Jakarta, Rangkiang Nagari ( Jan) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Bank Nagari di awal tahun 2026. Bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) ini berhasil menyabet empat penghargaan bergengsi sekaligus di dua ajang berbeda, yakni 6th Anniversary Indonesia 20 Top Syariah Awards 2026 dan 6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards 2026 dan Indonesia Human Capital Brilliance Awards (IHCBA) 2025.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Gusti Candra, pada Kamis (22/1) di Auditorium Lantai 3 Gedung A, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta.
Dua penghargaan yang diraih Bank Nagari yaitu 6th Anniversary Indonesia 20 Top Syariah Awards 2026 untuk Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari, dan 6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards 2026 untuk Dirut Bank Nagari, Gusti Candra.
Sementara itu, pada ajang IHCBA 2025, Bank Nagari menyabet penghargaan The Most Brilliant Human Capital Digitalization of The Year 2025-Regional Champion dengan prediket Diamond dan The Most Brilliant Chief Human Capital Officer of The Year-Regional Champion yang diberikan kepada Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah juga menerima penghargaan The Most Brilliant Head of Local Government in Transformation of BUMD Human Capital.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pencapaian ini. “Terima kasih atas dukungan dan kontribusi dari pemegang saham, Bank Indonesia (BI), OJK, KNEKS, KDEKS Sumbar, Dewan Pengawas Syariah (DPS), mitra, nasabah, dan seluruh pegawai Bank Nagari.
Ia menambahkan, prestasi ini adalah bukti bahwa Bank Nagari Syariah terus berjaya dengan segudang pencapaian dan prestasi,” ujarnya.
Gusti Candra menegaskan bahwa Unit Usaha Syariah Bank Nagari kembali menorehkan kinerja positif dan menjadi yang terbaik di antara UUS Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia.
Berdasarkan data kinerja terbaru, UUS Bank Nagari memiliki pangsa aset tertinggi terhadap induk usaha sebesar 19,31 persen, sekaligus mencatatkan laba tertinggi dibandingkan UUS BPD lainnya.
Sepanjang periode pelaporan, UUS Bank Nagari membukukan laba (unaudited) sebesar Rp224,6 miliar, menunjukkan pertumbuhan usaha yang solid dan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan syariah nasional.
Capaian ini menjadikan UUS Bank Nagari kontributor signifikan terhadap kinerja keuangan induk serta memperkuat posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi syariah daerah.
Tingginya kontribusi aset UUS terhadap total aset Bank Nagari mencerminkan keberhasilan strategi pengembangan bisnis syariah yang dijalankan secara konsisten. Fokus pada pembiayaan sektor produktif, penguatan dana pihak ketiga berbasis syariah, serta optimalisasi layanan perbankan syariah menjadi faktor utama yang mendorong kinerja positif tersebut.
Gusti Candra menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan pertanda Allah ridha dengan konsep syariah yang dijalankan Bank Nagari.
Di sisi lain, Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon mengatakan, dua penghargaan dari IHCBA 2025 menjadi bukti bahwa Bank Nagari menunjukkan keberhasilan organisasi di era digital yang tidak lagi semata ditentukan oleh investasi teknologi, melainkan oleh kemampuan dalam mentransformasikan human capital menjadi aset strategis yang mampu menggerakkan inovasi dan menciptakan nilai baru.
Penghargaan diberikan oleh The Iconomics yang didukung kajian The Iconomics Research, sebagai apresiasi terhadap perusahaan dan pucuk pimpinan yang berkecimpung di industri syariah. Acara yang digelar pada Kamis (22/1) ini juga diawali dengan Marketing & Halal Summit 2026, yang menghadirkan pemangku kepentingan dari pemerintah dan industri.
Beberapa tokoh yang hadir antara lain Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar, Presiden Direktur PT Makmur Berkah Amanda, Tbk, Adi Saputra Tedja Surya, Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Hermawan Prajudi, Quality Assurance, Governance & Compliance Group Head JNE, Samsul Jamaludin.
