Articles by "Dharmasraya"

Tampilkan postingan dengan label Dharmasraya. Tampilkan semua postingan

Sekertaris HMI Dharmasraya: Cuti seorang bupati pada saat daerahnya dilanda karhutla bukan hanya persoalan hak pribadi seorang pejabat, tetapi juga persoalan prioritas kepemimpinan

Oleh Sekertaris Umum HMI cabang Dharmasraya 

Dharmasraya (Rangkiangnagari) - Sekertaris HMI Cabang M. Abdul Hafis menyayangkan sikap Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani yang memilih cuti ke luar Negeri di tengah bencana yang melanda daerah khususnya kabupaten Dharmasraya di beberapa hari ini dengan tempat yang berbeda terlihat di postingan yang ada di media sosial Scintiadharmasraya yaitu kebakaran lahan di Abai Siat Minggu 30/8/26, dan mata rakyat juga `Kebakaran di 2 lokasi di kecamatan Timpeh kabupaten Minggu 30/8/26 serta Kebakaran Bangunan rumah atau tempat di Lubuk Karak sembilan Koto Selasa 1/9/26.

Memang benar untuk memotong itu Haknya karena kepala daerah tidak ada juga larangan bagi orang nomor Wahid kabupaten Dharmasraya untuk mengambil waktu cutinya. Namum memilih liburan ke luar negeri di tengah situasi bencana yang menimpa kabupaten Dharmasraya ini tentunya menjadi pertanyaan bagi kita semua. Apakah Bupati Annisa memang peduli terhadap masyarakat dengan kondisi bencana yang terjadi ini? sebagai kepala daerah sudah mendapat tugas dan fungsi untuk menjalankan roda pemerintahan di kabupaten.Tentunya juga mengambil langkah dan tindakan cepat terkait bencana yang terjadi khususnya di kabupaten Dharmasraya.

"Belum lagi dengan kondisi kabup asap yang masih menyimpan Ranah Cati Nan Tigo.Apakah Elok rasanya memilih liburan keluar Negeri di saat bencana melanda?"

Cuti seorang bupati pada saat daerahnya dilanda karhutla bukan hanya persoalan hak pribadi seorang pejabat, tetapi juga persoalan prioritas kepemimpinan. Ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, koordinasi, dan kehadiran pemerintah secara maksimal, ketidakhadiran kepala daerah berpotensi memperlemah koordinasi, menurunkan kepercayaan masyarakat, dan menimbulkan kesan bahwa kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada keselamatan masyarakat.” 

PULUA PUNJUNG (RangkiangNagari) - Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat, Annisa Suci Ramadhani memerintahkan camat dan wali nagari memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.

Instruksi orang nomor wahid di bumi mekar tersebut ditegaskan di tengah kondisi kabut asap yang sempat menyebabkan kualitas udara di Dharmasraya masuk kedalam kategori tidak sehat.

Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni menyampaikan arahan tersebut saat penandatanganan deklarasi bersama antikarhutla bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Auditorium Dharmasraya, Kamis (3/9/2026).
"Pembukaan lahan dengan cara membakar harus dicegah. Camat dan wali nagari harus memastikan masyarakat memahami dampak dan risiko yang ditimbulkan," kata Annisa sebagaimana disampaikan Leli Arni.
Menurut dia, pencegahan karhutla tidak boleh berhenti pada deklarasi dan kegiatan seremonial, tetapi harus diterjemahkan menjadi pengawasan nyata hingga tingkat nagari.
Camat dan wali nagari diminta memetakan kawasan rawan karhutla, memperkuat sosialisasi, serta melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengawasan.

Setiap titik api yang ditemukan juga harus segera dilaporkan sehingga petugas dapat melakukan penanganan sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi mengatakan penanganan karhutla selama fenomena El Nino Godzilla sejauh ini masih terkendali.
Ia menyebut kebakaran tidak terjadi setiap hari dan tidak ada titik api yang tidak dapat dikendalikan dalam waktu lebih dari 1 x 24 jam.

Berdasarkan pemantauan SiPongi Karhutla, saat ini tidak terdapat titik api yang terpantau di wilayah Dharmasraya.
"Untuk kabut asap yang masih terjadi, diduga berasal dari luar daerah," ucapnya.

Suherman mengatakan Pemkab Dharmasraya telah meningkatkan kesiapsiagaan jauh sebelum kabut asap meluas.
Sebanyak 66 personel pemadam kebakaran disiagakan pada lima pos pemadam kebakaran. BPBD dan fasilitas kesehatan juga dipersiapkan memberikan respons selama 24 jam.

Pemkab Dharmasraya sebelumnya juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.
Di bidang pendidikan, pemerintah sempat meliburkan kegiatan belajar mengajar bagi anak TK dan PAUD selama tiga hari. Setelah kondisi dievaluasi, pembelajaran kembali dilaksanakan dengan ketentuan seluruh kegiatan berlangsung di dalam ruangan.

Meskipun kabut asap sempat memburuk, aktivitas ekonomi dan pelayanan pemerintahan di Dharmasraya tidak sampai terhenti. Pasar tetap beroperasi dan kegiatan perkantoran berjalan seperti biasa.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turut memberikan dukungan berupa dua unit mobil air dan satu unit truk tangki untuk membantu pemadaman sekaligus mengantisipasi kondisi kekeringan di Dharmasraya.

Pemkab juga meminta setiap nagari menginventarisasi peralatan pemadam darurat, memastikan ketersediaan sumber air, dan membangun sistem pelaporan cepat untuk memperpendek waktu respons ketika ditemukan titik api.

Deklarasi antikarhutla tersebut memuat komitmen bersama untuk menolak segala bentuk pembakaran lahan pertanian, perkebunan dan perhutanan serta mendukung proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

Penandatanganan deklarasi dihadiri Kapolres Dharmasraya yang diwakili Kabag Ops AKP Zamrinaldi, Dandim 0310/SSD yang diwakili Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman, serta Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya yang diwakili Kasi Datun Abrinaldy Anwar.
Deklarasi juga ditandatangani Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Dharmasraya Catur Eby, Kalaksa BPBD Suherman Junaidi, perwakilan Satpol PP dan Damkar, sejumlah kepala OPD, unsur Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Dinas Kehutanan Sumatera Barat, serta camat dan wali nagari se-Kabupaten Dharmasraya.


Dharmasraya (Rangkiangnagari) - Nagari Tabek, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, tiba-tiba menjadi pusat denyut kegiatan siswa. Sebanyak 600 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Baiturrahmah Padang yang tersebar di 25 nagari pada 10 kecamatan berkumpul di nagari tersebut untuk mengikuti rangkaian USR X Universitas Baiturrahmah Padang, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang menjadi puncak pelaksanaan USR X itu tidak sekedar menghadirkan aktivitas mahasiswa. Kehadiran ratusan pelajar dari berbagai nagari turut menciptakan geliat baru bagi masyarakat setempat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan UMKM.

