ASN Bisa Lebih Mudah Pendidikan S.2

Melanjutkan pendidikan ke Strata 2 atau S.2 termasuk juga S.3 bagi ASN kini tidak sulit lagi seperti dialami tahun sebelumnya. Sekarang pemerintah atau penyelenggara pendidikan tinggi memberikan kemudahan kepada ASN atau para profesional dengan mengikuti program rekognisi atau pengakuan terhadap tugas-tugas yang diemban di unit-unit kerja masing-masing.
Program ini bisa memangkas masa studi mahasiswa selama enam bulan atau satu semester bahkan bisa lebih. Syaratnya tentu bagi mampu menyiapkan proposal penelitian dengan segera.

Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau yang sering dikenal dengan kuliah jalur rekognisi adalah pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang dari pengalaman kerja atau pendidikan nonformal untuk disetarakan dengan Satuan Kredit Semester (SKS) di perguruan tinggi.

Tidak semua perguruan tinggi yang diberikan kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan ini, karena pemerintah memberikan pengakuan yang ketat kepada perguruan tinggi penyelenggara.
Berdasarkan regulasi Kementerian Pendidikan, hanya perguruan tinggi negeri maupun swasta tertentu yang diberikan izin dan secara resmi dapat melaksanakan program RPL Tipe A maupun Tipe B.
Terdapat puluhan perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang ditunjuk dan diizinkan untuk menyelenggarakan program RPL. Beberapa contoh kampus yang populer di antaranya terdapat di Pulau Sumatra, Jawa dan sebagian Indonesia Timur.

Di Pulau Sumatra hanya empat perguruan tinggi yang diberikan kewenangan menyelenggarakan RPL salah satu Universitas Andalas yang berada bahagian tengah pulau Sumatera.

Pihak Universitas Andalas telah menyampaikan kabar menggembirakan ini kepada seluruh masyarakat, terutama calon-calon yang memenuhi syarat mengikuti pendidikan lanjutan. Sosialisasi ke berbagai daerah di Sumbar dan provinsi tetangga sudah dilakukan. Begitupun melalui brosur, iklan di media massa dan di berbagai platform digital lainnya.
Supaya lebih intensif menjangkau calon mahasiswa, pimpinan Sekolah Pascasarjana, sengaja turun ke lembaga-lembaga kantor pemerintah, termasuk kantor pemerintah Kabupaten, kota dan provinsi sendiri.

Di Sekolah Pascasarjana Unand terdapat tujuh program studi (Prodi) S.2, satu profesi insinyur dan satu program S.3, namanya Studi Pembangunan. Program pendidikan S.2 adalah Prodi Studi Pembangunan Wilayah Pedesaan ( PWD), Ilmu Lingkungan, Ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan ( IPKP), Perumahan dan Permukiman, Bioteknologi, Pengelolaan Sumber Daya Alam, Manajemen Kebencanaan dan Program Profesi Insinyur (PPI).
Visi Pascasarjana Unand adalah menjadi lembaga pendidikan Pascasarjana terkemuka di Indonesia dan diakui dunia pendidikan internasional
Guna mengejar visi tersebut, stakeholders Pascasarjana harus bekerja keras. Tidak bisa lagi menunggu bola ditengah persaingan pendudikan yang ketat. Sebagai perguruan tinggi terkemuda di Sumatera, Unand mesti giat bersosialisasi. Universitas Andalas tercatat sebagai 10 perguruan tinggi terbaik di Infonesia. Dalam konteks itulah Unand ingin mengajak putra-putra terbaik negeri ini untuk mengikuti pendidikan di lembaga ini.
Apa yang dimiliki Universitas Andalas ternyata belum merata diketahui masyarakat. Ketika mengunjungi kantor Bupati Agam di Lubuk Basung beberapawaktulalu, Bupati Ir. Benni Warlis, MM merasa terkejut dengan kehadiran program itu di Unand. Sudah ada di Universitas Andalas ya, katanya bertanya. Sangat disayangkan, karena selama ini cukup banyak ASN di lingkungan Pemda mengambil kuliah S.2 dengan program RPL ini di luar seperti Malaysia.
Bupati Agam H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah menyambut baik program RPL ( Rekognisi Pembelajaran Lampau) dari Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas yang disampaikan Wakil Direktur Prof Dr Reflinaldon MSi dalam pertemuan dengan seluruh unsur pimpinan dan ASN di lingkungan Kabupaten Agam, Rabu (17/6) di Lubuk Basung.

Bupati mengatakan program ini akan sangat membantu para ASN yang akan melanjutkan pendidikan pada strata 2 dan S.3, menanggapi tawaran yang disampaikan pimpinan Unand kepada seluruh pimpinan dan ASN Agam.
Benni mengaku baru mengetahui ada program rekognisi atau pengakuan terhadap tugas-tugas ASN di Universitas Andalas. Selama ini, penyelenggaraan pendidikan dianggap seperti program lama atau klasik yang memakan waktu selama empat semester atau dua tahun. Saat ini sudah bisa dipangkas menjadi dua semester.

Kalaulah lebih awal diketahui, mungkin akan banyak para calon mahasiswa dari ASN ikut program ini. Tidak memilih negara tetangga Malaysia sebagai negara tujuan belajar S.2. kata Benni.

Ia mengajak staf memanfaatkan kesempatan ini. Sebab untuk menuntut ilmu itu tidak ada batasnya. Benni sengaja memanggil beberapa pejabat setingkat pejabat pimpinan tinggi pratama mengambil kesempatan emas ini.

Saat ini memang ada beberapa ASN yang sedang mengikuti jenjang pendidikan S.2 di negara jiran Malaysia dengan program RPL. Sebagian besar proses pembelajaran melalui rekognisi dan daring.
Diakui program ini tergolong baru di Andalas. Universitas kebanggaan ranah minang adalah salah satu dari tiga perguruan di Sumatera yang diberikan kepercayaan menyelenggarakan program RPL.
Prof Reflinaldon mengatakan RPL diterapkan secara bertahap di Universitas Andalas seiiring dengan kesiapan sarana, prasarana dan SDM. Tahun 2026 ini sudah dibuka untuk seluruh jenjang S.2 dan S.3. Bahkan untuk S.3 sudah ada program by riset. Cukup dengan mengajukan topik penelitian.

Sosialisasi program S.2 dan S.3 Unand dihadiri ratusan ASN dan pejabat pimpinan pratama atau setingkat kepala dinas akan terus dilaksanakan menjelang ditutup pendaftaran Agustus mendatang.
Adanya persyaratan pendidikan S.2 bagi ASN menduduki jabatan atau kepangkatan adalah kesempatan yang pas untuk melanjutkan pendidikan ke S.2 dan S.3.

Apalagi bagi ASN yang ingin berkiprah ke tingkat nasional. Saat ini begitu banyak pejabat setingkat eselon dua dan satu yang telah menyelesaikan S.2 dan S.3. Ayo ... bergegaslah sepanjang kesempatan masih ada.

Labels: , ,
[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.