“Kami terus melakukan persiapan dan pelatihan kepada atlet. Selain kemampuan teknik dan fisik, kekompakan serta mental bertanding juga menjadi perhatian. Kita berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik untuk Kabupaten Pasaman,” ujar Salamat.

Menurutnya, keikutsertaan pada Porprov bukan hanya tentang mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pelatihan atlet bola voli di Kabupaten Pasaman.

Sementara itu, Sekretaris Pengcab PBVSI Kabupaten Pasaman, Ropi Aprizal, menyampaikan bahwa persiapan tim dilakukan secara bertahap dan diarahkan untuk membangun tim yang solid sebelum bertanding di Batusangkar.

“Kita berusaha mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin, mulai dari latihan, kesiapan atlet sampai kebutuhan tim selama mengikuti pertandingan. Harapannya, seluruh atlet dapat menjaga kondisi, disiplin dalam latihan dan mampu bermain dengan penuh semangat,” kata Ropi.

26 Atlet Disiapkan untuk Porprov

Dalam menghadapi Porprov Sumatera Barat, PBVSI Kabupaten Pasaman menyiapkan 26 atlet yang terdiri dari tim putra dan putri.

Untuk tim putra berjumlah 14 atlet, dengan rincian 10 atlet mendapatkan dukungan pembiayaan dari KONI Kabupaten Pasaman, sementara 4 atlet lainnya mengikuti secara mandiri.

Sedangkan untuk tim putri berjumlah 12 atlet, terdiri dari 10 atlet yang mendapatkan dukungan pembiayaan dari KONI Kabupaten Pasaman dan 2 atlet lainnya secara mandiri.

Dukungan pembiayaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang keberangkatan dan keikutsertaan atlet Pasaman pada ajang Porprov.

PBVSI Kabupaten Pasaman juga berharap dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah, KONI, masyarakat dan seluruh insan olahraga, sehingga para atlet dapat menjalani persiapan dengan baik hingga pelaksanaan pertandingan.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, tim bola voli Kabupaten Pasaman diharapkan mampu tampil penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan penampilan terbaik saat berlaga di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.

Keikutsertaan pada Porprov ini sekaligus menjadi momentum bagi PBVSI Kabupaten Pasaman untuk terus meningkatkan pembinaan dan melahirkan atlet-atlet bola voli yang mampu bersaing di tingkat Sumatera Barat maupun jenjang yang lebih tinggi. 

Solsel (RangkiangNagari) - Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat memberikan Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 1–3 Oktober 2026, bertempat di SD Negeri 06 Durian Taruang, Kecamatan Sangir.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan GTK dalam memberikan pendampingan pemulihan mental dan emosional, baik bagi peserta didik maupun bagi diri mereka sendiri, khususnya ketika menghadapi situasi darurat atau pascabencana.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd. Dalam sambutannya, Hamudis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BGTK Provinsi Sumatera Barat selaku penyelenggara, para narasumber, serta seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan yang dinilai penting bagi penguatan layanan pendidikan di satuan pendidikan. Kamis (1/10)

“Terima kasih kepada panitia penyelenggara, para narasumber, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan penting ini. Dukungan psikososial merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik,” ujar Hamudis.

Menurut Hamudis, kondisi kesejahteraan psikososial murid dan tenaga pendidik merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan proses pembelajaran dan tumbuh kembang anak. Terlebih saat ini, tantangan yang dihadapi peserta didik maupun guru semakin kompleks, mulai dari persoalan kesehatan mental, tekanan akademik, hingga dampak berbagai peristiwa sosial dan bencana.

“Oleh karena itu, kemampuan memberikan dukungan psikososial bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sudah menjadi kebutuhan mendasar di sekolah,” katanya.

Hamudis berharap melalui pelatihan tersebut dapat tercapai sejumlah hal penting. Pertama, meningkatnya pemahaman GTK mengenai konsep dasar dukungan psikososial serta kemampuan mengenali tanda-tanda gangguan psikososial pada peserta didik maupun rekan kerja.

Kedua, terbangunnya keterampilan praktis GTK dalam melakukan identifikasi, intervensi awal, serta rujukan secara tepat sesuai ketentuan dan jaringan layanan yang tersedia di daerah.
“Ketiga, kita berharap semakin kuat jejaring kerja antara sekolah, tenaga kesehatan, dan layanan sosial, sehingga layanan bagi anak dan guru dapat berjalan secara terkoordinasi dan berkelanjutan,” lanjut Hamudis
Dalam kesempatan tersebut, Hamudis juga menekankan sejumlah prinsip penting yang perlu menjadi perhatian peserta selama mengikuti pelatihan dan ketika menerapkannya di satuan pendidikan masing-masing.
Pertama, penerapan prinsip keselamatan dan kerahasiaan. Informasi pribadi peserta didik maupun rekan kerja yang membutuhkan pendampingan harus dilindungi dan tidak disebarluaskan secara sembarangan.


Kedua, penggunaan pendekatan yang berbasis bukti dan ramah anak, dengan mengedepankan respons yang empatik, tidak memberikan stigma, serta tetap memperhatikan konteks sosial dan budaya lokal.

Ketiga, Hamudis meminta agar pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata, tetapi menghasilkan aksi nyata di sekolah.

“Pelatihan ini harus menghasilkan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan segera di satuan pendidikan masing-masing. Apa yang diperoleh selama pelatihan hendaknya dapat menjadi bekal bagi GTK dalam memberikan dukungan yang tepat ketika peserta didik maupun rekan kerja membutuhkan,” tegasnya.

Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas GTK di Kabupaten Solok Selatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, responsif, dan mendukung kesehatan serta kesejahteraan psikososial seluruh warga sekolah.

“Dengan semakin meningkatnya kemampuan GTK dalam memberikan dukungan psikososial, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang yang mampu memberikan rasa aman, kepedulian, dan dukungan bagi peserta didik serta tenaga pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan.” Tutup Hamudis

Solsel (RangkiangNagari) - Sang Merah Putih kembali berkibar satu tiang penuh pada hari peringatan Hari Kesaktian Pancasila di langit Kabupaten Solok Selatan. Setelah sebelumnya, pada 30 September 2026 bendera ini dikibarkan setengah tiang unutk menghormati gugurnya para pahlawan dalam peristiwa G30S.

Jajaran Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama dengan TNI dan Polri juga menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10) pagi. Peringatan ini dilakukan untuk mengenang keberhasilan bangsa Indonesia dalam mempertahankan ideologi Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan seluruh bangsa dan negara bahwa Pancasila bukan sekadar slogan dan seremoni saja. Lebih dari itu, Pancasila juga merupakan simbol kekuatan untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap keutuhan negara.


Selain itu juga untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai perjuangan pahlawan untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi di masa kini, meski tantangan yang dihadapi sudah berbeda.
Upacara ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Solok Selatan Dr. Syamsurizaldi sebagai Inspektur Upacara. Kemudian perwira upacara AKP Imtihan Isa dari Polres Solok Selatan dan Komandan Upacara adalah Kapt. Inf. Syafruddin dari Danramil 012 Sangir
Pembaca naskah Pembukaan UUD 1945 Budi Krismanto dan pembaca ikrar yakni Nova Tri Rahmadani yang merupakan ASN Kabupaten Solok Selatan. Doa dibacakan oleh perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Solok Selatan, dan diiringi dengan musik dari korps musik SMP 12 Solok Selatan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.