Proses penilaian penghargaan dilakukan melalui kajian The Iconomics Research. Pada Indonesia 20 Top Syariah Awards 2026, penilaian dilakukan berdasarkan kinerja keuangan perusahaan jasa keuangan, baik perbankan maupun nonperbankan, yang berkecimpung di industri syariah.
Beberapa indikator yang menjadi pertimbangan antara lain neraca keuangan, laba/rugi, dan pendapatan komprehensif perusahaan.
Sementara itu, untuk 20 Best CEO Syariah Awards 2026, penilaian dilakukan melalui survei kepada responden dengan menggunakan kuesioner online, tanpa kuota geografis maupun jenjang jabatan. Responden diminta menilai CEO institusinya dan diperbolehkan menilai CEO institusi lain dalam kategori industri sejenis.
Survei mencakup lebih dari 200 CEO/institusi, dan kandidat CEO ditentukan berdasarkan pilihan redaksi Iconomics atau permintaan institusi terkait. Hasil akhir penilaian berasal dari gabungan empat parameter, yaitu Popularity (popularitas), Competency (kompetensi), Crisis Leadership (kepemimpinan dalam krisis), Personality (kepribadian).
Sementara itu, sejumlah perusahaan, terdiri dari badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD) dan perusahaan swasta nasional dari seluruh Indonesia menerima penghargaan di ajang Indonesia Human Capital Brilliance Awards (IHCBA) 2025 yang diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta pada Jumat, 23 Januari 2026.
Saat ini Indonesia tengah memasuki era transformasi digital yang ditandai dengan perkembangan teknologi Kecerdasan Artifisial (AI), otomasi, dan digitalisasi proses kerja. Transformasi berbasis AI tidak hanya mengubah model bisnis, tetapi juga mendefinisikan ulang peran dan kompetensi sumber daya manusia di masa depan. keberhasilan organisasi di era digital tidak lagi semata ditentukan oleh investasi teknologi, melainkan oleh kemampuan dalam mentransformasikan human capital menjadi aset strategis yang mampu menggerakkan inovasi dan menciptakan nilai baru.
Pemerintah melalui Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial dan Visi Indonesia Emas 2045 menetapkan arah pembangunan nasional yang bertumpu pada penguatan SDM digital. Oleh karena itu, pengelolaan Human Capital yang inovatif menjadi kunci dalam mewujudkan organisasi yang adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Indonesia Human Capital Brilliance Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Business Update.id untuk memberikan apresiasi kepada organisasi dan individu yang telah menunjukkan keunggulan dan terobosan nyata dalam transformasi pengelolaan sumber daya manusia berbasis digital dan AI. Adapun, tema IHCBA 2025 adalah "Human Capital Transformation in the AI Era: Future-Ready Organizations and Digital Talent Development."
"Kegiatan kami awali dengan melakukan penjaringan calon finalis berdasarkan data-data sekunder baik berupa laporan keuangan perusahaan ataupun data data pendukung lainnya yang beredar di media massa dan media sosial milik perusahaan. Dari sekitar 150 perusahaan, terjaring sejumlah finalis yang kami undang untuk menghadiri proses penjurian," kata Sifa Rickewine, Ketua
Penyelenggara IHCBA 2025. Untuk tahun ini terdapat 7 kategori penghargaan untuk perusahaan, 4 kategori penghargaan untuk individu, serta 2 kategori penghargaan khusus.
Mulai dari penjaringan, penjurian dan rapat pleno dewan juri dilakukan secara ketat oleh para ahli di bidangnya. "Perusahaan yang masuk finalis adalah perusahaan yang mampu menghadapi tantangan di era AI. Yaitu perusahaan yang memiliki relevansi dengan tren global, melakukan transformasi Human Capital, kesiapan organisasi masa depan, serta pengembangan talenta digital," jelas Ir. Priyantono Rudito, Ph.D, Ketua Dewan Juri IHCBA 2025.
Indonesia Human Capital Award 2025 bukan hanya merupakan ajang penghargaan, tetapi juga bagian dari upaya nasional memperkuat fondasi transformasi SDM Indonesia menuju era kecerdasan artifisial dan masa depan Indonesia Emas 2045 (*)