Wali Nagari Tabek, Harmanto Dt. Rajo Mangkuto, menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Rektor Universitas Baiturrahmah Padang yang telah mempercayakan Nagari Tabek sebagai lokasi puncak kegiatan USR X.

Menurutnya, dipusatkannya kegiatan di Nagari Tabek memberikan dampak positif yang langsung dirasakan masyarakat.

“Terima kasih kepada Rektor Universitas Baiturrahmah Padang yang telah mempercayakan kegiatan USR X ini dilaksanakan di Nagari Tabek,” ujar Harmanto.

Ia menilai, kehadiran ratusan mahasiswa bukan hanya memberikan warna bagi kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga membuka ruang perputaran ekonomi.

“Dengan dipusatkannya kegiatan USR X di Nagari Tabek, dampaknya sangat terasa. Ekonomi ikut masyarakat hidup karena terjadi perputaran uang selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Suasana Nagari Tabek pun semakin semarak dengan beragam kegiatan yang melibatkan pelajar dan masyarakat. Mulai dari olahraga hingga perlombaan bernuansa pendidikan dan keagamaan digelar untuk memeriahkan puncak USR X.

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain pertandingan bola voli dan bola kaki, lomba solo song, puisi, hafiz Al-Qur'an, adzan, dai cilik, hingga lomba video dan lomba busana.

Tak hanya itu, kegiatan juga diwarnai dengan Mahasiswa Expo yang menampilkan berbagai produk UMKM dari nagari-nagari lokasi mahasiswa KKN. Produk yang dipamerkan menjadi etalase kreativitas masyarakat sekaligus menunjukkan potensi ekonomi lokal yang tumbuh di tengah masyarakat.

Puncak rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan makan bajamba, sebuah tradisi makan bersama yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni.

Bagi masyarakat Nagari Tabek, kegiatan USR X bukan sekadar agenda pelajar yang berlangsung beberapa hari. Kehadiran ratusan pelajar telah mempertemukan dunia pendidikan, pengabdian masyarakat, budaya dan ekonomi dalam satu ruang.

Di tengah riuh perlombaan dan ramainya Mahasiswa Expo, ada pergerakan ekonomi yang ikut tumbuh. Pedagang mendapatkan pembeli, pelaku UMKM mendapat ruang promosi, sementara masyarakat mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari berbagai daerah.

Rangkaian USR X Universitas Baiturrahmah Padang di Nagari Tabek akhirnya menjadi gambaran bahwa kegiatan pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada program kerja semata. Ketika mahasiswa hadir bersama masyarakat, yang bergerak bukan hanya program pengabdian, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi nagari.

PULAU PUNJUNG (RangkiangNagari) - Nuansa berbeda terlihat dalam upacara peringatan detik - detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lapangan Tuanku Kerajaan Nagari Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Senin (17/8/2026).
Di kawasan yang menjadi salah satu pintu perbatasan Kabupaten Dharmasraya dengan Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi itu, upacara tidak hanya diikuti unsur pemerintahan dan masyarakat, tetapi juga melibatkan tokoh adat, penghulu suku, Bundo Kanduang, serta pemuda nagari.

Kehadiran para tokoh adat tersebut menambah semarak suasana upacara. Mereka mengenakan pakaian adat dengan warna dan corak yang mencolok " merah putih " terutama dari kaum Suku Piliang di bawah payuang panji Nasrul Djalal Dt Bandaro Mudo.

Para penghulu suku dan Bundo Kanduang yang dikenal sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang berdiri bersama peserta upacara lainnya saat prosesi berlangsung. Pemandangan itu sekaligus memperlihatkan kuatnya keterlibatan unsur adat dalam peringatan hari kemerdekaan di tingkat nagari.
Upacara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, seluruh peserta berdiri khidmat mengikuti prosesi pengibaran Sang Merah Putih.
Camat Sungai Rumbai, Marko, bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula Wali Nagari Sungai Rumbai Sutan Riski dan Wali Nagari Sungai Rumbai Timur Arisman Bagindo Sutan.

Sejumlah pejabat nagari lainnya turut hadir, di antaranya Kurnia Selatan Hanum dan Kurnia Koto Salak Takwan, bersama unsur kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, tokoh adat, Bundo Kanduang, serta pemuda nagari.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut membuat peringatan HUT ke - 81 RI di Sungai Rumbai berlangsung semarak, namun tetap penuh khidmat.
Tradisi adat dan semangat kebangsaan berpadu dalam satu momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa.

Bagi masyarakat di kawasan perbatasan tersebut, peringatan kemerdekaan yang digelar dilapangan tuanku kerajaan bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tapi lebih dari itu.
Upacara menjadi ruang bersama untuk memperkuat persatuan, menjaga nilai adat dan budaya, sekaligus meneguhkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat nagari.

PULAU PUNJUNG (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus berinovasi memperkuat pelayanan kepada dunia usaha.
Salah satunya melalui inovasi BESAN ALIA (Bersama Isan Ayo Lapor Investasi Anda) yang memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha dalam mengurus perizinan dan pelaporan investasi.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Dharmasraya, Naldi, S.STP., M.Si., mengatakan BESAN ALIA dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang membutuhkan informasi, konsultasi maupun bantuan dalam memenuhi kewajiban administrasi penanaman modal.

“Melalui BESAN ALIA, kami ingin memberikan kemudahan kepada pelaku usaha dalam mendapatkan informasi, menyampaikan kendala, serta memperoleh pendampingan terkait perizinan dan pelaporan investasi,” kata Naldi di Sungai Dareh beberapa waktu lalu.
Menurut Naldi, layanan tersebut tidak berhenti pada konsultasi. Petugas DPMPTSP juga memberikan asistensi secara gratis, termasuk membantu pelaku usaha memahami tahapan perizinan dan kewajiban pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu fokus pendampingan ialah membantu pelaku usaha ketika menghadapi kendala dalam penggunaan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS - RBA).

Pendampingan mencakup penanganan kendala teknis pada sistem, bantuan melakukan revisi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), hingga persoalan teknis lain yang dihadapi pelaku usaha saat menjalankan kewajiban pelaporan.
“Permasalahan teknis pada sistem jangan sampai menjadi hambatan bagi pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pelaporan. Karena itu, melalui BESAN ALIA, kami memberikan pendampingan agar proses tersebut dapat berjalan lebih mudah dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Naldi mengatakan layanan BESAN ALIA terbuka bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) maupun Non-UMK. Kehadiran layanan ini diharapkan tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan administratif, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman dan kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban penanaman modal.

