Latest Post


JAKARTA (RangkiangNagari) - Sesuai janji yang disampaikannya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi langsung menyerahkan bonus sebesar Rp2,1 miliar kepada seluruh punggawa Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22, yang menjadi juara Piala AFF U-22, di Phnom Penh, Kamboja.

Bonus uang tunas Rp2,1 miliar itu diserahkan Menpora Imam Nahrawi secara simbolis kepada kapten timnas U 22 Bagas Adi Nugroho yang didampingi pelatih Indra Sjafri, setibanya Timnas U-22 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/2) malam.

Mengenai rincian jumlah bonusnya, Kemenpora memberikan kepada pelatih kepala dengan nominal Rp 100 juta, Asisten Pelatih sebanyak 4 orang masing-masing menerima Rp 62,5 juta, Ofisial tim sebanyak 8 orang masing-masing akan mendapatkan Rp 32 juta. Sedangkan untuk Pemain dengan jumlah 23 pemain, masing-masing akan menerima Rp 65 juta.

“Untuk masalah rewards, perlu saya tegaskan bahwa pemerintah pasti akan memberikan perhatian terhadap prestasi ini. Seperti penyaluran bonus sebelumnya, semua bonus akan diserahkan langsung ke rekening pemain, pelatih, asisten pelatih, ofisial dan yang lainnya.” kata Menpora.

Menpora berharap apresiasi yang diberikan pemerintah ini tidak dilihat besar dan kecilnya, karena menurutnya bonus tersebut pemacu semangat bagi tim untuk berprestasi di ajang berikutnya.

“Kita tahu bahwa setelah juara Piala AFF U 22 ini, mereka akan masuk pelatnas untuk persiapan Piala AFC yang akan digelar bulan Maret mendatang. Selain itu mereka juga akan disiapkan untuk SEA Games 2019 nanti,” ujar Menpora.

Sementara pelatih Indra Sjafri mengucapkan terima kasih kepada Menpora dan PSSI yang selama ini sudah mendukung perjuangan Timnas U 22. “Saya bukan sosok penting, sosok penting adalah para pemain yang berjuang di lapangan. Saya hanyalah sosok orang yang mengumpulkan mereka,” kata Indra Sjafri.

Berikut Rincian Jumlah Bonus yang Diberikan Kemenpora untuk Timnas U 22

Pelatih : 1 x 100.000.000,- = Rp    100.000.000,00.

Pemain : 23 x  65.000.000,- = Rp 1.495.000.000,00.

Asisten Pelatih : 4 x 62.500.000,- = Rp     250.000.000,00.

Ofisial Tim : 8x 32.000.000,- = Rp     256.000.000,00.

Total = Rp 2.101.000.000,00. 

#Ryan

JAKARTA (RangkiangNagari) – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyebut penurunan harga avtur sudah mulai berdampak pada kinerja keuangannya. Hal itu yang membuat perusahaan plat merah ini berani menurunkan harga tiket sebesar 20% pada seluruh rute penerbangan sejak 14 Februari 2019.

“Makannya kita berani turunkan harga tiket, karena yakin dengan turunnya harga avtur dari PT Pertamina sangat positif,” ujar Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (28/2).

Pria yang akrab disapa Ari Askhara ini menyatakan, selain menurunan harga tiket, perseroan bahkan berani menekan harga di beberapa rute penerbangan melalui pemberian promo. Di antaranya, rute penerbangan Jakarta-Padang, Batam, Palembang, Medan, Jayapura, dan Makassar.

Di mana promo diberikan melalui lini layanan full service Garuda Indonesia dan Low Cost Carrier (LCC) Citilink Indonesia, serta Sriwijaya Air-NAM Air Group.

“Jadi kita terus lihat kalau ada keluhan (soal harga tiket) dari beberapa daerah, pasti kita akan perhatikan. Jadi memang kita lihat sekarang enggak bisa merata lagi, harus lihat per daerah,” jelasnya dikutip dari okezone.

Untuk diketahui, sebelumnya Pertamina telah menurunkan harga avtur pada evaluasi berkalanya. Seperti untuk bandara Soekarno Hatta Cengkareng menjadi Rp7.960 per liter dari Rp8.210 per liter.

Harga ini lebih rendah sekitar 26% dibandingkan harga avtur (published rate) di Bandara Changi Singapura yang terpantau per tanggal 15 Februari 2019 sekitar Rp 10.769 per liter. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan faktor lainnya.

#Ryan

JAKARTA (RangkiangNagari) – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita lima batang emas seberat 100‎ gram yang diduga milik pejabat Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Penyitaan berkaitan kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik PUPR tahun anggaran 2017-2018.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memastikan lima batang emas tersebut disita bukan dari salah satu tersangka yang telah dijerat lembaga antirasuah. Namun, Febri enggan mengungkap terang pejabat PUPR‎ pemilik emas batangan itu.

“Nah, itu bagian dari materi penyidikan saya kira yang akan didalami lebih lanjut dan itu belum disampaikan sekarang yang pasti 5 batangan emas masing masing 100 gram sudah kami lakukan penyitaan,” kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/2).

Sejauh ini, ada 55 pejabat PUPR yang telah mengembalikan uang dan logam mulia ke KPK. Uang dan logam mulia tersebut merupakan suap terkait sejumlah proyek SPAM di beberapa daerah Indonesia.

“Yang kami identifikasi sejauh ini pertama yang mengembalikan yaitu jabatannya PPK, kalau dalam struktur pejabatan kepanitiaan pengadaan. Tapi untuk jabatan lainnya ada yang menjadi kasatker atau ada yang setingkat direktur ya di Kementerian PUPR,” ujarnya dikutip dari okezone.

Febri menduga ada cukup banyak pejabat PUPR yang menerima aliran suap dari proyek SPAM. KPK sendiri saat ini masih terus melakukan pengembangan perkara tersebut.

“Kami menduga masih ada dugaan penerimaan lain ya. Karena itu kami ingatkan juga lebih baik bersikap kooperatif saja. jadi kembalikan saja uangnya agar itu menjadi bagian dr penanganan perkara ini dan sikap kooperatif itu pasti akan kami pertimbangkan sebagai misalnya alasan yang meringankan atau fakta lain yang dihargai secara hukum.

#Ryan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.