Latest Post

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - “Sebagai mitra Pemerintah Daerah, Bupati Solok sangat mendukung keberadaan Radio Antar Peduduk Indonesia (RAPI) dan ORARI sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah,” Demikian diungkapkan Bupati Solok yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Dafitrach Yusrizal, S.Kom, M.Si saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) yang ke-5 RAPI pada Minggu (29/11) bertempat di Ruang Solok Nan Indah.

“Terlebih dahulu permohonan maaf dari Bupati yang tidak dapat menghadiri kegiatan Muswil RAPI yang ke-5 ini, ”atas nama pemerintah, Bupati mengucapkan terimakasih atas undangan yang sekaligus sebagai ajang bersilaturahmi antara pihak pemerintah daerah dengan pengurus RAPI Kabupaten Solok,” ujar Davitrach.

Selain dihadiri oleh Bupati Solok diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Dafitrach Yusrizal, S.Kom, M.Si, juga turut hadir Kepala BPBD yang mewakili, Kepala Dinas Sosial yang mewakili, Ketua Daerah RAPI Sumbar diwakili Ketua III Farizon Jz 03 XTT, dan Ketua Wilayah RAPI Kabupaten Solok sementara Suhardes Jz 03 HAK

Ketua Wilayah RAPI Kabupaten Solok sementara Suhardes Jz 03 HAK dalam laporannya tak lupa mengucapkan selamat datang kepada Ketua Daerah RAPI Sumbar beserta rombongan. Pada 28 Oktober 2021 yang lalu, kepengurusan RAPI sementara telah ditugaskan selama tiga bulan untuk membentuk kepengurusan yang baru.

“Jika Bupati Solok mempunyai visi mambangkik batang tarandam, maka RAPI tidak jauh-jauh dalam menjunjung visi tersebut. Apabila selama ini sinyal RAPI sempat vakum beberapa waktu, maka dalam hal ini RAPI akan berusaha membangkitkan kembali suaranya dengan visi “Mambangkik Sinyal Tarandam”,” ucapnya.

Ucapan terimakasih atas semangat para simpatisan dalam menjunjung dan mendukung keberadaan RAPI selama ini tak lupa ia ucapkan. “Mudah-mudahan kedepan kita bisa lebih maju lagi dengan kepengurusan yang baru nanti,” harapnya.

Ketua III Farizon menyampaikan permintaan maaf atas nama Ketua RAPI Sumbar Nofiardi yang tidak dapat hadir pada kegiatan ini, dan berharap Muswil ke-5 RAPI Kabupaten Solok dapat berjalan lancar sesuai dengan AD/ART serta peraturan organisasi.

Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan penyerahan Papan “Call Sen” kepada Nurlis Jz 03 ABS, istri dari mendiang Mantan Ketua RAPI Kabupaten Solok alm. Asril yang diserahkan oleh ketua RAPI Daerah Sumatera Barat diwakili oleh Ketua III Farijon Jz 03 XTT.(Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok bekerjasama dengan PT. Taspen Cabang Padang dan Bank Mandiri Taspen (MANTAP) mengelar sosialisasi Program Taspen dan Pengenalan Bank Mandiri Taspen serta sosialisasi PP Nomor 30 tahun 2019,guna menjamin dan meningkatkan kesejahteraan  Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam memasuki purna tugas pada Senin (29/11) bertempat di Gedung Solok Nan Indah.

Sosialisasi yang dibuka oleh Bupati Solok yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi Keuangan Drs. Syahrial, MM, juga dihadiri oleh Branch manager PT Taspen Padang Ahmad Suranto, manager layanan PT Taspen Padang Ahmad Nawawi, Kepala unit Bank Mandiri Taspen Solok Muhammad Arifin, Kepala BKPSD diwakili Kabid Pembinaan kesejahteraan dan pemberhentian Yovi Fransisca, Kasubag kepegawaian masing-masing SKPD dan kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Se-Kabupaten Solok.

Ucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Sosialisasi Program Ketaspenan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan pemerintah Kabupaten Solok tak lupa diucapkan. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama PT. Taspen Cabang Padang dan Bank Mandiri Taspen (MANTAP) dengan Pemerintah Kabupaten Solok.

Sosialisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok terkait Hak dan Kewajiban serta menginformasikan kepada kita bersama tentang Produk dari anak perusahaan PT. Taspen yaitu Mandiri Taspen yang dipersiapkan untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil pada saat memasuki masa purna tugas.