Bagi pemerintah daerah, kemudahan pelayanan perizinan dan pelaporan merupakan bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Pelaku usaha yang memperoleh kepastian dan pendampingan diharapkan dapat menjalankan kegiatan usahanya secara lebih tertib dan berkelanjutan.
DPMPTSP Dharmasraya pun berkomitmen mengembangkan BESAN ALIA agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
“BESAN ALIA merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha.
Kami berharap inovasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan investasi serta pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Naldi.
Melalui inovasi tersebut, DPMPTSP Dharmasraya ingin memastikan bahwa persoalan teknis maupun administratif tidak menjadi tembok bagi pelaku usaha. Sebaliknya, pelayanan publik diharapkan menjadi jembatan yang memudahkan investasi tumbuh dan bergerak di daerah.


PULAU PUNJUNG (RangkiangNagari) - Ribuan masyarakat memadati kawasan Jembatan Kabel Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (15/8/2026), untuk mengikuti dan menyaksikan Dharmasraya Merah Putih Run 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut secara resmi dilepas Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni dan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya pimpinan DPRD Dharmasraya Sujito, anggota DPRD Fadli Aulia dan Agusnadi Dt Rajo Adil, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, serta Danramil Pulau Punjung Lettu Inf Magel Hendri yang mewakili Dandim 0310/SSD.

Sekretaris Daerah Dharmasraya Medison bersama jajaran pemerintah daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan juga mendapat dukungan Bank Nagari Cabang Pulau Punjung yang menjadi sponsor utama.

Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Dharmasraya, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar kabupaten tersebut. Mereka terdiri atas aparatur sipil negara (ASN) dan keluarga, pelajar, personel TNI-Polri, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan serta organisasi profesi.
Wakil Bupati Leli Arni mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

"Dharmasraya Merah Putih Run menjadi momentum bagi masyarakat untuk berolahraga, berkumpul dan mempererat kebersamaan dalam suasana kemerdekaan," katanya.
Selain olahraga lari, panitia menghadirkan pertunjukan musik dan berbagai produk kuliner UMKM. Kehadiran pelaku usaha lokal tersebut membuat kawasan kegiatan tidak hanya menjadi arena olahraga, tetapi juga ruang rekreasi keluarga dan penggerak ekonomi masyarakat.

Pada kategori putra, juara pertama diraih Gusti Andra dengan nomor BIB 0787 asal Solok Selatan dengan catatan waktu 17 menit 18,19 detik. Posisi kedua ditempati Muhammad Dwi Alvino dengan BIB 0454 dengan waktu 18 menit 38,32 detik, sedangkan posisi ketiga diraih Ashraf Fakhri dengan BIB 0991 dengan waktu 18 menit 47,15 detik.

Untuk kategori putri, juara pertama diraih Nurul Izza dengan BIB 0383 dengan waktu 26 menit 43,09 detik. Posisi kedua ditempati Aryati dengan BIB 0574 dengan waktu 31 menit 57,66 detik, sementara Utari Widya dengan BIB 0855 berada di posisi ketiga dengan waktu 33 menit 02,34 detik.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani tidak dapat hadir secara langsung karena masih menjalankan agenda pemerintahan di Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan di Jakarta.

JAKARTA (RangkiangNagari) - Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan kondisi fiskal daerah dan kebutuhan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) kepada Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Annisa menjelaskan tekanan fiskal Dharmasraya yang salah satunya dipengaruhi tingginya proporsi belanja pegawai. Menurut dia, rasio belanja pegawai daerah telah mencapai sekitar 55 persen, atau lebih tinggi sekitar 25 persen dari rasio ideal.

Kondisi tersebut, kata Annisa, telah terbentuk sejak sekitar lima tahun terakhir sehingga sebagian besar bahkan seluruh Dana Alokasi Umum (DAU) terserap untuk membiayai belanja pegawai.
"Struktur belanja pegawai yang terbentuk sebelumnya tentu menjadi tantangan bagi kami. Saat ini sebagian besar DAU terserap untuk belanja pegawai, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan menjadi sangat terbatas," ujarnya.

Ia mengatakan tingginya jumlah tenaga non-ASN yang kemudian ditata menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu turut meningkatkan kebutuhan belanja pegawai.
Menurut Annisa, kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan anggaran untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik, termasuk alokasi dana desa, BPJS Kesehatan, infrastruktur, serta sektor lainnya.

Meski demikian, pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi tekanan fiskal tersebut. Sejak dilantik, Pemkab Dharmasraya melakukan sejumlah langkah efisiensi, termasuk moratorium rekrutmen pegawai dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
"Alhamdulillah, sejak kami dilantik, kami tidak berpangku tangan dan terus mencari solusi dari warisan persoalan ini. Kami melakukan moratorium rekrutmen pegawai dan terus melakukan efisiensi," katanya.

Ia menyebutkan upaya peningkatan PAD telah menghasilkan tambahan sekitar Rp45 miliar. Selain itu, dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mencapai sekitar Rp36 miliar yang turut dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor.
"Dengan upaya tersebut kami masih dapat membangun di berbagai sektor, termasuk PU, pertanian, dan UMKM," jelas Annisa.

Annisa menegaskan optimalisasi PAD dan efisiensi belanja rutin akan terus dilakukan. Pemerintah daerah, antara lain, menekan perjalanan dinas serta belanja yang dinilai tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Namun, ia menilai peningkatan PAD saja belum cukup untuk mengimbangi besarnya kebutuhan belanja pegawai yang telah terbentuk selama beberapa tahun terakhir.

Karena itu, Annisa berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dapat memberikan dukungan berupa tambahan TKD untuk Dharmasraya pada 2027.
Menurut dia, tambahan dukungan fiskal tersebut diperlukan agar pemerintah daerah tetap mampu memenuhi belanja wajib sekaligus mempertahankan keberlanjutan pembangunan.

"PAD terus kami genjot, tetapi peningkatannya juga harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat. Karena itu, dukungan fiskal dari pemerintah pusat tetap dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik," katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat menghasilkan solusi atas tekanan fiskal yang dihadapi Dharmasraya sehingga pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.


PULAU PUNJUNG (RangkiangNagari) - DPRD Dharmasraya menggelar rapat paripurna dalam rangka peresmian pengangkatan dan pengucapan sumpah/janji Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota dewan di ruang sidang utama, Senin (20/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Fadli Aulia dilantik sebagai anggota DPRD Dharmasraya menggantikan Irzal Rianto. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dipimpin oleh pimpinan DPRD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Rapat paripurna dihadiri Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni. Hadir pula Ketua DPRD Jemi Hendra, Wakil Ketua DPRD H. Sujito, serta para anggota DPRD, di antaranya Ade Sudarman Anwar, Heri Saputra, Pasdisata Dt Kabilangan, Amrizal, Agusnadi Dt Rajo Adil, Hendrianto Bandaro Panjang, dan H. Herman.
Turut hadir Anggota DPRD Sumbar Ferel Oriano, yang mengikuti jalannya rapat paripurna sebagai tamu undangan.
Dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakapolres Kompol M. Rizky C., didampingi Kabag Ops Kompol Zamrinaldi. Hadir pula Komandan Batalyon C Brimob Kompol Martin, Kepala Kejaksaan Negeri Pulau Punjung, serta Kepala Lapas Kelas III Dharmasraya Ferdika.

Sejumlah pimpinan instansi perbankan juga tampak menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Pimpinan Cabang BRI Koto Baru Amet Candra Dinata dan Pimpinan Bank Nagari Cabang Pulau Punjung Rusli dan sejumlah tokoh masyarakat.

Pelantikan anggota DPRD melalui mekanisme PAW merupakan bagian dari proses konstitusional untuk memastikan keterwakilan masyarakat di lembaga legislatif tetap berjalan, sehingga pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD dapat berlangsung secara optimal.


PULAU PUNJUNG (RangkiangNagari) - Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro mengimbau masyarakat yang akan menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026 melalui kegiatan nonton bareng (nobar) agar tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan selama berlangsungnya acara.

Dalam imbauannya, Kapolres mengajak masyarakat menikmati pertandingan dengan penuh kegembiraan tanpa melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan nobar. Jadikan final Piala Dunia sebagai hiburan yang mempererat persaudaraan," katanya.

Kapolres meminta masyarakat tidak melakukan konvoi kendaraan, menggunakan knalpot bising, balap liar, maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.
Ia juga mengingatkan para pengguna jalan agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas dengan menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, tidak mengemudi di bawah pengaruh alkohol, serta tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara.
Selain itu, masyarakat diminta menjunjung tinggi sportivitas dan saling menghormati antarpendukung, karena menang maupun kalah merupakan bagian dari olahraga.

Bagi penyelenggara nobar di ruang publik, Kapolres mengimbau agar memperhatikan kapasitas lokasi, menjaga kebersihan, serta menghindari tindakan yang dapat memicu keributan.

Kapolres juga mengingatkan warga yang meninggalkan rumah untuk menyaksikan nobar agar memastikan rumah dalam keadaan aman dengan memeriksa pintu dan jendela, mematikan kompor maupun peralatan listrik yang tidak digunakan, serta menitipkan pengawasan kepada tetangga atau petugas keamanan setempat bila diperlukan.
"Rayakan kemenangan dengan bijak, jaga keamanan, dan pulang dengan selamat. Mari kita wujudkan malam final Piala Dunia yang aman, nyaman, tertib, dan penuh sportivitas," tutup Kapolres.


Dharmasraya (RangkiangNagari) - Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni menunaikan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung Dharmasraya, Rabu (27/05/2026).
Pelaksanaan Shalat Idul Adha berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Dharmasraya. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro dan Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya Indra Gunawan.

Hadir pula Sekretaris Daerah, Medison, Kepala Kantor Kementerian Agama H. Masdan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh H. Hamid Arwani, kepala OPD, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang hingga generasi muda.

Bertindak sebagai imam Shalat Id, Ustadz Dolizal Putra yang juga merupakan Imam Besar Masjid Agung Dharmasraya serta qari nasional.
Sebelum pelaksanaan Shalat Id, bupati perempuan pertama di Sumatera Barat itu menyampaikan sambutan dan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat Dharmasraya.
Dalam sambutannya, Annisa mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum meningkatkan keimanan, ketakwaan dan mempererat silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat.

Ia mengatakan, semangat pengorbanan dan keikhlasan keluarga Nabi Ibrahim AS menjadi teladan penting dalam kehidupan, terutama dalam membangun kebersamaan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong demi kemajuan daerah.

Dalam kesempatan itu, Annisa juga menyampaikan bahwa jumlah hewan kurban di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan dari seluruh kecamatan, jumlah hewan kurban tahun 2026 tercatat sebanyak 1.338 ekor, terdiri dari 1.211 sapi, 42 kerbau dan 85 kambing.
Sementara pada tahun 2025 lalu, jumlah hewan kurban tercatat sebanyak 1.241 ekor, dengan rincian 1.089 sapi, 36 kerbau dan 123 kambing. Selain itu, ia turut mendoakan 83 Jamaah Calon Haji asal Dharmasraya yang telah diberangkatkan tahun ini agar diberikan kesehatan, keselamatan dan memperoleh haji yang mabrur.

Sementara itu, khutbah Idul Adha disampaikan oleh Prof. Dr. H. Hasan Zaini yang mengangkat tema tentang makna pengorbanan, keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Dalam khutbahnya, Prof Hasan Zaini mengingatkan bahwa ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, namun juga menjadi simbol kesediaan umat Islam mengorbankan ego, kepentingan pribadi dan sifat individualisme demi kepentingan yang lebih besar.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Menurutnya, semangat pengorbanan dan gotong royong harus terus dijaga sebagai pondasi membangun masyarakat yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

PULAU PUNJUNG (RangkiangNagari) - Kepolisian Resor Dharmasraya, Sumatera Barat, menyiagakan personel untuk pengamanan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah itu
Kapolres Dharmasraya Kartyana Widyarso Wardoyo memimpin apel kesiapsiagaan di Mapolres Dharmasraya, Selasa (26/05/2026) pagi, yang diikuti pejabat utama, personel Polres Dharmasraya, dan personel Brimob Batalyon C Pelopor.

“Seluruh personel diminta siap mengamankan malam takbiran, pelaksanaan Shalat Idul Adha, hingga pembagian hewan kurban agar berjalan aman dan lancar,” kata Kapolres.

Ia juga meminta seluruh personel tetap siaga selama masa libur Idul Adha dan tidak meninggalkan wilayah tugas tanpa izin.
Selain pengamanan hari raya, Polres Dharmasraya memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mencegah penimbunan dan penyalahgunaan distribusi.
Kapolres mengatakan pengawasan dilakukan melalui pengecekan langsung terhadap kendaraan, barcode, serta dokumen pengisian BBM bersubsidi.

Menurut dia, apabila ditemukan pelanggaran seperti pengisian tanpa barcode, kendaraan yang dimodifikasi, ataupun penimbunan BBM, maka akan dilakukan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Personel dari fungsi Reserse Kriminal, Satuan Lalu Lintas, dan Brimob turut diterjunkan melakukan pengawasan di lapangan.
Kapolres menegaskan tidak boleh ada anggota yang terlibat ataupun membekingi praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Ia menambahkan pengawasan dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi selama masa libur Idul Adha.



Kepala Cabang Bank Nagari Dharmasraya Rusdi ketika mencabut hadian doorprize di kartu ajang Free Day Dharmasraya 

Dharmasraya (Rangkiangnagari) - Gelaran perdana Car Free Day (CFD) di Dharmasraya langsung mencetak dampak ganda: ribuan warga tumpah ke jalan, Minggu (19/4/2026). Sementara transaksi pelaku UMKM melonjak signifikan. Bank Nagari menilai momentum ini sebagai penggerak baru ekonomi kerakyatan.