Selaku pemerintah Kabupaten Solok kami berterimakasih kepada PT. Taspen cabang Padang dan Bank Mandiri Taspen (MANTAP) yang memfasilitasi sosialisasi produk taspen ini sehingga dapat menjamin dan meningkatkan kesejahteraan PNS dalam memasuki masa purna tugas.

“Selamat mengikuti acara sosialisasi ini, semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pengelolaan kepegawaian terkait program ketaspenan dan Bank Mandiri Taspen serta teknis penyusunan sasaran kinerja pegawai (SKP) sesuai PP Nomor 30 Tahun 2019, tentang penilaian kinerja pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan pemerintah Kabupaten Solok,” tuturnya (Liza)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Bupati Solok H. Epyardi Asda sampaikan beberapa kendala dalam pengembangan sektor pertanian di Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Solok saat bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar. Senin (29/11) Kabupaten Solok.

H. Epyardi Asda meminta agar Kementerian Pertanian memberikan perhatian lebih, khususnya kepada peneliti pertanian yang ada di BPTP Sumbar, karena untuk pengembangan benih atau bibit pada wilayah Kabupaten Solok dan daerah lainnya di Sumbar bergantung kepada peneliti. 

Selama ini Kabupaten Solok sudah bekerjasama dengan BPTP Sumbar untuk mengembangkan sektor pertanian, namun diperhatikan para peneliti pertanian yang ada di BPTP dibatasi oleh ketersediaan anggaran.

“Kabupaten Solok saja punya wilayah pertanian yang luas belum lagi daerah lain yang dinaungi oleh BPTP. Maka itu dengan adanya BPTP Sumbar di sini, banyak harapan kami khususnya petani dalam pengembangan teknologi pertanian yang bisa digunakan. Namun, terus terang saja, BPTP punya keterbatasan anggaran jadi saya menyampaikan langsung kondisi ini ke Pak Wamen untuk dianggarkan lebih di BPTP Sumbar ,”tutur Epyardi.

Lebih lanjut diungkapkan Epyardi bahwa, BPTP Sumbar bisa untuk melakukan pembibitan kentang di Kabupaten Solok dengan skala yang lebih besar, karena Kabupaten Solok memiliki areal pertanian yang cukup luas, tetapi BPTP dihadapkan dengan keterbatasan anggaran. Hal ini tentu berdampak pada kelangkaan benih dan petani pun menjadi susah. 

“Seperti sekarang ini, harga bawang merah anjlok, petani menjerit, salah satu harga tanaman yang dinilai stabil adalah kentang. Ketika petani ingin beralih, benih kentang pun sulit didapatkan petani, kalau pun ada itu dari jawa. BPTP bisa melakukan pembibitan secara banyak tetapi itu tadi anggarannya terbatas,”kata Epyardi.

Menangapi hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi menyampaikan bahwa untuk pengembangan pertanian di Kabupaten Solok, Kementerian Pertanian siap menerima masukan dari Bupati dan meminta adanya tim kecil untuk membahasnya langsung dengan Kementerian.

“Saya sudah melihat langsung masalah ini dan Pak Bupati juga sudah menyampaikan keluhannya, tapi yakinlah ini ada jalan keluarnya. Ini kita kawal dan ingatkan kami karena masalah seperti ini bisa kami bawa ke kementerian atau ke tingkat kabinet member,”ucap Harvick.

Lebih lanjut disampaikan Wakil Menteri Pertanian bahwa, untuk pengembangan sektor pertanian di Sumbar khususnya Kabupaten Solok sangat diperlukan sekali sinergi dari semua pihak. Termasuk untuk menjalin komunikasi yang erat antara lembaga terkait.

Dijelaskan Harvick, untuk saat ini kementerian pertanian tidak saja memfokuskan masalah pertanian hanya dalam pengembangan komoditas tetapi juga memfokuskan bagaimana hasil produksi pertanian tersebut bisa diserap secara langsung.

"Seperti yang disampaikan pak bupati, bahwa disini ada bawang merah, kentang dan beras. Untuk beras saya dengar Pemkab Solok sudah melakukan pra kerjasama dengan pihak Foodstation di DKI Jakarta. Ini sangat bagus, Saya senang sekali. Dengan adanya kerjasama seperti itu akan mempercepat penyerapan terhadap hasil pertanian sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Wakil Menteri.


(Liza)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.