Sejak sebelum pukul 06.00 WIB, kawasan Jalan Lintas Sumatera KM 1–2 Pulau Punjung sudah berada pada masyarakat. Aktivitas olahraga seperti jalan santai, bersepeda, hingga senam massal berlangsung hingga pukul 10.00 WIB. Namun, pusat pergerakan justru bergeser ke kawasan bazar UMKM.

lapak-lapak pelaku usaha lokal diserbu pengunjung. Arus transaksi terjadi tanpa henti, mencerminkan tingginya daya beli masyarakat dalam ruang publik yang dikemas produktif.

Kepala Cabang Bank Nagari Pulau Punjung, Rusdi, menyebut fenomena ini sebagai indikator kuatnya kebangkitan ekonomi mikro berbasis komunitas.

“Perputaran uang di sektor UMKM pada kegiatan ini meningkat signifikan. Ini bukan sekedar kegiatan olahraga, tapi sudah menjadi ruang ekonomi baru bagi masyarakat,” tegasnya.

Rusdi menambahkan, CFD membuka peluang besar untuk mempercepat transformasi transaksi ke arah digital. Bank Nagari, kata dia, siap mengambil peran strategis dalam mendorong ekosistem tersebut.

“Kami melihat ini sebagai momentum untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan. Ke depan, transaksi digital harus menjadi tulang punggung, terutama dalam kegiatan dengan intensitas ekonomi tinggi seperti ini,” ujarnya.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menegaskan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti nyata kebutuhan ruang publik yang sehat sekaligus produktif.

“Saat kendaraan berhenti, ekonomi justru bergerak. CFD ini membuktikan bahwa ruang publik bisa menjadi penggerak gaya hidup sehat sekaligus penguat ekonomi UMKM,” ujarnya.

Keterlibatan masyarakat lintas usia—dari anak-anak hingga lansia—menjadi gambaran kuat bahwa konsep ini diterima secara luas. Selain berolahraga, warga juga aktif berinteraksi dan berbelanja, menciptakan siklus ekonomi yang hidup dalam waktu singkat.

Dengan capaian tersebut, CFD Dharmasraya diproyeksikan tidak hanya menjadi agenda rutin, namun juga berpotensi berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Nagari dinilai menjadi kunci untuk menjaga momentum ini tetap tumbuh dan berkelanjutan.(*).

Dharmasraya (Rangkiangnagari) - Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menghadiri kegiatan Sosialisasi Pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang digelar oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Aula Istana Gubernur Sumatera Barat, Padang, Kamis (16/4/2026).

Hadir dalam kesempatan itu Kolonel Inf Yesi Mambu selaku Komandan Koordinator Wilayah Satgas PKH Sumatera Barat, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar Ferdinal Asmin, dan kepala daerah se-Sumatera Barat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Annisa menyampaikan aspirasi terkait kebun kelapa sawit masyarakat yang terlanjur berada dalam kawasan hutan dan meminta kejelasan proses agar tidak menimbulkan ketidakpastian hukum.

Ia juga menyoroti keberadaan pemukiman masyarakat yang berada dalam kawasan hutan dan menilai kondisi tersebut memerlukan penanganan yang bijaksana serta berkeadilan agar tidak menimbulkan persoalan sosial baru.

Terkait kawasan perusahaan yang izinnya telah dicabut seperti di wilayah PT. BRM dan PT. Dara Shilva, pemerintah daerah menyatakan kesiapan melakukan pengawasan agar tidak ada lagi aktivitas di kawasan tersebut.

Namun demikian, terhadap lahan yang sudah terlanjur ditanami termasuk area APL dan kebun plasma masyarakat, Pemkab Dharmasraya meminta adanya solusi agar tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan tidak menimbulkan dampak ekonomi.

Bupati juga menyampaikan harapan agar adanya skema pengelolaan terhadap lahan perusahaan yang telah dicabut izinnya maupun kawasan yang telah disita agar tetap memberikan manfaat ekonomi.

"Kami berharap agar lahan tersebut dapat dikelola oleh masyarakat atau melalui Badan Usaha Milik Daerah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung perekonomian daerah secara berkelanjutan", ungkap Bupati.

Menanggapi hal tersebut, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan menyatakan akan melakukan kajian lebih lanjut serta menindaklanjuti persoalan tersebut secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.

Ia menegaskan bahwa penertiban yang dilakukan Satgas PKH tidak menyasar masyarakat yang lahannya di bawah lima hektare dan sudah dikelola puluhan tahun. Satgas PKH difokuskan pada aktivitas korporasi perusahaan yang melanggar ketentuan.

“Kami tidak sama sekali menyasar kebun masyarakat yang lahannya di bawah lima hektare, apalagi sudah dikelola puluhan tahun. Silakan jika itu memang perkebunan masyarakat untuk dilanjutkan, yang kami larang adalah aktivitas korporasi perusahaan yang melanggar ketentuan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar informasi tersebut dapat disampaikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan. Namun demikian Komandan Satgas juga menegaskan bahwa ke depan pembukaan lahan baru di kawasan hutan dengan luasan berapapun tidak diperkenankan lagi.(St)

Dharmasraya (Rangkiangnagari) - Suasana rapat yang dipimpin Wakil Bupati Leli Arni berlangsung tenang pada Jumat, 17 April 2026, tiba-tiba berubah ketika pintu ruangan terbuka dan menghadirkan momen sederhana yang tidak terduga.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, masuk sambil membawa kue ulang tahun, dan sebuah buket bunga diikuti oleh Pejabat Sekretaris Daerah Drs Jasman Dt Bandaro Bendang, MM beserta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Perhatian peserta rapat pun langsung terkejut pada kejutan tersebut, yang mengubah suasana dari formal menjadi lebih santai dan akrab.

Bupati Annisa kemudian menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-68 kepada Wakil Bupati, disertai doa agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas.

Wakil Bupati kelahiran Ampang Kuranji pada 17 April 1958 tampak terkejut bercampur haru. Senyum bahagia tergambar jelas saat menerima perhatian tersebut di tengah agenda kerja yang sedang berlangsung.

Momen singkat itu menjadi jeda dari rutinitas, sekaligus menampilkan hubungan kerja yang terjalin dengan harmonis dan saling mendukung dua Srikandi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya itu.(St)

Dharmasraya (Rangkiangnagari) – Gerak cepat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Dharmasraya patut diapresiasi. Dalam waktu kurang dari enam jam sejak diterima laporan, kasus penggelapan sepeda motor berhasil terungkap.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro melalui Kasat Reskrim AKP Andri A, SH, menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan polisi yang masuk pada 17 April 2026.

Tanpa membuang waktu, Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim bersama Kanit I Tipidum Ipda Dandi Fernando, S.Tr.K., segera bergerak melakukan penyelidikan. 

Hasilnya, pelaku berhasil diamankan pada Jumat (18/4/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di Jorong Balai Timur, Nagari Sungai Rumbai Timur.

Kasus ini bermula saat korban berinisial LS meminjamkan sepeda motor Honda Beat Street BA 6386 VAB kepada pelaku. Dengan dalih hendak menjemput mobil, pelaku justru membawa kabur kendaraan tersebut dan menjualnya seharga Rp5 juta.

Uang hasil penjualan tidak digunakan sebagaimana mestinya. Pelaku diketahui membelanjakannya untuk membeli sepeda motor Suzuki Satria FU serta memenuhi kebutuhan pribadi, termasuk untuk judi online dan narkotika.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU sebagai barang bukti. Sementara itu, kendaraan milik korban hingga kini masih dalam pencarian.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Dharmasraya dan dijerat dengan Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.(St)


Rusdi Kepala Cabang Bank Nagari Dharmasraya 

Dharmasraya (Rangkiangnagari) - Bank Nagari terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di Kabupaten Dharmasraya, berbagai bantuan telah disalurkan untuk mendukung sektor pendidikan, lingkungan, keagamaan, hingga penanganan bencana.

Kepala Cabang Rusdi menyampaikan bahwa program CSR merupakan bagian penting dari peran Bank Nagari sebagai bank milik daerah yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat.

“CSR bagi kami bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung program pemerintah daerah,” ujar Rusdi.

Di sektor pendidikan, Bank Nagari telah menyalurkan bantuan dana untuk mendukung peningkatan fasilitas sekolah serta program sekolah sehat di Dharmasraya. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Selain itu, dalam bidang lingkungan, Bank Nagari juga memberikan bantuan berupa fasilitas umum seperti kontainer bak sampah kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Bantuan tersebut bertujuan mendukung pengelolaan sampah serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Kami ingin kontribusi yang diberikan benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk dalam hal kebersihan lingkungan yang menjadi kebutuhan dasar bersama,” kata Rusdi.

Tak hanya itu, Bank Nagari juga aktif mendukung kegiatan keagamaan di daerah, salah satunya melalui sponsorship pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda serta penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam situasi darurat, seperti bencana banjir, Bank Nagari turut hadir menyalurkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak. “Ketika terjadi bencana, kami berupaya segera hadir membantu masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar masyarakat dapat segera bangkit,” ungkapnya.

Rusdi menegaskan, ke depannya akan terus memperluas jangkauan program CSR agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam menghadirkan program-program sosial yang berdampak nyata. Harapannya, kehadiran Bank Nagari dapat semakin dirasakan manfaatnya secara luas,” tutupnya.

Dengan berbagai program CSR tersebut, Bank Nagari Cabang Dharmasraya menegaskan posisinya tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah yang peduli dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (*) 













PENUHI TANGGUNG JAWAB TERHADAP ANAK YATIM

DHARMASRAYA (Rangkingnagari) - Menyantuni dan mengasuh anak yatim dan/atau piatu adalah tanggung jawab kolektif sosial (fardhu kifayah) bagi setiap muslim untuk memastikan kebutuhan materi dan pendidikan mereka terpenuhi. 

Dalam rangka melaksanakan kewajiban itu, Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dengan daerah kerja Kabupaten Dharmasraya yang tergabung dalam perkumpulan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Dharmasraya menyambangi Panti Asuhan (PA) Fastabiqul Khairat yang terletak di Palo Padang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (04/03/2026).

Bantuan yang diserahkan berupa sembako, perlengkapan ibadah dan uang tunai yang diharapkan dapat dimanfaatkan anak-anak ini untuk keperluan mereka menghadapi lebaran.

Ketua Pengda IPPAT Dharmasraya Pisma Putra dan Ketua Pengda INI Dharmasraya Ryo Agussetiawan yang hadir langsung menyerahkan bantuan secara kolektif mengatakan, bahwa sebagai organisasi yang berada di daerah ini, merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban anak-anak yatim tersebut khususnya dan panti asuhan yang selama ini mengurus kebutuhan mereka. 

“Apalagi saat ini dalam bulan Ramadhan 1447 H, dan akan memasuki Idul Fitri, tentu kita ingin merasakan kebahagiaan sebagaimana anak-anak lainnya,” kata Pisma Putra yang menyampaikan Serangkaian. 

Menurut Ustad Zainir selaku pengasuh panti, saat ini jumlah anak yatim yang diasuh Panti Asuhan Fastabiqul Khairat sebanyak 21 orang dengan rincian 9 orang laki-laki dan 12 orang perempuan dengan berbagai jenjang pendidikan, yakni, 6 orang menempuh pendidikan sekolah dasar, 4 orang sekolah menengah tingkat pertama, 6 orang sekolah menengah tingkat atas dan 5 orang saat ini sedang menempuh perguruan tinggi.

Ustad Zainir juga mengapresiasi kepedulian Notaris dan PPAT Dharmasraya terhadap anak yatim ini dan berharap apa yang dikorbankan ini menjadi ladang amal bagi para notaris dan PPAT tersebut.

“Islam memuliakan orang-orang yang menyantuni anak yatim, dan menjanjikan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga kelak di Yaumil Masyar,” ujar pria yang juga imam tetap masjid Babussalam Koto Baru ini. (fauzi)

Dharmasraya (Rangkiangnagari) - Konflik antara masyarakat Nagari Lubuk Besar dan Nagari Alahan Nan Tigo dengan PT Tidar Kerinci Agung (PT TKA) sejatinya bukan lagi soal perbedaan tafsir, apalagi miskomunikasi. Persoalan ini telah melampaui ranah dialog sosial dan memasuki wilayah kepatuhan terhadap keputusan negara.

Fakta yang tak terbantahkan kewajiban kebun plasma bukanlah kebijakan sukarela. Ia merupakan perintah undang-undang. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18 Tahun 2021 secara tegas mewajibkan perusahaan perkebunan memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat minimal 20 persen dari total Hak Guna Usaha (HGU).

Dalam kasus PT TKA, kewajiban itu bahkan diperkuat oleh dokumen resmi negara,

Surat Keterangan Bupati Dharmasraya tertanggal 5 Oktober 2021, Surat Pernyataan Kesanggupan Direktur PT TKA di hadapan notaris, serta Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 43/HGU/KEM-ATR/BPN/VII/2022. Seluruh dokumen tersebut memberi tenggat waktu tiga tahun hingga 5 Oktober 2025 untuk menyelesaikan pembangunan kebun plasma.

Namun hingga tenggat itu berlalu, kewajiban tersebut dinilai belum direalisasikan.

Dalam negara hukum, situasi ini menimbulkan pertanyaan serius, apa makna sebuah keputusan menteri jika tidak dijalankan oleh pihak yang diatur? Dan lebih jauh, di mana posisi pemerintah daerah ketika keputusan tersebut diabaikan?

Masyarakat telah menempuh jalur yang tertib. 

Mereka menunggu, bersabar, dan menerima proses fasilitasi. Namun ketika waktu habis dan hak belum diberikan, aksi unjuk rasa menjadi jalan terakhir bukan untuk melawan hukum, tetapi untuk menagih hukum itu sendiri.

Yang perlu digarisbawahi, tuntutan masyarakat bukanlah sesuatu yang baru atau berlebihan. Mereka hanya meminta apa yang secara eksplisit dijanjikan dan dituangkan dalam keputusan resmi. 

Bahkan dalam aturan disebutkan, jika perusahaan tidak memiliki lahan di luar HGU, maka kebun plasma harus dialokasikan dari kebun inti. Prinsip ini sederhana dan tegas.

Dalam konteks ini, konflik agraria bukan lagi persoalan relasi perusahaan dan masyarakat semata, tetapi menjadi cermin wibawa negara. 

Ketika keputusan pusat dan surat kepala daerah tidak ditaati, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keadilan bagi petani, melainkan juga otoritas pemerintahan itu sendiri.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kini berada di titik krusial. Perannya tidak cukup berhenti pada fasilitasi atau pernyataan normatif, akan memperjuangkan kepentingan masyarakat. 

Masyarakat menunggu tindakan administratif dan politik yang tegas, sesuai kewenangan yang dimiliki, untuk memastikan regulasi dijalankan.

Jika pembiaran terus terjadi, maka preseden berbahaya akan lahir keputusan negara bisa dinegosiasikan, ditunda, bahkan diabaikan tanpa konsekuensi yang jelas. Dalam jangka panjang, ini akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan institusi pemerintahan.

Aksi masyarakat di depan PT TKA sejatinya adalah alarm. Bahwa konflik agraria tidak akan selesai dengan janji baru di atas janji lama. Bahwa keadilan sosial dalam sektor perkebunan hanya akan terwujud jika hukum ditegakkan secara konsisten, tanpa pandang bulu.

Kini pertanyaannya sederhana namun mendasar apakah negara hadir untuk memastikan keputusan yang telah dikeluarkannya ditaati, atau membiarkan masyarakat terus berjuang sendiri menagih hak yang sudah diakui hukum?

Jawaban atas pertanyaan itulah yang akan menentukan arah penyelesaian konflik ini dan wajah keadilan agraria di Dharmasraya ke depan.(St) 

Pangkalan Koto Baru (Rangkiangnagari) - Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi membuat Sungai Mahek meluap dan menenggelamkan sebagian wilayah Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (28/12/2025). Dari sebelas jorong yang ada, sedikitnya tiga jorong dilaporkan terdampak banjir paling parah.

Air bah mulai memasuki permukiman warga sejak pagi hari dan terus meninggi hingga siang. Jorong Lakuak Gadang, Jorong Lubuak Nago, dan Jorong Koto Panjang menjadi wilayah dengan dampak terberat. Di sejumlah rumah, ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa, memaksa warga bertahan di dalam rumah atau dievakuasi menggunakan perahu karet.

Di tengah kondisi darurat tersebut, keluhan warga mulai bermunculan. Marlis, salah seorang warga terdampak banjir, mengaku kecewa dengan lambannya bantuan yang diterima masyarakat. Ia menyebut air sudah masuk ke dalam rumah sejak sekitar pukul 07.30 WIB, namun hingga pukul 13.00 WIB belum terlihat bantuan yang benar-benar sampai ke warga.

“Air sudah masuk rumah dari pagi. Sekarang sudah jam satu siang, tapi belum ada tanda-tanda bantuan datang. Kami kebingungan, mau masak juga tidak bisa,” ujar Marlis dengan nada kecewa.

Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini bukanlah janji bantuan, melainkan makanan siap saji untuk warga yang terjebak banjir. 

“Yang kami butuhkan sekarang ini sederhana saja, nasi bungkus untuk makan siang hari ini,” pintanya.

Camat Pangkalan Koto Baru, Depi Peringki, SKM, MKM, membenarkan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Mahek yang tidak mampu menampung tingginya curah hujan sejak malam sebelumnya. Ia mengatakan, fokus utama pemerintah saat ini adalah penyelamatan warga.

“Ada tiga jorong yang terdampak banjir sangat parah, yakni Jorong Lakuak Gadang, Jorong Lubuak Nago, dan Jorong Koto Panjang. Titik fokus kami sekarang adalah mengevakuasi warga agar selamat, jangan sampai ada korban jiwa,” kata Depi Peringki di lokasi banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menurunkan perahu karet untuk membantu proses evakuasi warga, terutama mereka yang rumahnya terendam cukup dalam. Sejumlah warga lanjut usia dan anak-anak menjadi prioritas evakuasi.

Pemerintah kecamatan, lanjut camat, juga telah berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota. Bantuan logistik berupa bahan pokok seperti beras dan kebutuhan dasar lainnya disebut sedang disiapkan. Selain itu, pemerintah kecamatan berencana mendirikan dapur umum mulai hari ini untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak.

Namun, di lapangan, warga berharap langkah-langkah tersebut bisa segera direalisasikan, bukan sekadar rencana di atas kertas. Bagi mereka, waktu menjadi faktor krusial saat air terus menggenangi rumah dan aktivitas lumpuh total.

Pantauan media Rangkiang Nagari di lokasi banjir, sejumlah unsur aparat turut hadir, di antaranya Kabag Ops Polres Limapuluh Kota, Kasat Lantas, Kapolsek setempat, serta personel kepolisian lainnya untuk membantu pengamanan dan proses evakuasi.

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih berpotensi turun dan warga berharap air segera surut serta bantuan nyata segera sampai ke tangan mereka sebelum kondisi semakin memburuk.(St) 

Dharmasraya (Rangkiangnagari) - Pada sebuah pagi yang masih menyisakan kabut dingin di Kabupaten Tanah Datar, seorang ibu muda duduk memeluk kedua anaknya di depan bangunan yang tinggal separuh. Rumah itu tak lagi punya dinding utuh. Atapnya seperti lembaran seng yang dirobek paksa. Di balik matanya yang sayu, ada kisah panjang tentang malam yang mengubah segalanya.

“Yang penting kami selamat,” bisiknya pelan, seolah menenangkan dirinya sendiri.

Ia bukan satu-satunya. Di banyak daerah di Sumatera Barat, Tanah Datar, Agam, Padang Panjang, dan sekitarnya warga masih berjuang menata hidup kembali setelah bencana datang bertubi-tubi. Hujan ekstrem, banjir bandang, dan longsor meluluhlantakkan bangunan, melumpuhkan aktivitas, dan menyisakan trauma yang belum selesai.

Di tengah kepiluan itu, datang rombongan kecil dengan rompi kuning yang mencolok. Mereka bukan pejabat yang membawa protokol ketat. Mereka bukan pula relawan sesaat yang datang hanya untuk foto-foto lalu pergi. Mereka adalah orang-orang yang membawa amanah dari masyarakat Dharmasraya amanah berupa kepedulian.

Mereka adalah Tim Baznas Kabupaten Dharmasraya, yang datang dengan langkah tenang, tapi membawa harapan besar.

Kedatangan Baznas bukanlah perjalanan biasa. Ada proses panjang di belakangnya, menghimpun zakat dan infak masyarakat, mengelola hingga tepat sasaran, dan memastikan bahwa setiap rupiah yang diamanahkan benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Total bantuan yang mereka bawa mencapai Rp80 juta, disalurkan langsung ke Baznas kabupaten/kota yang terdampak bencana. Selain itu, mereka membawa 1 ton beras, yang siap dibagikan kepada warga yang kini hidup di pengungsian maupun bertahan di rumah tanpa kepastian makanan harian.

Jumlah itu mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan besarnya dampak bencana. Tetapi di balik angka itu, ada sumbangan pedagang kecil yang menyisihkan beberapa ribu rupiah dari hasil jualan. Ada zakat profesi seorang guru honorer. Ada infak diam-diam seorang perantau yang tak pernah mau menyebut nama. Dan ada doa panjang dari mereka yang berharap bantuan itu menjadi cahaya bagi saudaranya di wilayah yang dilanda musibah.

“Ini bukan soal besar kecilnya bantuan,” ujar

Wakil ketua1 Bidang Pengumpulan Zakat Infaq Sedekah (ZIS) Ridwan Syarif, S.Ag, Datuak Majo Kayo, Baznas Dharmasraya saat menyerahkan bantuan. “Ini soal rasa persaudaraan. Soal meyakinkan bahwa kita tidak membiarkan mereka menghadapi bencana sendirian.” Kalimat sederhana itu sering menjadi penguat bagi warga yang menerima.

Rombongan Baznas Dharmasraya berangkat bersama Pemerintah Daerah, menyusuri jalur yang masih menyimpan sisa-sisa bencana. Di beberapa titik, tanah longsor masih tampak seperti sobekan luka di tubuh bumi. Air bah yang sudah surut meninggalkan bau lumpur yang menyengat, bercampur dengan kesedihan yang sulit digambarkan.

Saat mereka tiba di salah satu lokasi, beberapa anak berlarian mendekat. Bukan untuk berebut bantuan mereka hanya ingin memastikan bahwa ada orang yang peduli.

“Abang dari mana?” tanya seorang bocah, kakinya masih belepotan lumpur. Dari Dharmasraya, jawab Ridwan Syarif dengan senyum hangat. “Jauh ya. Terima kasih sudah datang,” katanya polos.

Kalimat itu menjadi energi tersendiri bagi tim yang datang. Karena dalam bencana, kehadiran sering kali lebih berarti dari sekadar barang bantuan. Kehadiran mengirim pesan, kami melihat derita, kami peduli, dan kami datang karena masyarakat yang kenak musibah bagian dari kami.

Baznas memiliki pendekatan unik mereka tak hanya menyerahkan bantuan melalui simbolis dan foto seremonial, tetapi memastikan penyaluran dilakukan melalui Baznas daerah terdampak agar tepat sasaran.

Bantuan uang tunai diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak, pembelian bahan makanan, obat-obatan, pakaian layak, dan kebutuhan darurat lain yang tidak bisa ditunda.

Sementara 1 ton beras menjadi penyelamat bagi banyak keluarga. Di tiap kamp pengungsian, beras adalah simbol harapan sederhana bahwa esok masih ada sesuatu yang bisa dimakan.

Di salah satu tenda pengungsian, seorang lelaki paruh baya menatap karung beras itu lama, seakan memikirkan panjangnya perjalanan yang dilalui hanya untuk sampai kepadanya.

“Ini lebih dari sekadar beras,” katanya pelan. “Ini carito saling manyokong urang awak.”

Baznas bukan lembaga keuntungan. Mereka bekerja dengan landasan iman dan amanah. Setiap bantuan yang disalurkan adalah hasil dari kepercayaan masyarakat. Dan kepercayaan itu tidak boleh dikhianati.

Karena itu, saat musibah terjadi, Baznas Dharmasraya tidak menunggu instruksi. Mereka bergerak cepat. Mereka tahu bahwa dalam bencana, satu hari saja keterlambatan bisa berarti satu keluarga terpaksa tidur dalam kelaparan atau kedinginan.

Gerak cepat ini bukan hanya soal profesionalitas, tetapi juga refleksi dari budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi solidaritas dan gotong royong.

Di ranah adat, dikenal pepatah,

“Sakik samo diraso, hilang samo dicari.”

Yang artinya, ketika satu terluka, semuanya ikut merasakan, ketika satu kehilangan, semuanya ikut berusaha mencarikan solusi.

Maka, bantuan Baznas Dharmasraya adalah penjelmaan modern dari filosofi lama itu falsafah yang tetap hidup melintasi zaman.

Di akhir setiap kunjungan, Baznas Dharmasraya selalu menyampaikan pesan sederhana. Ayo teruskan kebaikan ini. Karena mereka sadar, tugas kemanusiaan tidak pernah selesai hanya dengan satu kunjungan atau satu penyaluran.

Setiap bencana yang terjadi adalah pengingat bahwa manusia tidak pernah bisa berdiri sendiri. Ada kalanya kita menjadi pihak yang memberi, ada kalanya menjadi pihak yang menerima.

Zakat, infak, dan sedekah adalah jembatan yang menyambungkan keduanya menghubungkan hati yang kaya empati dengan mereka yang sedang diuji.

“Bencana bisa menimpa daerah mana saja. Hari ini mereka yang tertimpa, esok bisa jadi kita. Maka, selama kita mampu, bantulah. Karena memberi tidak pernah membuat seseorang jatuh miskin,” begitu pesan yang disampaikan Ardios Monti Malano Wakil ketua Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia dan Umum Baznas.

Di salah satu titik terakhir kunjungan, rombongan Baznas berpamitan kepada warga. Seorang ibu tua menggamit tangan Rusmiati, Wakil Ketua Bidang Keuangan Baznas, dan Ia berkata lirih. “Anak-anak datang baralek duka kami. Semoga Allah yang membalasnya.”

Kata-kata itu menggambarkan bahwa di balik bencana, masih ada ruang luas tempat manusia saling menguatkan.

Baznas Dharmasraya pulang dengan hati yang berat, tetapi juga lega. Berat karena menyaksikan luka-luka yang masih menganga. Lega karena mereka tahu apa yang mereka bawa telah mengisi sebagian kekosongan itu.

Bantuan mereka mungkin tidak dapat mengembalikan rumah yang hilang. Tidak dapat menghapus trauma. Tidak dapat mengubah takdir. Tetapi mereka membawa sesuatu yang jauh lebih penting.

Bahwa ketika bencana meruntuhkan segalanya, manusia masih bisa bangkit bersama.(St) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.